Tips Memilih Kemasan Untuk Usaha Kuliner

memilih kemasan

Tips Memilih Kemasan Untuk Usaha Kuliner

memilih kemasanUsaha kuliner merupakan peluang usaha yang banyak diminati. Karena bisnis ini terkait dengan salah satu kebutuhan manusia, yaitu pangan, maka bisnis ini memiliki pangsa pasar yang besar. Coba lihat disekitar Anda, berapa banyak pedagang makanan yang dapat Anda temui. Mulai dari penjual gorengan gerobak, warung, hingga depot-depot kecil pasti akan banyak dijumpai disekitar Anda. Dengan maraknya pengusaha di bidang ini tentunya membuat persaingan semakin ketat.

Dengan semakin cerdasnya konsumen, mereka menjadi lebih pemilih dalam menentukan makanan yang dikonsumsinya. Variasi menu dan rasa belumlah cukup jika tidak dibarengi dengan kebersihan dan keamanan pangan. Salah satu faktor yang menjadi perhatian konsumen adalah kemasan yang digunakan untuk membungkus makanan. Kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan yang meningkat menjadikan mereka lebih selektif dalam memilih pedagang makanan. Pedagang dengan tempat usaha yang bersih serta memperhatikan keamanan pangan, dalam hal ini memilih kemasan yang digunakan, akan memiliki nilai lebih di mata konsumen.

Memilih Kemasan Yang Aman Digunakan

Bagi Anda yang tengah berencana untuk membuka usaha kuliner atau yang sudah menjalankan usaha tersebut, tidak ada salahnya jika Anda mengetahui beberapa jenis kemasan yang aman digunakan:

1. Kemasan makanan hendaknya yang kedap udara. Kemasan yang kedap udara akan mencegah kontaminasi dari debu atau udara luar, sehingga kualitas makanan tetap terjaga.

2. Kemasan yang tahan air. Kemasan berbahan plastik merupakan pilihan yang paling banyak digunakan dalam usaha kuliner. Plastik memiliki sifat yang dapat menahan air dan fleksibel. Namun tidak semua jenis plastik dapat digunakan untuk membungkus makanan. Gunakan kemasan plastik yang berwarna bening/putih, terlebih untuk mengemas makanan dalam keadaan panas. Penggunaan kemasan plastik berwarna (khususnya hitam) tidak disarankan digunakan sebagai kemasan makanan. Hal ini karena kemasan berwarna mengandung zat-zat kimia yang jika terkena panas dapat menganggu kesehatan.

3. Memberi lapisan pada bahan styrofoam. Kemasan makanan dengan bahan styrofoam tidaklah sepenuhnya aman untuk digunakan karena beresiko larutnya material kimia yang terkandung didalamnya. Untuk meminimalkan resiko tersebut, sebaiknya gunakan alas/lapisan dengan bahan yang aman seperti daun/kertas minyak.

4. Kemasan dengan sirkulasi udara. Beberapa jenis makanan, terutama yang bersuhu tinggi saat usai diolah sangat membutuhkan adanya sirkulasi udara. Pemberian sirkulasi ini harus disesuaikan dengan jenis makanan yang dikemas.

5. Hindari menggunakan kertas, terlebih kertas dengan cetakan (koran, majalah, atau sejenisnya) sebagai pembungkus/lapisan kemasan. Beberapa pedagang, umumnya pedagang gorengan, menggunakan kertas sebagai alas  karena kertas dapat menyerap minyak. Penggunaan kertas koran dan sejenisnya tidak disarankan untuk langsung bersentuhan dengan makanan, terlebih saat makanan bersuhu tinggi. Selain kebersihannya diragukan, tinta yang tercetak di kertas, jika terkena panas dapat menguraikan zat-zat kimia yang dapat menganggu kesehatan. Anda bisa menggunakan kertas minyak atau tisu khusus untuk makanan sebagai alas/menyerap minyak.

Dengan memperhatikan kemasan pangan yang digunakan, Anda tidak hanya semata-mata mengejar profit bisnis semata, namun juga turut memperhatikan kesehatan konsumen. Inilah yang akan membuat konsumen Anda merasa diperhatikan sehingga dapat meningkatkan kredibilitas bisnis Anda.

Saya ingin mencoba software ZAHIR ACCOUNTING 6   ➨Request Demo