cara menghitung modal usaha

Menghitung modal usaha bisa saja menjadi pekerjaan yang tidak mudah karena diperlukan pengetahuan mengenai akuntansi dan keuangan.

Oleh karena itu, menguasai akuntansi dasar merupakan sebuah keharusan.

Untuk mempermudah dan mempersingkat langkah Anda dalam memperlajari bagaimana cara menghitung modal usaha, artikel ini akan menjadi panduan singkat dan padat untuk Anda.

Modal menjadi salah satu aspek yang tidak bisa dipisahkan dalam suatu jalannya usaha. Tanpa adanya modal, dalam bentuk apapun itu, suatu usaha tidak akan bisa beroperasi.

Itulah peran penting modal.

Lantas apa pengertian modal dan bagaimana detail perhitungannya, simak terus artikel ini hingga akhir.

Pengertian Modal Usaha

Modal usaha adalah sesuatu yang digunakan untuk menjalankan usaha, di mana dapat berupa materi (uang) dan tenaga.

Selain itu, modal uang dapat digunakan untuk pembiayaan keperluan usaha, seperti pembelian barang, pengurusan ijin, atau pembelian aset.

Sedangkan modal tenaga adalah skill seseorang dalam mengelola usaha.

Pengertian Modal Usaha Menurut Para Ahli

Dalam mengartikan modal usaha, beberapa ahli memiliki pendekatan yang berbeda dalam menetukan definisi terkait masalah tersebut.

Berikut beberapa pengertian modal usaha menurut para ahli, yaitu:

1. Menurut Andrew Mayo

Modal usaha adalah uang dan aset yang dimiliki oleh pebisnis yang bisa digunakan untukmenawarkan barang dan jas, dan memasarkannya ke konsumen.

2. Menurut Eugene F. Brigham

Modal usaha adalah uang yang dibutuhkan untuk menghasilkan barang dan jasa dalam bisang bisnis.

3. Menurut S. Munawir

Modal usaha adalah aser yang dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang yang ingin berbisnis. Aset keuangan itu bisa berbentuk uang tunai, cek, uang non tunia, atau pinjaman dari investor.

Jenis-jenis Modal Usaha

Terkait dengan jenis-jenisnya, modal usaha secara umum dibagi menjadi 2, yaitu:

1. Capital Expenses

Modal yang digunakan untuk pengadaan fixed asset, seperti pembelian peralatan usaha, pengadaan kendaraan, dan perlengkapan kantor. Intinya adalah penggunaan barang dengan masa pakai yang lama.

2. Operasional Expenses

Modal yang digunakan untuk operasional usaha, seperti biaya listrik, biaya telepon, gaji karyawan, sewa tempat dll.

Operational expenses ini bersifat berkala sehingga anda perlu membuat anggaran biaya dalam satu periode tertentu untuk kebutuhan yang sama.

Selain dua jenis atau kelompok modal di atas, yang tidak kalah pentingnya adalah modal usaha yang digunakan untuk stok.

Baca Juga :  Apa Yang Anda Perlukan dari Software Akuntansi?

Besarnya modal yang dibutuhkan untuk stok dibuat berdasarkan target omset dalam satu bulan dan jumlah perputaran stok yang diperlukan untuk mencapai omzet dalam satu bulan.

Cara Mendapatkan Modal Usaha

Ketika Anda bingung bagaimana caranya bisa mendapatkan modal usaha, tidak usah khawatir karena ada banyak cara yang bisa dilakukan agar mendapatkan uang untuk diputar kembali di bidang bisnis.

Setidaknya ada 9 cara mendapatkan modal usaha, di antaranya:

1. Tabungan pribadi

Modal usaha bisa didapatkan dari modal pribadi. Cara ini biasanya dilakukan oleh mereka yang tidak memiliki priviles kekayaan orang tua.

Biasanya mereka yang masih bekerja di bawah perusahaan orang lain, mengumpulkan gaji untuk modal usaha di kemudian hari.

2. Pinjaman ke keluarga atau teman

Keluarga dan teman mungkin memiliki kepercayaan tinggi pada Anda, sehingga mereka bisa dipertimbangkan sebagai pihak peminjam modal usaha.

3. Jual aset

Jika Anda ingin memulai bisnis namun tidak memiliki modal, maka menjual aset bisa dipertimbangkan. Pastikan aset yang dijual memang tidak begitu menunjang kegiatan Anda ketika berbisnis nanti.

