Peluang Inovasi Di Masa Krisis.

Daftar Isi :
Pembuka ( pada menit ke 0.00-4.22)
Kenal lebih dekat, Apa Itu Tajir? ( pada menit ke 4.22-12.22)
Tumbuh Bersama Zahir ( pada menit ke 12.22-15.04)
Dari Krisis, Hingga Lahir JakCloth ( pada menit ke 15.04-43.45)
Berangkat dari Coffee Rumahan, Bisa Bikin Ojek Online Banjir Orderan? ( Pada menit ke 43.45-48.41)
Ambisiusnya Jakcloth eh di Hajar Pandemi? Tetapi Justru Ini Hikmahnya! (Pada menit ke 48.41- 1.18.32)
Sesi tanya jawab(Pada menit ke 1.18.32- 1.37.59)
Closing Statement (pada menit ke 1.37.59-1.40.06)

Assalamualaikum wr wb

     Selamat malam buat semua, sebelum saya mulai, bahwa webinar malam ini bakalan luar biasa banget, karena energinya sangat luar biasa. rasanya semangat nya membara untuk terus positif/ buat semua orang atau kebanyakan orang ini merupakan situasi yang tidak mudah ada banyak macam kendala.

Saya ingin menyapa para pejuang ekonomi, para CEO, dan para Petinggi perusahaan hari ini kita melihat bahwa, kondisi covid-19 ini berdampak cukup serius di perputaran ekonomi di Indonesia, ini bukan hal yang mudah, ini merupakan sesuatu yang begitu sulit .

Ada begitu banyak orang yang stress, ada begitu banyak orang yang kepikiran harus berbuat apa. Mudah-mudahan ini menjadi jawaban, karena malam ini ada dua pembicara hebat yang pertama ada Pak Tito maulana dari komunitas Tajir dengan social enterprise nya dan akan bicara bagaimana tajir dapat membantu teman-teman pengusaha dan yang berikutnya adalah Bang Ucok.

Siapa yang tidak kenal jakcloth? Event distro brand-brand luar biasa besar. Sekali event bisa menghadir 200-300rb orang. Dan, katanya tahun ini adalah tahun jakcloth yang paling ambisius tetapi teryata terdampak oleh covid-19 tetapi luar biasanya lagi Bang Ucok tetap masih punya energi dan akhirnya menemukan pintu-pintu potensial yang akan bisa membuat jakcloth juga teman-teman di industry apparel bisa tahan dan semoga bisa melewati kondisi ini dengan baik.

Malam ini kita akan lihat bagaimana sebuah perusahan dan pengusaha punya daya juang yang luar biasa tinggi sehingga perusahaan dan bisnis dapat luar biasa naik-turun tetap bisa dilewati dengan tabah. Bagaimana mindset leadership orang-orang sukses hari ini. Dan yang paling penting bagaimana cara nyata pembicara ini sukses, mereka bisa menyesuaikan diri di tengah covid-19 seperti ini .

Kenal Lebih Dekat, Apa Itu Tajir?

     Teman-teman semua, pengusaha ini sedang merasakan hal sulit yang sama. Dimana pandemi dan krisis ini ada rise dan fall. Untuk yang fall nya kita sudah lihat hanya tinggal di rise nya saja kita sedang tunggu. Itulah harapan kita. Tajir lahir bula januari 2020 dari9 founder Tajir, Di sini, Tajir mengelaborasi potensi antara teman-teman yang sudah hijrah. Kenapa yang sudah hijrah? Karena memang ada 3 pilar orang hijrah yang harus mendapatkan support dari teman-teman.

Yang Pertama, dari mana harta mereka dia dapatkan? Kalau sudah hijrah sudah dipastikan akan mencari sumber harta atau rezeki yang halal.
Yang Kedua, Pendidikan Anak, ingin disekolahkan dimana anaknya?
Yang Ketiga, Keluarga. Karena, mungkin didalam suatu keluarga ada beberapa anggota yang belum berhijrah

Dan ini merupakan pilar yang dibutuhkan. Dan,tajir sendiri disini mengisi pilar yang pertama. Karena, memang kita pedagang semua, jadi kita bergabung untuk membuat apa yang kita punya kita kumpulkan dan ini adalah gerakan kolaborasi ekonomi syariah.

