341 views

Produktif Di Usia Pensiun dengan Membuka Bisnis Baru

Produktif di Usia Pensiun

Masa pensiun adalah masa dimana seorang pekerja akan dibebastugaskan dari pekerjaan karena sudah menginjak usia non-produktif. Masa pensiun bisa jadi menjadi masa dimana seorang bekerja beristirahat dan menikmati jerih payahnya yang selama ini mereka kerjakan. Kebanyakan pensiunan akan menghabiskan waktunya dan menikmati uang pensiunnya bersama keluarga. Hal ini dikarenakan, pensiunan identik dengan berkurangnya tenaga untuk melakukan usaha-usaha produksi. Namun tidak jarang juga, ada pensiunan yang merasa “kegok” atau merasa ada sesuatu yang hilang ketika masuk masa pensiun. Hal ini biasa dialami oleh para pekerja yang dulu giat bekerja. Mereka pun kemudian mencari cara untuk mengisi “kekosongan” tersebut dengan membuka bisnis produktif.

Meskipun daya dan tenaga sudah tidak sama seperti dulu, namun hal tersebut tidak menjadi penghalang para pensiunan untuk terus dapat menjalankan bisnis produktif. Beragam ide bisnis produktif dapat digeluti pensiunan sebagai inspirasi untuk menciptakan kegiatan positif dan penghasilan tambahan. Produktif di usia pensiun dapat juga berarti menggeluti kegiatan baru yang bermanfaat. Tetap produktif di usia pensiun juga meningkatkan aktivitas sosial dan spiritual dengan menjalin pertemanan dengan komunitas baru, menyesuaikan gaya hidup, mengelola asset dengan baik, serta jika memungkinkan mengembangkan kewirausahaan yang sesuai dengan potensi dan visi diinginkan. Sekarang tibalah saatnya untuk mulai berkreasi dengan segala keinginan dan tujuan. Siapa saja memiliki kesempatan untuk tetap produktid di usia pensiun sehingga terus berkembang dan sukses. Beberapa peluang bisnis dengan modal kecil atau tanpa modal yang bisa dijalankan untuk dapat produktif di usia pensiun. Karena, biasanya ketika bekerja menjadi seorang karyawan dan berkeinginan untuk membuka usaha, itu akan banyak menemui hambatan, karena repot mengatur uang dan waktu Anda. Berikut ini adalah beberapa ide bisnis untuk tetap produktif di usia pensiun.

  1. Konsultan Bisnis

Menjadi seorang pensiun berarti anda telah merasakan asam garam suatu bidang usaha. Pengalaman-pengalaman tersebut adalah modal anda untuk tetap produktif di usia pensiun. Salah satu ide bisnis yang cocok setelah pensiun adalah menjadi seorang konsultan. Konsultan bekerja untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi sebuah entitas bisnis. Seorang pensiunan bisa menjadi seorang konsultan ekonomi, desainer, menjadi guru les, marketing perusahaan dan lain sebagainya sesuai dengan bidangnya masing-masing. Menjadi seorang konsultan merupakan peluang bisnis tanpa mengeluarkan uang untuk mendirikan tempat, produk atau lain sebagainya. Bahkan, omzet yang didapat sangat banyak dari bisnis yang satu ini.

  1. Bisnis Sesuai Dengan Keahlian

Sama seperti di atas, seorang pekerja dapat tetap produktif di usia pensiun dengan mengandalkan pengalaman dan keahliannya. Salah satu ide bisnis yang sesuai dengan keahlian juga perlu dicoba pensiunan. Salah satu contohnya, jika dahulu bekerja sebagai guru di sekolah dan lembaga pendidikan, tidak ada salahnya setelah pensiun membuka lembaga pendidikan seperti kursus dan les misalnya.

  1. Bisnis Sesuai Dengan Hobi

Siapapun pasti memiliki hobi atau hal yang menyenangkan saat melakukannya, termasuk bagi seorang pensiunan. Hobi bisa menjadi ladang bisnis yang menjanjikan untuk tetap produktif di usia pensiun. Yang perlu anda lakukan hanya memikirkan apa kiranya hobi anda yang bisa disalurkan ke dalam dunia usaha untuk mendapatkan duit. Sebagai contoh hobi memelihara kucing ras, maka bisa membuka pet shop di daerah Anda. Atau jika anda memiliki hobi memasak, anda mungkin bisa membuka usaha kuliner dengan membuka restoran kecil-kecilan.

  1. Bisnis Kos-kosan atau Rumah Kontrakan

Ide bisnis kos-kosan atau rumah kontrakan adalah salah satu yang paling umum dilakukan seorang pensiunan. Dengan berbekal uang jaminan pensiun yang anda miliki, anda tinggal merenovasi sedikit rumah yang anda miliki untuk menambah kamar atau menambah aset properti anda. Akan sangat menguntungkan bila rumah atau lingkungan Anda dekat dengan pusat kota, lokasi perkuliahan, perkantoran dan pusat keramaian lainnya.

  1. Bisnis Berdagang

Salah satu jenis usaha produktif di usia pensiun yang bisa dikerjakan adalah berdagang atau membuka sebuah toko, baik yang berskala kecil, seperti menjual peralatan atau kebutuhan rumah tangga, hingga toko dengan skala yang besar, seperti toko baju model terbaru, elektronik dan banyak lagi. Seorang pensiunan bisa memulai usaha toko kelontong kecil-kecilan dengan menjual kebutuhan pokok seperti sembako. Selanjutnya bisa mengembangkan usaha tersebut secara perlahan dan menambah jenis barang yang dijual.

  1. Bisnis Online

Bisnis online yang menjanjikan bisa dilakukan dengan bersantai dirumah dan dimanapun berada. Uang pensiunan yang Anda miliki, bisa Anda jadikan modal untuk membeli barang yang ingin dijual lagi, dan juga membeli sebuah website atau toko online. Anda hanya tinggal diam dan menunggu order, hingga akhirnya duit akan mengalir kedalam rekening. Bahkan menjadi seorang publisher dengan memanfaatkan blog atau situs.

  1. Bisnis Pertanian dan Peternakan

Ide bisnis ini merupakan peluang usaha untuk produktif di usia pensiun. Sektor pertanian, perkebunan dan peternakan biasanya disenangi sebagian besar orang tua. Apalagi kebutuhan akan hasil pertanian dan peternakan sangatlah besar, sementara produsen yang ada belum menyerapnya secara maksimal. Misalnya peternakan ayam kampung, beternak sapi, membudidayakan ikan hias, bisnis makanan organik, pengepul beras dan banyak lagi.

Ide bisnis setelah pensiun tersebut adalah semuanya baik, selama bisa menjalani dan menikmati hasilnya. Namun lebih baik mempersiapkannya dulu sehingga pada saat pensiun tiba, tinggal menjalankannya. Bila memiliki waktu dan mempunyai dana lebih, maka perbanyaklah investasi sejak muda, dengan asset yang memungkinkan mendapatkan penghasilan terus menerus dari wirausaha tersebut.

Facebook Comments
Bagikan :
Saya ingin mencoba software ZAHIR ACCOUNTING 6   ➨Request Demo
More in Bisnis, Entrepreneurship
Close