Contoh aset yang bisa dijual seperti perhiasan, pakaian dan sepatu mewah, gim, jam tangan, dan lain sebagainya.

4. Gadai aset

Aset yang Anda miliki bisa digadaikan ke Pegadaian agar mendapatkan dana pinjaman.

5. Mencari rekan bisnis

Rekan bisnis bisa memberikan tambahan modal usaha, selain mendapatkan modal tambahan untuk bisnis, Anda juga mendapatkan tenaga ekstra, karena rekan bisnis akan memulai dari nol bersama Anda untuk membangun perusahaan.

6. Modal usaha dari konsumen

Ada saja orang yang berhasil berbisnis tanpa modal, mereka ada dropshipper atau reseller. Tugasnya mempromosikan barang dan menjual barang tanpa harus menyimpan stok barang.

Setelah mendapatkan keuntungan, para dropshipper dan reseller bisa membeli stok dan mulai membesarkan bisnis.

Selain itu, modal dari konsumen juga berlaku untuk sistem pembelian pre-order, biasanya konsumen membayar terlebih dahulu, kemudian Anda membuatkan produk yang ditawarkan.

Biasanya sistem PO berlaku untuk barang custom seperti pakaian, sepatu, tas, dan lain-lain.

7. Ikut program UMKM

Banyak program UMKM yang dibuat baik oleh negara maupun swasta, Anda bisa mengikutii program mereka untuk mendapatkan modal usaha tambahan.

8. Pinjaman online

Tidak dianjurkan karena berisiko tinggi, tetapi jika Anda yakin bisa mengatasi risikonya, maka pinjol bisa dijadikan opsi untuk mendapatkan modal dalam waktu cepat tanpa ribet.

9. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Salah satu program modal usaha yang biasanya dimiliki oleh bank. Namun, buat Anda yang ingin mencari modal usaha usahakan menjadikan opsi ini sebagai opsi terakhir.

Kenapa demikian?

Peminjaman modal melalui skema KTA memang tergolong mudah dan cepat dibanding kredit biasa. Namun, KTA umumnya memberikan bunga yang lebih tinggi dibanding jenis kredit lainnya.

Sehingga, jika perencanaan dan perhitungan Anda kurang cermat, skema KTA ini bisa saja malah merugikan bisnis Anda.

Cara Menghitung Modal Usaha

Menghitung modal usaha terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu modal investasi, modal kerja, dam modal operasional bulanan.

Dan berikut penjelasan mengenai ketiga jenis perhitungan modal usaha tersebut.

1. Modal Pengadaan Barang Asset (Modal Investasi)

Modal ini dikeluarkan untuk jangka panjang misalnya sewa gedung dan membeli alat produksi.

Ciri-ciri aset adalah pemakaiannya lama, namun perlu dihitung penyusutan dalam kurun waktu tertentu.

Contoh, jika Anda berbisnis di bidang makanan ringan, maka beberapa aset adalah oven, mixer, kulkas, dan alat-alat lain.

Semua aset tersebut bernilai total Rp20 juta, maka subtotal asset adalah Rp20 juta.

2. Modal Barang Dagangan (Modal Kerja)

Modal ini adalah barang-barang yang diolah setiap hari untuk membuat produk. Contohnya tepung terigu, susu, minyak, cokelat, mentega, dan lain-lain, jika Anda berbisnis makanan ringan.

Baca Juga :  Peranan Akuntansi Perusahaan dalam Dunia Bisnis

Contoh: Bahan terigu 10 kilogram Rp50 ribu, susu 10 liter Rp100 ribu, total modal Rp150 ribu. Subtotal aset Rp150 ribu.

3. Modal Operasional Bulanan (Biaya SDM + Akomodasi)

Modal operasional berkaitan dengan proses jalannya perusahaan mencakup pembayaran gaji karyawan hingga pembayaran listrik.

Contoh: Gaji karyawan per hari Rp30 ribu, listrik per hari Rp30 ribu, subtotal asset Rp60 ribu.

Rumus Menghitung Modal Usaha

Terdapat empat rumus yang bisa Anda gunakan untuk menentukan modal awal usaha, yaitu:

1. Modal Awal = Modal Akhir – (Laba + Prive)

Modal akhir adalah jumlah keseluruhan dana dalam bisnis. Dana ini diperoleh dari modal awal ditambah laba rugi, kemudian dikurangi prive.

Laba adalah keuntungan bersih yang didapat, sementara prive adalah penarikan dana untuk kepentingan pribadi.