Belajar berbisnis yang baik yang sesuai dengan syariat. Dan pasarnya sangat besar, sebab pasar halal sangat besar. Kaum muslimin di Indonesia sudah besar. Dan, kedepannya semua halal, mulai dari pariwisata, makanan everything. Jadi, ini sangat potensial. Ketika hijrah kita butuh teman, dan akhirnya berteman juga berkolaborasi di sini. Tajir menyediakan training, pelatihan keuangan, pelatihan marketing dan ada pasar tajir. Manfaat yang paling instant yang akan didapat pengusaha apabila join Tajir adalah market.

Tumbuh Bersama Zahir

     InsyaAllah bisa sejalan dengan value yang Zahir bawa, Zahir bisa di sebut we are the companny on the mission to help every bussines to grow. Jadi, Zahir ingin siapapun yang ada di ekosistem kita bisa tumbuh bersama-sama dan itu juga yang menjadi alasan kenapa kita begitu rajin membuat webinar secara gratis, karena kita yakin ini merupakan salah satu media yang bisa kita ikhtiarkan agar orang lain bisa tumbuh.

Malam ini topik utama kita akan meminta ke Bang Ucok untuk sharing mengenai bagaimana mencari peluang berinovasi ditengah krisis? Dua pembicara malam ini InsyaAllah bisa mendapatkan manfaat karna dua orang ini saya yakin dan bersyukur karena mereka actionnya nyata bahwa mereaka berusaha membuka peluang dan berinovasi ditengah pandemi covid-19.

Tajir dengan gerakan social enterprise , membantu begitu banyak teman-teman yang hijrah dan ingin belajar bersama-sama membangun bisnis. Dan, disini ada bang ucok yang kita tau cerita jakcloth nya sudah semua orang dengar. Kita ingin dengar yang tidak enaknya apa dari jakcloth lalu bagaimana Bang Ucok bisa survive termasuk ditengah pandemi.

Kalau kita berbicara krisis, sebelum terjadi covid-19 bisnis kita sendiri sudah melewati berbagai macam krisis bisnis, baik bisnis lokal didalam perusahaan kita sendiri maupun dari eksernal. Bagaimana jakcloth akan berinovasi ditengah pandemi covid-19?

Dari Krisis Hingga Lahir JakCloth?

     Jakcloth sendiri terbentuk saat krisis, tahun 2005-2007 waktu itu saya bekerja di salah satu grup media sambil save job, save jobnya ini membuat konser musik metal. Kemudian, tahun 2006-2007 saya akhirnya mengalami kerugian saat membuat konser musik, karena belum mengetahui ilmunya rugi sampai 250juta, Kemudian saya berfikir bagaimana caranya saya mengembalikan 250juta sedangkan gaji saya di grup media hanya 3juta saja perbulan.

Akhirnya, saya langsung meminta kepada Allah. Alhamdulillahnya yang saya fikir 10 tahun baru selesai, itu bisa terselesaikan dalam waktu singkat. Tiba-tiba ada yang mengajak saya mengadakan cooking show didelapan kota. ternyata dari situ hanya dalam waktu 6-7 bulan saya bisa mendapatkan 250juta untuk membayar utang saya, dan saya berfikir bahwa potensi saya itu 7 bulan bisa menghasilkan 250juta. Bukan 3 juta yang setiap bulannya saya terima. Akhirnya saya, memutuskan untuk resign kerja dan mengontrak rumah untuk membuat kantor. Uang sisa dari membayar hutang sebagian saaya gunakan untuk membayar sewa kontrakan dan sisanya lagi saya gunkan untuk biaya operasional.

“ketika krisis pertama Bang Ucok, adalah gaga bisnis dan berhutang 250jt. Seperti apa perasaan yang muncul pada saat itu?”

Awalnya sempat mengalami stress, karena dulu belum paham tentang agama. Tetapi alhamdulillahnya keluarga saya support yang tinggi sampai mereka yakin kalau saya bisa melewatinya. Sudah tidak ada lagi yang dapat saya lakukan jadi saya memutuskan untuk berdo’a terus.

“Jika ditanya sekarang, beruntung atau tidak krisis itu terjadi?”

