Cara Mudah Menghitung Modal Usaha

modal usaha

Cara Mudah Menghitung Modal Usaha

Modal menjadi salah satu aspek yang tidak bisa dipisahkan dalam suatu jalannya usaha. Tanpa adanya modal, dalam bentuk apapun itu, suatu usaha tidak akan bisa beroperasi.

Modal Usaha

Pengertian modal usaha adalah sesuatu yang digunakan untuk menjalankan usaha, dimana dapat berupa materi (uang) dan tenaga. Modal uang dapat digunakan untuk pembiayaan keperluan usaha, seperti pembelian barang, pengurusan ijin, atau pembelian aset. Sedangkan modal tenaga adalah skill seseorang dalam mengelola usaha.

Secara umum modal usaha dibagi menjadi 2:

1. Capital Expenses:

Modal yang digunakan untuk pengadaan fixed asset, seperti pembelian peralatan usaha, pengadaan kendaraan, dan perlengkapan kantor. Intinya adalah penggunaan barang dengan masa pakai yang lama.

2. Operasional Expenses :

Modal yang digunakan untuk operasional usaha, seperti biaya listrik, biaya telepon, gaji karyawan, sewa tempat dll. Operational expenses ini bersifat berkala sehingga anda perlu membuat anggaran biaya dalam satu periode tertentu untuk kebutuhan yang sama.

Selain 2 kelompok modal diatas, yang tidak kalah pentingnya adalah modal usaha yang digunakan untuk stok. Besarnya modal yang dibutuhkan untuk stok dibuat berdasarkan target omset dalam satu bulan dan jumlah perputaran stok yang diperlukan untuk mencapai omzet dalam satu bulan.

Menghitung Modal Usaha

Dalam menghitung modal usaha, Anda bisa membuat perkiraan modal stok berdasarkan asumsi penjualan per bulan. Misalnya: anda mempunyai usaha toko sembako dengan target omset Rp. 20 juta perbulan. Dalam satu bulan jumlah perputaran modal stok sebanyak 3 kali. Jadi, dalam 1 bulan, setiap 10 hari sekali anda harus membeli barang untuk stok. kalkulasi modal stok yang anda gunakan adalah :

Modal stok Rp. 20.000.000 x (1 -30%) / 2 = Rp. 7.000.000

Ketika anda dalam tahap baru membuka usaha, anda harus menyediakan anggaran cadangan untuk alokasi operational expenses minimal untuk 3 bulan pertama, jika memungkinkan untuk 6 sampai 12 bulan ke depan. Mengapa harus ada dana cadangan? Biasanya di awal sebuah usaha baru berdiri, profit yang diraih belum sesuai dengan terget yang ditetapkan. Nah dana cadangan inilah yang akan mendukung berjalannya usaha anda pada 3 bulan kedepan atau di tahun pertama dibukanya usaha anda.

Berikut ini adalah contoh kalkulasi capital expenses dan operational expenses yang nantinya menjadi total modal bisnis yang harus disiapkan:

Misalnya anda seorang pengusaha clothing yang menjual kaos dagangan melalui online.

Capital Expenses:
– Membuat website toko online  Rp. 2.000.000
– 1 unit komputer                          Rp. 3.000.000
– 1 unit modem                               Rp.    350.000
– 1 unit ponsel                                 Rp. 1.000.000
– Modal stock kaos                         Rp. 7.000.000
Total Capital expenses                 Rp.11.350.000

Operational Expenses
– Sewa kantor dan gudang per bulan :             Rp. 1.500.000
– Gaji 3 orang karyawan @ Rp. 1.000.000     Rp. 3.000.000
– Biaya listrik                                                        Rp.    300.000
– Biaya internet                                                    Rp.    400.000
– Biaya pulsa                                                         Rp.     250.000
Total Operational Expenses                     Rp. 5.450.000

Jika anda harus memiliki dana cadangan untuk 3 bulan pertama, maka total operational expenses dikalikan 3 bulan, Rp. 5.450.000 x 3 = Rp. 16.350.000. Jadi total modal usaha yang harus anda keluarkan untuk usaha clothing online adalah:

Capital Expenses + Operational Expenses 

Rp. 11.350.000      +    Rp. 16.350.000

= Rp. 27.700.000

Mudah bukan menghitung modal bisnis? Bagi yang berencana memulai usaha, yuk coba terapkan ilmu ini ..

Saya ingin mencoba software ZAHIR ACCOUNTING 6   ➨Request Demo