fraud

Fraud dalam akuntansi merupakan penghambat dalam pemanfaatan sumber daya sehingga menjadi perhatian penting pihak manajemen atau pengambil keputusan dalam sebuah organisasi.

Pertanyaan adalah kenapa bisa muncul fraud? Bukankah seharusnya aktivitas ini bisa terdeteksi dalam proses audit.

Inilah tantangan akuntansi dalam bisnis. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui apa itu fraud dan bagaimana pencegahannya.

Jenis-jenis Kesalahan dalam Akuntansi

Ada dua jenis kesalahan yang terjadi dalam akuntansi, yaitu:

  1. Kekeliruan (error)
  2. Kecurangan (fraud)

Perbedaan antara error dan fraud ini terletak pada ada atau tidaknya unsur kesengajaan.

Untuk penjelasan detail mengenai dua jenis kesalahan dalam akuntansi ini, berikut pembahasannya:

Apa Itu Kekeliruan atau Error dalam Akuntansi?

Kekeliruan umumnya terjadi pada:

  • Tahap pengelolaan transaksi
  • Saat terjadinya transaksi
  • Dokumentasi
  • Pencatatan jurnal
  • Pencatatan debit kredit
  • Laporan keuangan

Jika kesalahan dilakukan dengan sengaja, maka hal tersebut merupakan kecurangan.

Apa Itu Kecurangan atau Fraud dalam Akuntansi?

Kecurangan adalah tindakan di mana seseorang dengan sengaja mengambil manfaat atas orang lain untuk kepentingan pribadi.

Sedangkan kejahatan adalah tindakan yang sengaja dilakukan di mana perbuatan tersebut melanggar Undang-Undang dan terdapat sanksi hukum atas kejahatan yang dilakukan.

Perbedaan inilah yang harus diperhatikan, karena tidak semua kecurangan adalah kejahatan, dan sebagian besar kejahatan bukan kecurangan.

Kecurangan atau fraud akan mengakibatkan kerugian perusahaan, namun pihak berwajib hanya bisa mengambil tindakan atas kejahatan.

Dalam sebuah profesi, misalnya akuntansi juga tidak luput dari kecurangan.

Akuntan yang berbuat curang dalam prosedur akuntansi menyebabkan informasi akuntansi yang dihasilkan tidak dapat digunakan oleh pihak yang menggunakannya.

Informasi akuntansi dari sebuah entitas itu sangatlah penting karena informasi tersebut digunakan sebagai dasar penentuan kebijakan organisasi.

Faktor Utama Penyebab Kecurangan (Fraud) dalam Akuntansi

Seperti penjelasan di atas yang menyebutkan jika munculnya fraud disebabkan adanya unsur kesengajaan dalam memanipulasi informasi akuntansi.

Tentunya, kenapa muncul tindakan ini bisa didorong oleh banyak faktor.

Karenanya, sebuah perusahaan harus mampu melihat bagaimana fraud ini bisa muncul dan apa saja titik yang bisa dimainkan dalam kecurangan ini.

Dengan memahami hal ini, perusahaan akan mampu menyiapkan beberapa treatment dalam manajemen sehingga potensi fraud ini bisa ditiadakan.

Adapun faktor-faktor yang menyebabkan kecurangan dalam akuntansi meliputi:

1. Tekanan

Dorongan seseorang untuk melakukan kecurangan yang dipicu oleh alasan ekonomi, emosional, atau nilai.

2. Adanya peluang

Kondisi yang memberikan peluang pada seseorang untuk melakukan kecurangan. Misalnya lemahnya internal control atau penyalahgunaan wewenang.

3. Rasionalisasi

Pelaku mencari pembenaran sebelum melakukan kecurangan.

Seseorang melakukan rasionalisasi agar dirinya dapat mencerna tindakannya yang ilegal agar tetap dapat mempertahankan jati dirinya sebagai orang yang dipercaya.