Itu sangat alhmadulillah banget, kalau itu tidak terjadi mungkin saya tidak akan tau potensi saya. Mungkin saya akan berfikir paling keren sudah menjadi dm di perusahaan tersebut. Saya tidak berfikir akan ada jakcloth dan sebagainya. Yang ada di pikiran saya pada saat itu adalah bagaimana cepat bayar hutang.

Pada saat krisis pertama tahun 2007 saya membuka PT pertama namanya PT 11 Aprilian Mipro isinya event organaizer. Isinya jadi seperti spesialis demo masak, hampir semua bumbu dapur saya tau. Sampai di titik tertentu tahun 2008 saya mengalami krisis kecil, tiba-tiba ada beberapa brand produk yang saya tangani oleh perusahaan saya itu membatalkan eventnya dan beberapa produk juga mengganti brand manager yang akhirnya tidak menggunakan jasa kita lagi.

Sampai gaji karyawan telat 1 bulan, dan sempat juga dibayar setengah dari gajinya. Tetapi alhamdulillah karyawan loyal dan mengerti sedang Tidak ada project. Itu merupakan krisis kedua yang membuat saya tidak percaya diri, dan pada saat itu ada tawaran di produk para bola dan saya saat itu sudah mau ambil pekerjaan itu. Akhinya pada saat itu saya diajak oleh istri saya ke bobo fair. Pada saat saya ingin membeli tiket itu antri dan antrinya cukup lumayan dan menurut sayaa itu keren karena pada saat krisis.

Kemudian saya bertanya dengan penjaga tiket nya “sudah berapa lama acara ini “ dan dijawab oleh penjaga tiketnya “ini tahun ke 9 atau ke 10. “ dan saya bertanya iseng-iseng ada 100rb tiket yang terjual ternyata. Ketika saya masuk ada banyak booth, seperti booth susu dan lain-lain. Saya bertanya ke penjual sekitar berapa harga sewa tempatnya dan saya iseng-iseng menghitung pengeluarannya dan keuntungannya.

Jika dihitung dari pengeluaran dan pendapatannya maka event ini mendapat untung 1 Milyar dalam 7 hari, dan saya berfikir bagaimana caranya mendapat 1 Milyar dalam 7 hari? Jadi, ini sebenarnya solusi saya bahwa saya harus punya sebuah activation diperusahaan saya yang saya tidak tergantung lagi.

Akhirnya saya memikrkan yang tidak ada di Jakarta itu seperti nya event atau pameran untuk anak muda. Akhirnya saya kepikiran untuk membuat pameran motor awalnya, namun setelah saya fikirkan kembali apa yang pas untuk anak muda, dan terfikirlah produk kaos. Tadinya saya tidak terlalu paham mengenai distro atau clotching yang ada di Indonesia.

Namun, saya meihat ada potensi, coba kalau ada bazar isinya ratusan brand distro yang mereka misalnya harus ke luar kota untuk keliling distro. Tetapi kita buat menjadi satu diJakarta, tepatnya disenayan. Saya hanya membuat ide nya saja, saya tidak pernah tau itu akan menjadi apa nantinya. Saya niat saja terlebih dahulu, banyak yang mencibir ini tidak akan jalan. Karna sudah banyak brand baju yang menjamur.

Target pertama saya mengumpulkan distronya supaya percaya dengan event saya dengan cara mengajak mereka makan di salah satu resto pada saat itu. Karena saya mendapatkan info bahwa owner distro hampir rata-rata anak muda. Kemudian saya mempresentasikan tentang event dari ide yang sudah saya buat. Dan ada satu brand yang menanyakan ke saya kira-kira akan ada berapa pengunjung yang datang. Karena, pada saat itu saya tidak tau saya asal menjawab “20rb orang yang akan datang” Dan membuat perjanjian apabila tidak sampai 20rb pengunjung uang sewa booth mereka akan saya kembalikan.

Akhirnya pada saat itu saya memikirkan bagaimana caranya mendapatkan 20rb orang?, Dan akhirnya saya pun memutuskan untuk terus berdo’a. Akhirnya, ada 160 brand yang ikut serta. Karena, mereka mindset nya “eo ini keren, jika tidak ramai pengunjung uang sewa booth akan dikembalikan “ akhirnya banyak brand yang memutuskan untuk ikut serta.

