Full Costing dan Variabel Costing, Apa Itu?

full costing dan variabel costing Apa itu?

Full Costing dan Variabel Costing, Apa Itu?

Full costing dan variabel costing pada dasarnya merupakan metode yang berkaitan dengan penentuan harga pokok produksi. Dalam metode full costing menentukan harga pokok produksi yang dimana semua biaya produksi diperhitungkan ke dalam harga pokok produksi. Hal tersebut menunjukkan bahwa metode full costing ini tidak membedakan antara biaya produksi variabel dan biaya produksi tetap karena akan dimasukkan ke dalam harga pokok produksi. Sehingga biaya produksi tetap tersebut masih melekat pada produk yang belum terjual, dengan begitu tidak membebankan untuk kelangsungan bisnis selanjutnya dan pada periode cost. Sedangkan metode variabel costing ini merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memasukkan biaya-biaya yang bersifat variabel ke dalam harga pokok produksi. Yang mana untuk biaya produksi tetap sendiri dianggap sebagai periode cost sehingga tidak ada biaya tetap yang belum dibebankan pada periode tersebut.

Full Costing dan Variabel Costing, Apa Itu?

Full Costing dan Variabel Costing (via: wordpress)

Lalu seperti apa cara menghitung harga pokok produksi pada metode full coseting dan variabel costing?

Full Costing

Perhitungan harga pokok produksi pada metode full costing terdiri dari:

  1. Biaya bahan baku
  2. Biaya tenaga kerja
  3. Biaya overhead pabrik variabel
  4. Biaya overhead pabrik tetap
  5. Harga pokok produksi

Untuk mendapatkan harga pokok produksi maka menjumlahkan total dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik variabel, dan biaya overhead pabrik tetap. Dimana sebelumnya untuk mencari biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik variabel harus mengkalikan dengan jumlah unit produk yang diproduksi.

Selanjutnya dari perhitungan harga pokok produksi pada metode tersebut dilakukan pelaporan keuangan yang terdiri dari:

  1. Hasil penjualan
  2. Harga pokok produksi/penjualan
  3. Laba kotor
  4. Biaya pemasaran variabel
  5. Biaya pemasaran tetap
  6. Biaya administrasi dan umum variabel
  7. Biaya administrasi dan umum tetap
  8. Laba bersih

Yang mana untuk mendapatkan laba kotor, dapat dengan menghitung selisih antara hasil penjualan dan harga pokok produksi/penjualan. Sedangkan untuk mendapatkan laba bersih, dapat dengan menghitung selisih antara laba kotor yang telah didapatkan sebelumnya dengan jumlah total dari biaya pemasaran variabel yang telah dikalikan dengan unit produk yang terjual, biaya pemasaran tetap, biaya administrasi dan umum variabel, biaya administrasi dan umum variabel serta biaya administrasi dan umum tetap.

Variabel Costing

Setelah mengetahui perhitungan harga pokok produksi metode full costing, maka selanjutnya adalah terkait cara perhitungan harga pokok produksi sebagai berikut:

  1. Biaya bahan baku
  2. Biaya tenaga kerja
  3. Biaya overhead pabrik variabel
  4. Biaya pokok produksi

Untuk mendapatkan biaya pokok produksi, dengan menjumlahkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik variabel yang telah dikalikan dengan jumlah unit produk yang diproduksi.

Selanjutnya untuk laporan keuangan dari metode variabel costing ini terdiri dari:

  1. Hasil penjualan
  2. Biaya produksi variabel
  3. Biaya pemasaran variabel
  4. Biaya administrasi dan umum variabel
  5. Marjin kontribusi
  6. Biaya produksi tetap
  7. Biaya pemasaran tetap
  8. Biaya administrasi dan umum tetap
  9. Laba bersih

Dimana untuk mendapatkan marjin kontribusi, hasil penjualan yang telah dikalikan dengan jumlah unit produk yang diproduksi dengan cara menghitung selisihnya dengan biaya produksi variabel dan biaya pemasaran varibel yang telah dikalikan dengan jumlah unit produk yang diproduksi. Kemudian untuk mendapatkan laba bersih, dapat dengan menghitung selisih antara marjin kontribusi dengan biaya produksi tetap, biaya pemasaran tetap dan biaya administrasi dan umum tetap.

Dari informasi dan cara perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing dan variabel costing di atas dapat bahwa metode full costing semua biaya produksi diperhitungkan dalam harga pokok produksi. Akan tetapi akan ada biaya tetap yang belum dibebankan pada periode tersebut jika ada produk yang belum laku terjual, karena di dalam produk tersebut terdapat biaya overhead tetap yang melekat. Sedangkan metode variable costing hanya memperhitungkan biaya-biaya produksi yang bersifat variabel dalam perhitungan harga pokok produksi. Dimana biaya tetap dianggap sebagai period cost dan langsung dibebankan pada periode yang bersangkutan.

Selain itu dalam penyajian laporan keuangan terkait laba rugi, metode full costing dan variabel costing ini memiliki perbedaan. Pada metode metode full costing, biaya overhead tetap yang dilaporkan dalam laporan laba rugi hanya biaya  overhead tetap produk yang telah terjual saja pada periode tersebut. Sedangkan variable costing, seluruh biaya overhead tetap yang terjadi dalam periode tersebut dilaporkan dalam laporan laba rugi perode tersebut sehingga akan mengurangi pendapatan pada periode tersebut.

Demikianlah pembahasan terkait metode full costing dan variabel costing. Semoga dapat memberikan manfaat bagi anda dalam menentukan harga pokok produksi.

Oleh: Fitri Anggarsari

Saya ingin mencoba software ZAHIR ACCOUNTING 6   ➨Request Demo