lembaga non profit

Jika lembaga non profit tidak berorientasi pada profit, lantas bagaimana lembaga ini bisa berjalan? Bukankah untuk menggerakkan sebuah lembaga mesti membutuhkan dana operasional?

Nah, untuk menjawab pertanyaan di atas, tulisan ini akan menjelaskan secara detail untuk Anda.

Pengertian Lembaga Non Profit

Lembaga non profit atau biasa di sebut dengan organisasi nirlaba adalah suatu organisasi yang mempunyai tujuan untuk mendukung suatu isu yang sedang menarik public, tapi dilakukan tidak memiliki maksud komersial atau tanpa maksud untuk mencari laba atau keuntungan.

Organisasi nirlaba bisa saja meliputi:

  • Keagamaan
  • Sekolah negeri
  • Derma public
  • Rumah sakit dan klinik public
  • Organisasi politis
  • Bantuan masyarakat mengenai hal perundang-undangan
  • Organisasi sukarelawan
  • Perserikatan buruh

Ketentuan-ketentuan Organisasi Nirlaba

Berdasarkan PSAK No 45 diketahui bahwa organisasi nirlaba mendapatkan sumber daya dari sumbangan para anggota serta para penyumbang lainnya yang tidak mengharapkan imbalan apapun dari lembaga tersebut.

Lembaga non profit merupakan suatu kumpulan dari beberapa individu yang mempunyai tujuan tertentu serta bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah di tetapkan.

Organisasi nirlaba telah menjadi salah satu komponen yang berperan penting di masyarakat sejak era reformasi, sehingga tanpa kita sadari dalam kehidupan sehari-hari saat ini pun telah banyak lembaga non profit yang ikut terlibat.

Dari penjelasan di atas maka dapat kita ketahui bahwa lembaga non profit merupakan lembaga yang tidak mengutamakan atau membutuhkan profit untuk menjalankan usaha atau kegiatannya.

Sebab, umumnya sumber daya atau dana pada organisasi nirlaba yang berasal dari para donatur maupun sumbangan dari orang-orang yang ingin membantu sesamanya di gunakan untuk menjalankan segala kegiatan yang dilakukan.

Tujuan dari lembaga non profit itu sendiri agar dapat membantu masyarakat luas yang kurang mampu khususnya dalam hal perekonomian.

Prinsip dari lembaga non profit yaitu sebagai alat agar bisa mencapai tujuan dari sekelompok orang yang memilikinya.

Oleh sebab itu bukanlah suatu hal yang tidak mungkin apabila antara lembaga yang satu dengan yang lainnya memiliki pandangan hidup yang berbeda.

Sehingga operasionalisasi dari sudut pandang tersebut juga ada kemungkinan akan berbeda karena sudut pandang sangat tergantung pada sejarah yang pernah dilaluinya serta lingkungan politik, ekonomi, sosial dan budaya dari tempat organisasi nirlaba itu berada.

Karakteristik Organisasi Nirlaba

Untuk mengetahui apakah sebuah organisasi bergerak di bidang non profit atau bukan, maka Anda harus memahami apa saja ciri-ciri dari organisasi nirlaba tersebut.

Dan berikut merupakan tiga ciri utama lembaga non profit, yaitu:

  1. Tidak adanya kepemilikan seperti pada organisasi bisnis pada umumnya
  2. Menghasilkan suatu berang maupun jasa yang tidak mempunyai tujuan untuk mendapatkan laba semata, jika terdapat keuntungan maka jumlahnya pun tidak pernah di bagikan kepada para pendiri atau pemilik organisasi tersebut
  3. Sumber daya atau dana yang di dapat berasal dari para penyumbang yang tidak berkeinginan untuk mendapatkan keuntungan atas apa yang telah di berikan

Perbedaan Organisasi Profit dengan Non Profit

Banyak sekali hal-hal yang membedakan di antara kedua lembaga tersebut, misalnya saja dalam hal kepemilikan.

