Benarkah Menjual Aset Yang Sudah Terdepresiasi Selalu Rugi?

menjual aset

Benarkah Menjual Aset Yang Sudah Terdepresiasi Selalu Rugi?

Dalam ilmu akuntansi, depresiasi atau penyusutan merupakan penurunan nilai fisik seiring dengan waktu dan penggunaannya. Dengan diterapkannya depresiasi, maka akan mempengaruhi laporan keuangan termasuk penghasilan kena pajak sebuah perusahaan.

Ketentuan Aset Yang Terdepresiasi

Aset yang dapat didepresiasi harus memenuhi ketentuan, seperti:

  • Digunakan dalam usaha atau dipertahankan untuk mendapatkan pemasukan.
  • Mempunyai umur manfaat tertentu dan umurnya harus lebih dari satu tahun
  • Sesuatu yang digunakan sampai habis, mengalami keusangan atau mengalami pengurangan nilai dari asalnya
  • Bukan merupakan inventaris, persediaan, atau properti investasi.

depresiasiPada dasarnya aset yang dapat didepresiasi dibagi menjadi 2 yaitu

1. Tangible (nyata) : sesuatu yang dapat dilihat atau dipegang, seperti mesin, kendaraan, perlengkapan, dan sejenisnya, serta real property seperti tanah dan segala sesuatu yang dihasilkan dari atau tumbuh diatas tanah tersebut.

2.  Intangible (tidak nyata): seperti hak cipta, franchise, atau paten.

Ada beberpa metode penghitungan depresiasi yang dapat digunakan, seperti metode penyusutan garis lurus, metode penyusutan dipercepat, penyusutan jumlah angka tahun, dan saldo menurun ganda. Dari beberapa metode tersebut, metode penyusutan garis lurus yang paling banyak dan paling mudah digunakan.

Depresiasi merupakan komponen terpenting yang digunakan untuk menganalisa ekonomi teknik, karena dapat digunakan untuk:

  • Mengetahui nilai aset sesuai dengan waktu
  • Mengalokasikan depresiasi nilai aset. Melalui pengalokasian, maka menjamin bahwa aset yang sudah diinvestasikan dapat diperoleh kembali setelah masa layanannya selesai.
  • Digunakan untuk mengurangi pengenaan pajak dimana aset yang diinvestasikan dianggap sebagai biaya produksi sehingga terkait dengan pajak.

Dari penjelasan tersebut diatas, maka penulis menyimpulkan menjual aset yang terdepresiasi belum tentu merugikan. Hal ini karena terkait dengan jenis aset di jual, apakah tangible atau intangible. Untuk aset tangible dalam bentuk kendaraan atau mesin, menjualnya saat mengalami depresiasi tentunya mengalami kerugian, karena sudah terjadi penurunan masa manfaat dan performa sehingga harga jual tidak mungkin setinggi saat membelinya terlebih dahulu. Sedangkan untuk penjualan aset dalam bentuk tanah, harga dapat disesuaikan atau mengikuti harga yang berlaku disaat itu. Demikian juga untuk hak paten/franchise dapat disesuaikan dengan tren yang sedang berlangsung pada saat itu.

Saya ingin mencoba software ZAHIR ACCOUNTING 6   ➨Request Demo