Pengertian Giro

giro

Giro adalah suatu istilah perbankan untuk suatu cara pembayaran yang hampir merupakan kebalikan dari sistem cek. Suatu cek diberikan kepada pihak penerima pembayaran (payee) yang menyimpannya di bank mereka, sedangkan giro diberikan oleh pihak pembayar (payer) ke banknya, yang selanjutnya akan mentransfer dana kepada bank pihak penerima, langsung ke akun mereka.

Perbedaan tersebut termasuk jenis perbedaan sistem ‘dorong dan tarik’ (push and pull). Suatu cek adalah transaksi ‘tarik’: menunjukkan cek akan menyebabkan bank penerima pembayaran mencari dana ke bank sang pembayar yang jika tersedia akan menarik uang tersebut. Jika tidak tersedia, cek akan “terpental” dan dikembalikan dengan pesan bahwa dana tak mencukupi. Sebaliknya, giro adalah transaksi ‘dorong’: pembayar memerintahkan banknya untuk mengambil dana dari akun yang ada dan mengirimkannya ke bank penerima pembayaran sehingga penerima pembayaran dapat mengambil uang tersebut. Karenanya, suatu giro tidak dapat “terpental”, karena bank hanya akan memproses perintah jika pihak pembayar memiliki daya yang cukup untuk melakukan pembayaran tersebut. Namun ini juga berarti pihak pembayar tidak mendapatkan keuntungan dari “float”. (Sumber: wikipedia)

Sederhananya adalah apabila pada giro tersebut tertera nomor rekening atas nama A dan jatuh tempo pada tanggal 12 Agustus 2013, maka giro tersebut akan dicairkan ke rekening A dan baru bisa dicairkan mulai dari tanggal 13 Agustus 2013.

Saat ini Zahir Accounting sudah menyediakan fasilitas transaksi menggunakan giro. Sehingga Anda dapat mengetahui dengan cepat dan mudah tentang informasi Giro Masuk/Keluar serta informasi Giro Cair/Belum Cair.

Saya ingin mencoba software ZAHIR ACCOUNTING 6   ➨Request Demo
ZAHIR ONLINE

Taking You To The Next Level

Solusi Kelola Bisnis Kapan Saja & Dimana Saja
COBA GRATIS HARI INI
close-link