Pada lembaga non profit tidak jelas siapa sesungguhnya pemilik dari lembaga tersebut, apakah dia anggota, klien atau bahkan donatur.

Baca Juga :  3 Ciri Penting Bisnis Sedang Mengalami Kerugian

Pada lembaga profit, maka pemilik akan secara jelas mendapatkan keuntungan dari hasil usaha organisasi tersebut.

Selain itu dalam hal donatur, lembaga non profit sangat membutuhkan donatur sebagai sumber pendanaannya. Berbeda dengan lembaga profit yang telah memiliki sumber pendanaan jelas yang berasal dari keuntungan usahanya.

Begitu pula dalam hal penyebaran tanggung jawab.

Pada lembaga profit maka akan secara jelas diketahui siapa komisaris yang kemudian memilih seorang direktur pelaksana.

Sedangkan pada organisasi non profit, hal seperti itu tidak dapat dilakukan secara mudah, sebab anggota dewan komisaris bukanlah pemilik organisasi.

Secara rinci, ada enam perbedaan yang bisa dilihat dari organisasi profit dan non profit, di antaranya:

1. Pembiayaan

Organisasi non profit biasanya memiliki sumber dana dari donatur, hibah, sumbangan pemerintah, dan penggalangan dana.

Namun, tak jarang suatu organisasi non profit juga berada di bawah naungan organisasi profit, sehingga sumber pendanaan mereka datang dari program CSR (Community Social Responsibility) organisasi profit itu sendiri.

Contoh organisasi Djarum Foundation di bawah nama besar Djarum.

2. Staf

Karyawan pada organisasi profit bekerja dengan imbalan gaji entah itu per bulan sekali atau per bulan dua kali.

Namun, organisasi non profit tidak memiliki karyawan, orang-orang yang bekerja di organisasi ini disebut sebagai relawan yang tidak dibayar sama sekali alias sukarela.

3. Pelanggan atau donatur

Organisasi profit biasanya memiliki pangsa pasar sendiri sesuai dengan produk yang mereka tawarkan, sementara organisasi non profit tidak menargetkan siapa yang harus memberikan donasi pada mereka.

Organisasi ini akan menerima donasi dari siapa pun yang berniat membantu tujuan mulai mereka tanpa pandang bulu.

4. Budaya

Organisasi profit biasanya berorientasi target. Karyawan yang bekerja dituntut memenuhi KPI yang telah dibuat oleh perusahaan.

Sementara organisasi non profit, tidak ada target spesifik untuk menjalankan misi mereka. Yang penting, ada dampak positif yang diterima oleh lingkungan atas misi yang telah dijalankan.

5. Pajak

Dana yang mengalir di organisasi non profit tidak dibebankan pajak, namun bukan berarti organisasi ini tidak lepas dari pengawasan pemerintah.

Sementara itu, organisasi profit dibebankan pajak.

Pajak Bagi Lembaga Non Profit

Banyak sekali pertanyaan yang menanyakan apakah lembaga non profit akan dikenakan pajak walaupun mereka tidak mengambil keuntungan dari apa pun.

Sebagai suatu lembaga maka organisasi nirlaba juga merupakan subjek pajak yang berarti seluruh kewajiban subjek pajak harus dilakukan tanpa terkecuali.

Namun, tidaklah semua penghasilan yang didapatkan oleh lembaga tersebut merupakan objek pajak.

Pemerintah Indonesia memperhatikan bahwa badan sosial bukan bergerak agar bisa mendapatkan keuntungan, sehingga pendapatannya diklasifikasikan atas pendapatan yang termasuk ke dalam objek pajak dan bukan objek pajak.

Tetapi banyak negara yang berpendapat bahwa organisasi nirlaba boleh melamar status sebagai lembaga yang bebas pajak maka dari itu mereka akan terbebas dari pajak penghasilan dan jenis pajak yang lainnya.

Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa lembaga non profit memang tidak membutuhkan profit.

Sebab orientasi mereka bukan hanya untuk mendapatkan atau mencari keuntungan semata melainkan sebagai organisasi sosial yang dengan tujuan untuk dapat membantu pihak-pihak yang membutuhkan khususnya dalam hal perekonomian.

