Pengertian Biaya Produksi, Jenis, Unsur, Contoh Menghitung Biaya Produksi

Biaya produksi adalah salah satu aspek yang sangat penting dalam dunia bisnis, maka, biaya produksi perusahaan merujuk pada total biaya yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan untuk memproduksi barang atau jasa yang ditawarkannya. Kemudian, biaya produksi meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead, biaya pemasaran, dan biaya lainnya yang terkait dengan produksi. Semua biaya ini harus dipertimbangkan secara hati-hati agar bisnis dapat beroperasi dengan efektif dan efisien.

Untuk memulai sebuah bisnis, perusahaan harus menghitung biaya produksi dengan teliti dan cermat. Ini penting untuk menentukan harga jual produk atau jasa yang tepat agar bisa bersaing dengan perusahaan lain di pasar yang sama. Biaya produksi juga memengaruhi profitabilitas perusahaan, karena semakin tinggi biaya produksi, semakin rendah keuntungan yang didapat. Oleh karena itu, mengelola biaya produksi dengan efisien sangat penting untuk kelangsungan bisnis.

Perlu dicatat bahwa biaya produksi tidak selalu konstan. Biaya produksi dapat meningkat atau menurun tergantung pada berbagai faktor, seperti perubahan harga bahan baku, kenaikan upah tenaga kerja, atau peningkatan biaya overhead. Untuk menjaga keberlangsungan bisnis, perusahaan perlu selalu memantau biaya produksi dan membuat perubahan jika diperlukan. Dengan mengelola biaya produksi dengan baik, perusahaan atau dapat menghasilkan produk atau jasa yang berkualitas tinggi dan tetap bersaing di pasar yang semakin ketat.

Di era Modern seperti ini, sangat mudah mencari sarana untuk mengembangkan bisnis anda. Lantas bagaimana jika anda memiliki bisnis, tetapi tidak bisa menghitung biaya produksi? Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan apa itu biaya produksi beserta jenisnya serta bagaimana cara menghitungnya. Artikel ini diperuntukkan untuk anda agar lebih memahami biaya produksi secara keseluruhan.

Biaya Produksi Adalah

Pengertian Biaya Produksi

Apa yang dimaksud dengan biaya produksi? Dalam dunia akuntansi biaya produksi adalah seluruh biaya yang dikeluarkan suatu perusahaan agar memperoleh faktor faktor produksi dan bahan bahan mentah yang nantinya digunakan untuk menciptakan suatu barang atau jasa. Biaya produksi juga termasuk beban yang harus di tanggung oleh seorang produsen dalam bentuk uang dan sejenisnya untuk menghasilkan produk yang diinginkan.

Biaya produksi meliputi semua biaya yang terkait dengan produksi, termasuk biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja, biaya overhead, biaya pemasaran, dan biaya lainnya. Selain itu, biaya produksi sangat penting dalam dunia bisnis karena menentukan harga jual produk atau jasa yang ditawarkan serta memengaruhi profitabilitas perusahaan.

Dengan kata lain, perusahaan harus mempertimbangkan biaya produksi secara hati-hati agar dapat beroperasi dengan efektif dan efisien. Perhitungan biaya produksi dengan menjumlahkan seluruh unsur biaya produksi dalam perilaku yang terkait dengan aktivitas produksi, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat, seperti biaya asuransi, biaya penyusutan mesin, dan biaya pajak. Dengan mengelola biaya produksi dengan baik, perusahaan dapat memproduksi produk atau jasa yang berkualitas tinggi dan tetap bersaing di pasar yang semakin ketat.

