Kesalahan dalam pemasaran

Bagi para pemula yang mulai merintis usaha, sering kali mengalami kesalahan dalam pemasaran yang berujung pada kerugian bisnis itu sendiri.

Dalam bisnis, setiap pengusaha harus memiliki strategi dalam menjalankan kegiatan marketing mereka.

Menentukan strategi pemasaran yang tepat pada bisnis bukan perkara mudah.

Karena dalam menyusun strategi pemasaran, Anda harus paham kondisi market, pelanggan, dan media apa yang akan Anda gunakan dalam menjalankan pemasaran Anda.

Peran Marketing pada Bisnis

Aktifitas marketing atau pemasaran dalam sebuah bisnis merupakan ujung tombak yang menentukan kelangsungan jalannya bisnis tersebut.

Dengan strategi yang tepat, akan membuat produk atau jasa anda dikenal khalayak, meningkatkan volume penjualan, dan ujung-ujungnya menghasilkan profit yang tinggi pula.

Tidak heran jika para pelaku usaha sangat concern dengan masalah marketing ini.

Berbagai upaya dilakukan untuk meng-upgrade skill dan knowledge marketingnya, mengikuti berbagai pelatihan, memperluas networking, sampai ikut terjun langsung dalam kegiatan promosinya.

Namun, kesalahan dalam pemasaran juga sering kali terjadi yang diakibatkan oleh ketidaktahuan atau kurangnya pengalaman si pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas marketingnya.

Misalnya saat memutuskan untuk menggunakan internet marketing.

Jika kita sama sekali tidak tahu seluk-beluk internet marketing, sebaiknya kita tidak langsung mencobanya. Karena hal tersebut akan mengakibatkan buruknya kinerja dalam pemasaran.

Pentingnya Marketing Plan

Dalam eksekusi aktivitas marketing, kita butuh yang namanya Marketing Plan.

Marketing plan atau rencana pemasaran adalah sebuah detail yang menjelaskan strategi pemasaran yang akan diterapkan oleh bisnis atau perusahaan.

Tujuan dari marketing plan adalah agar aktivitas marketing berjalan terarah sehingga output pemasaran bisnis bisa optimal.

Tanpa didukung marketing plan, maka bisnis ibarat berjalan menyusuri peta buta. Sehingga ketika eksekusi pemasaran menemukan masalah, pihak penanggung jawab tidak mampu menemukan antisipasi yang tepat dalam waktu singkat.

Dan tentunya aktivitas marketing Anda tidak menghasilkan penjualan yang sesuai dengan ekspektasi perusahaan.

Marketing plan akan memudahkan Anda dalam menyusun setiap strategi pemasaran. Sehingga dengan adanya marketing plan, pemasaran dan profit bisnis bisa fit.

Oleh karena itu, setiap pebisnis harus mengerti apa itu marketing plan dan bagaimana menyusunnya. Tujuannya, sudah pasti, agar Anda tidak salah langkah dalam menentukan kebijakan dalam bisnis.

Kesalahan dalam Pemasaran yang Sering Terjadi

Kesalahan-kesalahan tersebut dapat dihindari dengan membuat perencanaan yang matang, fokus pada detail, serta evaluasi yang berkelanjutan.

Adapun kesalahan-kesalahan dalam pemasaran yang umumnya sering terjadi adalah berkaitan dengan:

Baca Juga :  Perlukah Melakukan Riset Pemasaran ?

1. Timing atau Pemilihan Waktu

Kesalahan dalam pemasaran pertama adalah dalam hal pemilihan waktu (timing).

Memiliki data potential buyer dan produk dengan desain yang apik belumlah cukup, jika tidak dibarengi dengan timing yang tepat.

Timing yang tepat akan memberikan hasil yang signifikan.

Yang jamak terjadi, pelaku usaha sudah menggelontorkan dana yang besar untuk kegiatan marketing, namun tidak menghasilkan apa pun.

