153 views

Menjawab Tantangan Bisnis di Tahun 2015

menjawab-tantangan-bisnis-di-tahun-2015

Menjawab Tantangan Bisnis di Tahun 2015

Sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2014, dan menyambut 2015. Jika tahun 2014 kita  telah mengalami hiruk-pikuk pilpres, kenaikan BBM, dan berbagai gejolak ekonomi. Lantas, apa yang harus kita persiapkan dalam menyongsong 2015?

Tahun 2015 kita harus bekerja ekstra keras. Mengapa demikian? Yap tahun 2015 ditandai dengan dibukanya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang bertujuan untuk menciptakan ASEAN sebagai sebuah pasar tunggal dan kesatuan basis produksi. Dengan demikian akan terjadi gempuran atas barang, jasa, investasi, dan modal, serta adanya penghapusan tarif bagi perdagangan antarnegara ASEAN.

Tentu saja ini akan membuat persaingan pasar global menjadi semakin ketat. Untuk itu para pelaku usaha memerlukan persiapan agar mampu bersaing dalam bisnis dengan negara-negara ASEAN beserta tantangan bisnis yang ada. Dengan pasar bebas ASEAN, semua produk negara anggota ASEAN akan leluasa masuk ke Indonesia, sehingga memunculkan persaingan dengan produk lokal. Jika tidak diantisipasi, maka produk lokal akan tergerus dengan gempuran produk dari negara-negara lain. Untuk itu para pelaku usaha harus memiliki kesadaran agar mampu mengelola dan mengembangkan bisnisnya agar tidak kalah dengan persaingan pasar bebas ASEAN

Tantangan bisnis apa saja yang akan dihadapi oleh para pengusaha dengan adanya MEA 2015?

  1. Persaingan pasar

Indonesia menjadi salah satu target pasar ASEAN karena jumlah penduduk yang besar dan memiliki banyak potensi sehingga menjadikan Indonesia sebagai  konsumen potensial bagi produk-produk ASEAN. Tentu saja ini akan mengakibatkan persaingan pasar yang semakin luas dan ketat. Pasar lokal tidak hanya bersaing dengan pemain lokal, tetapi juga bersaing dengan pengusaha yang berasal dari negara ASEAN untuk menarik perhatian konsumen di pasar lokal.

Apabila kita  tidak mendorong daya saing dan nilai tambah atas barang/produk yang diproduksi, maka kita hanya  menjadi obyek kemajuan pembangunan di kawasan tanpa mendapatkan keuntungan yang maksimal. Karena itu, program kebijakan daya saing menjadi perhatian khusus pemerintah, diantaranya dengan memperkuat UKM nasional sehingga memiliki daya saing yang tinggi, inovatif, kreatif, dan mampu memperluas pasar.

  1. Persaingan produk

Dengan diberlakukannya MEA 2015 dimana ASEAN menjadi pasar tunggal dan kesatua n basis produksi, maka akan terjadi free flow atas barang, jasa,  produksi, investasi dan penghapusan tarif bagi perdagangan antar negara ASEAN. Dengan dibanjirinya pasar lokal dengan produk dari negara ASEAN akan mempengaruhi laju produksi lokal. Terlebih, jika produk lokal tersebut tidak memenuhi standar, baik dari segi kemasan, kualitas produk, atau legalitasnya. Tentu saja ini akan membawa dampak yang signifikan bagi para pengusaha lokal jika tidak segera diatasi.

Agar berhasil masuk dalam jaringan produksi global diperlukan dukungan dan pengetahuan yang memadai. Dalam hal ini pengusaha diharapkan untuk meng-upgrade pengetahuan dan skill mereka di berbagai bidang. Tidak hanya memperluas pasar sebesar-besarnya, tapi bagaimana produknya dapat diterima secara global. Produk yang dihasilkan harus memenuhi standar yang telah ditetapkan, misal dari segi kelayakan, kesehatan/keamanan, serta pengemasan.

  1. Sumber Daya Manusia

Penyebab sulitnya sebuah bisnis berkembang tidak hanya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan ketrampilan usaha. Tenaga kerja yang kurang memadai dan tidak berorientasi pada pengembangan juga dapat mengakibatkan bisnis berjalan di tempat.   Kualitas SDM dapat ditingkatkan untuk menunjang bisnis yang dijalankan. Peningkatan kualitas dapat melalui pelatihan dan pengembang skill bisnis,  baik manajemen, keuangan dan lainnya.

Sumber: http://www.beritasatu.com, http://raihusaha.wordpress.co

Facebook Comments
Bagikan :
Saya ingin mencoba software ZAHIR ACCOUNTING 6   ➨Request Demo
More in Bisnis
Close