Pengertian Biaya Produksi Menurut Para Ahli

Dalam menjelaskan pengertian biaya produksi, para ahli memiliki pandangan yang berbeda-beda. Namun, pada dasarnya, semua pandangan para ahli tersebut mengarah pada satu kesimpulan bahwa biaya produksi adalah pembelian atau semua biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi barang atau jasa. Oleh karena itu, untuk memahami lebih dalam mengenai konsep biaya produksi, perlu untuk mengkaji pandangan para ahli. Apa itu yang dimaksud dengan biaya produksi? Simak pengertian biaya produksi menurut para ahli dibawah ini:

a. Kuswadi (2005:22)

Biaya produksi adalah biaya yang berkaitan dengan perhitungan beban pokok produksi atau beban pokok penjualan.

b. Suherman Rosyidi (2003:333)

Menurut Suherman rosyidi, biaya produksi adalah biaya yang wajib dikeluarkan oleh pebisnis untuk mendapatkan hasil output yaitu nilai semua faktor produksi yang dipakai untuk menghasilakn output.

c. Amin Widjaja Tunggal (1993:1)

Menurut Amin, biaya produksi adalah biaya yang berhubungan dengan produksi sebuah item yakni jumlah dari barang langsung, upah langsung dan biaya overhead pabrik.

Jenis-Jenis Biaya Produksi

Setelah memahami pengertian biaya produksi, penting untuk mengetahui jenis-jenis biaya produksi yang ada. Para pengusaha dan manajer produksi perlu memahami jenis-jenis biaya produksi tersebut agar dapat menghitung dan mengontrol biaya produksi secara efektif. Oleh karena itu, pembahasan tentang jenis biaya produksi ini sangat relevan dan perlu dipelajari lebih lanjut. Jenis-jenis biaya produksi dapat dibedakan menjadi 5 jenis, yaitu terdiri dari:

1. Biaya Variabel (Variable Cost)

Biaya variabel adalah biaya yang biasanya dikeluarkan berdasarkan besarnya output dan besarannya berubah-ubah tergantung dari volume kegiatannya. Semakin besar anda menghasilkan output, semakin besar pula biaya variabelnya. Unsur biaya variabel adalah biaya proposional, biaya progresif, dan biaya degresif.

2. Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya tetap adalah biaya yang wajib ada dalam proses produksi dan dipengaruhi oleh besar kecilnya barang dan jasa yang akan diproduksi. Kendati pun begitu, biaya tetap juga harus tetap anda keluarkan walaupun perusahaan tidak berproduksi. Dengan pemikirana ini, biaya tetap tidak akan mengalami pengaruh dari berbagai perubahan jumlah biaya produksi dan aktivitas pada level tertentu. Salah satu contohnya dari biaya tetap adalah pembangunan kontrak atas bangunan dan pembayaran bunga atas utang.

3. Biaya Total (Total Cost)

Biaya total adalah pengeluaran keseluruhan yang dikeluarkan sebuah perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa. Kemudian, biaya total ini bersifat menyeluruh yang mencakup biaya tetap dan biaya variabel atau variabel cost. Jadi, biaya total akan menjadi sebuah informasi tentang jumlah total pengeluaran yang terjadi selama proses produksi.

4. Biaya Marginal (Marginal Cost)

Biaya Marginal adalah biaya tambahan yang dikeluarkan untuk memproduksi satu unit tambahan output. Misalnya, suatu perusahaan memproduksi 100 unit meja dengan biaya total Rp200.000.000.Jika biaya total produksi 101 unit meja adalah Rp201.000.000, maka biaya marjinal produk meja adalah Rp1.000.000 untuk satu unit meja. Serta biaya ini dibutuhkan saat dilakukan perluasan produksi untuk menambahkan jumlah barang hasil produksi.

5. Biaya Rata-Rata (Average Cost)

Jika dibandingkan dengan pendapatan rata rata perusahaan, anda akan mengetahui apakah perusahaan tersebut mengalami keuntungan atau sebaliknya. biaya rata rata adalah jumlah biaya produksi per unit yang dihasilkan dari biaya tersebut. Adapun besaran biaya rata-rata ini dihitung dengan cara membagi semua total biaya dengan jumlah biaya produksi.