Ini terjadi karena saat promosi dilakukan, konsumen sedang tidak ada minat untuk membeli produk tersebut.

Misalnya: menjual alat kecantikan kualitas premium saat tahun ajaran baru sekolah.

2. Pesan Iklan yang Tidak Sampai pada Konsumen

Kesalahan dalam pemasaran berikutnya adalah pesan yang tidak sampai kepada konsumen.

Bisa dikatakan iklan adalah materi yang sangat penting untuk menarik pembeli. Konsumen tidak akan tahu produk anda jika mereka tidak tertarik dengan iklan anda.

Iklan yang menggunakan simbol-simbol tertentu atau bahasa yang bersayap menyebabkan pesan iklan tidak dipahami oleh konsumen yang memiliki latar belakang ekonomi, sosial, dan pendidikan yang beragam.

3. Cara Promosi yang Kurang Tepat

Kegiatan promosi bisa dikatakan sebagai trik yang jitu dalam memasarkan produk karena kita akan langsung mengetahui respons konsumen atas produk yang ditawarkan.

Dengan memberikan diskon pada periode tertentu atau tambahan item dengan iming-iming penawaran terbatas atau selama produk tersedia, tentu akan menggugah minat konsumen untuk membelinya.

Namun, ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan.

Seringkali dijumpai adanya ‘pemaksaan’ dalam promosi. Bisa jadi dari petugas yang melakukan promosi yang terus mengejar konsumen agar membeli produknya setelah mendapatkan tester atau sample produk.

Tentu saja ini mengakibatkan ketidaknyamanan bagi konsumen.

4. Data yang Tidak Up-to-date

Data yang tidak up-to-date juga menjadi salah satu kesalahan dalam pemasaran yang sering terjadi.

Tanpa memiliki data yang akurat terkait dengan kondisi demografi, perilaku pembeli, rata-rata pendapatan, dan karakter lainnya maka aktivitas marketing ini tidak optimal.

Data yang tidak akurat tentu saja akan mempengaruhi keputusan yang diambil.

Ada baiknya melakukan verifikasi ke lapangan dengan mencocokkan data yang ada. Dengan demikian akan diketahui secara pasti kondisi lapangan.

5. Hanya Mengandalkan Satu Media untuk Beriklan

Konsumen menerima pesan marketing yang tidak terhitung setiap harinya dari berbagai media, televisi, koran, majalah, bannaer, dan internet.

Sebuah studi mengindikasikan bahwa konsumen perlu melihat iklan anda rata-rata 12 kali sebelum mereka benar-benar memperhatikannya.

Menempatkan iklan hanya di satu media atau mengirimkan email tidak memberikan hasil yang efektif.

Tentukan media yang paling sering digunakan atau diakses oleh konsumen sebagai bahan informasi untuk mengembangkan promosi yang sesuai dengan budget anda.

6. Tidak Mengukur Efektivitas Promosi

Seiring dengan berjalannya waktu, bisnis anda akan membutuhkan lebih banyak aktivitas marketing. Meskipun bisnis yang anda kelola masih berskala kecil.

Terlepas dari ukuran promosi atau biaya yang dikeluarkan, anda perlu memantau hasilnya.

Ini dapat dilakukan dengan pencatatan yang sederhana atau dengan sistem CRM.

Yang perlu diperhatikan adalah mencatat bagian mana yang berhasil dan mana yang tidak, sehingga anda dapat melakukan perbaikan untuk hasil yang lebih baik di masa depan.

Baca Juga :  Tips Menaikkan Harga Tanpa Takut Ditinggalkan Konsumen

7. Kurangnya Komunikasi dengan Konsumen

Kesalahan dalam pemasaran yang terakhit adalah kurangnya komunikasi dengan konsumen.

Seringkali pelaku usaha menganggap konsumen, terlebih pelanggan hanya sebagai sumber pendapatan semata.