Jenis-jenis Fraud dalam Akutansi

The Association of Certified Fraud Examiners, sebuah organisasi profesional yang bergerak di bidang pemeriksaan kecurangan, membagi kecurangan (fraud) ke dalam tiga kelompok yang berdasarkan perbuatan.

Berikut detail pembagian jenis dari kecurangan, yaitu:

1. Penyimpangan aset

Merupakan penyalahgunaan aset perusahaan. Penyalahgunaan ini dapat berupa pencurian atau penggunaan aset untuk kepentingan pribadi tanpa izin.

Penyalahgunaan aset terdiri dari 2 jenis, yaitu

  • Cash: Penyalahgunaan berupa kas, seperti penggelapan kas, cek, menahan pembayaran kepada vendor
  • Non-Cash: Penyalahgunaan selain cash, seperti fasilitas perusahaan untuk kepentingan pribadi tanpa izin

Jenis fraud ini tergolong mudah dideteksi karena dapat diukur atau dihitung.

2. Pernyataan palsu

Tindakan dari pihak manajemen untuk menutupi kondisi keuangan yang sesungguhnya dengan membuat rekayasa keuangan dalam laporan keuangannya.

Berikut ini yang merupakan penyalahgunaan terhadap laporan keuangan, misalnya:

  • Memalsukan bukti transaksi
  • Memberikan laporan transaksi lebih besar dari yang seharusnya
  • Menerapkan metode akuntansi yang tidak konsisten untuk mempermainkan laba
  • Menerapkan metode pengakuan aset agar aset menjadi lebih besar dibandingkan yang seharusnya
  • Menerapkan metode pengakuan liabilitas menjadi lebih kecil dibandingkan seharusnya

3. Korupsi

Banyak terjadi di negara yang sedang berkembang dan kurangnya tata kelola yang baik. Korupsi sulit dideteksi karena berbagai pihak bekerja sama dalam menikmati keuntungan.

Masalah korupsi umumnya cukup kompleks karena di dalamnya termasuk konflik kepentingan, penyuapan, pemerasan ekonomi, penerimaan yang ilegal.

Korupsi sendiri terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu:

  • Konflik kepentingan
  • Menyuap dan menerima suap

Cara Efektif Mendeteksi Terjadinya Kecurangan dalam Akuntansi

Mendeteksi terjadinya kecurangan dalam laporan keuangan dapat dilakukan dengan beberapa teknik di bawah ini:

1. Memeriksa jajaran manajerial

Kasus penggelapan, kecurangan laporan keuangan sering kali melibatkan pihak di jajaran manajerial atau pengambil keputusan.

Karena itu, jajaran manajemen harus diselidiki untuk mengetahui tujuan mereka melakukan kecurangan.

2. Adanya keterkaitan dengan pihak eksternal

Salah satu cara yang sering digunakan dalam melakukan kecurangan adalah dengan memberikan bantuan pada organisasi baik yang nyata atau fiktif.

Untuk itu harus dideteksi adanya hubungan antara organisasi dengan lembaga keuangan, organisasi dengan individu, eksternal auditor, lembaga pemerintahan, atau investor.

3. Sifat organisasi

Sebuah kecurangan sering kali tidak terendus karena adanya struktur organisasi yang digunakan untuk menyembunyikan kecurangan tersebut.

Misalnya struktur organisasi yang terlalu kompleks atau tidak adanya internal audit dalam sebuah departemen.

Untuk itu peneliti harus mengetahui seluk beluk organisasi termasuk pemilik perusahaan.

4. Laporan keuangan dan karakteristik operasional

Melakukan pemeriksaan di antaranya rekening pendapatan, aset, kewajiban, pengeluaran atau ekuitas. Tanda kecurangan yang sering kali terdeteksi adalah adanya perubahan dalam laporan keuangan.

5. Auditor Internal

Merupakan aktivitas konsultasi yang independen dan obyektif untuk menambah nilai dan memperbaiki operasional organisasi.

