Pusing mengelola inventory Coba Sistem Inventory ini

Kalau kita bicara masalah inventory maka, kita akan mengarah pada persediaan barang, dalam sektor perindustrian terdapat bermacam-macam bidang usaha yang membutuhkan sistem inventory.

Sistem inventory juga dibuat dengan menyesuaikan bidang usaha yang ada seperti distribution, trading, manufacturing dan project.

Pengertian Inventory dalam Bisnis

Tanpa adanya persediaan di suatu bidang usaha, tentunya hal ini akan menghambat para pengusaha dan akan dihadapkan pada resiko bahwa perusahaannya pada suatu waktu tidak dapat memenuhi keinginan pelanggan yang memerlukan atau meminta barang/jasa.

kebanyakan pemakai inventory adalah usaha jenis trading/perdagangan.

Adapun menurut sofjan assauri, Persediaan atau Inventory adalah suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha yang normal.

Pentingnya Manajemen Inventory atau Persediaan pada Bisnis

Dengan pengelolaan persediaan maka perusahaan dapat memperoleh keuntungan dari pengembangan usaha yang dijalani.

Persediaan barang di suatu perusahaan biasanya berupa, bahan mentah, bahan setengah jadi, bahan penolong, atau bahan pembantu.

Inventory atau persediaan merupakan nilai yang cukup besar dalam segi biaya operasional suatu perusahaan.

Dalam pengelolaan inventory memang susah susah gampang, tergantung jenis perusahaannya.

Sistem inventory biasanya meliputi pencatatan produk, harga produk yang akan dijual, harga produk yang diterima kembali atau retur barang, harga pokok persediaan, dibeli, pencatatan permintaan dan pengeluaran barang gudang, dan sistem stock opname barang atau perhitungan fisik persediaan.

Baca Juga :  Inilah Tiga Laporan Keuangan Dasar Dalam Akuntansi Bagi Pemula

Sehingga dengan manajemen persediaan akan mempermudah manajer operasional dalam mengelola persediaan dan mempercepat pengambilan keputusan oleh manajemen.

Perkembangan Sistem Inventory

Sistem inventory merupakan bagian dari software ERP (Enterprise Resource Planning). Sebenarnya menjalan sistem inventory cukup rumit diterapkan, mengingat tujuan dari sistem ini adalah mengotrol persediaan barang dagang.

Untuk bisnis kecil mungkin tidak akan mengalami kesulitan. Namun, ketika perusahaan sudah memiliki produk ribuan dan perlu pencatatan yang cepat dan akurat, barulah muncul masalah.

Untuk menjalani pekerjaan ini butuh mengandalkan SDM yang andal dan terampil.

Seiring kemajuan jaman, maka sistem inventory suatu bidang usaha, dapat dipermudah dengan menggunakan software inventory dan software akuntansi.

Adanya fitur pembagian barang di sektor industri perdagangan dan distribusi dalam software akuntansi dapat membantu pengelolaan inventory lebih efisien.

Contohnya di bidang industri perdagangan barang, software tersebut dapat digunakan untuk mencatat aliran barang masuk, barang di simpan, dan barang di jual.

Pemanfaatan software ini akan berbeda jika digunakan oleh perusahaan bidang usaha manufaktur.

Karena pada dasarnya industri manufaktur memerlukan proses pengolahan barang sebelum dijual ke pelanggan. Pengolahan barang ini umumnya dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

  1. Bahan mentah untuk di olah kembali
  2. Bahan penolong atau setengah jadi yang diolah, namun perlu melalui tahap penyelesaian ulang
  3. Barang jadi yang telah selesai diolah dan siap dipasarkan untuk pelanggan

Rekomendasi Software Akuntansi untuk Bisnis

Untuk Anda yang ingin lebih mudah dalam menajalkan tugas akuntansi di bisnis Anda, sudah saatnya Anda mencoba menggunakan software akuntansi.

Salah satu rekomendasi software akuntansi yang menarik untuk Anda gunakan adalah Zahir Accounting.

Sistem pencatatan software Zahir menggunakan sistem perpetual. Sistem pencatatan dengan metode perpetual merupakan sistem di mana setiap persedian yang masuk dan keluar dicatat ke dalam pembukuan.

Baca Juga :  Buku Besar: Pengertian, Jenis, dan Prinsip Membuatnya

Selanjutnya, barang yang dibukukan dibuatkan kartu persediaan dan di dalam pembukuan dibuatkan rekening pembantu untuk persediaan.

Dalam buku pembantu dapat dipantau dari rekening kontrol persediaan barang ke dalam buku besar.

Rekening yang terdapat di persediaan dapat di pakai untuk mencatat pembelian, penjualan, dan penyesuaian persediaan dengan cara stock opname.

Perubahan yang terdapat dalam persediaan maka akan diikuti dengan pencatatan dalam rekening persediaan sehingga jumlah persediaan yang berubah dapat diketahui dengan melihat kolom laporan persediaan dalam rekening persediaan.

Manfaat Sistem Inventory pada Bisnis

Beberapa manfaat memiliki sistem persediaan barang antara lain:

1. Menghindari Kekurangan Bahan

Memudahkan dalam memantau stok saat ini serta mengantisipasi adanya pelanggan/customers yang datang membeli barang dagangan, kemudian perusahaan tidak mempunyai barang tersebut.

Untuk menghindari situasi tersebut, perusahaan harus memilikii persediaan barang jadi.

2. Meningkatkan Pelayanan

Rata-rata pelanggan tidak hanya menginginkan tingkat layanan yang cepat, tetapi juga tepat.

Oleh karena itu, pengintegrasian terhadap penjualan dapat meningkatkan kecepatan pengepakan dan pengiriman. Selain itu, juga memungkinkan otomatisasi untuk memenuhi instruksi dalam pengontrolan persediaan,

Caranya adalah melakukan idetifikasi daerah distribusi yang dibagi antara beberapa pelanggan atau grup. Sehingga memudahkan dalam penyortir dari staging area dan pergerakan stok barang dagang.

Hal tersebut menjamin produk yang benar berada di tempat yang benar pada waktu yang tepat. Serta dapat juga memudahkan perusahaan mengelola vendor.

3. Mengontrol Persediaan yang Lebih Baik

Dalam pendistribusi dan penyimpanan barang-barang secara menyeluruh, flexibelitas dapat memungkinkan perusahaan untuk memantau dan mengontrol persediaan sesuai dengan bisnis mereka.

Selain itu, juga memberikan kemudahan mengakses terhadap data-data yang meliputi ketersediaan peresediaan barang dan jumlah yang harus diorder lagi melalui vendor.

Baca Juga :  Membandingkan Nilai Aktiva Di Daftar Aktiva Tetap Dan Di Neraca

Tidak hanya itu saja, dengan sistem inventory dapat membantu Anda melihat jumlah stok yang ada dan mengetahui biaya pada saat itu juga terhadap persediaan untuk direspons secara cepat dalam rangka pengambilan keputusan.

Dengan sistem ini, dapat memungkinkan untuk mengelolah beberapa lokasi yang berbeda-beda dan memungkinkan manajemen dari gudang-gudang yang berbeda-beda, serta penelusuran persediaan melalui lot, secara seri, atau menggunakan level.

4. Meminimalisir Biaya

Mencegah adanya kesalahan dalam pencatatan yang menyakut SDM kayawan, serta mengurangi dalam jangka waktu pesanan ke pelanggan dan pengiriman produk ke pelanggan selama proses prodksi yang berlangsung. Hal tersebut mempermudah manajemen saldo.