Bisnis Kuliner

Mau Bisnis Kuliner Anda Sukses? Ikuti Analisis Ini

Setiap pelaku bisnis tentunya ingin mendapatkan keuntungan yang besar dari bisnisnya. Salah satunya bisnis dibidang kuliner. Bisnis ini juga sangat menjanjikan karena saat ini tidak hanya untuk sekedar memenuhi kebutuhan perut saja, tetapi sudah merambah menjadi gaya hidup sebagian kalangan. Banyak kita lihat dikota – kota besar bisnis kuliner sudah menjadi style. Mulai dari restoran sampai angkringan.

Keuntungan bisnis kuliner bisa mencapai 100 persen. Hal ini tentu membuat sebagian kalangan sangat antusias dalam memulai bisnis kulinernya. Banyaknya usaha kuliner yang saling berdekatan. Bahkan ada yang berjualan sama persis dan bersebelahan. Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa bisnis kuliner sangat menguntungkan.

Analisis Bisnis Kuliner

Berikut beberapa aspek yang harus dianalisis dalam bisnis kuliner :

  • Setiap hari orang butuh makanan. Setiap hari orang akan membutuhkan makanan. Karena tidak setiap orang sempat memasak dirumah, maka orang akan mencari pedagang makanan yang ada disekitar mereka. Ini yang akan menjadi peluang pebisnis kuliner.
  • Makanan memiliki masa kelayakan yang singkat. Karena sebagian makanan memiliki masa kelayakan yang singkat maka pebisnis diharuskan untuk menjual sebanyak mungkin produknya agar modal tertutupi dan juga memiliki keuntungan.
  • Memiliki target bervariasi. Target makanan sangat bervariasi. Berbeda dengan fashion, baik kalangan atas maupun bawah butuh makan. Apalagi sekarang makanan sudah menjadi bagian dari style. Misalkan bubur, baik bos maupun staff banyak yang membeli bubur untuk sarapan karena praktis.
  • Pemilihan lokasi menjadi syarat utama untuk keberlangsungan bisnis kuliner kita. Jika salah memilih lokasi dapat membuat usaha kita berlangsung singkat. Misalkan menjual pindang patin khas Palembang di Jawa Barat.
  • Saingan yang banyak. Jangan lupa bahwa sebelum kita membuka usaha, ada pedagang lain yang lebih dulu membuka usaha yang sama persis seperti kita. Dan kita harus terus memikirkan inovasi yang bagus agar konsumen lebih memilih produk kita.
  • Bagi pedagang  konvensional promosi menjadi aspek tidak penting untuk bisnis mereka. Berbeda dengan pebisnis modern. Promosi menjadi aspek penting bagi bisnis mereka. Bahkan mereka rela mengalokasikan dana yang cukup besar untuk promosi bisnisnya.

Beberapa aspek diatas merupakan aspek yang harus dipertimbangkan dengan benar. Karena aspek – aspek diatas dapat mempengaruhi keuntungan dari bisnis kuliner kita. Dalam bisnis kuliner keuntungan tidak sepenuhnya dapat masuk kantong kita untuk dinikmati, tetapi sebagian harus kita sisihkan untuk diputar kembali. Berikut adalah contoh analisis keuntungan bisnis kuliner :

Bakso

  1. Berdagang keliling:
    Kapasitas maksimal 50 mangkok
    Penjualan Rp. 10.000 x 50 mangkok = Rp. 500.000
    Belanja pasar Rp. 400.000 (daging sapi kelas 2) keuntungan Rp. 100.000
    Belanja pasar Rp. 300.000 (campuran daging ayam) keuntungan Rp. 200.000
    Anggaplah daging yang kita beli itu selalu habis.
    Kalaupun  tidak habis bakso masih bisa bertahan hingga 3 hari asalkan penyimpanannya benar.
    Jangan gunakan pengawet, tapi gunakanlah mesin pembeku agar bakso tersimpan dengan baik.
  2. Mangkal:
    Kapasitas maksimal bisa mencapai ratusan mangkok
    untuk bakso yang mangkal. Harus dan Wajib menggunakan daging sapi saja.
    Karena para pelanggan juga siap membayar lebih dari pedagang keliling.
    Untuk mangkal saya hitung per 50 mangkok juga supaya lebih mudah menghitungnya
    Penjualan 50 mangkok x Rp. 15.000 = Rp. 750.000
    Belanja pasar Rp. 500.000 keuntungan Rp. 250.000
    Teh botol kita kira-kira 25 botol x keuntungan teh botol Rp. 1500 = Rp. 75000
    Jadi keuntungan per 50 mangkok Rp. 325.000
    Karena kita  mangkal baru buka  pasanglah target 100 mangkok perhari berarti keuntungannya Rp. 650.000 per hari.
    Upah pelayan 2 orang x @ Rp. 50.000/hari
    Upah juru masak 1 orang x Rp. 50.000/hari
    Total biaya karyawan Rp, 150.000

Keuntungan bersih per 100 mangkok Rp. 500.000

Perlu diketahui dengan mangkal dan memiliki ruang yang cukup anda bisa juga menjual aneka minuman yang tentunya akan menambah penghasilan. Jika anda mengontrak  Rp.15.000.000 pertahun, maka  cukup sisihkan Rp. 45.000 per hari.

Analisis diatas merupakan contoh dari salah satu bisnis kuliner. Dengan modal Rp.750.000 perhari kita dapat mengantongi keuntungan hingga Rp. 500.000 per hari. Tunggu apalagi, ayo segera mulai bisnis anda. Jangan lupa sedekahnya agar usaha anda semakin berkah dan berkembang. Semoga bermanfaat.