Yang Harus Dilakukan Saat Nilai Ekonomi Aset Bernilai 0

Yang harus dilakukan saat nilai ekonomi aset bernilai 0

Yang Harus Dilakukan Saat Nilai Ekonomi Aset Bernilai 0

Penggunaan aset tetap yang sudah habis masa ekonomisnya namun masih digunakan seringkali dijumpai di berbagai usaha. Hal ini bisa saja diakibatkan masa manfaat aset yang lebih lama dari perkiraan atau aset masih bisa digunakan dimana menunjukkan masih terdapat nilai sisa pada aset tersebut. Misalnya mobil box perusahaan keluaran lama, yang menurut kalkulasi nilai ekonomis sudah habis sehingga tidak dicantumkan lagi pada daftar aset tetap. Tapi kenyataan di lapangan mobil teresbut masih sering digunakan untuk mengantar barang.

Dalam ilmu akuntansi, nilai ekonomi aset bernilai nol adalah aset yang sudah tidak bisa memberikan manfaat kepada perusahaan, manfaat aset lebih cepat habis dibandingan kenyataannya. Jika hal tersebut terjadi, maka laporan keuangan menjadi tidak valid/ akurat karena tidak mencerminkan keadaan sebenarnya, dimana nilai buku sudah nol tapi aset masih digunakan. Ini akan mengakibatkan:

1. Pada sisi Aset, nilai aset jangka panjang menjadi terlalu kecil diakui
2. Pada ekuitas pemilik, nilai laba ditahan juga terlalu kecil diakui
3. Nilai laba ditahan terlalu kecil karena laba bersih pada setiap periode terlalu kecil
4. Nilai laba bersih menjadi terlalu kecil diakui karena biaya menjadi terlalu besar untuk diakui.

Hal-hal tersebut diatas tentunya akan mengakibatkan kesalahan penyajian. Jika nilainya kecil, maka salah saji yang diakibatkan tidak material, sehingga tidak perlu diambil tindakan. Tapi jika bernilai besar sudah pasti kesalahan penyajian bersifat material dan dapat merugikan pengguna laporan keuangan, dan harus dilakukan koreksi.

Selain masalah aset yang sudah habis masa ekonomisnya, tapi masih digunakan, terdapat juga aset yang pada saat pembeliannya tidak tercatat sehingga tidak masuk di buku perusahaan. Biasanya untuk aset yang portable seperti tablet, handphone dan sebagainya. Ini akan sangat membahayakan perusahaan karena adanya resiko terjadi kecurangan.

Untuk itu perlu dilakukan verifikasi aset untuk mengetahui kejelasan status aset, sehingga dapat diakui dan dimasukkan kedalam jadwal penyusutan.