Selama mereka membutuhkan produk kita, mereka pasti akan membelinya, dan selama tidak ada komplain, berarti everything’s OK.

Namun, konsumen semakin cerdas dalam memilih produk.

Konsumen cenderung memilih produsen yang mau mendengar suara mereka, di mana konsumen diberi akses untuk berkomunikasi dalam menyampaikan masukan, kritik, atau mendapatkan informasi terbaru.

Jika anda memiliki database pelanggan yang banyak, sebaiknya segera kelola database tersebut untuk menentukan strategi komunikasi dengan pelanggan agar tidak meninggalkan anda.

Mendapatkan feedback dari pelanggan akan membantu berkembangnya bisnis anda di masa datang.

Dampak Kurangnya Rencana Pemasaran

Rencana pemasaran ibarat sebuah kompas yang akan menuntun menuju keberhasilan langkah pemasaran Anda.

Oleh karena itu, pemasaran tanpa didahului dengan rencana pemasaran atau marketing plan akan tumpul. Artinya aktivitas marketing Anda tidak terukur dan tidak maksimal.

Tanpa adanya marketing plan, bisnis Anda pada akhirnya akan menghadapi beberapa masalah yang merugikan kelangsungan bisnis itu sendiri.

Adapun masalah-masalah yang muncul akibat kurangnya perencanaan pemasaran adalah sebagai berikut:

  • Potensi keuntungan bisnis menurun
  • Aktivitas marketing tidak fit dengan kondisi bisnis
  • Kerugian marketing bisa lebih parah
  • Pihak pelaksana pemasaran kurang terorganisasi
  • Bisa memunculkan konflik antar manajemen bisnis
  • Tidak mengetahui jumlah kompetitor dan keunggulan produk mereka

Cara Sukses Meningkatkan Penjualan Bisnis

Dengan adanya marketing plan, pada dasarnya Anda sudah membuka satu pintu untuk meningkatkan peluang kesuksesan penjualan bisnis Anda.

Dan setelah itu, baru Anda menerapkan beberapa strategi yang fit dengan bisnis dan customer Anda.

Untuk membantu Anda dalam meningkatkan penjualan bisnis, berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan di bisnis Anda, antara lain:

1. Tingkatkan Kualitas Produk

Bisnis yang Anda masuki bisa jadi sudah ada kompetitornya. Oleh karena itu, agar produk Anda bisa bersaing dengan kompetitor, maka Anda harus fokus dalam meningkatkan kualitas produk.

Memperbaiki kualitas produk bisa dengan meminta feedback dari customer Anda. Tanyakan apa saja yang menjadi kekurangan dari produk Anda.

Selain itu, Anda juga bisa memantau produk kompetitor. Gaji keunggulan dan kelemahan produk mereka. Gunakan data atau informasi ini untuk memperbaiki kualitas produk Anda.

Tak selamanya pelanggan akan tergiur dengan yang namanya diskon dan promosi yang mewah. Kualitas produklah yang membuat mereka loyak pada produk Anda.

2. Utamakan Kepuasan Pelanggan

Dua faktor yang menjadi penentu kepuasan pelanggan adalah produk berkualitas dan pelayanan yang premium.

Menyajikan produk yang berkualitas meski dengan harga yang sedikit relatif mahal akan terbayar lunas jika produk Anda benar-benar punya kualitas jempolan.

Sementara itu, meski produk Anda mungkin saja tidak berbeda dengan produk kompetitor, mereka akan tetap loyal ke bisnis Anda jika Anda memiliki pelayanan yang memuaskan.

Pelayanan yang baik adalah pelayanan yang pastinya menguntungkan bagi pelanggan Anda.

3. Lakukan Promosi

Salah satu letak keajaiban promosi adalah membuat seseorang yang awalnya tidak mau beli, mendadak kebelet beli.

