laporan keuangan manual

 

Mengapa Laporan Keuangan Manual Mulai Ditinggalkan?

 

Apakah laporan keuangan bisnis anda masih dilakukan secara manual? Misalnya, masih menggunakan buku, alat tulis dan kalkulator untuk mencatat seluruh transaksi keuangan anda? Jika masih demikian, maka sudah saatnya anda untuk mereview apakah sistem yang anda gunakan sudah tepat bagi bisnis anda.

Saat ini sudah banyak pelaku bisnis dan perusahaan yang mulai meninggalkan pembuatan laporan keuangan manual atau sistem pembukuan konvensional. Sistem pencatatan laporan finansial secara manual ini memiliki beberapa kelemahan yang beresiko bagi keamanan data anda, seperti:

Kelemahan Membuat Laporan Keuangan Manual

1. Biaya yang besar

Menggunakan sistem pencatatan manual menuntut anda untuk merekrut tenaga accounting untuk menyelesaikan tugas pembukuan usaha anda. Jika terjadi kesalahan yang diakibatkan oleh human error, maka anda harus memperbaiiki dan membuat ulang laporan keuangan tersebut. Semua proses tersebut tentu saja membutuhkan waktu yang lama karena dibutuhkan tingkat akurasi yang tinggi.

2. Akses yang terbatas
Salah satu kelemahan dari pencatatan laporan keuangan manual adalah keterbatasan akses. Data keuangan perusahaan adalah data yang sangat penting dan harus dijaga kerahasiaannya. Sebagai pelaku usaha anda harus terus memonitor dan up date aktivitas keuangan usaha. Namun hal tersebut akan sulit dilakukan saat anda sedang berada di luar kota sehingga anda kesulitan mendapatkan informasi keuangan. Ini dapat berakibat fatal sekaligus menghambat bisnis anda.

3. Pengawasan yang rendah

Sistem pencatatan secara konvensional akan mempersulit anda dalam mengawasi arus keuangan usaha. Data keuangan dipegang oleh satu orang atau beberapa orang dalam satu departemen dimana anda akan mengalami kesulitan untuk monitoring keuangan usaha. Karena rendahnya pengawasan, maka tidak menutup kemungkinan terjadinya kecurangan dalam perusahaan yang tidak anda sadari. Kecurangan yang terjadi dapat berupa mengubah laporan keuangan, korupsi, atau penyalahgunaan aset.

4. Resiko kehilangan data
Menggunakan sistem akuntansi secara manual sejatinya anda sedang mempertaruhkan data keuangan usaha anda. Sistem pembukuan konvensional memiliki resiko hilang atau rusak yang lebih besar. Laporan keuangan yang penting tidak sengaja terbuang, terkena tumpahan minuman adalah contoh kecil resiko tapi memiliki dampak yang besar bagi usaha anda. Resiko kehilangan data dapat menyebabkan anda kehilangan investor.

Cukup sulit dan beresiko bukan untuk menjaga keamanan data keuangan anda?. Sulit tidak berarti tidak bisa dilakukan. Saat ini sudah banyak software akuntansi yang dapat membantu anda dalam membuat laporan keuangan, misalnya Zahir Accounting. Software yang user friendly dapat anda pertimbangkan untuk anda gunakan mengingat tidak semua pelaku usaha memiliki background ilmu akuntansi yang memadai. Dengan menggunakan software akuntansi, maka akan memperkecil resiko kehilangan atau kerusakan data, dapat diakses kapanpun dibutuhkan, dan anda dapat mengambil keputusan dengan cepat dan akurat.

Jadi, sudah siapkah Anda beralih dari membuat laporan keuangan manual?