3,440 views

Cara Mengelola Persediaan Barang Dengan Baik

cara mengelola persediaan barang

Sejalan dengan laju perkembangan yang terus berkembang di Indonesia, maka banyak bermunculan perusahaan, baik perusahaan kecil maupun perusahaan besar. Tujuan utama suatu perusahaan yaitu memperoleh laba seoptimal mungkin dan mengawasi berjalannya perusahaan serta berkembangnya perusahaan, maka hal yang perlu dilakukan oleh suatu perusahaan dengan mengadakan penilaian terhadap persediaan dan pengaruhnya terhadap laba perusahaan. Hal ini dilakukan karena mengelola persediaan barang bagi kebanyakan perusahaan salah satu modal kerja yang sangat penting di dalam suatu perusahaan, di mana prosedurnya terus menerus mengalami perubahan dan perputaran.

Dalam suatu perusahaan, pelaporan mengenai persediaan sangat penting bagi perusahaan dalam mengambil suatu keputusan dan persediaan merupakan salah satu dari beberapa unsur yang paling aktif dalam operasi perusahaan yang secara terus menerus diperoleh, diproduksi, dan dijual. Oleh karena itu, sistem akuntansi itu sendiri harus dilaksanakan sebaik mungkin sehingga tidak mengalami hal-hal yang mengganggu jalannya operasi perusahaan.

Pelaporan persediaan dianggap vital untuk memberikan informasi yang berguna bagi perusahaan. Apabila terjadi kesalahan dalam pencatatan persediaan, maka akan mengakibatkan kesalahan dalam menentukan besarnya laba perusahaan yang diperoleh. Lamanya persediaan yang tersimpan di gudang akan memengaruhi biaya sehingga kemungkinan akan terjadinya kerusakan yang mengakibatkan kerugian dan kemungkinan juga persediaan akan kedaluwarsa sehingga tidak laku di pasar.

Dari penjelasan diatas, maka dapat diketahui bahwa mengelola persediaan barang sangat penting artinya bagi perusahaan. Oleh karena itu, persediaan harus di-manage secara benar yang diterapkan dalam suatu perusahaan agar membawa faedah yang baik dalam pencapaian laba yang diinginkan.

Apa itu persediaan? Dalam pengertian awamnya, persediaan adalah barang yang dimiliki untuk dijual kembali atau digunakan. Dalam suatu bisnis usaha apapun, persediaan harus dikelola agar aktivitas suatu usaha dapat berjalan lancar. Suatu perusahaan harus paham betul barang/ bahan mana yang berkualitas baik, barang mana yang banyak diminta oleh pasar atau konsumen, jadi persediaan kita tepat sasaran dan tidak berlebihan.

Manajemen persediaan sangat penting karena berfungsi mengurangi risiko apabila terjadi keterlambatan pengiriman barang, mengurangi risiko kenaikan harga, mengantisipasi permintaan pelanggan, dan komitmen pada pelanggan.

Mengelola persediaan barang dengan baik bukanlah hal yang mudah. Jika jumlah persediaan terlalu besar maka berakibat adanya dana besar yang menganggur karena tertanam dalam persediaan, meningkatnya biaya penyimpanan, dan risiko kerusakan barang yang lebih besar. Namun, jika persediaan terlalu sedikit mengakibatkan risiko terjadinya kekurangan persediaan (stockout) karena seringkali bahan/ barang tidak dapat didatangkan secara mendadak dan sebesar yang dibutuhkan, yang menyebabkan terhentinya proses produksi, tertundanya penjualan, bahkan hilangnya pelanggan.

Tentunya persediaan juga harus memperhatikan permintaan pasar. Ini diperlukan agar tidak terjadi persediaan berlebihan pada barang yang kurang diminati oleh pelanggan. Kalau sampai tidak memperhatikan pasar, maka persediaan tersebut akan merugikan suatu usaha karena dapat beresiko terjadinya kerusakan persediaan atau harga perolehan barang tersebut menjadi turun drastis.

Biaya yang dikeluarkan untuk mengelola persediaan pada umumnya relatif besar sehingga diperlukan adanya metode pencatatan persediaan yang tepat agar dapat ditetapkan nilai persediaan barang yang belum terjual dan harga pokok penjualan dengan tepat pula.

Jadi tujuan dari manajemen persediaan adalah untuk merencanakan dan mengendalikan tingkat persediaan agar dapat melayani kebutuhan atau permintaan dari waktu kewaktu serta dapat meminimumkan biaya total perusahaan.

laporan persediaan

Facebook Comments
Bagikan :
Saya ingin mencoba software ZAHIR ACCOUNTING 6   ➨Request Demo

Tidak ada Tanggapan

More in Akuntansi, Ekonomi
Close