2. Modal Awal = Modal Capital Expenses + Modal Operational Expenses

Capital expenses adalah modal yang dipakai untuk mendukung operasional bisnis, contohnya mesin yang digunakan dalam waktu lama.

Sementara, operational expense adalah modal untuk kepentingan operasional perusahaan seperti gaji karyawan, sewa kantor, listrik, telepon, pantry, dan sebagainya.

Dengan mengurangi dua kebutuhan itu, Anda bisa menghitung berapa modal awal yang dikeluarkan.

3. Modal Awal = Modal Investasi + Modal Kerja + Modal Operasional

Modal investasi adalah uang yang dikeluarkan untuk membeli peralaran pendukun perusahaan dengan harga tinggi namun berusia panjang, misalnya mesin fotocopy, komputer, telepon, dan lain-lain.

Modal kerja adalah uang yang digunakan untuk membeli bahan baku produksi. Modal operasional adalah uang yang dikeluarkan untuk menunjang kegiatan bisnis.

4. Modal Awal = Modal Akhir – Seluruh Pendapatan + Seluruh Beban + Pajak + Prive

Terakhir, untuk menghitung modal, Anda bisa mengombinasikan lima unsur secara keseluruhan, seperti di atas.

Cara ini tentunya melibatkan lebih banyak variabel dan butuh perhitungan yang lebih kompleks dibandingkan dengan perhitungan modal lainnya.

Contoh Perhitungan dan Rincian Modal Usaha

Dalam menghitung modal usaha, Anda bisa membuat perkiraan modal stok berdasarkan asumsi penjualan per bulan.

Misalnya: Anda mempunyai usaha toko sembako dengan target omset Rp20 juta per bulan. Dalam satu bulan jumlah perputaran modal stok sebanyak 3 kali.

Jadi, dalam 1 bulan, setiap 10 hari sekali anda harus membeli barang untuk stok.

Maka kalkulasi modal stok yang anda gunakan adalah :

  • Modal stok Rp. 20.000.000 x (1 -30%) / 2 = Rp7.000.000

Ketika anda dalam tahap baru membuka usaha, anda harus menyediakan anggaran cadangan untuk alokasi operational expenses minimal untuk 3 bulan pertama, jika memungkinkan untuk 6 sampai 12 bulan ke depan.

Mengapa harus ada dana cadangan?

Biasanya di awal sebuah usaha baru berdiri, profit yang diraih belum sesuai dengan terget yang ditetapkan.

Nah, dana cadangan inilah yang akan mendukung berjalannya usaha anda pada 3 bulan kedepan atau di tahun pertama dibukanya usaha anda.

Berikut ini adalah contoh kalkulasi capital expenses dan operational expenses yang nantinya menjadi total modal bisnis yang harus disiapkan:

Misalnya anda seorang pengusaha clothing yang menjual kaos dagangan melalui online.

Capital Expenses

  • Membuat website toko online: Rp2.000.000
  • 1 unit komputer: Rp3.000.000
  • 1 unit modem: Rp350.000
  • 1 unit ponsel: Rp1.000.000
  • Modal stock kaos: Rp7.000.000

Total Capital expenses: Rp11.350.000

Operational Expenses

  • Sewa kantor dan gudang per bulan: Rp1.500.000
  • Gaji 3 orang karyawan @ Rp. 1.000.000: Rp3.000.000
  • Biaya listrik: Rp300.000
  • Biaya internet: Rp400.000
  • Biaya pulsa: Rp250.000

Total Operational Expenses: Rp. 5.450.000

Jika anda harus memiliki dana cadangan untuk 3 bulan pertama, maka total operational expenses dikalikan 3 bulan, Rp5.450.000 x 3 = Rp16.350.000. Jadi total modal usaha yang harus anda keluarkan untuk usaha clothing online adalah:

  • Modal usaha = Capital Expenses + Operational Expenses
  • Modal usaha = Rp11.350.000 + Rp16.350.000
  • Modal usaha = Rp27.700.000

Mudah bukan menghitung modal bisnis?

Bagi yang berencana memulai usaha, yuk coba terapkan ilmu ini.

Perbedaan Modal Kerja dan Modal Usaha

Dalam pembahasan modal dalam bisnis, umumnya disinggung pula mengenai modal kerja.

Baca Juga :  Untuk apa rekonsiliasi bank diperlukan ?

Lantas, apa perbedaan antara modal kerja dan modal usaha?

