Perusahaan Ini Cocok Menggunakan Metode LIFO

Perusahaan ini cocok menggunakan metode LIFO

Perusahaan Ini Cocok Menggunakan Metode LIFO

 

Metode LIFO yang berarti Last In First Out adalah metode yang mengeluarkan barang yang terakhir masuk. Misalnya pada toko baju. Toko baju akan memajang baju model paling baru di etalase. Baju model baru ini adalah baju yang terakhir datang. Jika mendahulukan penjualan barang yang terlebih dahulu/pertama kali datang, maka barang yang baru masuk akan lama terjualnya sehingga akan ada resiko ketinggalan model. Jadi barang yang terakhir masuk harus dijual pertama kali. Inilah yang menyebabkan LIFO awalnya hanya dapat diaplikasikan pada perusahaan dengan persediaan yang tahan lama, tidak mudah rusak, mudah disimpan sehingga dapat dibedakan mana persediaan yang pertama dibeli dengan persediaan yang terakhir dibeli. Contoh bidang usaha yang menerapkan metode ini adalah usaha toko garmen/pakaian, elektronik atau produk teknologi, dan toko buku.

Macam – Macam Metode LIFO

Pada dasarnya, LIFO terbagi menjadi dua macam, yaitu:

a. Sistem fisik: penilaian persediaan ditentukan melalui saldo fisik yang ada dikalikan dengan harga pokok per unit barang yang diterima di awal periode. Jika saldo fisik lebih besar dari barang yang diterima/masuk diawal periode, maka diambilkan dari harga pokok per unit yang masuk berikutnya.

b. Sistem perpetual: penilaian persediaan dimana pencatatan persediaan rutin dilakukan dalam kartu persediaan. Setiap terjadi transaksi penjualan atau pembelian, maka langsung dicatat dalam kartu persediaan. HPP dicatat sesuai dengan harga pokok barang pertama kali diterima. Jumlah tersisa adalah nilai persediaan akhir.

LIFO adalah metode yang menghasilkan HPP tertinggi. Hal ini karena tren pembeliannya akan terus meningkat, dimana dalam konsep LIFO biaya unit yang digunakan sebagai dasar penentuan HPP adalah harga pembelian barang terbaru/ terakhir. Dengan tingkat inflasi yang terus naik sepanjang waktu, maka sangat kecil kemungkinannya sebuah barang pengalami penurunan harga. Dengan menggunakan metode LIFO, maka perusahaan akan menghasilkan laba yang kecil sehingga dapat menghemat pajak. Pada saat terjadi inflasi, perhitungan harga beli terakhir dibebankan ke operasi dalam periode kenaikan harga sehingga mengurangi laba dan menghasilkan pengurangan pajak. Kelebihan dari metode ini adalah: dapat membandingkan cost dan pendapatan saat ini, jika harga naik maka harga barang menjadi konservatif, laba operasi tidak terganggu dengan fluktuasi harga, dan jika terdapat fluktuasi harga dapat meratakan laba tahunan. Sementara itu kelemahan dalam metode ini adalah bertentangan dengan aliran fisik yang sesungguhnya dan tidak dapat menunjukkan potensi jasa yang sesungguhnya. Namun pada saat ini metode LIFO sudah tidak lagi diaplikasikan oleh perusahaan karena adanya perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 14 (revisi 2008) dimana hanya metode FIFO dan metode average (rata-rata) saja yang boleh digunakan untuk menilai persediaan perusahaan.

Saya ingin mencoba software ZAHIR ACCOUNTING 6   ➨Request Demo
Video Bisnis 100% GRATIS
Mau punya bisnis yang bisa tumbuh pesat ? 
Kamu bisa belajar dari ahlinya! Dapatkan video bisnis gratis dari Zahir dengan memasukan email Anda di bawah ini.
Dapatkan Sekarang, Gratis!
Tdk, Terima kasih!
close-link