BLOG - Kelemahan dan keunggulan metode Variabel Costing

Dalam menentukan Harga Pokok Produksi (HPP) terdapat dua pilihan metode yang dapat Anda gunakan, salah satunya adalah metode variabel costing.

Menurut akuntansi secara umum, biaya dibagi menjadi dua yaitu biaya tetap dan variabel. Biaya tetap memiliki nilai yang tetap, dan variabel memiliki nilai yang berubah-ubah.

Biaya merupakan hal yang tidak akan lepas dari komposisi finansial sebuah perusahaan. Pada era modern saat ini sudah banyak sekali metode yang digunakan guna mengembangkan bisnis.

Lalu bagaimana dengan bisnis Anda?

Apakah sudah menggunakan metode yang tepat untuk bisnis Anda?

Pada artikel kali ini saya akan menjelaskan tentang variabel costing, mulai dari pengertian, rumus perhitungan, hingga kelebihan dan kekurangannya.

Pengertian Biaya dalam Kegiatan Produksi

Biaya merupakan objek yang dicatat, digolongkan, diringkas, dan disajikan dalam akuntansi biaya.

Sedangkan dalam arus kas, biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang, baik yang sudah terjadi atau ada kemungkinan yang akan terjadi.

Pengorbanan sumber ekonomi yang tidak menghasilkan manfaat maka pengorbanan tersebut dianggap rugi, sebaliknya jika pengorbanan menghasilkan manfaat, maka disebut laba.

Apa itu Metode Variable Costing?

Menurut bahasa akuntansi costing merupakan jumlah biaya produksi perusahaan menggunakan nilai biaya variabel dan biaya tetap dari setiap proses produksi.

Baca Juga :  4 Alasan Penting Melakukan Pencatatan Keuangan pada Bisnis

Jadi, variabel costing atau biaya variabel adalah metode yang digunakan untuk penentuan harga pokok produksi yang mana hanya memasukkan harga variabel produksi sebagai bagian dari harga pokok produk.

Dalam variable costing, biaya itu memiliki peluang untuk selalu berubah menuruti volume kegiatan usaha.

Beberapa pakar juga juga memiliki beberapa penafsiran yang beragam dalam mendefinisikan variable costing.

Namun, dari sekian banyak definisi dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel costing adalah penentuan harga pokok produksi yang membebankan pada biaya-biaya produksi variabel saja ke dalam harga pokok produk.

Konsep Pendekatan Penentuan HPP dengan Variable Costing

Variabel costing menerapkan metode:

  1. Biaya overhead pabrik diperlakukan sebagai period cost dan bukan sebagai unsur harga pokok produk, sehingga BOP dibebankan sebagai biaya dalam periode terjadinya.
  2. Penundaan pembebanan biaya akan bermanfaat jika penundaan tersebut dapat menghindarkan dari terjadinya biaya yang sama untuk periode mendatang.
  3. Pada penetapan biaya langsung, angka pendapatan marjinal kotor menunjukkan selisih antara penjualan dan biaya produksi yang variabel.
  4. Pendapatan marjinal merupakan kelebihan jumlah penjualan terhadap seluruh biaya variabel, seperti biaya produksi, penjualan, dan administrasi.
  5. Perbedaan laba bersih operasi pada kedua metode diakibatkan oleh jumlah biaya tetap yang dibebankan pada nilai persediaan. Jika tidak ada persediaan awal dan akhir, maka laba bersih operasi akan sama.

Rumus Perhitungan Variable Costing

Dengan menggunakan metode variabel costing harga pokok sebuah produk umumnya terdiri dari:

  1. Biaya bahan baku
  2. Biaya tenaga kerja variabel
  3. Biaya overhead pabrik variabel

Sedangkan untuk rumus perhitungan variable coating adalah:

  • Harga Pokok Produk = Biaya bahan baku + Biaya tenaga kerja variabel + Biaya overhead pabrik variabel

Contoh Laporan Laba Rugi dengan Metode Variable Costing

Dalam laporan laba rugi yang dibuat dengan variabel costing, laporan ini akan menitikberatkan kepada biaya yang sudah disajikan sesuai dengan banyaknya perubahan aktivitas.