Tetapi apabila lembaga non profit mendapatkan profit atau keuntungan dari hasil usahanya maka keuntungan tersebut tidak pernah di bagikan kepada para pendiri ataupun pemilik organisasi tersebut.

Tujuan Organisasi Nirlaba

Pada umumnya, tujuan utama dari didirikannya organisasi nirlaba adalah untuk meningkatkan kualitas hidup sesama manusia yang kurang beruntung daripada mereka yang hidup berkecukupan.

Sasaran organisasi nirlaba sendiri bisa sangat luas hingga menyeberang dunia.

Organisasi nirlaba memfokuskan tujuan mereka untuk menyejahterakan hidup sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan suatu komunitas, masyarakat miskin di suatu daerah, suatu negara bagian, suatu negara, bahkan hingga negara lain yang ada di benua berbeda.

Organisasi ini murni dibuat untuk memanusiakan hidup manusia lain, bukan untuk mencari keuntungan finansial demi kepentingan pribadi. Tujuannya adalah semata-mata untuk publik.

Contoh Organisasi Nirlaba

Ada tiga jenis organisasi yang bisa ditemukan di Indonesia, di antaranya adalah organisasi berbasis yayasan, asosiasi, dan institut.

Baca Juga :  6 Peluang Bisnis Menjelang Akhir Tahun

Setiap organisasi nirlaba di atas memiliki fungsi, tujuan, dan basis hukum yang berbeda. Itulah mengapa organisasi nirlaba terbagi lagi ke dalam kelompok-kelompok kecil.

Organisasi nirlaba dalam bentuk yayasan cukup banyak ditemukan di Indonesia dan tentu di negara-negara lainnya.

Menurut UU Nomor 28 Tahun 2004, yayasan adalah organisasi nirlaba yang didirikan berdasarkan pembagian aset. Biasanya yayasan didirikan dengan tujuan di bidang sosial, agama, dan kemanusiaan.

Diharapkan berdirinya sebuah yayasan bisa membantu meringankan hidup masyarakat sekitar.

Sementara organisasi institut adalah organisasi non profit yang bergerak di bidang pendidikan, budaya, sosial dan humaniora.

Institut harus didirikan beserta badan hukum yang menaunginya entah itu menggunakan asosiasi, korporasi, atau foundation.

Ada pun yang terakhir, organisasi non profit berupa lembaga (asosiasi).

Biasanya organisasi ini memiliki keanggotaan berbasis organisasi.

Di Indonesia sendiri, asosiasi terbagi ke dalam dua jenis lembaga yakni asosiasi gabungan yang memiliki hukum dan asosiasi yang tidak terkait dengan hukum.

Ketika sebuah asosiasi ingin dilindungi oleh hukum, maka mereka harus mendaftarkan diri ke Ketua Pengadilan Negeri.

Ada banyak contoh organisasi non profit yang berada di Indonesia, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Aksi Cepat Tanggap (ACT)

ACT adalah yayasan yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. Diluncurkan sejak 2005 lalu, hingga kini ACT berhasil merealisasikan banyak program di antaranya:

  • Program pasca bencana
  • Pemberdayaan masyarakat
  • Program spiritual, seperti qurban, zakat, dan wakaf

2. Health in Harmony

Organisasi non profit ini berfokus pada kesehatan manusia dan lingkungan demi kehidupan lebih baik di masa depan.

3. Yayasan Happy Hearts Indonesia

Dibangun untuk memberikan harapan pada anak-anak di daerah terpencil yang terhimpit kondisi ekonomi. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk belajar di sekolah yang dibangun oleh yayasan dengan fasilitas memadai.

4. Sumatran Orangutan Society

Yayasan ini dibuat melihat banyaknya orangutan Sumatra yang terancam punah.

Organisasi non profit ini berfokus pada kegiatan pencegahan kepunahan seperti meningkatkan kesadaran manusia akan pentingnya perlindungan terhadap orangutan, mendukung masyarakat lokal menjaga hutan agar habitat orangutan bisa kembali pulih.

