6 Cara Jitu Mengurangi Kendala Pekerjaan Akuntansi

Cara Jitu

Setiap pekerjaan pasti memiliki hambatan yang dapat membuat kinerja seseorang menurun, begitu juga dalam bidang akuntansi. Para akuntan setiap harinya menghadapi berbagai macam pekerjaan yang menuntut untuk diselesaikan. Tidak semua pekerjaan tersebut dapat dikerjakan dengan mudah oleh akuntan. Ada beberapa akuntan yang mampu mengurangi hambatan dan tekanan tersebut sehingga mampu menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat dan benar. Namun tidak jarang juga, banyak akuntan yang gagal meminimalkan hambatan kerjanya sehingga membuat pekerjaannya menjadi kacau.
Kendala dan hambatan dalam pekerjaan akuntansi berasal dari sumber internal dan eksternal akuntan itu sendiri. Jika dibandingkan, sebenarnya hambatan yang berasal dari internal atau dalam diri adalah hambatan yang terbesar yang dihadapi oleh akuntan, entah karena kurangnya skill dan kemampuan atau karena kecerobohan yang dibuat sendiri. Oleh karena itu, akuntan memerlukan beberapa solusi untuk mengurangi hambatan tersebut agar kinerja mereka menjadi lebih maksimal. Berikut adalah beberapa cara yang dapat diikuti untuk mengurangi kendala pekerjaan di bidang akuntansi.

1. Pilih Ruangan Kerja yang Jauh dari Keramaian
Tidak bisa dipungkiri, pekerjaan di bidang akuntansi memerlukan konsentrasi yang tinggi. Akuntan memerlukan ruangan yang tenang untuk berkonsentrasi agar dapat mencatat laporan-laporan transaksi dengan tepat dan benar. Namun, kebanyakan akuntan malah mendapatkan ruangan kerja yang bisa dibilang ramai. Ya, keramaian adalah salah satu faktor terbesar pemecah konsentrasi. Sebagai akuntan, anda mungkin pernah mengalami bagaimana sulitnya berkonsentrasi pada angka-angka transaksi ketika bekerja di ruangan atau kantor yang ramai. Kesalahan menuliskan angka, memasukan jurnal atau menghitung transaksi akan sering anda alami ketika bekerja di tempat yang ramai. Oleh karena itu, anda perlu meminta kepada atasan anda untuk mendapatkan ruang kerja yang tenang. Sehingga anda dapat berkonsentrasi penuh pada pekerjaan anda mencatat laporan transaksi keuangan perusahaan.

2. Membuat Prioritas Kontak
Telepon, email atau chatting adalah metode komunikasi yang lumrah di era kemajuan teknologi sekarang ini. Meskipun demikian, hal-hal tersebut juga dapat menghambat kinerja anda sebagai akuntan jika anda selalu menanggapi telepon, email atau chatting yang masuk ke gadget atau komputer anda. Untuk mengurangi hal tersebut, sebaiknya anda membuat prioritas kontak. Prioritas kontak adalah pembagian daftar kontak yang ada di telepon, email dan chatting anda sesuai dengan kebutuhan pekerjaan anda. Buatlah prioritas kontak mulai dari top priority sampai low priority. Daftar kontak top priority seperti atasan anda, klien anda, dan orang-orang yang berhubungan dengan pekerjaan anda. Sedangkan daftar kontak low priority adalah orang-orang yang tidak berhubungan dengan pekerjaan anda seperti teman, komunitas dan lain-lain.

3. Meningkatkan Kemampuan dan Teknik Akuntansi
Kemampuan dan teknika akuntansi yang lemah adalah salah satu hambatan terbesar yang berasal dari diri akuntan. Namun sayangnya, masih ada akuntan yang sudah merasa puas dengan ilmu yang mereka dapatkan selama perkuliahan dan tidak mau menambah dan mengasah lagi kemampuannya tersebut. Padahal dengan bertambahnya kemampuan dan teknik akuntansi, mereka bisa meningkatkan kinerja mereka dan juga mendapatkan kenaikan jabatan. Banyak cara yang dapat dilakukan ntuk meningkatkan kemampuan dan teknik akuntansi beberapa diantaranya adalah dengan belajar dari buku, belajar dari internet, mengikuti seminar dan workshop akuntansi, belajar dari peer group dan belajar dari rekan kerja sesama akuntan. Dengan demikian tidak ada alasan bagi akuntan untuk tidak mencari tempat dimana dia bisa meningkatkan kemampuan berakuntansi.

