Kelemahan Dan Keunggulan Metode Variabel Costing

BLOG - Kelemahan dan keunggulan metode Variabel Costing

Kelemahan dan Keunggulan Metode Variabel Costing

Biaya merupakan obyek yang dicatat, digolongkan, diringkas, dan disajikan dalam akuntansi biaya. Sedangkan dalam arus kas, biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang, baik yang sudah terjadi atau ada kemungkinan yang akan terjadi. Pengorbanan sumber ekonomi yang tidak menghasilkan manfaat maka pengorbanan tersebut dianggap rugi, sebaliknya jika pengorbanan menghasilkan manfaat, maka disebut laba.

Variabel costing adalah penentuan harga pokok produksi yang membebankan pada biaya-biaya produksi variabel saja ke dalam harga pokok produk. Menurut metode variable costing, harga pokok produk terdiri dari:

Biaya bahan baku xx

Biaya tenaga kerja variabel xx

Biaya overhead pabrik variabel xx +

Harga pokok produk xx

Biaya produksi dianggap sebagai biaya periode yang dibebankan pada laba rugi periode terjadinya dan tidak diperlakukan sebagai biaya produksi. Variabel costing memiliki 2 tujuan, yaitu untuk kepentingan internal dan eksternal. Pihak internal membutuhkan variabel costing untuk keperluan perencanaan laba, menentukan harga jual produk, pengambilan keputusan dalam manajemen, serta mengendalikan biaya. Sedangkan pihak eksternal membutuhkan variabel costing untuk menentukan harga pokok persediaan dan penentuan laba.

Variabel costing menerapkan metode:
a. Biaya overhead pabrik diperlakukan sebagai period cost dan bukan sebagai unsur harga pokok produk, sehingga BOP dibebankan sebagai biaya dalam periode terjadinya.
b. Penundaan pembebanan biaya akan bermanfaat jika penundaan tersebut dapat menghindarkan dari terjadinya biaya yang sama untuk periode mendatang.
c. Pada penetapan biaya langsung, angka pendapatan marjinal kotor menunjukkan selisih antara penjualan dan biaya produksi yang variabel.
d. Pendapatan marjinal merupakan kelebihan jumlah penjualan terhadap seluruh biaya variabel, seperti biaya produksi, penjualan, dan administrasi.
e. Perbedaan laba bersih operasi pada kedua metode diakibatkan oleh jumlah biaya tetap yang dibebankan pada nilai persediaan. Jika tidak ada persediaan awal dan akhir, maka laba bersih operasi akan sama.

Metode variabel costing memiliki kelebihan dan kelemahan. Adapun kelebihan dari metode ini adalah:

a. Dapat digunakan sebagai pengendali biaya karena memberikan semua biaya tetap dalam satu kelompok tersendiri. Sehingga manajemen dapat fokus pada perilaku biaya tetap ini. Disamping itu variable costing juga dapat dimanfaatkan untuk menentukan harga jual jangka pendek.

Sementara itu kelemahan dari metode ini antara lain:
a. Pemisahan biaya menjadi biaya variabel dan tetap sulit dilakukan karena suatu biaya sangat jarang benar-benar variabel atau benar-benar tetap.
b. Metode ini dianggap tidak sesuai dengan prinsip akuntansi.
c.Naik-turun laba dikaitkan dengan perubahan dalam penjualan
d. Karena biaya overhead pabrik dalam persediaan dan harga pokok persediaan tidak diperhitungkan, maka mengakibatkan nilai persediaan lebih rendah. Hal ini akan mengurangi modal kerja yang dilaporkan untuk keperluan analisa keuangan.

Metode variabel costing adalah metode lain yang digunakan untuk mengkalkulasi harga pokok produksi selain menggunakan metode full costing. Dengan memisahkan informasi biaya sesuai dengan perilaku dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, metode variabel costing dapat menyajikan informasi yang bermanfaat bagi manajemen dalam menentuukan perencanaan laba dan pengambilan keputusan dalam jangka pendek.

Saya ingin mencoba software ZAHIR ACCOUNTING 6   ➨Request Demo