Pada saat h-7 event saya begitu khawatir, memikirkan bagaimana menghadirkan 20rb orang. Akhirnya saya mencoba invitation sekolah sma yang berdekatan dengan senayan, Kita memberikan invitation sebanyak 5rb, harapan saya minimal mereka datang saja terlebih dahulu, tetapi invitation ini hanya berlaku dihari pertama. Ketika, hari pertama mulai, alhamdulillahnya yang datang ada 6rb orang. Tetapi, 3rb invitation atau yang gratisan 3rb nya lagi pengunjung yang beneran membeli tiket. Hari kedua, ada 10rb orang pengunjung yang beneran membeli tiket.

Jadi, pada saat itu kita buat iklan secara offline, kita jalan ke sekolah-sekolah, bagi-bagi marchindise. Dan, setelah saya analisa di hari pertama ada 6rb pengunjung itu, mereka kebanyakan belum pernah datang ke acara seperti itu, dan mereka melihat harga distro yang terjangkau dan produknya juga keren, hampir semua all brand discount. Dan yang kedua pada saat itu social media masih hanya facebook saja, dan hampir semua anak muda itu ngepost moment mereka di event ini, di icon yang kita buat kaos terbesar.

Dan postingan itu membuat viral, sampai orang penasaran itu event apa. Jadi, mereka yang datang di hari pertama, di hari kedua juga datang lagi dengan teman -teman mereka. Sampai akhirnya dalam waktu 3 hari ada 40rb pengunjung. Dan pada saat itu saya berfikir sekali event ini bisa cukup untuk menggaji karyawan selama 6 bulan kedepan. Dan, itu tercapai. Dan, akhirnya krisis kedua selesai. Itulah, cerita dibalik jakcloth. Alhamdulillah hingga hari ini jakcloth dikunjungi sekitar 2,2jt pengunjung di 28 kota.

“Jika dulu berangkat dari 6 staff, sekarang ada berapa orang staff?”

Sekarang kita membuka jakcloth store ada orang staff, kemudian ada online alhamdulillah kita ada travel umroh juga. Kita juga sedang membuka rumah madinah. Jadi, kurang lebih ada 120-150 staff karyawan.

Berangkat dari Coffee Rumahan, Bisa Bikin Ojek Online Banjir Orderan?

     Saat itu saya menjadi pelanggan coffee sagaleh belum kenal dengan Bro Tito, saya membeli sagaleh itu selau jatuh cinta dengan cerita heroiknya bisnis. Saya jatuh cinta dengan sagaleh, karena sagaleh ini berhasil membuat gang menjadi berwarna hijau, saking banyaknya driver ojek online yang order. Ketika saya searching lokasi sagaleh ternayata ada dialam sebuah gang. Dan, saya berfikir “bagaimana pointnya sagaleh yang saat itu menjadi viral itu apa?”

Coffee sagaleh ini berawal dari keluarga, jadi memang keluarga ini keluarga kuliner. Yang penting adalah, usaha,do’a dan ikhitiar. Karena pada saat itu coba membuat coffee dirumah dijual di whatsapp dan alhamdulillah pas. Sama seperti cerita dari Bang ucok, semua manusia bisa berencana tetapi kembali lagi kepada ketentuan Sang Pencipta. Yang dapat kita ambil pelajaran adalah, mulainya aja terlebih dahulu.

Yang saya belajar dari cerita jakcloth dan sagaleh adalah “just do it!” lakukan saja terlebih dahulu, Tidak perlu terlalu overthinking, harus berani mengambil resiko. Terkadang, Manusia dalam kondisi terjepit bisa melakukan hal yang terkadang kita tidak mampu tetapi justru jadi mampu.

Ambisiusnya Jakcloth eh di Hajar Pandemi? Tetapi Justru Ini Hikmahnya!

     “Lalu, bagaimana ambisiusnya jakcloth ditahun 2020, tetapi akhirnya covid-19 hadir?”

Tahun 2020 ini, jakcloth sangat ambisius. Karena saya juga membuka brand clothing sendiri yang tentunya belajar dari teman-teman juga. Itu tahun 2020 saya targetkan 20 milyar. Karena berdasarkan pengalaman ditahun lalu alhamudlillah kita bisa mendapatkan 12 milyar.