Organisasi ini juga mencoba memulihkan habitat orangutan dengan menanam pohon.

5. XSProject

Organisasi non profit berbasis di Jakarta yang fokus meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak sampah pada lingkungan.

Organisasi ini memberikan edukasi pada pengepul sampah untuk memutus siklus generasi pemulung.

Mereka rutin memberikan edukasi daur ulang sampah dan anjuran menjual produk dari hasil daur ulang.

Pendanaan Organisasi Nirlaba

Bagaimana cara organisasi nirlaba mendapatkan dana untuk menjalankan program-program yang mereka buat?

Pertanyaan ini tentu selalu ada di benak masyarakat yang belum terjun langsung menjadi bagian dari organisasi non profit.

Apakah organisasi nirlaba hanya memanfaatkan dana hibah untuk menjalankan program mereka?

Hal ini bisa saja terjadi pada sejumlah organisasi, namun memanfaatkan satu sumber untuk banyak kegiatan juga rentan menimbulkan kelumpuhan pada organisasi.

Lantas, bagaimana cara organisasi mendapatkan dana?

Setidaknya ada enam sumber dana yang bisa didapatkan oleh suatu organisasi non profit untuk menjalankan tujuan-tujuan mulia mereka. Berikut ulasannya:

1. Pendapatan dari Program

Bukan tugas sebuah organisasi untuk mencari keuntungan dari kegiatan yang mereka lakukan. Namun, jika tiga hal ini diperhatikan maka akan terlihat normal ketika sebuah organisasi mencari dana dari program yang mereka ciptakan.

Pertama, dana yang didapatkan bertujuan untuk mempertahankan organisasi nirlaba agar tidak bergantung hanya pada donatur.

Kedua, jika dana diputar, maka program yang dibuat oleh organisasi bisa terus berkembang dan berpotensi menolong lebih banyak orang di luar sana.

Ketiga, dana merupakan penghargaan atas kinerja yang dilakukan oleh sebuah organisasi nirlaba.

Namun, patut digarisbawahi, ketika sebuah organisasi mulai mencari dana dari program yang dibuat, jangan sampai tujuan awal organisasi berubah dari kegiatan sosial jadi kegiatan komersial sepenuhnya.

2. Sumbangan dan donasi

Donasi adalah dana yang diberikan oleh donatur. Dana ini didapat secara cuma-cuma oleh organisasi, pasalnya mereka tidak perlu memberikan timbal balik langsung pada donatur, melainkan timbal balik diberikan dengan cara menjalankan program untuk kegiatan sosial dan pendidikan, sesuai dengan tujuan berdirinya organisasi.

Baca Juga :  9 Elemen Bisnis Model Canvas yang Wajib DIketahui

Donasi bisa didapatkan oleh sebuah organisasi nirlaba dengan berbagai cara, entah itu donatur datang dengan sendirinya memberikan dana atau dengan cara menggalang dana melalui kegiatan filantropi.

Apa itu filantropi?

Filantropi merupakan kegiatan masyarakat bertujuan memberikan bantuan pada organisasi atau perusahaan.

Biasanya, untuk menari donatur, filantropi dilakukan dengan membangkitkan isu-isu kesenjangan di masyarakat atau peliputan kegiatan program ketika organisasi membantu menyejahterakan masyarakat.

3. Hibah atau Hadiah

Dana hibah biasanya lebih besar dibanding dana yang didapatkan dari donasi maupun penggalangan dana. Hibah bisa didapatkan dengan cara mengajukan proposal pada perusahaan atau badan pemerintah.

4. Investasi

Organisasi non profit juga bisa menggunakan aset yang dimiliki untuk investasi. Hasil investasi bisa digunakan untuk menjalankan berbagai program organisasi.

Namun, resiko besar dari investasi adalah adanya penurunan aset ketika tidak cuan.