Tujuan Biaya Produksi

Untuk mengelola biaya produksi secara efektif, penting untuk memahami tujuan dibalik perhitungan biaya produksi. Tujuan utama dari perhitungan biaya produksi adalah biaya produksi yang dikeluarkan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia dan memaksimalkan keuntungan perusahaan. Oleh karena itu, memahami tujuan perhitungan biaya produksi sangat penting bagi pengusaha dan manajer produksi dalam mengambil keputusan yang tepat dalam operasionalisasi produksi. Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan biaya produksi, maka kini Anda bisa ketahui tujuan biaya produksi adalah sebagai berikut ini:

  1. Menentukan Harga Jual

Tujuan biaya produksi adalah menentukan harga jual satuan produk sesuai dengan total biaya produksi yang sudah dikeluarkan. Dengan begitu, perusahaan bisa mempertimbangka margin profit dan kondisi pasar saat itu.

  1. Mengatur Biaya

Dalam melakukan analisis biaya produk bisa mengetahui berbagai sumber pengeluaran biaya produksi terbesar dan membuat cara untuk mengurangi biaya tersebut, sehingga bisa meningkatkan efisiensi.

  1. Membantu dalam Pengambilan keputusan

Pada dasarnya, biaya produksi adalah bagian faktor yang mempengaruhi keputusan seperti menentukan apakah perusahaan bisa meningkatkan produksi atau menurunkan produksi.

Komponen Biaya Produksi / Unsur Biaya Produksi

Unsur biaya produksi adalah biaya produksi sebuah barang atau jasa. Dalam memahami berbagai variabel saja dengan unsur biaya produksi, penting untuk mengetahui setiap komponen yang membentuk biaya produksi tersebut. Dengan demikian, para pengusaha dan manajer produksi dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi biaya produksi dan memperkirakan biaya produksi yang akurat sehingga dapat menentukan harga jual produk yang optimal. Oleh karena itu, pembahasan mengenai unsur biaya produksi ini sangat penting untuk diketahui. Berikut unsur biaya produksi:

  1. Biaya Bahan Baku

Unsur biaya bahan baku adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan selama proses produksi untuk mendapatkan bahan utama yang digunakan untuk mengolah sebuah produk. Perolehan biaya bahan baku ini didapatkan dari pembelian atau pengolahan material utama. Ada beberapa hal yang erat kaitannya dengan biaya bahan baku perusahaan. Unsur pertama biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan untuk pembelian. Umumnya, sebuah perusahaan membeli bahan baku baik secara debit, kredit atau impor dari supplier luar.

Komponen biaya produksi yang perlu ditetapkan untuk bahan baku adalah pengeluaran keperluan pergudangan. Bahan baku ini sudah dibeli oleh perusahaan dan perlu disalurkan ke gudang untuk masuk ke tahap perencanaan material yang nantinya akan diolah terlebih dahulu.

Biaya bahan baku tidak langsung juga bisa membuat perhitungan biaya dari seluruh pengeluaran, termasuk saat proses pengiriman. Pengeluaran produksi ini juga timbul karena adanya perhitungan harga pokok produksi setiap produk bahan baku yang dibeli oleh perusahaan. Adapun unsur biaya yang wajib diperhitungkan adalah harga beli, biaya pengiriman, dan biaya pergudangan hingga nantinya siap untuk diolah. Sementara itu, biaya penerimaan pembongkaran dan pemesanan kerap tidak dicantumkan karena sulit untuk diperhitungkan.

  1. Biaya Tenaga Kerja Langsung

Biaya tenaga kerja langsung adalah anggaran yang diperlukan oleh perusahaan untuk membayar gaji karyawan pada bagian produksi. Tenaga kerja langsung merupakan jenis biaya produksi dari karyawan perusahaan yang erat kaitannya langsung dalam proses produksi. Gaji karyawan nantinya akan diperhitungkan mulai dari pengolahan bahan baku hingga produk jadi. Komponen biaya tenaga kerja langsung pada perusahaan manufaktur tak hanya meliputi gaji pokok, tapi juga tunjangan dan asuransi karyawan dalam perhitungan labour cost.