Definisi lainnya adalah penilaian yang dilakukan oleh personel dalam organisasi yang memiliki kompetensi dalam hal meneliti catatan akuntansi perusahaan dan pengendalian internal dalam perusahaan.

Tujuan dari auditor internal adalah untuk membantu pihak manajemen dalam pertanggungan jawab dengan memberikan analisis, saran, penilaian tentang kegiatan yang diaudit.

6. Auditor eksternal

Auditor eksternal diperlukan untuk mendeteksi kecurangan dalam organisasi serta melakukan analisis jika auditor internal mengalami kesulitan.

3 Peran Penting Auditor Internal Untuk Mencegah Fraud

Salah satu pencegahan yang bisa Anda lakukan untuk terhindar dari fraud adalah meminta auditor internal untuk menganalisis laporan keuangan perusahaan.

Dengan tindakan ini, auditor dapat mendeteksi berbagai kecurangan yang terjadi di perusahaan Anda.

Dalam menjalankan analisis ini, auditor menjalankan peran penting dalam mencegah terjadinya kecurangan atau fraud, yaitu:

1. Membangun struktur pengendalian intern yang baik

Dengan adanya hal ini maka keamanan dari aset perusahaan dapat terjamin dan kegiatan operasional menjadi berjalan lancar, efektif, dan efisien.

Adapun 3 komponen pengendalian internal yang saling berkaitan adalah:

  • Lingkungan pengendalian (control environment)
  • Penaksiran risiko (risk assessment)
  • Informasi dan komunikasi (information and communication)

2. Mengefektifkan aktivitas pengendalian

Untuk menjalankan peran ini, terdapat beberapa hal bisa diterapkan, yakni:

  • Review kinerja yang terdiri dari review kinerja sesungguhnya dibandingkan dengan anggaran dan prakiraan
  • Pengolahan informasi seperti mengadakan pengecekan ketepatan, kelengkapan, dan otorisasi transaksi
  • Pengendalian aktivitas fisik yang mencakup keamanan fisik aktiva

3. Meningkatkan kultur organisasi

Salah satu yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kultur organisasi adalah dengan mengimplementasikan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Dengan adanya prinsip ini maka diharapkan agar dapat mendorong kinerja perusahaan secara efektif dan efisien.

Tips Mudah dan Sederhana untuk Menghindari Fraud

Setelah Anda mengetahui apa saja yang menjadi penyebab terjadinya fraud dan cara efektif untuk mendeteksinya, Anda pada dasarnya sudah memiliki informasi untuk diolah menjadi solusi dalam mengatasi fraud.

Informasi-informasi ini akan menentukan apa saja langkah konkret yang bisa Anda terapkan dalam menghindari fraud.

Prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati juga berlaku pada aktivitas akuntansi di perusahaan Anda.

Tujuannya agar dampak buruknya tidak memberikan kerugian parah untuk kinerja bisnis.

Nah, oleh karena itu, untuk menghindari fraud, Anda dapat menerapkan tips-tips mudah berikut ini:

1. Menggunakan Software Akuntansi

Dengan era teknologi saat ini, sudah sangat banyak startup bisnis yang menjual software akuntansi.

Software ini berfungsi untuk membantu perusahaan dalam mengatasi masalah akuntansi perusahaan termasuk meminimalisir fraud yang terjadi pada laporan keuangan.

Seperti contohnya adalah ada pihak akuntan yang ingin melakukan kecurangan terhadap neraca laba rugi.

Hal ini cukup sulit dilakukan karena laporan keuangan yang dikeluarkan oleh software bersifat otomatis, sehingga tidak mudah untuk dipermainkan.

2. Memperketat SOP (Standard Operating Procedure)

Fraud akan lebih sering terjadi apabila SOP hanya dijalankan berdasarkan teoretis. Begitu juga halnya dengan pembuatan laporan keuangan.