5. Iuran Anggota

Organisasi biasanya memiliki sejumlah anggota di dalamnya. Ada waktu di mana anggota diwajibkan membayar iuran sesuai dengan kesepakatan bersama untuk mepertahankan organisasi.

6. Usaha Komersil

Jika ada pemisahan pengelola unit organisasi dan usaha komersil, maka cara ini bisa dilakukan untuk mendapatkan dana.

Pemisahan penting dilakukan sebelum menjalankan usaha komersil, pasalnya operasional harian antara organisasi nirlaba dan perusahaan yang berorientasi profit tidak akan saling terlibat.

Tantangan Organisasi Nirlaba

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Universitas Amikom Purwokerto, setidaknya ada enam tantangan yang harus dihadapi oleh organisasi nirlaba.

1. Soal Dewan Direksi

Mereka harus bisa jadi orang-orang yang berorientasi strategis. Pemilihan direktur organisasi sangat berpengaruh terhadap kebertahanan organisasi nirlaba.

Pasalnya, pemimpin akan menciptakan budaya di tengah organisasi.

2. Mempertahankan Donatur

Sumber pendanaan organisasi adalah donasi dari para donatur. Penting bagi organisasi non profit melakukan ‘pemasaran’ terkait organisasi dan program andalan mereka untuk menciptakan kepercayaan di masyarakat yang berbuah donasi dari para donatur.

Agar dana yang didapatkan bisa terserap dengan baik, hindari mengeluarkan pembiayaan untuk hal-hal yang belum terlalu dibutuhkan, misalnya pengembangan fasilitas kantor organisasi.

3. Mempertahankan Informasi dan Komunikasi dengan Masyarakat

Organisasi harus melakukan evaluasi rutin terkait pelayanan terhadap masyarakat entah itu pada sasaran program maupun data-data untuk para donatur.

4. Sumber Daya Manusia (SDM)

SDM yang produktid dan memiliki tekad menjadi seorang relawan tentu tidak bisa ditemukan dengan mudah. Sudah jadi tugas organisasi untuk menemukan orang-orang berkualitas dan berhati mulia agar program-program untuk kesejahteraan masyarakat bisa terus terealisasi.

5. Kolaborasi

Membangun kolaborasi dan kemitraan dengan lembaga publik termasuk pemerintah. Kemitraan bisa dibangun dengan siapa saja termasuk dengan sektor swasta.

6. Bisnis

Membangun bisnis jika diperlukan, untuk menangani lima tantangan di atas, terutama soal pendanaan organisasi.

Kesimpulan

Lembaga non profit dibuat dengan tujuan mulia untuk menyejahterakan kehidupan masyarakat. Bukan hanya manusia, organisasi ini juga mengutamakan kehidupan adil bagi sesama makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan.

Organisasi nirlaba marak ditemukan di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Membuktikan bahwa masih banyak manusia yang peduli satu sama lain.

Di Amerika Serikat pun demikian, banyak organisasi profit besar yang dipertahkan oleh para donatur loyal.

Sasaran program organisasi juga bukan hanya dari negara mereka, tetapi juga negara lain yang berada di bawah garis kemiskinan.

Organisasi nirlaba mendapatkan sumber dana untuk menjalankan program mereka dari berbagai hal, entah itu donatur, penggalangan dana, maupun hibah.

Memiliki tujuan mulia tanpa mencari profit, ada banyak tantangan yang harus dihadapi dalam menjalankan organisasi nirlaba, terutama soal SDM dalam organisasi dan juga mempertahankan sumber pendanaan.

Meskipun lembaga non profit tidak berorientasi untuk dapat mencari keuntungan tetapi organisasi ini pun juga perlu untuk melakukan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan format laporan keuangan organisasi nirlaba di Indonesia berdasarkan PSAK No 45 yang di terbitkan oleh IAI Tahun 2000.

Untuk melakukan penyusunan laporan keuangan tersebut, bisa juga dengan memanfaatkan software akuntansi agar transparansi serta akuntabilitas organisasi dapat tercapai.

Demikian artikel mengenai lembaga non profit, semoga bermanfaat.