Baca Juga :  Segmentasi Pelanggan Berdasarkan Kualitas dan Harga Produk

Tentu untuk melakukan promosi yang tepat Anda harus memperhatikan psikologis pelanggan Anda.

Anda harus memperhitungkan kita-kira penawaran apa yang bakalan membuat mereka segera membeli produk Anda.

Promosi tidak hanya terbatas pada memberikan harga diskon saja. Anda bisa juga menawarkan paket bundling atau bebas ongkir yang tentunya bisa meningkatkan penjualan bisnis Anda.

4. Lakukan Upselling

Dengan melakukan upselling, maka penjualan produk Anda akan meningkat. Dan tentunya peningkatan volume penjualan akan meningkatkan pula profit bisnis Anda.

Untuk melakukan upselling Anda bisa menawarkan pembelian produk dalam bentuk paket, yaitu satu harga untuk beberapa macam produk.

Selain itu upselling juga bisa dilakukan dengan memberikan harga khusus, jika pelanggan sudah melakukan minimal pembelian dengan jumlah tertentu.

Tentunya untuk melakukan upselling, sebelumnya dibutuhkan perencanaan dan perhitungan yang tepat.

5. Terapkan Strategi Penjualan yang Bervariasi

Strategi penjualan yang bervariasi akan membantu Anda memperoleh profit penjualan yang lebih besar.

Strategi penjualan ini dijalankan dengan memanfaatkan beberapa kanal dalam distribusi produk Anda. Misalnya, dalam penjualan produk, Anda bisa memanfaatkan kanal sosial media Anda untuk berjualan.

Selain sosial media, Anda bisa juga menggunakan iklan untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

Satu lagi kanal penjualan yang tak kalah menarik adalah merketplace. Contoh marketplace di sini adalah seperti Tokopedia, Lazada, Shopee, dan Bukalapak.

Marketplace sendiri mampu mendatangkan banyak orang untuk berbelanja di platform mereka.

Dengan memanfaatkan media ini, Anda juga berpeluang untuk mendapatkan penjualan dari marketplace.

Keuntungan Promosi

Promosi bertujuan untuk meningkatkan penjualan bisnis Anda. Selain itu, dengan melakukan promosi, produk Anda akan dikenali oleh banyak orang.

Sehingga semakin banyak orang tahu produk atau bisnis Anda, maka brand awareness akan bisnis Anda juga akan ikut meningkat.

Dalam jangka panjang semakin kuat brand akan memudahkan aktivitas marketing Anda. Itulah peran penting promosi dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Di luar manfaat tersebut, promosi juga memiliki beberapa keuntungan, antara lain:

  • Membantu meningkatkan profit dan omzet bisnis
  • Menarik lebih banyak pembeli
  • Produk Anda bisa menjadi viral di media digital
  • Dapat meningkatkan jumlah loyal customers Anda
  • Mempercepat terjadinya proses penjualan produk
  • Menjangkau lebih banyak pelanggan

Kesimpulan

Jika anda seorang newbie di bidang marketing atau ingin meningkatkan sales achievement, pastikan anda menghindari kesalahan-kesalahan pemasaran yang umumnya dialami oleh pebisnis baru.

Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan yang umum terjadi tersebut, Anda dapat membuat plang dalam mengantisipasi jika hal tersebut terjadi pada bisnis Anda.

Dalam menjalankan bisnis, terutama pada pemasaran, Anda butuh yang namanya marketing plan.

Dengan marketing plan, ibaratnya Anda sudah memiliki peta yang akan membantu Anda meraih hasil penjualan yang optimal.

Namun, untuk membuat marketing plan juga bukan perkara gampang.

Anda harus memiliki segudang pengetahuan mengenai marketing. Tanpa didukung pengetahuan yang cukup, maka marketing plan Anda akan terasa mentah.

Akibatnya apa yang sudah Anda rencanakan tidak memberikan hasil yang sesuai dengan ekspektasi Anda.