Setelah kita hitung dengan konsep yang sudah kita susun ditahun ini seharusnya ini bisa sampai 20 milyar. Rencana tahun ini adalah kita tour 12 kota. Jadi, 6kota itu rencananya tanggal 3-10 mei dan 6 kota nya lagi dari tanggal 15- 21 mei. Jadi, ada 2 week. Itu sudah kita dp semua tempat, perlengkapan juga sudah kita siapkan sambil proses produksi. Bahkan kita juga sudah collab dengan beberapa brand. Awal ketika covid-19 saya memperikirakan mei seperti nya sudah selesai, dan kehidupan sudah bisa berjalan dengan normal.

Di minggu pertama covid-19 ini hampir semua pengusaha terdiam diri, bingung ingin melakukan apa. Akhirnya, beberapa toko saya tutup pada saat itu. Hampir, semua toko dan franchise saya tutup untuk mengikuti anjuran psbb. Dan, untuk umroh kita sudah ingin berangkat di awal ramadhan dan di akhir ramadhan, tetapi gagal semua. Kemudian, bisnis-bisnis yang lain juga kita stop, semua dirumah sambil berfikir. Setelah dua minggu, akhirnya saya memikirkan harus terbiasa dengan kondisi ini. Tidak bisa diam saja.

Alhamdulillahnya, ketika mengantar jamaah umroh di Desember lalu, saya sempat mampir ke kebun kurma di madinah. Setelah saya mengajak kerja sama dan akhirnya saya membuat bisnis, mencoba kirim kurma 21 ton. Saya ingin mencoba dibuat bisnisnya retail.

Saya konsepin 10 mall dijakarta. Baru 1 mall berjalan, covid-19 langsung merebak, dan 9 mall lainnya batal. Kurma yang keluar waktu itu hanya baru 1,5ton dan reseller 500kg jadi baru 2ton. Dan, masih sisa 19 ton lagi. Akhirnya, dari masa PSBB itu sebenernya hampir kita tutup, Seminggu tetapi saya berfikir ini tidak bisa dibiarkan, Dan saya pun memutuskan untuk jual online. Hasilnya tidak terlalu banyak sehari hanya laku 50kg sudah paling bagus. Dan saya berfikir pasaran nya kurma ini paling laris ketika 2 minggu ramadhan.

Setiap sabtu, saya ada kegiatan kajian bareng. Jadi, disitu teman-teman kajian saya, saya ajak menjadi reseller. Semuanya. Dan saya juga bekerja sama dengan teman-teman saya 26 ton. Hingga total nya menajdi 47 ton, tetapi alhamdulillah itu semua bisa selesai stock sekarang kita hanya tinggal 7 ton. Jadi, setiap kesedihan dan kepedihan yang kita terima. Bagaimana mencari jual kurma, karna saya basicnya hanya di event.

Tetapi, ternyata dari sistem reseller ini bisa sampai ke 39-40ton habis. Alhamdulillah dari situ, saya jadi memulai bikin unit bisnis baru. Sehabis lebaran nanti kita akan prepare kurma madinah. Ini menjadi salah satu hikmah. Dan. alhamdulillah karyawan saya yang mencapai 120orang ini bisa mendapatkan gaji melalui penjualan kurma ini. Untuk para pengusaha, ini adalah waktu yang paling dibutuhkan kita ada untuk karyawan kita.

Kalau sedang tidak ada covid, mereka bisa pindah kerja kemana saja. Tetapi disaat situasi seperti ini, saya percaya karena do’a-do’a karyawan kita, kita dapat bertahan. Jadi, kalau menurut saya ketika kita tidak sanggup memberikan gaji kepada mereka kita diskusikan kepada karyawan kita. Saya yakin disituasi seperti ini, loyalitas karyawan akan tumbuh.

Dan saya yakin rezeki ini turun dari 120 orang ini bukan hanya untuk diri saya sendiri. Jadi, teman-teman jika punya asset silahkan dijual untuk tetap bisa mempertahankan karyawan kita. Karna karyawan kita juga merupakan asset terbesar kita.

Ada saran dari salah satu teman, untuk membuka jakcloth dengan konsep online. Akhirnya, dari situ target penjualan nya sudah terbayang seperti apa, dan akhirnya kita mencoba meeting dan ada 200orang yang akhirnya memutuskan ikut. Pengalaman kita jualan online di ramadhan itu tidak sampai 2% nya. Dan, ternyata ini menjadi peluang kita lagi untuk dimasa depan, ada banyak anak-anak muda papua, maluku, aceh itu pengin ke jakcloth.