Anggaran biaya tenaga kerja langsung ini juga bisa dilakukan dengan perencanaan kebutuhan pegawau terlebih dahulu. selanjutnya, perusahaan akan menentukan upah pokok yang diterima oleh karyawan langsung dengan pembagian tugasnya. Sebuah perusahaan juga perlu melakukan pengawasan terhadap kinerja tenaga kerja agar gaji bisa disalurkan dengan baik sesuai dengan kualitas pekerjaan maka, biaya ini akan diperhitungkan dalam biaya produksi per unit.

  1. Biaya Overhead Pabrik

Biaya overhead pabrik erat kaitannya dengan proses produksi diluar bahan baku dan tenaga kerja langsung. Biaya overhead pabrik ini sering muncul, karena adanya biaya bahan tambahan, proses pengawasa produksi dan pajak. Nantinya, biaya overhead pabrik akan dihitung dalam laporan laba rugi setelah periode akuntansi berakhir. Unsur biaya ini mendapatkan peranan penting untuk memaksimalkan proses produksi.

Pembayaran gaji karyawan terkait produksi yang tidak bisa dibebankan kepada output akan dimasukkan dalam biaya overhead pabrik. Ada pula biaya pemeliharaan mesin atau sewa pabrik yang nantinya akan menambahkan biaya overhead. Contoh biaya overhead pabrik meliputi beberapa hal berikut:

a. Bahan Material Tidak Langsung (Indirect Material)

Bahan biaya tidak langsung adalah bahan yang dipakai dalam proses produksi namun sulit untuk dilacak nominalnya. Contoh bahan material tidak langsung adalah seperti minyak, cairan pembersih, lem, dll.

b. Tenaga Kerja Tidak Langsung (Indirect Labor)

Tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja yang tidak terlibat secara langsung dalamm proses produksi. Contoh tenaga kerja tidak langsung adalah petugas keamanan, pengawas dan supervisor quality control di pabrik.

c. Biaya Overhead lain

Adapun biaya overhead lainnya seperti biaya utilitas pabrik, biaya sewa gedung atau tanah dan asuransi.

Biaya Produksi Adalah

Contoh Biaya Produksi & Cara Hitung

Setelah memahami unsur-unsur biaya produksi, langkah selanjutnya adalah menghitung biaya produksi. Penghitungan biaya produksi dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode perhitungan dan rumus tertentu. Penting untuk memilih metode dan rumus yang tepat untuk menghitung biaya produksi agar hasilnya akurat dan dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, pembahasan tentang cara menghitung biaya produksi dan rumus yang digunakan untuk perhitungannya sangat penting untuk dipelajari. Berikut beberapa contohnya dan perhitungannya.

Rumus Biaya Produksi

Rumus biaya produksi sangat penting untuk diketahui oleh pengusaha dan manajer produksi agar dapat menghitung biaya produksi dengan akurat dan efektif. Dengan menggunakan rumus biaya produksi yang tepat, pengusaha dan manajer produksi dapat menghitung biaya produksi dengan lebih mudah dan cepat, sehingga dapat mengambil keputusan bisnis yang tepat dan memperoleh keuntungan yang maksimal. Oleh karena itu, pengetahuan tentang rumus biaya produksi sangat penting untuk dikuasai oleh pengusaha dan manajer produksi. Berikut rumus biaya produksi yang bisa Anda ketahui:

Biaya produksi = biaya material langsung + biaya tenaga kerja langsung + biaya tenaga kerja tidak langsung + biaya overhead pabrik

Contoh kasus 1

Sebuah perusahaan manufaktur memproduksi saus sambal dan tomat dengan output barang jadi sebesar 4 ribu pack selama setahun. Berikut adalah rincian biaya produksi saos selama 1 tahun.