Baca Juga :  Pusing Mengelola Inventory? Coba Sistem Inventory Ini

Berikut merupakan contoh dari laporan laba rugi menggunakan variable costing:

laporan laba rugi dengan metode variabel costing

Kelebihan Metode Variable Costing

Bagi Anda yang ingin menggunakan variabel costing, di sini Anda bisa melihat beberapa kelebihan yang dimiliki oleh variabel costing:

  • Dapat digunakan sebagai pengendali biaya karena memberikan semua biaya tetap dalam satu kelompok tersendiri.
  • Dapat dimanfaatkan untuk menentukan harga jual jangka pendek.
  • Dapat merencanakan biaya agar mendapatkan laba dalam jangka waktu relatif lebih singkat.
  • Dapat dipakai untuk mengatur biaya.
  • Terdapat dua bagian biaya tetap yaitu discretionary fixed cost dan committed fixed cost.
  • Dapat digunakan sebagai rujukan, khususnya untuk mengambil keputusan saat melakukan order pesanan khusus.

Kelemahan Metode Variable Costing

Walaupun variabel costing ini memiliki kelebihan, metode ini juga ada kelemahannya, yaitu:

  • Pemisahan biaya menjadi biaya variabel dan tetap sulit dilakukan karena suatu biaya sangat jarang benar-benar variabel atau benar-benar tetap.
  • Metode ini dianggap tidak sesuai dengan prinsip akuntansi.
  • Naik-turun laba dikaitkan dengan perubahan dalam penjualan
  • Karena biaya overhead pabrik dalam persediaan dan harga pokok persediaan tidak diperhitungkan, maka mengakibatkan nilai persediaan lebih rendah. Hal ini akan mengurangi modal kerja yang dilaporkan untuk keperluan analisa keuangan.
  • Discretionary fixed cost dan committed fixed cost sebenarnya sulit digunakan pada metode ini
  • Dapat menyebabkan naik dan turun laba. Hal ini terjadi dikarenakan adanya perubahan volume penjualan produk.
  • Apabila perusahaan Anda merupakan perusahaan musiman metode ini tidak cocok untuk digunakan.

Manfaat Menggunakan Metode Variabel Costing

Variabel costing mempunyai beberapa manfaat, yaitu:

1. Meringankan pengendalian biaya

Ketika menggunakan metode absorption costing, overhead pabrik masuk ke dalam perhitungan biaya overhead pabrik tanpa membedakan variabel dan yang tetap.

Baca Juga :  5 Jenis Opini Audit Laporan Keuangan

Kemudian, tarif tersebut dibebankan kepada biaya produksi. Oleh sebab itu, manajemen akhirnya kehilangan sebagian perhatian dengan biaya-biaya tetap.

2. Membantu pengambilan keputusan untuk jangka pendek

Apabila telah terjadi perubahan kapasitas kegiatan produksi, biaya periode jadi tidak relevan karena sebanding dengan kapasitas kegiatan produksi.

Dalam hal ini variabel costing dapat membantu manajemen untuk memutuskan harga jual produk dalam jangka pendek serta sebagai penentu apakah membeli atau memproduksi sendiri.

3. Membantu Perencanaan laba untuk jangka pendek

Manajemen membutuhkan informasi pemisahan biaya menurut perilakunya terhadap kapasitas produksi. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap laba jangka pendek.

Ketika jangka pendek, biaya tetap tidak akan berubah sehingga dapat jadi pertimbangan manajemen adalah biaya variabel.

Tujuan Menggunakan Variable Costing

Biaya produksi dianggap sebagai biaya periode yang dibebankan pada laba rugi periode terjadinya dan tidak diperlakukan sebagai biaya produksi.

Variabel costing memiliki 2 tujuan, yaitu untuk kepentingan internal dan eksternal.

Pihak internal membutuhkan variabel costing untuk keperluan perencanaan laba, menentukan harga jual produk, pengambilan keputusan dalam manajemen, serta mengendalikan biaya.

Sedangkan pihak eksternal membutuhkan variabel costing untuk menentukan harga pokok persediaan dan penentuan laba.

Kesimpulan

Metode variabel costing adalah metode lain yang digunakan untuk mengkalkulasi harga pokok produksi selain menggunakan metode full costing.

Dengan memisahkan informasi biaya sesuai dengan perilaku dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, metode variabel costing dapat menyajikan informasi yang bermanfaat bagi manajemen dalam menentuukan perencanaan laba dan pengambilan keputusan dalam jangka pendek.