ekonomi makro

Pada pembahasan sebelumnya kita sudah membahas mengenai pengertian ekonomi mikro. Dan kali ini saya ingin membahas sedikit mengenai ekonomi makro.

Pengertian

Ekonomi makro adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Makro-ekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak masyarakat, perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk mempengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan. (Sumber: Wikipedia)

Teori ekonomi makro timbul dengan diawali adanya kemerosotan perekonomian Amerika Serikat yang disebut depresi (the Great Depression) pada tahun 1929 dan puncaknya terjadi pada tahun 1932. Pada puncak kemerosotan ekonomi ini, seperempat dari tenaga kerja di Amerika Serikat menganggur dan pendapatan nasionalnya mengalami kemerosotan yang sangat tajam. Terjadilah kemunduran ekonomi yang meluas ke seluruh negara industri dan negara-negara miskin.

Ekonomi makro bertujuan untuk menganalisa peristiwa ekonomi dan memperbaiki kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja, dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.

Permasalahan Ekonomi Makro

Berikut ini adalah beberapa permasalahan yang sering terjadi pada ekonomi makro:

a. Lambannya pertumbuhan ekonomi.

Jumlah lulusan sekolah/sarjana yang meningkat setiap tahunnya tidak diimbangi dengan lapangan pekerjaan yang ada. Terlebih masih adanya keengganan untuk berwirausaha. Para fresh graduate tersebut hanya terpaku mencari pekerjaan kantoran yang bisa memberikan kenyamanan baik secara finansial maupun status sosial dibandingkan menjadi pengusaha. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan ekonomi berjalan lambat.

Document

Rasakan Kenyamanan bisnis Bersama Zahir

Mengelola invoice, inventory, keuangan dalam satu aplikasi,
Monitor bisnis kapan saja dimana saja.

Ambil Free Zahir Senilai 799K Sekarang, Tanpa Syarat !

b. Tingginya pengangguran dan kemiskinan.

Terbatasnya lapangan pekerjaan dan ledakan jumlah penduduk adalah faktor utama terjadinya pengangguran dan kemiskinan. Jumlah penduduk yang meningkat tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang tersedia sehingga meningkatkan jumlah pengangguran. Jumlah pengangguran yang meningkat, persaingan kerja yang sengit serta tuntutan untuk bisa bertahan hidup menyebabkan masyarakat tidak memiliki pilihan lain selain menjadi pekerja di sektor informal seperti buruh, kuli, pembantu dsb. Tentu saja hal tersebut menjadi pemicu kemiskinan, karena masyarakat tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya seperti sandang, pangan, papan, kesehatan, dan pendidikan. Selain itu infrastruktur dan sumber daya alam belum dimanfaatkan secara menyeluruh oleh masyarakat untuk memperbaiki kehidupannya.

c. Inflasi dan defisit APBN.

Kenaikan harga barang yang merupakan dampak dari terjadinya inflasi akan mempengaruhi perekonomian dan daya beli masyarakat. Tingginya laju inflasi mengakibatkan BI melakukan pengetatan di bidang moneter. Namun, pengetatan moneter ini tidak dapat dilakukan secara drastis karena akan mengancam kelangsungan proses penyehatan perbankan dan program restrukturisasi perusahaan.

d. Tingginya utang luar negeri

Turunnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing terutama dollar AS menyebabkan sebagian besar utang luar negeri tidak dilindungi dengan fasilitas lindung nilai. Sehingga pada saat terjadi krisis dalam sekejap nilai utang tersebut membengkak. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah melakukan penjadwalan ulang utang luar negeri dengan pihak peminjam.

Bentuk Kebijakan Ekonomi Makro

Adapun bentuk-bentuk kebijakan dalam ekonomi makro meliputi:

1. Kebijakan fiskal:

Merupakan langkah yang dilakukan pemerintah untuk membuat perubahan dalam pendapatan dan pengeluaran negara yang bertujuan untuk mempengaruhi jalannya perekonomian.

2. Kebijakan moneter:

Adalah kebijakan pemerintah yang terkait dengan perilaku bank sentral dalam penawaran dan pengaturan uang yang beredar yang bertujuan untuk mempengaruhi agregat.

3. Kebijakan segi penawaran

Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk mempertinggi efisiensi kegiatan perusahaan, dimana perusahaan dapat menawarkan produknya dengan harga terjangkau dan kualitas yang baik.

Ruang Lingkup Ekonomi Makro

Teori ekonomi makro membahas beberapa hal seperti penentuan kegiatan ekonomi, tingkat pengangguran, inflasi juga hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi secara keseluruhan. Berikut ini merupakan ruang lingkup ekonomi yang dapat diketahui:

  1. Penentuan Tingkat Aktivitas Ekonomi Negara
  2. Poin ini akan menjelaskan seberapa jauh ekonomi dapat menghasilkan sebuah produk dan layanan. Di mana perincian pengeluaran dapat diberikan secara keseluruhan, termasuk pengeluaran rumah tangga, pengeluaran pemerintah, pengeluaran perusahaan serta ekspor dan impor.

  3. Kebijakan Pemerintah
  4. Pemerintah dalam suatu negara, dapat melakukan kebijakan yang berupa kebijakan moneter ataupun kebijakan fiskal. Seperti yang kita ketahui bahwa ekonomi suatu negara tidak akan terlepas dari yang namanya masalah pengangguran dan terjadi inflasi. Maka dari itu dibutuhkan adanya kebijakan dari pemerintah.

  5. Pengeluaran Keseluruhan
  6. Ketika terjadi pengeluaran keseluruhan yang tidak mencapai tingkat ideal, maka akan terjadi masalah dalam perekonomian suatu negara. Pengeluaran keseluruhan harus pada tingkat yang sesuai atau yang dibutuhkan, yang di mana hal ini dapat mewujudkan peluang kerja yang lebih baik lagi serta dapat mengendalikan laju inflasi.

Tujuan Kebijakan Ekonomi

Dari beberapa kebijakan yang sudah dipaparkan pada poin Bentuk Kebijakan Ekonomi Makro, dapat diketahui bahwa kebijakan ini dilakukan oleh suatu negara yang bertujuan untuk mengatasi masalah yang timbul atau mungkin akan timbul dalam sebuah perekonomian. Dengan adanya kebijakan ekonomi makro ini, maka diharapkan dapat tercapai keadaan perekonomian seperti:

  1. Tingkat kesempatan kerja yang tinggi
  2. Kapasitas produksi nasional yang tinggi
  3. Tingkat pendapatan nasional dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi
  4. Keadaan perekonomian yang stabil
  5. Neraca pembayaran luar negeri yang seimbang
  6. Distribusi pendapatan yang dapat dilakukan secara merata

Maka, dengan ini kita ketahui bahwa ekonomi makro adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Makro-ekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak masyarakat, perusahaan, dan pasar. Teori ekonomi makro ini muncul dengan diawali adanya kemerosotan perekonomian Amerika Serikat yang disebut depresi (the Great Depression) pada tahun 1929 dan puncaknya terjadi pada tahun 1932.

Adanya ekonomi makro ini bertujuan untuk menganalisis peristiwa ekonomi dan memperbaiki kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.

Diolah dari berbagai sumber

Bagikan artikel