elemen bisnis model canvas

Membuat rancangan bisnis sudah menjadi kunci utama bagi para pebisnis untuk menjalankan usaha mereka.

Di lapangan, ada berbagai macam jenis rancangan bisnis yang bisa digunakan oleh para pengusaha. Satu di antaranya adalah bisnis model canvas.

Apa Itu Bisnis Model Canvas?

Bisnis model Canvas sedang menjadi tren saat ini. Banyak pengusaha menggunakan metode rancangan bisnis menggunakan model Canvas bukan hanya karena viral, tetapi karena dinilai lebih efektif.

Bisnis model Canvas dinilai lebih sederhana namun mudah dipahami dibanding bisnis plan.

Penggunaan bisnis model Canvas sendiri sangat memudahkan pengusaha, sebab mereka bisa mengambil keputusan dengan mudah melalui gambaran perjalanan bisnis hingga mendapakan keuntungan sebagaimana dijelaskan dalam bisnis model Canvasnya.

Bisnis model Canvas sendiri bisa digunakan oleh berbagai jenis usaha, mulai dari penjualan alat elektronik hingga kuliner.

Bisnis model Canvas terdiri dari sembilan elemen. Apa saja? Simak penjelasannya berikut ini.

9 Elemen Bisnis Model Canvas

Berikut beberapa elemen bisnis model canvas, antara lain:

1. Customer Segment

Customer segment atau segmentasi pelanggan. Maksudnya, sebelum menjalankan bisnis, Anda harus menentukan dulu siapa konsumen yang akan membeli produk Anda.

Melalui customer segment, Anda dituntut untuk mengkotak-kotakan konsumen berdasarkan ketertarikan mereka terhadap produk.

Jika Anda menjual produk kosmetik, maka sudah bisa dipastikan bahwa mayoritas konsumen datang dari kalangan wanita. Konsumen juga akan bisa dikotak-kotakan lagi tergantung jenis kosmetik yang Anda jual.

Baca Juga :  Fenomena Buzzer sebagai Pengiklan di Dunia Maya

Jika Anda menjual produk kosmetik natural dan ringan, sasaran konsumennya mayoritas pelajar dan mahasiswa. Setelah melihat siapa konsumen yang berpotensi membeli produk Anda, di sini Anda bisa melakukan penelusuran apakah konsumen-konsumen ini potensial membeli produk Anda?

2. Value Propositions

Value propositions adalah nilai atau manfaat yang Anda tawarkan kepada konsumen melalui produk yang dijual.

Anda harus memastikan bahwa semua produk yang dijual memiliki manfaat bagi para konsumen. Manfaat ini wajib ada baik itu bisa dirasakan secara spontan maupun dirasakan melalui proses yang cukup lama.

Nilai adalah apa yang Anda jual. Nilai ini menentukan keputusan konsumen apakah mereka akan membeli produk Anda atau tidak.

Jika ternyata nilai produk yang Anda jual sama dengan nilai produk yang dijual oleh pengusaha lain, Anda harus mulai berpikir untuk menawarkan kelebihan lain dari produk Anda. Buat sesuatu yang tidak bisa atau jarang ditemukan oleh konsumen dalam produk lain.

Misalnya, dalam bisnis kosmetik. Produk lain tidak memiliki packaging yang ramah lingkungan, maka Anda bisa membuat produk dengan kemasan ramah lingkungan.

Hal ini bisa dijadikan sebagai nilai tambah dan kampanye bahwa produk yang Anda jual membuat konsumen membantu mengurangi pemanasan global.

3. Channel

Channel adalah media tempat konsumen dan penjual berinteraksi.

Channel mencakup media promosi hingga media tempat Anda menjual produk. Anda bisa membuat channel ini dalam bentuk online maupun offline.

Jika kasusnya online, channel bisa berbentuk website.

Website yang Anda buat bisa digunakan untuk melihat-lihat produk beserta keunggulannya. Website tersebut juga bisa digunakan untuk membeli produk yang Anda jual.

Selain website, channel lain yang bisa dimanfaatkan adalah media sosial seperti Instagram atau TikTok.

Baca Juga :  Tips Mempertahankan Bisnis Setelah Mengalami Krisis

Anda bisa mempromosikan produk dengan bantuan Instagram Ads atau selebgram agar calon konsumen mengetahui keberadaan produk Anda.

