Pemahaman atas Aktiva Tidak Berwujud

aktiva tidak berwujud

Pemahaman atas Aktiva Tidak Berwujud

intangible asetMenurut PSAK 19 (revisi 2009) yang di maksud aktiva tidak berwujud adalah aset non-moneter yang dapat diidentifikasi tanpa wujud fisik. Aktiva atau aset ini dimiliki untuk dimanfaatkan dalam hal menghasilkan atau menyerahkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif.

Karakteristik Aktiva Tidak Berwujud

Pada dasarnya ada 3 karakteristik aktiva tidak berwujud, yaitu:

1. Kurang memiliki eksistensi fisik: mendapatkan nilai dari hak dan keistimewaan yang diberikan kepada perusahaan yang menggunakannya.
2. Bukan merupakan instrumen keuangan: menghasilkan nilainya dari klaim untuk menerima kas atau ekuivalen kas di masa mendatang.
3. Bersifat jangka panjang dan menjadi subjek amortisasi: menyediakan jasa dalam kurun waktu bertahun-tahun.

Selain karakteristik utama diatas, ada beberapa karakteristik pendukung aktiva tidak berwujud, seperti:

1. Diperoleh melalui pengembangan atau dibeli secara terpisah atau menjadi satu dengan aset lain.
2. Secara tidak langsung digunakan dalam operasional perusahaan
3. Dipengaruhi oleh kegiatan kompetitor
4. Memiliki nilai pada perusahaan
5. Tidak ditentukan umur ekonomisnya

Di awal perolehan aset atau aktiva tidak berwujud harus diakui sebesar harga perolehannya, sedangkan untuk periode berikutnya aktiva tidak berwujud dilaporkan sebesar nilai tercatatnya. Harga perolehan aktiva tidak berwujud ditentukan melalui cara perolehannya. Untuk aset atau aktiva tidak berwujud yang didapatkan melalui pembelian kas, maka harga perolehannya adalah sebesar jumlah uang yang dibayarkan. Namun jika aset tersebut didapatkan melalui proses pertukaran dengan aset lainnya, nilai perolehannya menjadi sebesar perkiraan harga pasar dari aset yang digunakan sebagai penukar.

Masa Manfaat Aktiva Tidak Berwujud

Umumnya masa manfaat untuk aktiva tidak berwujud tidak lebih dari 20 tahun sejak digunakannya. Dalam mempertimbangkan masa manfaat aktiva tidak berwujud yang harus diperhatikan adalah:

1. Perkiraan penggunaan aset oleh organisasi dan efisiensi pengelolaannya
2. Siklus hidup produk pada umumnya
3. Keusangan teknologi atau teknis
4. Kestabilan industri dimana aset digunakan dan tren pasar terhadap produk atau jasa yang dihasilkan
5. Perkiraan pemakaian dan efisiensi pengelolaan aset
6. Estimasi tindakan pesaing
7. Pengeluaran untuk pemeliharaan dalam hal mendapatkan masa manfaat
8. Periode pengendalian aset
9. Ketergantungan masa manfaat aset terhadap masa manfaat aset lainnya

Aktiva tidak berwujud bisa dalam bentuk hak yang melekat pada produk intelektual dimana fasilitasnya digunakan oleh pihak lain. Beberapa hak yang termasuk dalam kategori tersebut adalah:

1. Hak cipta : diberikan pada penulis,pencipta untuk menjual, mengawasi, atau menerbitkan hasil karyanya. Hak cipta dapat dijual kepada pihak lain dengan perjanjian yang telah disepakati. Harga perolehan hak cipta meliputi pengeluaran mulai penyusunan sampai pengurusan ijin hak cipta hingga sertifikat hak cipta diterima.

2. Hak paten: diberikan kepada pihak yang melakukan penelitian dan menemukan hal baru untuk memproduksi, menjual, atau mengawasi temuannya dalam kurun waktu tertentu. Harga perolehannya meliputi semua pengeluaran yang mencakup biaya penelitian, pengembangan, pembuatan gambar, percobaan, dan pengurusan hak paten hingga diterbitkanya sertifikat hak paten.

3. Hak merk dagang: hak cipta dan hak untuk menggunakan simbol dari suatu produk. Harga perolehan hak merk dagang ini mencakup biaya perencanaan, desain, pembuatan logo atau lambang termasuk perijinan merk dagang sampai sertifikat merk dagang diterbitkan.

4. Hak francahise: menggunakan fasilitas tertentu dari suatu pihak ke pihak lain sebagai franchisee. Pihak franchisee hanya diperkenankan menggunakan hak franchise sesuai dengan kesepakatan, tidak berhak menjual hak franchise kepada pihak lain. Bagi pihak franchisor harga perolehan hak franchise sebesar dana yang dikeluarkan untuk mendapatkan ijin hak franchise, sedangkan bagi franchisee harga perolehan sebesar harga yang diberikan kepada franchisor.

5. Hak sewa : menggunakan aset tertentu yang ditetapkan dalam perjanjian sewa menyewa. Pencatatan akuntansi terhadap pengeluaran berkenaan dengan mendapatkan hak sewa ditentukan dari cara pembayaran sewa yang dilakukan. Perolehan hak sewa mencakup pembayaran sewa kepada pihak pemilik aset dan pengeluaran lain untuk persiapan aset agar siap digunakan.

6. Hak eksklusif: hak khusus yang diberikan negara kepada suatu lembaga atau instansi untuk mengelola fasilitas atau sumber daya alam milik negara. Harga perolehan dari hak ini meliputi biaya survei, riset, pemetaan, eksplorasi, pembangunan fasilitas, perjanjian dan biaya lainnya hingga hak tersebut dinyatakan siap.

Sumber:http://akuntansi2011a.blogspot.co.id

Saya ingin mencoba software ZAHIR ACCOUNTING 6   ➨Request Demo
Video Bisnis 100% GRATIS
Mau punya bisnis yang bisa tumbuh pesat ? 
Kamu bisa belajar dari ahlinya! Dapatkan video bisnis gratis dari Zahir dengan memasukan email Anda di bawah ini.
Dapatkan Sekarang, Gratis!
Tdk, Terima kasih!
close-link
ZAHIR ONLINE

Taking People To The Next Level

Solusi Kelola Bisnis Kapan Saja & Dimana Saja
COBA GRATIS HARI INI
close-link