sejarah-munculnya-ilmu-akuntansi

Kata akuntansi mungkin sudah tidak asing lagi untuk kita dengar. Namun, banyak sekali yang belum tahu sejarah akuntansi itu sendiri, padahal menarik sekali untuk kita ketahui.

Akuntansi merupakan ilmu yang penting dalam hidup kita karena sangat bermanfaat. Meskipun demikian, belum lengkap rasanya kalau kita hanya tau akuntansi tetapi belum tahu sejarah dari akuntansi itu sendiri.

Nah, di artikel berikut ini, saya akan menjelaskan sejarah akuntansi yang meliputi asal mula akuntansi, perkembangan ilmu akuntansi, peran akuntansi, serta manfaat akuntansi.

Asal Mula Akuntansi

Sejarah akuntansi telah dimulai sejak manusia mengenal hitungan uang dan menggunakan catatan. Berawal dari hal ini, kemudian akuntansi disebut juga sebagai seni pencatatan.

Ilmu akuntansi terus berkembang hingga sekarang dan memiliki peran krusial.

Akuntansi telah menjadi bagian yang penting bagi pelaku usaha, pemerintah, atau pihak swasta sebagai bentuk pertanggungjawaban keuangan.

Sehingga dapat diambil keputusan-keputusan penting yang tepat untuk kemajuan suatu usaha atau lembaga.

Dalam sejarah, akuntansi mulai dikenal pada tahun 1494. Ilmu akuntansi muncul pertama kali di Italia dan dicetuskan oleh Lucas Pacioli, seorang ahli matematika.

Di mana Lucas pada saat itu berhasil membukukan pencatatan keuangan lebih sistematis dengan model berpasangan.

Pada bukunya yang berjudul “Summa de Arithmatica, Geometrica Proportioni et Proportionalita”, Lucas memperkenalkan sistem buku berpasangan yang di mana saat ini kita biasa kenal dengan penyebutan debit dan kredit.

Baca Juga :  Seberapa Penting Manajemen Persediaan Dalam Software Akuntansi?

Sistem pembukuan akuntansi yang diperkenalkan oleh Lucas awal mulanya bertujuan untuk membantu sistem perdagangan di Italia.

Namun, pada akhirnya sistem itu kemudian makin berkembang di seluruh dunia dan mulai dipelajari oleh masyarakat, termasuk di Indonesia.

Perkembangan Ilmu Akuntansi

Sejarah perkembangan pemikiran akuntansi dibagi menjadi tiga periode, yakni:

  1. Tahun 4000 SM – 1300 M
  2. Tahun 1300 – 1850 M
  3. Tahun 1850 M sampai sekarang

Masing-masing periode memberi kontribusi yang berarti bagi ilmu akuntansi.

Pada periode pertama akuntansi merupakan pencatatan yang sangat sederhana, mencatat apa yang sedang terjadi dalam bisnis saat itu.

Periode kedua merupakan pengembangan dari periode sebelumnya, di mana lahir double-entry bookkeeping.

Pada periode ketiga, perkembangan pemikiran akuntansi tidak hanya mengenai debit-kredit, tetapi sudah menyentuh kehidupan dalam masyarakat.

Perkembangan teknologi yang luar biasa juga berdampak pada perubahan ilmu akuntansi modern (Basuki, 2000 : 173).

Sedangkan menurut catatan sejarah, perkembangan akuntansi di Indonesia itu sendiri sudah mulai dikenal sejak tahun 1642.

Pada tahun 1642, Indonesia mulai mengenal sistem pembukuan yang di mana ditandai oleh adanya pencatatan perhitungan laba rugi perdagangan oleh masyarakat tradisional.

Mereka meniru pedagang luar negeri yaitu negara Belanda dan Portugis di Indonesia yang sedang melakukan pencatatan barang dagangannya.

Kemudian pada tahun 1747 ditemukan bukti sejarah yang menunjukkan bahwa akuntansi pertama kali digunakan di Indonesia. Akan tetapi, bukti ini tidaklah kuat dan belum jelas kebenarannya.

Menurut catatan, Indonesia mulai menjalankan lebih serius akuntansi pada tahun 1870.

Pada tahun tersebut, terdapat peristiwa dihapuskannya PP Tanam Paksa.

Karena sejak dihapuskannya PP tersebut, maka banyak sekali investor luar negeri yang menanamkan modalnya di Indonesia.

Oleh karena itu, teori akuntansi mulai berkembang dan digunakan secara luas di Indonesia.