4. Membuat Skala Prioritas Pekerjaan
Hambatan terbesar kedua yang berasal dari diri akuntan adalah tidak bisa membuat skala prioritas pekerjaan. Di perusahaan menengah dan besar, pekerjaan departemen akuntansi selalu padat. Mereka yang tidak mampu mengelola waktu akan keteteran. Meskipun terlihat sibut, namun banyak pekerjaan yang sebenarnya belum tersentuh oleh mereka. Solusi untuk hambatan tersebut adalah membuat skala prioritas pekerjaan. Bagi anda yang masih berposisi sebagai staff akuntansi, mungkin anda tidak perlu membuat skala prioritas pekerjaan karena prioritas pekerjaan sudah dibuat oleh atasan anda. Yang perlu anda lakukan adalah disiplin terhadap waktu dan tugas yang telah diberikan pada anda. Namun jika anda memiliki jabatan tinggi di departemen akuntansi dan keuangan perusahaan anda, anda perlu membuat skala prioritas pekerjaan. Buatlah klasifikasi pekerjaan untuk staff anda seperti klasifikasi laporan transaksi rutin dan non-rutin dan klasifikasi laporan transaksi berdasarkan periode (harian, mingguan, bulanan dll). Dengan dibuatnya skala prioritas pekerjaan, pekerjaan anda akan lebih teratur dan rapi.

5. Merapikan Arsip
Arsip adalah bagian terpenting dalam pekerjaan di bidang akuntansi. Namun, kesalahan atau kelalaian dalam meletakan arsip akuntansi akan menghambat pekerjaan anda di kemudian hari. Tidak sedikit akuntan yang kesulitan mencari arsip laporan keuangan periode tertentu karena tidak rapihnya sistem pengarsipan akuntansi pribadinya maupun perusahaannya. Oleh karena itu, perlu anda menengok dan merapikan kembali arsip-arsip akuntansi anda. Salah satu metode yang efektif dalam melakukan pengarsipan akuntansi adalah dengan menggunakan software akuntansi. Di dalam software akuntansi biasanya setiap transaksi yang diinput akan tersimpan dengan sendirinya berdasarkan dengan urutan waktu. Anda akan dengan mudah mencari dan menemukannya ketika suatu saat anda membutuhkannya karena di dalam software akuntansi terdapat fitur pencarian. Meskipun demikian, anda tetap harus memiliki backup untuk data-data akuntansi tersebut.

6. Bekerja Sebagai Tim
Hambatan terakhir dan terbesar yang dihadapi oleh akuntan adalah ego dirinya sendiri. Mungkin hambatan tidak disadari oleh banyak akuntan, namun hambatan inilah yang sering membuat akuntan lalai dan tidak maksimal dalam bekerja. Ego yang sering muncul dalam diri akuntan adalah merasa puas dengan kemampuan dirinya, merasa lebih baik daripada yang lain, merasa lebih memiliki kepentingan dan kekuasaan dari yang lain dan lain-lain. Untuk mengurangi hal tersebut yang perlu dilakukan adalah bersikap tegas terhadap diri sendiri. Anda tidak bisa bekerja sendiri sebagai seorang akuntan, karena pekerjaan dibidang akuntansi sangat banyak. Anda membutuhkan tim untuk dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut. Meskipun anda memiliki jabatan atau posisi tertinggi di dalam tim, bukan berarti anda memiliki kekuasaan terhadap tim tersebut. Anda masih perlu mendengarkan, berbagi pengalaman dan ilmu dengan anggota tim lain dan saling memahami. Dengan bekerja sebagai tim, sepadat dan sesulit apapun pekerjaan akuntansi yang anda hadapi akan dapat dikerjakan dengan mudah dan menghasilkan laporan yang berkualitas.

Saya ingin mencoba software ZAHIR ACCOUNTING 6   ➨Request Demo