Dan, gara-gara online ini juga hampir semuanya beli bahkan sampai ke Malaysia. Persiapannya tidak sampai 1 bulan, yang penting kita jalan saja. Perhari ini saja alhamdulillah sudah sampai 800transaksi yang masuk. Dan saya berfikir ini benar-benar akan menjadi peluang lagi untuk jakcloth ramadhan sebelum akhirnya masuk ke off airnya. Jadi, jangan melulu kita berfikir dengan ada nya covid ini kebanyakan masalahnya, padahal sebenarnya ada banyak hikmah yang kita dapat.

Sebelum masuk ke sesi tanya jawab, ini menarik jika dibilang krisis. Naik-turunnya bisnis, rasanya seperti dunia hancur. Jika, disuruh pilih rasanya tidak ada yang ingin. Tetapi, dari tadi ketika bang ucok dan bang tito bercerita tentang krisisnya yang dulu-dulu justru malah tertawa. Terima atau tidak, senang atau tidak bahwa krisis itulah yang membawa kita ke pintu-pintu yang baru. Itu yang tidak pernah terbayang.

Ternyata ada banyak jalan yang pengin Allah ajari ke kita. Dan, pastikan semua yang terjadi memang betul-betul ada hikmahnya. Mungkin jika pada saat itu saya tidak rugi 250juta saya tidak ada di titik sekarang. Alhamduillah kalau saya berfikir ini bukan krisis yang terberat, krisis yang terberat itu pada saat saya belum paham tentang agama. Pada saat rugi 250juta itu saya merasa sangat berat karna pada saat itu saya belum paham tentang agama. Saya tidak mengerti bahwa semua sudah dicatat. Dan, ini menurut saya krisis yang paling ringan. Karena, apabila kita sudah mengerti tentang agaama kita akan tenang dengan apapun yang akan terjadi.

Dan, saya setuju dengan Bang tito pada saat itu kita memutuskan untuk membuka kembali toko kita, karena kasian jika harus menyelesaikan karyawan. Saya pun konsultasi dengan ustad saya, dan ustdad saya memberikan penjelasan untuk tetap buka dengan tetap menaati peraturan psbb yang ada. Tetapi ternyata alhamdulillah, 26 toko yang saya buka tidak ada yang ditutup. Padahal, saya berfikir takut ditutup.

Kalau menurut saya pandemi ini kita sepakat, tidak memikirkan untung-rugi melainkan memikirkan bagaimana caranya bertahan.

Ada kutipan menarik dari Steve Jobs. ‘Kita itu dari satu kejadian ke kejadian yang lain. waktu kita lihat kebelakang ternyata related’ Kenapa Bang Ucok punya utang 250juta, dan karena itu bisa jadi ada jakcloth. Kenapa jakcloth bisa jualan online karena adanya covid-19. Apapun yang terjadi selalu ada hikmahnya.

Sesi tanya jawab

     “ Bagaimana caranya menjaga semangat usaha dan fokus ketika menghadapi krisis-krisis?”

Kalau saya mengingat hadist dari Rasulullah yang sangat fenomenal, pernah ada sahabat yang bertengkar di masjid, ada satu moment ketika rasullullah datang mereka stop bertengkarnya. Dan pada saat itu sahabat bilang, “kita bertengkar untuk mencari siapa yang paling terbaik dan kuat “ Dan, akhirnya Rasulullah menjawab, “Lelaki yang paling kuat adalah laki-laki yang paling sabar” Sabar itu adalah ketika mendapati hentakan/musibah.

Sabar ini bukan menjadi kata yang tidak aktif, Sabar itu aktif. Ketika ada disituasi seperti ini jangan kelamaan bengong. Langsung saja. Itu adalah hadist yang paling relevan untuk kondisi kita di saat seperti sekarang.

