Analisa Financial Leverage dan Operasional Leverage dan Fungsinya

BLOG - Analisa Financial Leverage dan Operasional Leverage dan Fungsinya

Analisa Financial Leverage dan Operasional Leverage dan Fungsinya

 

Perusahaan adalah sebuah organisasi dengan tujuan yang spesifik. Tujuan inilah yang menjadikan sebuah perusahaan memiliki image tertentu dimata konsumen. Umumnya perusahaan dibagi menjadi dua yaitu perusahaan yang berorientasi pada profit dan perusahaan yang berorientasi pada non profit, dimana perusahaan tidak menjadikan keuntungan sebagai tujuan akhirnya.

Baik perusahaan yang berorientasi pada profit maupun non profit, keduanya menanggung biaya untuk operasional perusahaan. Perusahaan yang berorientasi pada profit dibagi menjadi dua kategori, yaitu perusahaan yang bergerak di bidang produksi barang dan perusahaan di bidang jasa. Perusahaan yang bergerak di bidang produksi barang tentunya memiliki perhitungan yang lebih rumit, mengingat perusahaan harus menentukan jumlah persediaan bahan baku, bahan dalam proses, dan juga persediaan barang jadi. Hal tersebut tidak akan ditemui pada perusahaan yang bergerak di bidang jasa.

Perusahaan dengan skala besar memiliki perhitungan yang lebih kompleks, terlebih jika perusahaan menerbitkan saham yang memberikan peluang kepada investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan tersebut. Selain mengandalkan dari saham, perusahaan besar juga mengandalkan hutang sebagai salah satu pendanaan usaha, baik hutang jangka pendek atau jangka panjang.

Tentu saja ini menyebabkan perusahaan harus menghadapi berbagai resiko, salah satu resiko tersebut adalah jika taksiran nilai mata uang saat ini berbeda nilai mata uang yang sudah jatuh tempo, maka perusahaan akan rugi. Demikian juga dengan biaya operasional yang harus dibuat dengan rinci agar tetap efektif dan efisien.

1. Financial Leverage

Biaya tetap adalah penggunaan biaya secara tetap, baik berupa saham atau hutang untuk membangun struktur modal dari perusahaan. Biaya tetap keuangan ini juga tidak luput dari resiko. Resiko ini muncul saat perusahaan mengambil keputusan keuangan. Pada prinsipnya, pemegang saham perusahaan menghadapi resiko yang lebih besar ketika biaya tetap keuangan perusahaan memiliki nilai yang tinggi. Sehingga penggunaan hutang akan banyak membantu dalam membiayai keuangan perusahaan, meskipun masih ada peluang timbulnya resiko lain. Ketika perusahaan memutuskan untuk mengambil hutang maka nilai saham para pemegang saham akan terjaga. Namun di sisi lain, resiko perusahaan dalam mengembalikan hutang juga akan meningkat. Perubahan tingkat hutang pada sebuah perusahaan akan mempengaruhi nilai dari Earnings Per Share (EPS) sejalan dengan perubahan resiko yang timbul.

2 Operating Leverage

Dalam operasional perusahaan, semakin tinggi anggaran biaya tetap operasional , maka semakin tinggi pula resiko yang akan dihadapi. Jika biaya tetap memiliki nilai yang tinggi, maka kesalahan kecil dalam penjualan akan mempengaruhi pendapatan perusahaan. Hal ini disebabkan dengan tingginya biaya tetap, maka nilai depresiai dan amortisasi juga meningkat.

Tingginya nilai dari biaya tetap operasi sementara faktor lainnya tetap akan memberikan perubahan yang kecil di tingkat penjualan, namun berdampak besar pada pendapatan Return On Equity (ROE). Selain ROE, perusahaan juga mengingikan adanya kenaikan Earnings Before Interest dan Taxes (EBIT).

Operating leverage dapat digunakan untuk membantu perusahaan dalam mengkalkulasi biaya-biaya operasi untuk meningkatkan laba perusahaan. Sementara itu financial leverage digunakan untuk menghitung biaya finansial perusahaan untuk meningkatkan pendapatan per lembar saham. Keduanya sama-sama memiliki fungsi untuk membantu perusahaan meningkatkan nilai dan keuntungan perusahaan.

Saya ingin mencoba software ZAHIR ACCOUNTING 6   ➨Request Demo