Bagaimana Memperlakukan Peralatan Menurut Akuntansi?

Bagaimana Memperlakukan Peralatan Menurut Akuntansi

Di dalam dunia bisnis, pasti ada sistem akuntansi untuk menjalankan usahanya. Bahkan ada beberapa perusahaan yang mengukur besar atau kecilnya perusahaan melalui sistim akuntansi. Dalam sistem akuntansi akan ditemukan beberapa rekening akun, yang menunjukan aktiva (harta) perusahaan.

Akun “Harta” tidak hanya ada satu, tapi ada beberapa. Contohnya adalah akun Kas, akun Bank, akun Piutang, dan akun Asset yang terdiri dari peralatan, perlengkapan, harta tetap berwujud dan tidak berwujud. Disini saya akan membahas salah satunya, yaitu Peralatan.

Peralatan bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu “peralatan besar” dan “peralatan kecil”. Lalu apakah perbedaan dari kedua jenis peralatan ini? Tentu saja terdepat perbedaan yang cukup besar dari segi akuntansi-nya.

Peralatan besar adalah peralatan yang memang meupakan aktiva perusahaan yang bisa saja dijual kembali dan bisa saja menghasilkan pendapatan. Dan tentu saja peralatan besar ini harus disusutkan, saat pembelian akan masuk ke saldo aktiva tetap, seperti berikut ini :

Pembelian peralatan :

[D] Aktiva – Seperangkat Komputer
[K] Kas / Bank

Saat Penyusutan peralatan komputer tersebut :

[D] Beban Penyusutan Seperangkat Komputer
[K] Akumulasi Penyusutan Seperangkat Komputer

ATAU

[D] Beban Penyusutan – Seperangkat Komputer
[K] Aktiva – Seperangkat Komputer

 

Lalu yang kedua, ada peralatan kecil. Metodenya hampir sama, hanya caranya saja yang sedikit berbeda. Contoh peralatan kecil adalah seperti obeng, streples, gunting, dan lain-lain.

Saat terjadi pembelian, masukkan ia ke kelompok Aktiva Tetap – Peralatan Kecil.

Misalnya:

(D) Aktiva Tetap – Peralatan Kecil

(K) Kas/  Bank

Begitu terus hingga akhir tahun buku. Tapi, karena masuk kelompok aktiva tetap, berarti harus disusutkan. Maslah yang akan timbul adalah sebagai berikut “Bagaimana cara menyusutkannya?”, “Bagimana bisa tahu barang yang mana yang hilang?, “Barang mana yang rusak?”. Penyelesainnya adalah sebagai berikut :

Lakukan stock opname atas peralatan kecil ini, lakukan ‘penghitungan fisik’. Dimulai dari yang paling kecil seperti isi straples, pulpen, sampai yang cukup besar seperti kertas printer, obeng, dan lain-lain. Lalu, bandingkan dengan buku besar akun Aktiva Tetap – Peralatan Kecil.

Begitu anda yakin angka-angkanya sudah akurat, berarti anda sudah mendapat angka berapa jumlah persediaan pertanggal penghitungan fisik (akhir tahun). Dari angka ini anda bisa tahu berapa penggunaan peralatan periode tersebut.

Untuk mendapatkan penyusutannya, gunakan rumus perhitungan HPP pada persediaan:

Saldo Awal Peralatan + Pembelian Peralatan – Saldo Akhir Perhitungan Peralatan

 

Hasilnya akan menunjukkan peralatan yang menyusut selama tahun berjalan. Setelah mendapatkan hasil perhitungan tersebut, maka bisa digunakan jurnal penyusutan sebagai berikut :

[D] Penyusutan – Peralatan Kecil
[K] Akumulasi Penyusutan – Peralatan Kecil

 

Catatan: Setelah disusutkan, maka nilai buku Peralatan kecil di Neraca akanseperti nampak hasil penghitungan fisik.

 

Dengan perlakuan seperti ini, maka laba perusahaan tidak akan terlalu tergerus karena besarnya beban peralatan kecil yang timbul, padahal peralatan-peralatan kecil tersebut masih digunakan sampai periode berikutnya.

Saya ingin mencoba software ZAHIR ACCOUNTING 6   ➨Request Demo