  • Biaya pembelian bahan baku: Rp 8 juta
  • Biaya gaji karyawan langsung dalam rupiah: Rp 4 juta
  • Biaya upah security: Rp 2 juta
  • Biaya sewa pabrik: Rp 2 juta

Total biaya produksi adalah Rp 16 juta untuk 4 ribu pack saos. Dengan mengetahui biaya produksi per unitnya maka bisa dihitung dengan cara membagi total biaya ke total jumlah production, yakni Rp 16 juta : 4.000 = Rp 4.000.

Kesimpulannya, biaya produksi adalah pelaporan keuangan pada saat proses pembuatan produk. Dengan menghitung biaya produksi ini maka sangat bermanfaat dalam menghitung laba rugi perusahaan. Maka dari itu, menghitung biaya produksi sangat penting dalam bisnis.

Contoh kasus 2

Sebuah PT. XYZ dalam pengadaan alat rumah tangga di awal bulan januari memiliki laporan bisnis sebagai berikut:

  • Persediaan bahan baku mentah Rp 50 juta
  • Bahan baku setengah jadi Rp 80 juta
  • Barang jadi yang siap dijual Rp 110 juta
  • Pembelian persediaan bahan baku Rp 700 juta
  • Biaya pengiriman Rp 10 juta
  • Biaya pemeliharaan mesin Rp 8 juta
  • Sisa penggunaan bahan baku serta sisa bahan setengah jadi Rp 50 juta
  • Sisa bahan baku setengah jadi Rp 10 juta
  • Alat rumah tangga siap dijual Rp 25 juta

Tahap 1:

Bahan baku digunakan = saldo awal bahan baku + pembelian bahan baku – saldo akhir bahan baku

80juta + ( 700 juta+10 juta) – 50 juta = 740 juta

Tahap 2:

Total production cost = bahan baku digunakan + tenaga kerja langsung + overhead produksi

135 juta+ 8 juta= 143 juta

Tahap 3:

Harga pokok produksi = total biaya + saldo awal persediaan – saldo akhir persediaan

143 juta + 80 juta – 10 juta = 213 juta

Tahap 4:

Harga pokok produksi = HPP + persediaan barang awal – persediaan barang akhir.

213 juta + 110 juta – 25 juta = 298 juta

Jadi, harga pokok produksi bulan Januari adalah Rp298 juta

Dengan mengetahui proses dari perhitungan production cost serta contohnya, maka Anda bisa menentukan berapa seharusnya harga barang yang akan dipasarkan.

Tips Menghitung Biaya Produksi

Menghitung biaya produksi adalah suatu hal yang penting dalam pengambilan keputusan bisnis. Dengan menghitung biaya produksi, pengusaha dan manajer produksi dapat mengetahui berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk memproduksi satu unit barang atau jasa, dan dapat menentukan harga jual yang tepat. Untuk itu, diperlukan tips dan teknik menghitung biaya produksi yang akurat dan efektif. Dengan mengetahui tips dan teknik tersebut, pengusaha dan manajer produksi dapat menghitung biaya produksi dengan lebih mudah dan akurat. Berikut tips menghitung biaya produksi:

1. Tentukan Penggunaan Teori Biaya Produksi

Hal pertama adalah tentukan penggunaan biaya produksi. Anda bisa menyesuaikan kondisi keuangan perusahaan dengan teori produksi yang sesuai.

2. Susun & Total Pembelian Bahan Baku

Setelah Anda menentukan metode yang pas, lalu buatlah daftar semua bahan baku yang sudah dibeli beserta harga per satuan. Kemudian jumlahkan harga pembelian bahan baku tersebut.