Fraud laporan keuangan akan lebih mudah dicegah ketika memperketat SOP.

Ketika seorang akuntan membuat laporan keuangan, perusahaan bisa memberikan tenggat waktu yang lebih luang, sehingga pekerjaannya akan sesuai dengan prosedur.

Pengerjaan yang terlalu singkat akan menyebabkan ketidaksesuaian prosedur yang mengakibatkan adanya celah untuk melakukan kecurangan.

3. Merekrut SDM Secara Cermat

Seperti yang kita ketahui bahwa karyawan merupakan aset penting bagi perusahaan.

Pilihlah calon karyawan yang mendekati kualifikasi yang diperlukan agar mendapatkan calon karyawan terbaik.

Seperti halnya merekrut karyawan pada divisi keuangan, tim rekrutmen harus lebih cermat karena merekalah yang nantinya membuat laporan keuangan perusahaan.

Pastikan calon karyawan memiliki sifat yang jujur dan tanggung jawab terhadap pekerjaan.

4. Mengadakan Audit

Tidak hanya perusahaan berskala kecil yang rawan terhadap kecurangan.

Semua perusahaan akan berpotensi untuk mengalami kecurangan terutama terkait dengan laporan keuangan.

Oleh sebab itu, melakukan audit secara proaktif sangat dibutuhkan setidaknya minimal 1 sampai 2 bulan sekali.

5. Melakukan Pengawasan Terhadap Kinerja Karyawan

Tidak ada salahnya sebagai pimpinan untuk melakukan tindak pengawasan kepada karyawan, terutama pada karyawan yang melakukan aktivitas pembuatan laporan keuangan.

Pengawasan ini akan meminimalisir tindak kecurangan dan memastikan tingkat integritas karyawan dalam melakukan penyusunan laporan keuangan.

6. Melakukan Komunikasi Akuntansi

Memiliki komunikasi yang baik akan meminimalisir terjadinya tindak kecurangan atau fraud.

Kecurangan yang terjadi pada laporan keuangan biasanya terjadi dikarenakan tidak adanya transparansi keuangan yang dilakukan oleh pihak yang bertanggung jawab.

Ketika komunikasi terjalin dengan baik, maka pencatatan laporan keuangan lebih sulit untuk dilakukan.

7. Memberikan Saluran Komunikasi Khusus Pelaporan Tindak Kecurangan

Banyak terjadi kecurangan yang terjadi namun merasa takut untuk melaporkan.

Hal tersebut bisa diakibatkan dengan adanya ancaman atau tidak tahu harus ke mana laporan tersebut disampaikan.

Oleh sebab itu, perusahaan harus membuat komunikasi khusus untuk pelaporan tindak kecurangan.

8. Memberikan Pelatihan Anti-Fraud

Memberikan pelatihan Anti-Fraud dengan karyawan secara berkala juga tidak kalah penting.

Pelatihan ini tidak hanya untuk karyawan baru saja, melainkan karyawan lama juga harus mengikuti pelatihan ini.

Dengan begitu karyawan akan lebih paham tentang kecurangan yang ada di perusahaan dan dapat bekerja secara jujur.

Kesimpulan

Timbulnya kecurangan (fraud) dalam laporan keuangan harus dicegah.

Faktor yang paling menentukan dalam melakukan tindakan pencegahan tersebut adalah dari internal perusahaan, karena mereka yang secara langsung terjun dalam operasional organisasi.

Karena itu, sosok pimpinan yang amanah dan anti kecurangan sangat dibutuhkan untuk itu.

Selain dari internal organisasi, adanya keterlibatan pihak luar seperti auditor eksternal dapat memberikan penilaian yang objektif.

Pihak auditor eksternal ini ditugaskan untuk memastikan laporan keuangan yang dihasilkan adalah wajar yaitu bebas dari keraguan dan ketidakjujuran.

Karena penilaiannya tersebut, maka seorang auditor eksternal hendaklah memiliki sikap profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.