7 Kiat Menjual Barang Bekas di Internet

Barang be2as

7 Kiat Menjual Barang Bekas di Internet

Saat ini menjual barang-barang bekas yang masih bagus tidak lagi susah. Hal ini dikarenakan sudah banyak situs-situs di internet yang menyediakan tempat untuk anda berjualan barang-barang bekas. Sebut saja salah satunya adalah BukaLapak.com. Situs ini memungkinkan anda menjual barang-barang bekas secara online dan tanpa perantara. Tentunya hal ini akan membantu anda dalam hal membersihkan gudang penyimpanan barang di rumah anda. Namun sebelum anda menjual barang bekas anda, ada baiknya anda mengikuti 7 kiat menjual barang bekas ini agar barang bekas yang anda jual dapat cepat laku dan dibeli orang.

1. Cek Kondisi Barang

Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah memeriksa kondisi barang bekas yang akan anda jual. Pastikan kondisinya dan dapat digunakan dengan normal. Hal ini sangat perlu dilakukan untuk memastikan bahwa barang bekas tersebut memang layak jual. Yang harus diperhatikan disini adalah layak jual bukan berarti harus dalam kondisi bagus. Jika memang ada kerusakan di barang tersebut, pastikan kerusakannya bukan kerusakan yang sangat parah. Anda bisa memperbaikinya terlebih dahulu ke tukang reparasi sebelum anda jual. Dan ketika anda jual, anda pun bisa menaikan harga barang tersebut sedikit sebagai pengganti biaya reparasi yang telah anda lakukan.

2. Catat Plus dan Minus Barang

Setelah melakukan pengecekan dan memperbaiki barang bekas, selanjutnya adalah anda mencatat plus dan minus barang tersebut. Plus minus barang adalah deskripsi barang yang akan anda jual. Pencatatan plus minus ini diperlukan untuk dimasukan ke dalam kolom deskripsi barang yang harus anda masukan ketika anda menjualnya secara online. Plus minus barang ini lah yang akan menarik minat pengunjung halaman anda untuk membeli barang tersebut. Contoh pencatatan plus minus pada produk komputer adalah seperti kapasistas hard disk, kapasitas memori ram, prosesor dan sebagainya.

3. Foto yang Jujur

Setelah kondisi barang telah diperiksa dan deskripsi barang telah dibuat, selanjutnya adalah memberikan gambaran foto barang yang anda akan jual. Foto lah barang tersebut di tempat dengan pencahayaan yang bagus dan dari berbagai sudut. Usahakan foto yang anda gunakan adalah foto asli tanpa diedit atau diambil dari situs lain. Kalaupun memang ada kecacatan pada barang seperti penyok, baret dan sebagainya, sebaiknya tetap ditampilkan. Hal ini agar pembeli dapat melihat kondisi barang yang sebenarnya meskipun hanya melalui media gambar.

4. Berikan Harga yang Sesuai

Poin ini adalah poin yang cukup sulit untuk dilakukan. Menaksir harga barang bekas anda memang butuh perhitungan yang matang. Di satu sisi, anda tidak boleh memberikan harga barang bekas anda dengan harga barang asli saat pertama kali anda beli. Di sisi lain, harga yang anda berikan juga jangan terlalu rendah meski barang tersebut adalah barang bekas. Untuk menaksir harga yang cocok untuk anda berikan anda dapat melihat kembali kondisi barang tersebut serta fungsinya. Lihat juga referensi harga barang sejenis di toko-toko online lainnya.

5. Tentukan cara Pembayaran Untuk Barang yang Anda Jual

Ini adalah poin yang cukup penting ketika anda menjual barang secara online. Metode pembayaran yang tidak sulit dan aman akan lebih dipilih pembeli. Biasanya, pembeli yang domisilinya dekat dengan rumah anda akan lebih memilih metode Cash on Delivery (COD) dibandingkan dengan transfer antar rekening bank. Metode COD mengharuskan anda datang ke tempat yang telah anda sepakati bersama dengan calon pembeli sambil membawa barang dagangan anda. Metode COD dipilih karena calon pembeli dapat langsung melihat dan mengecek kondisi barang secara langsung. Hal ini dilakukan calon pembeli untuk menghindari penipuan. Lalu bagaimana dengan calon pembeli yang domisili tinggalnya jauh dari rumah anda? Anda tentunya tidak mungkin menggunakan cara COD untuk melakukan transaksi jual beli tersebut melihat jauhnya jarak tempuh ke calon pembeli anda. Calon pembeli pun tidak mau asal transfer uang karena takut tertipu. Untungnya di zaman modern ini, hal tersebut dapat diatasi. Anda dapat menggunakan metode rekening bersama (Rekber). Metode ini terbukti cukup aman bagi penjual dan pembeli.

6. Fast Response

Di zaman yang serba digital dan cepat ini, tentunya anda dituntut cepat. Dalam hal menjual barang bekas, kecepatan disini bukan menjual cepat, tetapi merespon dengan cepat permintaan dan komentar dari calon pembeli barang anda. Ketika anda menjual barang anda di situs jual beli barang bekas anda memasukan nomor kontak anda yang dapat dihubungi kapan saja. Nomor kontak ini penting ketika pembeli ingin mengetahui lebih banyak tentang barang yang anda jual sehingga ia dapat langsung menghubungi anda. Calon pembeli tersebut mungkin adalah orang yang akan membeli barang anda. Tapi jika nomor anda yang dicantumkan ke situs tersebut sulit dihubungi. Bisa jadi dia akan beralih ke penjual lain. Oleh karena itu, merespon dengan cepat pertanyaan dari calon pembeli perlu anda lakukan agar barang anda cepat terjual.

7. Pengemasan dan Pengiriman Barang

Hal terakhir yang perlu diperhatikan ketika menjual barang bekas adalah pengepakan dan pengiriman barang. Kemaslah barang anda dengan baik dan proposional. Gunakan gabus atau busa untuk barang yang pecah belah. Selanjutnya adalah pilih jasa pengiriman yang terpercaya. Jika barang yang anda akan kirim adalah barang berharga dengan nilai lebih dari Rp 5.000.000,- sebaiknya anda gunakan asuransi pengiriman untuk meminimalkan resiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan ketika barang dikirim.

Saya ingin mencoba software ZAHIR ACCOUNTING 6   ➨Request Demo