Sisa awal bahan baku + pembelian bahan baku – sisa akhir bahan baku = biaya bahan baku telah digunakan

3. Rincikan & Jumlahkan Biaya SDM

Anda bisa membuat perhitungan yang lebih detail terkait SDM dan dipakai dalam perhitungan harga produksi.

4. Buatlah Perhitungan Biaya Overhead

Selanjutnya, perhitungan unsur biaya produksi yakni biaya overhead. Setiap periode produksi bisa memiliki alokasi dan besaran biaya yang berbeda-beda. Anda perlu mencatat semua pengeluaran biaya overhead secara terperinci produksi akhir dengan total kuantitas dan harga yang tepat. Buatlah perhitungan biaya dari keseluruhan pengeluaran itu.

5. Jumlahkan Semua Biaya Pengeluaran

Semua besaran total masing-masing unsur biaya produksi sudah diketahui. Selanjutnya, cara menghitung biaya produksi dari penjumlahan biaya variabel pengeluaran atau tetap.

Total Biaya Produksi = Total Biaya Bahan Baku + Total Biaya Sumber Daya Manusia + Total Biaya Overhead Produksi

6. Tetapkan Harga Pokok Produksi Pada Setiap Produk

Anda bisa tetapkan HPP setiap produk dengan cara membagi biaya produksi akhir dengan total kuantitas produk. Anda juga bisa gunakan rumus ini:

Harga Pokok Produksi = (Jumlah biaya produksi + sisa awal persediaan barang saat proses produksi – sisa akhir persediaan barang saat proses produksi) : kuantitas produk

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Biaya Produksi

Biaya produksi dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk faktor internal dan eksternal perusahaan. Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi biaya produksi sangat penting bagi pengusaha dan manajer produksi untuk mengendalikan biaya produksi secara efektif dan mengambil keputusan yang tepat. Oleh karena itu, pembahasan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi biaya produksi ini sangat relevan untuk dipelajari.

  1. Demand (Permintaan)

Jika sebuah produk yang dihasilkan pada perusahaan mencapai kesuksesan yang diinginkan oleh perusahaan, maka permintaan production akan meningkat. Sebagai bagian dari pemeuhan permintaan konsumen, maka perusahaan akan mungkin mengambil langkah dengan membeli banyak persediaan bahan baku, mempekerjakan pegawai baru dari perusahaan dalam memberikan fasilitas produksi untuk membuka cabang lain.

  1. Teknologi

Berkembangnya teknologi yang bisa membantu dalam proses produksi dengan lebih cepat dan akurat yang bisa dilakukan oleh mesin. Mesin atau alat teknologi dalam perusahaan dalam melakukan fungsinya adalah sebuah aset perusahaan yang bisa mengalami depresiasi. Ada banyak perusahaan yang memakai mesin untuk kegiatan produksi manufaktur daripada tenaga kerja manusia, sehingga pengeluaran rutin perusahaan tidak terlalu banyak.

  1. Suku Bunga

Pada beberapa perusahaan, ketika ada proses ini, perusahaan mengeluarkan biaya tidak langsung ini dimasukkan dalam biaya produksi maka akan meminjam dana dari bank atau lembaga keuangan lain. Jika ada kenaikan suku bunga, maka jumlah pinjaman yang perlu dibayarkan juga semakin tinggi. Suku bunga yang digunakan sebagai pinjaman perusahaan itu punya nilai naik dan turun. Maka dari itu, perusahaan harus memperhitungkan fluktuasi suku bunga saat melakukan pencatatan laporan keuangan dengan akurat.

  1. Kurs

Kurs juga akan mempengaruhi biaya produksi di perusahaan karena jika sebuah perusahaan melakukan impor bahan material dari luar negeri saat kurs turun, maka perusahaan bisa membuat produknya dengan harga lebih murah. Begitupun sebaliknya, saat kurs naik, maka biaya yang harus dikeluarkan akan meningkat.

