Modal berupa uang dibutuhkan saat Anda ingin memulai sebuah bisnis. Dan biasanya ini menjadi pertanyaan dasar yang dilontarkan orang terdekat Anda yaitu seberapa banyak modal yang Anda miliki dan diperlukan untuk memulai bisnis.

Ada pengusaha yang memulai bisnisnya dengan baik namun harus gagal karena kehabisan sumber daya. Ada berbagai faktor, seperti :

  • Tidak melakukan perencanaan keuangan
  • Mengajukan pinjaman yang besar dan saat mengalami krisis tidak bisa membayar
  • Tidak dapat melakukan pinjaman karena informasi laporan keuangan yang buruk
  • Dan sebagainya

Melakukan perencanaan biaya awal dalam bisnis dapat menguntungkan bisnis Anda daripada tidak memiliki rencana sama sekali. Kekuatan sebagai pengusaha salah satunya adalah memiliki banyak pengetahuan tentang biaya awal dan mampu menghadapi lebih banyak kejutan yang tak terduga. Kuncinya adalah melihat pengeluaran bisnis Anda sebagai komponen individual.

Cara Memperkirakan Biaya Bagi Startup

  1. Buat daftar pengeluaran untuk aset


    Membangun sebuah bisnis pasti dibutuhkan aset untuk jangka panjang dan ini bisa menunjang bisnis Anda. Jika Anda memulai toko offline bisa jadi lebih banyak membutuhkan aset seperti meja, kursi dan lainnya dibandingkan membuka toko online.

    Jika Anda membuat atau menjual produk, pikirkan inventaris yang Anda perlukan di awal. Contoh termudah adalah buku yang dibutuhkan toko buku untuk menyimpan raknya atau bahan mentah yang mungkin dibutuhkan produsen untuk mulai merakit produk. Tapi jika Anda memulai bisnis jasa, artinya Anda tidak membuat produk, maka jangan terlalu khawatir tentang inventaris.

    Semua barang ini menjadi aset awal dalam bisnis Anda. Meskipun Anda mungkin juga mengira uang yang Anda miliki di bank adalah aset untuk dicantumkan dalam daftar ini, Anda bisa memasukkan ke daftar lain.

    Ada beberapa perlengkapan dan peralatan kantor yang memiliki nilai pajak federal yang memungkinkan Anda untuk mengurangi biaya mereka dari pendapatan kena pajak Anda sebagai pengeluaran. Jadi sebagian besar akuntan merekomendasikan untuk menyebutnya sebagai pengeluaran, bukan aset.

  2. Buat catatan untuk pengeluaran

    Tidak semua yang Anda beli adalah aset. Anda juga menghabiskan uang untuk pengeluaran. Misalnya, membutuhkan uang untuk mendirikan perusahaan legal, membuat situs web, menjalankan iklan, membayar gaji bulanan untuk karyawan dan masih banyak lagi.

    Meskipun untuk awal-awal bisnis itu dibangun, ada founder yang bekerja sukarela, mereka tetap butuh uang untuk menutupi pengeluaran lain. Tetap harus ada biaya yang diperhitungkan.

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, perlengkapan dan peralatan kantor yang memiliki nilai pajak federal masuk ke catatan pengeluaran ini. Sekarang, tambahkan aset awal Anda dan pengeluaran awal Anda untuk menghitung sebagian besar berapa biaya awal Anda.

    Lakukan pencatatan setiap ada pengeluaran yang terjadi, meskipun nilainya kecil. Karena ini akan berpengaruh atas biaya yang sudah direncanakan dan terhadap laporan keuangan nantinya.

  3. Tentukan berapa banyak uang yang Anda perlukan untuk memulai

    Bagian terakhir dari teka-teki adalah mengetahui berapa banyak uang tunai yang harus Anda miliki di bank untuk bulan-bulan awal sementara bisnis Anda tidak menghasilkan penjualan yang cukup untuk menutupi biaya dan pengeluaran.

    Karena membangun sebuah bisnis, tidaklah selalu mulus ketika di awal-awal merintis. Anda membutuhkan pengorbanan lebih ketika penjualan belum banyak bahkan tidak ada penjualan sama sekali.

    Ada sejumlah teori tentang bagaimana melakukan ini. Beberapa orang mengatakan Anda membutuhkan cukup uang untuk menutupi pengeluaran selama enam bulan. Yang lain mengatakan satu tahun.

    Perkirakan  berapa lama waktu dan berapa biaya penjualan dan pengeluaran yang tepat bagi bisnis Anda. cari referensi untuk membantu Anda dalam memperkirakan penjualan.

  4. Pikirkan arus kas atau cash flow

    Adanya penambahan atau pengurangan kas setiap periodenya dipengaruhi oleh pengeluaran yang Anda lakukan. Apabila bisnis Anda sedang mengalami lonjakan penjualan, tapi Anda memiliki gambaran rendahnya cash flow maka bisnis Anda akan dirasa kurang efektif dalam menggunakan uang kas.

    Tidak jarang, pengusaha yang memperoleh banyak keuntungan dalam suatu periode tapi tidak memiliki uang kas yang cukup untuk membiayai operasional bisnis.

Anda bisa melakukan perkiraan keuangan mulai dari penjualan dan pengeluaran untuk setiap bulannya. Perkiraan ini tidak akan selalu tepat, tapi setidaknya Anda sudah memiliki gambaran atas apa yang dibutuhkan bisnis Anda.

Selain itu, Anda juga bisa mengurangi pengeluaran dari penjualan setiap bulan, dan hasilnya akan menunjukkan apakah Anda kekurangan uang atau tidak. Anda juga akan mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mulai mencapai Break Even Point atau titik impas dan berapa banyak uang yang Anda lewatkan begitu saja.

Terkadang, dengan modal yang kecil Anda sudah mendirikan sebuah startup namun biaya akan semakin besar ketika membesarkan bisnis tersebut. Jika awalnya Anda masih ragu terhadap strategi bisnis Anda, Anda bisa melihat perkiraan biaya yang sudah dilakukan sehingga bisa menghilangkan keraguan tersebut.