Harga Jual dan Harga Pokok Penjualan, Samakah?

Harga Pokok Penjualan

Harga Jual dan Harga Pokok Penjualan, Samakah?

Seringkali istilah Harga Jual dan Harga Pokok Penjualan menimbulkan kerancuan, sehingga ada yang beranggapan bahwa kedua istilah ini sama. Tapi benarkah demikian? Menurut ilmu akuntansi, harga jual berbeda dengan harga pokok penjualan. Untuk mengetahui lebih lanjut perbedaannya, simak penjelasan berikut ini

Apakah yang dimaksud dengan harga jual?

Menurut Mulyadi, harga jual adalah besaran harga yang dikenakan/dibebankan kepada konsumen yang didapat dari perhitungan biaya produksi ditambah dengan biaya nonproduksi serta laba yang diharapkan.

Sedangkan menurut Alimisyah dan Padji, selling price (harga jual) merupakan harga jual yang meliputi biaya yang dikeluarkan untuk produksi dan distribusi ditambah dengan jumlah laba yang diinginkan.

Dari kedua pendapat tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan harga jual adalah harga yang dikeluarkan untuk produksi ditambah biaya non produksi serta laba yang diharapkan.

Bagaimana menentukan harga jual?

Pada dasarnya ada dua metode yang dapat digunakan untuk menentukan harga jual yaitu:

1. Penetapan harga biaya plus (cost-plus pricing method):
Menentukan harga jual per unit produk dengan menghitung juimlah seluruh biaya per unit ditambah jumlah tertentu untuk menutup laba yang dikehendaki pada unit tersebut atau disebut margin.

Rumus: biaya total + margin = harga jual

Misalnya: Usaha bakery Anda mendapatkan order sebanyak 100 roti untuk seminar. Biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi roti tersebut diperkirakan Rp. 400.000 dengan perincian:

  • biaya bahan baku                                                Rp.  250.000
  • biaya tenaga kerja                                                Rp. 100.000
  • biaya lain-lain seperti penyusutan alat  dll Rp. 50.000

Jika Anda menginginkan laba sebesar 10% dari biaya total, maka:  harga total= biaya total + laba = Rp. 400.000 + (15% x Rp.400.000) = Rp. 460.000. Dengan demikian harga untuk setiap roti yang dijual sebesar Rp. 4.600.

2. Penetapan harga mark up
Para pedagang lebih banyak menggunakan penetapan harga mark up ini karena caranya yang lebih sederhana. Anda membeli barang dagangan kemudian harga jualnya Anda tentukan sendiri setelah menambah harga beli dengan sejumlah mark up seperti rumusan : harga beli + mark up = harga jual. Jadi mark up ini adalah kelebihan harga jual diatas harga belinya. Misalnya Anda mempunyai toko baju. Anda beli baju merek Annisa seharga Rp. 250.000. Kemudian Anda ingin keuntungan Rp. 50.000, sehingga Anda menjualnya Rp. 250.000 + Rp. 50.000 = Rp. 300.000

Harga Pokok Penjualan

Apakah yang dimaksud dengan harga pokok penjualan (HPP)?

Adalah biaya yang muncul dari barang yang diproduksi dan dijual dalam kegiatan usaha. Didalamnya termasuk biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead. HPP ini muncul pada laporan laba rugi sebagai komponen utama dari biaya. Adapun beberapa komponen dalam HPP meliputi:

  1.  Persediaan awal barang dagangan: merupakan persediaan barang dagangan yang ada di awal periode atau tahun buku berjalan. Saldo persediaan awal barang dagangan terdapat dalam neraca saldo periode berjalan atau neraca awal perusahaan atau neraca tahun sebelumnya.
  2. Persediaan akhir barang dagangan: persediaan barang dagangan yang terdapat di akhir periode atau akhir tahun buku berjalan. Biasanya saldo ini diketahui pada data penyesuaian akhir periode.
  3. Pembelian bersih: seluruh pembelian barang dagangan yang dilakukuan oleh perusahaan, baik secara tunai atau kredit, ditambah dengan biaya angkut pembelian kemudian dikurangi dengan potongan pembelian atau retur pembelian

Apa manfaat dari penghitungan Harga Pokok Penjualan (HPP)?

  1. Sebagai dasar dalam menentukan harga jual
  2. Mengetahui laba yang diinginkan oleh perusahaan. Jika harga jual lebih besar daripada harga pokok penjualan maka akan menghasilkan laba, dan jika harga jual lebih rendah daripada harga pokok penjualan maka akan mengalami kerugian.

Bagaimana cara menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP)?

Menentukan harga pokok penjualan dapat dilakukan dengan menggunakan rumus:

HPP = barang tersedia untuk dijual – persediaan akhir

Keterangan:

Barang tersedia untuk dijual adalah persediaan barang dagangan awal ditambah pembelian bersih

Pembelian bersih = (pembelian + biaya angkut pembelian) – (Retur pembelian + potongan pembelian)

Cara lain dalam menghitung HPP :

  1. persediaan barang dagangan awal (+)
  2. pembelian barang dagangan (+)
  3. beban angkut pembelian (+)
  4. retur pembelian dan pengurangan harga (–)
  5. potongan pembelian (–)
  6. persediaan barang dagangan akhir (–)

Contoh penghitungan Harga Pokok Penjualan
UD Maju Jaya, Surabaya 31 Desember 2015

 Persediaan barang dagangan (awal) Rp 15.000.000,00

Pembelian Rp 50.000.000,00
Retur pembelian dan PH Rp 1.500.000,00
Potongan pembelian Rp 2.000.000,00
Beban angkut pembelian Rp 1.000.000,00
Persediaan barang dagangan (akhir) Rp 10.000.000,00

Penghitungan HPP
Persediaan barang dagangan (awal)    Rp 15.000.000,00 (+)
Pembelian                                                       Rp 50.000.000,00 (+)
Retur pembelian                                          Rp    1.500.000,00 (–)
Potongan pembelian                                  Rp     2.000.000,00 (–)
Beban angkut pembelian                          Rp     1.000.000,00 (+)
Persediaan barang dagangan (akhir )   Rp 10.000.000,00 (–)
Harga Pokok Penjualan Rp .52.500.000,00

Harga Pokok Penjualan sangat penting karena akan menjadikan laporan keuangan perusahaan dapat dipertanggungjawabkan dan akurat.

Semoga tulisan ini bermanfaat..

Saya ingin mencoba software ZAHIR ACCOUNTING 6   ➨Request Demo