Merekrut atau Mempromosikan Karyawan untuk Posisi Manajerial?

Posisi Manajerial

Merekrut atau  Mempromosikan Karyawan untuk Posisi Manajerial?

Posisi Manajerial merupakan posisi strategis yang membutuhkan pertimbangan lebih banyak untuk mengisinya bila terjadi  kekosongan pada posisi tersebut. Karena secara formal, orang-orang yang menempati posisi ini dapat dikatakan sebagai leader. Pada posisi inilah kebijakan-kebijakan strategis diputuskan untuk keberlangsungan suatu organisasi/perusahaan. Terdapat sebuah pilihan yang membutuhkan keputusan yang tepat dalam mencari orang untuk mengisi kekosongan posisi manajerial ini. Pilihan tersebut adalah apakah merekrut karyawan baru atau mempromosikan karyawan internal. Hal ini memang menjadi dilema tersendiri bagi para pebisnis, khususnya di bidang HRD. Melalui artikel ini, kami mencoba membandingkan perbedaan antara merekrut karyawan baru atau mempromosikan karyawan internal untuk posisi manajerial perusahaan yang kosong. Semoga artikel ini bisa membantu anda dalam membuat keputusan yang tepat.

Rekrutment Eksternal

Merekrut karyawan baru untuk mengisi posisi kosong, biasa dilakukan banyak perusahaaan untuk posisi manajerial. Keuntungan dari rekrutment eksternal ini adalah manajerial dapat menentukan kriteria yang tinggi dan yang sudah berpengalaman. Orang-orang eksternal akan lebih open-minded untuk perubahan dan memberikan ide segar karena ia akan menggunakan pengalamannya diluar untuk melihat permasalahan yang belum terlihat atau ditutupi oleh internal. Merekrut karyawan untuk posisi manajerial secara eksternal juga tidak perlu membuang waktu lama dalam proses pengkaderan sehingga dapat menghemat pengeluaran. Namun kekurangannya, self beloging  terhadap perusahaan dan team tidak akan terlalu kuat, ia tertinggal dalam merasakan perintisan dan ikatan-ikatan emosional lainnya. Hal ini biasanya akan berdampak pada kinerja karyawan baru tersebut di awal-awal ia bekerja. Ide-ide segar darinya mungkin juga akan sedikit tersendat karena hal tersebut. Selain itu, ada kemungkinan muncul “kecemburuan” dari karyawan lama yang merasa memiliki potensi untuk menempati posisi tersebut. Namun hal ini tentunya tidak menjadi masalah jika HRD dapat mengkomunikasikan di antara karyawan baru atau karyawan lama.

Promosi Internal

Mempromosikan orang internal untuk posisi manajerial membutuhkan proses pengkaderan yang terencana. Seperti mekanisme perusahaan-perusahaan pada umumnya, ada proses dan indikator kapan dan bagaimana seseorang dapat dinaikan levelnya misalkan dari staff menjadi supervisor lalu manajer dan seterusnya. Orang-orang internal cenderung sudah mengetahui kekurangan dan kelebihan perusahaan, begitu juga sebaliknya. Sehingga keberlangsungan roda bisnis tidak sedikit melambat seperti jika merekrut karyawan baru. Namun biasanya, kekurangan orang internal yang sudah diketahui manajerial akan menjadi catatan penting dalam mempertimbangkan ia dipromosikan atau tidaknya untuk naik jabatan. Cara-cara yang dapat dilakukan dalam menyeleksi orang internal untuk dipromosikan yaitu mengujinya dengan memberikan tambahan amanah penting, mengikutsertakannya pada pelatihan kepemimpinan untuk meningkatkan kapasitasnya, pendekatan internal untuk mengetahui lebih dalam karakter juga kapabilitasnya, dan beri ia kesempatan untuk mengikuti proses seleksi untuk promosi secara fair. Ini mungkin menjadi salah satu kekurangan ketika mempromosikan karyawan lama karena perusahaan harus membiayai proses seleksi dan pelatihan dalam rangka promosi Dalam proses promosi internal pastinya akan terjadi persaingan sesama orang internal.  Namun yang harus ingat adalah posisi manajerial adalah posisi strategis yang tidak sembarang orang dapat menempatinya, bila dalam proses promosi orang internal dirasa tidak mumpuni, tidak ada salahnya membandingkan dengan rekrutmen eksternal. Kedua proses tersebut sama-sama memiliki resiko, tinggal bagaimana manajerial mengelola resiko tersebut.

Saya ingin mencoba software ZAHIR ACCOUNTING 6   ➨Request Demo