Modal kerja memiliki beberapa definisi. Dan berikut pengertian modal kerja menurut para ahli:

Menurut Kasmir, modal kerja atau working capital adalah dana yang digunakan untuk menjalankan kegiatan operasional perusahaan.

Sementara menurut Gitman, working capital atau modal kerja adalah harta yang bersirkulasi dari satu bentuk ke bentuk lain dalam sebuah kegiatan bisnis.

Perubahan bentuk ini berupa perubahan nilai jual seiring dilakukannya kegiatan berbisnis.

Sedangkan, modal usaha adalah uang yang diguanakan untuk bergadang. Dalam artian lain, modal adalah uang yang digunakan untuk menambah kekayaan.

Melihat pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa modal kerja dan modal usaha memiliki perbedaan dalam fungsi yang lebih dalam.

Modal kerja benar-benar digunakan untuk operasional perusahaan, sementara modal usaha diputar demi menambah kekayaan.

Akibat Kekurangan Modal Usaha

Terdapat sejumlah dampak buruk yang akan diterima oleh perusahaan ketika mengalami kekurangan modal usaha, di antaranya:

1. Berpotensi gagal

Salah satu hal yang membuat bisnis gagal adalah kurangnya modal usaha, apalagi jika skala bisnis masih kecil atau setara UMKM.

Setengah dari semua pengusaha menyebut bahwa kekurangan modal adalah penyebab dari gagalnya bisnis.

Tak heran, sebab modal berperan penting dalam menjaga berjalannya operasional perusahaan. Mulai dari membayar gaji karyawan, membayar biaya sewa, dan biaya lain yang dibutuhkan.

2. Tingginya Arus Keluar Masuk Karyawan

Kekurangan modal usaha menjadi alasan mengapa karyawan mudah keluar masuk.

Mengapa?

Karena kurangnya modal ikut berpengaruh pada minimnya gaji karyawan.

Tingginya arus keluar masuk karyawan juga lambat laun akan berpengaruh pada kemajuan perusahaan, pasalnya, adaptasi akan terus-menerus dilakukan sementara pekerjaan menumpuk.

Kelebihan dan Kelemahan Melakukan Pinjaman Modal Usaha ke Bank

Terdapat banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan pinjaman modal usaha. Salah satu yang dianggap cukup efektif adalah pinjaman modal dari bank.

Mengapa demikian?

Pinjaman bank mudah diajukan, namun mendapatkan pencairan dana dari bank tidak semudah bagaimana Anda menemukan marketing bank.

Tentu ada kelebihan dan kekurangan di balik melakukan pinjaman modal usaha ke bank, berikut ulasannya.

Kelebihan Pinjam Modal Usaha di Bank:

  • Pencairan dana cepat, apalagi jika berkas-berkas yang dibutuhkan lengkap dan mendapatkan persetujuan pihak bank.
  • Persayaratan pinjaman modal dari bank jelas, biasanya berupa identitas diri lengkap dengan jaminan pembayaran utang, bisa berupa surat-surat berharga seperti akta tanah dan BPKB sepeda motor.
  • Tahu kapan waktunya membayar cicilan atau melunasi tagihan pinjaman dana.

Kelemahan Pinjam Modal Usaha di Bank:

  • Jika Anda tidak bisa melunasi utang, utang akan semakin banyak karena berbunga. Sementara bank akan semakin untuk karena uang yang masuk ke mereka terus bertambah seiring berjalannya waktu.
  • Bank bisa menyita aset yang telah Anda jadikan jaminan pinjaman bank, misalnya tanah, rumah, atau kendaraan, tanpa ampun.
  • Bank akan ikut menyita aset milik perusahaan, bisnis, atau mitra yang ikut mendandatangi kontrak kredit dengan si peminjam saat melakukan pengajuan pinjaman.

Kesimpulan

Modal usaha adalah dana yang didapatkan dengan banyak cara untuk menunjang jalannya operasional perusahaan.

Modal sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, ada modal aset, modal produksi, dan modal operasional. Ketiga modal ini bisa dihitung terpisah untuk mengetahui adanya penyusutan.

Modal usaha bisa didapatkan dengan berbagai cara mulai dari menabung hingga mengajukan pinjaman ke bank.

Namun, perlu diingat ketika mengajukan pinjaman ke bank Anda harus menerima adanya risiko menyitaan aset ketika gagal bayar.

Artikel ini juga menyuguhkan bagaimana caranya menghitung modal, mulai dari rumusnya, caranya, hingga contoh lengkap dengan kasus usahanya.