Sebenarnya ketika saya berfikir diawal, sebenarnya ada keyakinan dan masih ada peluang dibalik ini. Awal, saya berfikir untuk menjual asset mobil-mobil saya. Kemudian saya berdiskusi dengan sesama pengusaha, dia menceritakan bahwa karyawannya sudah sampai wfh dengan gaji setengah, dan karyawannya setuju semua. Tetapi, saya berfikir kembali, Untuk teman-teman di travel bantu support jual kurma. Untuk menjaga spirtinya saya dulu berfikir bahwa kita can from nothing,

Jadi, saya berfikir apapun yang terjadi, meskipun kita harus memulai dari awal lagi, tetapi alhamdulillah tidak kejadian. Karena, kita hanya disuruh sabar saja supaya kita nantinya punya sesuatu, setelah pandemi ini. Seperti misalnya, jakcloth online festival ini, jika tahun ini hanya dibulan ramahdan, kita bisa membuat tahun depan menjadi 4 kali misalnya.

Jadi, saya berfikir kita harus berdamai dengan covid ini. Artinya, bagaimana kita tetap bisa berjualan. Kita tidak tau menau tentang keadaan ini, semua sudah Allah yang atur. Saat itu saya perkirakan seminggu kayaknya hanya mendapat 50 juta saja sudah bagus, tetapi realnya hari ini saya closing 116juta. Kalau kita ikhtiar bukan kita yang menentukan. Jakcloth itu pertama kali supaya karyawan gajian tepat waktu. Namun, siaapa sangka sekarang pengunjungnya bisa tembus 2,2 juta, bisa tour ke 28 kota.

“Kalau misalnya krisis ini lewat, dan bisnis kita bertahan. Pelajaran apa yang paling penting, yang bisa dipetik. Agar teman-teman yang baru memulai usaha, masih galau memikrkan covid-19 ini kapan selesai. Apa hikmahnya?”

Pertama-pertama, sehebat atau sekuat apapun rencana manusia itu tidak akan bisa menandingi rencana Nya Allah. Jakcloth lebaran itu sejak tahun 2013, sudah 7 tahun tidak ada masalah, tiba-tiba ada kejadian seperti ini, kejadian yang tidak pernah disangka-sangka. Kayaknya kita memang harus melibatkan Allah disetiap rencana kita. Jadi, apapun itu minta segalanya di berkahi oleh Allah.

Yang kedua adalah, pentingnya kita punya dana cadangan atau dana darurat. Karena kalau dana darurat bentuknya asset, akan susah dijual jika situasinya seperti ini. Jadi, ini harus kita fikirkan savety dana untuk kedepannya juga untuk gaji karyawan.

Hikmah yang paling penting yang bisa diambil adalah hidup sederhana, jagan berlebihan. Jadi, kalau ingin memulai usaha itu harus mengukur diri terlebih dahulu. Jangan selalu, berfikir untuk yang besar. Dan, hidup sederhana ini sangat membantu kita untuk berfikir secara logis. Jadi, begitu ada disituasi seperti ini jatuhnya tidak terlalu berasa. Banyak teman-teman yang stress karena gaya hidupnya sudah ketinggian. Dengan hidup sederhana semua bisa sadar, bahwa hidup sederhana itu ringan.

Pesan penting yang saya share ke staff saya pada saat situasi ini terjadi adalah, ini merupakan moemntum yang paling tepat untuk meluruskan hati kita yang bengkok. Bisa jadi, jangan -jangan kita lupa bahwa kemarin mungkin kita berfikir rezeki itu datang karna kita dan tim kita yang hebat, produk kita yang keren.

Itu semua harus di benahi. Hati yang bengkok ini harus diluruskan, rezeki ini bukan karna pelanggan, bukan karna apapun. Sudah dibuktikan saat pandemi ini kita seperti orang bodoh. Kita tidak sehebat yang kita kira.

Closing Statement

     Sebelum kita tutup, kita sudah dengar cerita bagaimana coffee sagaleh memulai bisnisnya dari kecil, bagaimana tajir punya semangat menggerakan komunitas agar benar-benar bisa bergerak bersama-sama. Bagaimana jakcloth luar biasa, dari satu krisis masuk ke krisis yang lain. Tetapi, ada benang merah yang sama dari kedua pembicara kita hari ini, bahwa setiap krisis itu akan membawa hikmah.

Hikmah itu, akan datang seiring dengan positif thinking, bagaimana berprasangka baik kita sama Allah, bagaimana kita masih mau berikhtiar. Jika hanya duduk, memikirkan ini kapan berakhir, itu tidak akan ada jalan keluar. Kita butuh bergerak agar mampu berjalan dari satu titik ke titik yang lain yang sudah Allah takdirkan.

Bagikan artikel