Baca Juga :  Bagaimana Memperlakukan Peralatan Menurut Akuntansi?

Masuk pada tahun 1952, teori tersebut makin berkembang di Indonesia di mana universitas mulai menerapkan teori tersebut.

Kemudian tepat pada tanggal 17 Oktober 1957, Ikatan Akuntan Indonesia atau yang kita biasa kenal dengan singkatan IAI resmi didirikan di aula Universitas Indonesia.

Setelah peristiwa tersebut, sampai dengan hari ini perguruan tinggi negeri maupun swasta terus mengenalkan dan mengajarkan disiplin ilmu akuntansi.

Peran Akuntansi pada Bisnis

Akuntansi merupakan kegiatan proses data seperti mengumpulkan, mencatat, menganalisis, dan pembuatan laporan keuangan yang berhubungan dengan data keuangan secara sistematis dan terperinci. Dari pengertian tersebut saja dapat dilihat bahwa peran akuntansi dapat mempermudah pihak-pihak yang membutuhkannya.

Adapun peran-peran akuntansi dalam bisnis sebagai berikut:

1. Sebagai sumber informasi keuangan

Di mana berbagai data yang berhubungan dengan keuangan akan di catat ke buku besar secara rutin. Sehingga dari buku besar akan dilanjutkan menjadi laporan keuangan.

Hal tersebut akan mempermudah perusahaan dalam mendeteksi berbagai macam transaksi keuangan yang terjadi di perusahaan.

Akan jauh lebih efektif lagi apabila menggunakan software akuntansi yang di khususkan untuk mencatat laporan-laporan keuangan perusahaan.

Karena penggunaan aplikasi akuntansi lebih cepat dibandingan penggunaan manual.

2. Sebagai alat pengendali keuangan

Dengan adanya akuntansi, Anda dapat mengetahui data keuangan yang bermasalah seperti apakah perusahaan sedang mengalami keuntungan atau kerugian.

Sekaligus Anda juga dapat melacak apakah klien sudah tepat waktu dalam membayar tagihan atau tidak.

3. Membantu para stakeholders mengambil keputusan

Dari informasi yang disajikan pada laporan keuangan perusahaan, para stakeholders jadi lebih mudah dalam pengambilan keputusan karena adanya peran akuntansi.

Peran akuntansi itulah yang membuat data dan angka yang disajikan akurat.

Baca Juga :  Cara Membuat Jurnal Akuntansi dengan Mudah

Karena sangat tidak masuk akal apabila stakeholder mau melakukan investasi namun tidak tahu kondisi laporan keuangan perusahaan.

4. Penghubung dengan pihak ketiga

Para akuntan dan data-data yang diolahnya sebagai penghubung perusahaan dengan pihak ketiga untuk pengambilan keputusan.

Manfaat Akuntansi

Informasi akuntansi sangat dibutuhkan oleh pihak manajemen perusahaan, pengusaha, atau para pengambil keputusan untuk merumuskan atau menentukan jalannya perusahaan di masa mendatang.

Informasi akuntansi yang dihasilkan dari laporan keuangan digunakan untuk menyusun berbagai proyeksi, misalnya proyeksi kebutuhan uang kas di masa yang akan datang.

Informasi akuntansi berkaitan transaksi-transaksi keuangan dari suatu unit usaha, baik usaha jasa, dagang maupun manufaktur.

Agar informasi akuntansi tersebut dapat digunakan oleh pemilik usaha, maka informasi tersebut dibuat dalam bentuk laporan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan.

Selain hal tersebut, akuntansi masih menyimpan beberapa manfaat untuk perusahaan Anda.

Berikut manfaat akuntansi untuk kemajuan bisnis, yakni:

  • Mendapat informasi keuangan perusahaan
  • Pengambilan keputusan dan evaluasi
  • Mengetahui perkembangan perusahaan
  • Alat pertanggungjawaban

Kesimpulan

Dengan perkembangan ilmu akuntansi, masyarakat jadi lebih mudah dalam melakukan kegiatan bisnis dan kehidupan sehari-hari.

Ditambah lagi perkembangan teknologi informasi seperti adanya software-software khusus akuntansi yang membuat Anda makin mudah dalam mengakses ilmu akuntansi dan sekaligus memanfaatkannya untuk kebutuhan bisnis.

Adapun akuntansi sendiri memiliki banyak peran dan manfaat yang dapat Anda terima, sehingga dapat disimpulkan akuntansi merupakan ilmu yang penting bagi kehidupan kita sekarang dan di masa depan.