Anda juga bisa berkreasi melalui aplikasi TikTok untuk meningkatkan brand awareness di kalangan calon konsumen.

4. Customer Relationship

Customer relationship ini lebih spesifik daripada channel. Jika channel adalah medianya, poin ini adalah bagaimana cara konsumen dan pembeli berkomunikasi melalui media tersebut.

Anda selaku penjual bisa melakukan komunikasi dengan calon konsumen melalui media sosial produk yang Anda jual.

Agar engangement terhadap akun media sosial produk Anda tinggi, Anda bisa sering-sering melakukan giveaway atau mengadakan perlombaan agar calon konsumen mulai mengetahui keberadaan produk Anda.

Selain untuk meningkatkan kepekaan produk, customer relationship juga bisa dilakukan di media-media lain seperti marketplace Shopee atau Tokopedia.

Setiap kali ada konsumen yang telah me-review produk Anda, akan sangat baik jika Anda merespons mereka dengan mengucapkan terima kasih atau bahkan memberi kupon diskon untuk pembelian selanjutnya.

5. Revenue Stream

Revenue stream berbicara soal dari mana Anda akan mendapatkan penghasilan. Anda harus sudah bisa menggambarkan bagaimana bisnis akan berjalan dan mengasilkan uang.

Misalnya, Anda bisnis penjualan kosmetik secara online, maka sudah pasti pemasukan pertama yang Anda dapatkan adalah dari penjualan produk. Tetapi, selain hal itu, Anda juga bisa mendapatkan pemasukan lain dari kreatifitas konten.

Contohnya, karena Anda menjual produk kosmetik, Anda bisa membuat kanal YouTube dengan nama merek produk Anda.

Melalui kanal YouTube tersebut, Anda memasukan berbagai konten seperti turotial make-up dan lain sebagainya. Sebagai media untuk meningkatkan brand awareness, YouTube juga bisa mendatangkan penghasilan dari adsense.

6. Key Activities

Key activities mencakup berjalan nya sistem dalam bisnis sesuai dengan tugas masing-masing. Segala sesuatu yang terjadi dalam perusahaan berjalan semestinya. Seperti tim produksi melakukan tugasnya membuat produk yang akan dijual.

Baca Juga :  Apa Saja yang Perlu Diketahui Sebelum Membuat Toko Online ?

Tim sosial media melakukan upaya brand awareness hingga menjalin komunikasi yang baik dengan konsumen. Tim admin memastikan semua pembelian yang masuk tercatat dan diproses hingga barang terkirim ke tangan konsumen.

7. Key Resources

Key resources adalah seberapa banyak sumber daya yang Anda butuhkan untuk menjalankan bisnis ini. Anda membutuhkan berbagai dukungan dari beberapa hal dalam menjalankan bisnis, mulai dari marketplace hingga supplier barang.

Anda harus memastikan segala kebutuhan tersebut terpenuhi agar bisnis terus berjalan lancar dan konsumen mendapatkan apa yang mereka inginkan.

8. Key Partners

Key partners adalah daftar sumber daya di luar perusahaan. Pada dasarnya, pebisnis membutuhkan pebisnis lain untuk menjalankan usahanya.

Misalnya, Anda merupakan pebisnis kosmetik. Untuk membuat produk, Anda tentu membutuhkan kemasan agar produk terlihat lebih cantik. Dalam hal ini, Anda harus menjalin kerja sama bisnis yang baik dengan supplier kemasan.

Selain berhubungan dengan produk, key partners juga bisa dalam bentuk manajemen. Seperti Zahir Accounting, beberapa perusaahaan membutuhkan jasa dari Zahir untuk menganalisis data keuangan mereka.

9. Cost Structure

Cost structure adalah berapa banyak biaya yang harus Anda keluarkan untuk menjalankan bisnis. Cara menghitung cost sctucture adalah dengan cara menjumlahkan key activities, key resources, dan channel.

Sebelum menentukan berapa harga produk yang akan dijual ke konsumen, Anda harus menghitung dulu berapa cost structure yang dibutuhkan. Setelah itu, tambahkan dengan laba yang didapatkan. Baru lah Anda bisa menentukan harga jual produk ke konsumen.