  1. Pajak

Pada biaya produksi tidak langsung, maka pajak adalah salah satu contoh komponen pada biaya overhead perusahaan. Tinggi rendahnya tarif pajak yang dikenakan pada perusahaan tergantung pada kebijakan permerintah. Jika ada perusahaan yang mempekerjakan karyawan barunya, menambahkan produksi, dan lain lain maka bisa meningkatkan pengertian biaya produksi.

  1. Biaya Material

Biaya material dibutuhkan sebuah perusahaan. Untuk pembuatan produk tersebut, biaya material dapat naik turun dipengaruhi oleh waktu, kegiatan ekonomi, keterbatasan persediaan yang ada.

Strategi untuk Mengurangi Biaya Produksi

Dalam memproduksi barang atau jasa, pengusaha dan manajer produksi selalu mencari cara untuk mengurangi biaya produksi agar dapat memperoleh keuntungan yang maksimal. Oleh karena itu, perlu dikembangkan strategi untuk mengurangi biaya produksi secara efektif tanpa mengurangi kualitas produk atau layanan yang diberikan. Strategi yang tepat dapat membantu pengusaha dan manajer produksi untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia. Oleh karena itu, pembahasan tentang strategi untuk mengurangi biaya produksi sangat penting untuk diketahui.

  1. Perencanaan Persediaan Bahan baku

Bahan baku bisa menentukan kelancaran perusahaan selama proses produksi. Dengan merencanakan kebutuhan bahan baku, maka akan memangkas biaya produksi dan Anda bisa mulai menganalisis lewat catatan penjualan. Lalu, jadikan data tersebut sebagai patikan penjualan selanjutnya.

  1. Efisiensi Penggunaan Bahan Baku

Stok bahan baku yang melimpah bisa membuat pebisnis menjadi boros, akibatnya biaya ekstra akan banyak dikeluarkan saat kehabisan stok. Maka, sebaiknya gunakan bahan baku sesuai perhitungan yang sudah ditetapkan untuk menjalankan proses produksi lalu simpan di gudang sisanya.

  1. Tekan Biaya overhead Produksi

Biaya overhead pabrik adalah biaya yang dikeluarkan sebagai tambahan yang tidak berhubungan biaya langsung dalam bisnis atau produksi. Walaupun begitu, jenis biaya produksi yang dialokasikan perusahaan demi mengurangi pemakaian pada beberapa kegiatan bisnis.

  1. Sesuaikan dengan Upah Karyawan

Langkah selanjutnya adalah dengan menghemat biaya produksi menyesuaikan upah karyawan. Karyawan adalah aset terbaik perusahaa, jangan sampai cara menekan biaya produk ini hingga mengorbankan upah sumber daya manusia.

  1. Lakukan Perawatan terhadap Peralatan Produksi

Pemakaian biaya untuk tahap produksi bisa ditekan diawal dengan memberikan perawatan terbaik. Terlebih lagi, jika alat yang dipakai dalam frekuensi tinggi. Berikanlah pemeliharaan maksimal dan rutin pada peralatan tersebut.

Pelaporan Keuangan Lebih Praktis dengan Zahir!

Jika anda seorang Accounting Manager, tidak perlu khawatir lagi dalam menghitung biaya produksi dalam pelaporan keuangan. Anda bisa menyingkat pekerjaan tersebut dengan menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur lengkap dan mudah digunakan, seperti Zahir Accounting. Zahir accounting merupakan program akuntansi terbaik untuk mengurus segala keperluan keuangan bisnis anda dengan mudah dan otomatis. Zahir sendiri sudah membantu ribuan pemilik bisnis, CEO, Manager, dan Staff untuk mencapai target bisnis. Dengan software akuntansi ini maka bisa membantu manajer dapat mengambil keputusan bagi perusahaan. Jadi, jangan ragu untuk melibatkan Zahir accounting dalam bisnis anda.