Memulai sebuah bisnis menjadi tantangan bagi setiap pengusaha, apalagi untuk mendapatkan pelanggan.

Produk dan layanan yang berkualitas tidak bisa ditawar-tawar.

Bagaimana pelanggan bisa percaya kalau produk dan layanan bisnis kita kualitasnya abal-abal.

Namun jika produk dan jasa yang anda tawarkan adalah produk yang memang benar berkualitas, maka sudah barang tentu akan banyak orang mencari dan membelinya.

Tapi memasarkan dan menjual barang dan jasa hingga diterima masyarakat bukanlah perkara mudah.

Hal ini dikarenakan besarnya lapisan demografi masyarakat dan tidak mungkin produk kita dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat tersebut.

Perlu ada cara-cara khusus agar kita dapat melakukan targeting pemasaran terhadap lapisan masyarakat tertentu yang akan dan dapat membeli produk dan jasa anda.

Masyarakat tersebutlah yang disebut dengan pelanggan potensial.

Mencari pelanggan potensial untuk produk dan jasa anda adalah pekerjaan yang tidak mudah.

Jenis-jenis Pelanggan

Pelanggan atau orang yang membeli produk yang Anda jual dan tawarkan terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu:

1. Pelanggan Eksternal

Merupakan pelanggan random yang membeli produk barang atau jasa yang ditawarkan karena cocok di kantong, berkualitas, dan dibutuhkan oleh mereka.

Pelanggan eksternal membeli produk karena merasa puas dengan penawaran produk Anda.

2. Pelanggan Internal

Merupakan pelanggan yang masih memiliki hubungan bisnis dengan penjual entah dia merupakan karyawan atau merupakan reseller yang membeli produk Anda untuk dijual lagi.

Contoh jenis pelanggan ini adalah agen dan pemilik toko kelontong.

Transaksi dilakukan karena adanya kesepakatan dan keuntungan dari kedua belah pihak.

3. Pelanggan Antara

Maksudnya adalah pelanggan yang berperan sebagai perantara antara perusahaan dengan pelanggan. Hampir sama dengan pelanggan internal karena pelanggan ini bukan pelanggan terakhir.

Apa Itu Pelanggan Potensial?

Setelah memahami jenis-jenis pelanggan, lantas di mana posisi pelanggan potensial? Untuk menjawabnya, Anda harus mengenal lebih dulu apa itu pelanggan potensial.

Secara sederhana arti dari pelanggan potensial bisa dilihat dari kata potensial sendiri yang artinya berpotensi, kemungkinan besar.

Baca Juga :  JENIS USAHA INDUSTRI KREATIF DAN KENDALANYA

Jadi, pelanggan potensial merupakan konsumen dan atau pengguna layanan jasa yang kemungkinan besar bisa membeli produk Anda.

Pelanggan potensial biasanya mereka yang memiliki keinginan besar untuk mendapatkan produk yang Anda jual, bahkan jika mereka harus menabung terlebih dahulu.

Dengan pengertian sederhana di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pelanggan potensial adalah calon konsumen yang memiliki ketertarikan pada produk atau layanan yang Anda tawarkan.

Namun, pelanggan potensial ini bisa jadi belum memiliki kemampuan untuk membeli produk Anda.

Ada hal tertentu yang jadi hambatan pelanggan membeli produk yaitu bisa karena usia maupun uang.

Ciri-ciri Pelanggan Potensial

Ada 5 ciri pelanggan potensial yang bisa Anda amati, berikut ulasannya:

1. Banyak Bertanya

Ketika calon konsumen menanyakan banyak hal saat Anda menawarkan produk, Anda bisa melabeli mereka sebagai pelanggan potensial.

Adanya inisiatif untuk bertanya menandakan bahwa calon konsumen memiliki ketertarikan pada produk yang Anda tawarkan.

Namun banyak hal yang belum terjawab sehingga mereka menanyakan sesuatu seperti warna, harga, ukuran, dan lain-lain.

2. Minta Turun Harga

Permintaan menurunkan harga jual atau aksi tawar menawar juga jadi ciri bahwa calon konsumen adalah pelanggan potensial.

Calon konsumen akan meminta penjual menurunkan harga sesuai budget yang mereka miliki demi mendapatkan produk yang diinginkan.

Namun mereka juga rela merogoh kocek lebih jika memang penjual tak bisa lagi menurunkan harga.

Hal demikian terjadi karena calon konsumen telah menjadi pelanggan potensial.

3. Mulai Membandingkan dengan Produk Lain

Calon konsumen tentu telah melakukan observasi sebelum membeli produk yang mereka butuhkan.

Ketika calon konsumen menanyakan kelebihan dan kekurangan produk Anda, kemudian mencoba membandingkan dengan produk dari merek lain, maka mereka sedang terjebak dalam status pelanggan potensial.

4. Paham Soal Produk

Perkembangan teknologi membuat calon konsumen mudah mencari informasi dan melakukan observasi terkait produk yang mereka butuhkan.

Misalnya, seorang wanita dengan kulit wajah berminyak akan mengincar produk yang menawarkan kebutuhannya yaitu menahan minyak.

Ketika produk demikian telah diluncurkan di toko kosmetik, pelanggan potensial tidak memerlukan lagi informasi umum soal produk karena mereka telah melakukan observasi sebelumnya.

5. Banyak Berpikir

Mempertimbangkan banyak hal sebelum membeli suatu produk jadi ciri-ciri bahwa calon konsumen merupakan pelanggan potensial.

Mempertimbangkan artinya memiliki ketertarikan untuk membeli produk tersebut.

Sebab jika memang tidak tertarik, maka produk yang ditawarkan tidak akan dipikirkan begitu dalam bahkan sampai dipertimbangkan untuk dibeli.

Contoh Konsumen Potensial

Telah disinggung sebelumnya bahwa pelanggan potensial adalah calon konsumen yang mantap akan membeli produk namun terhalang satu dan lain situasi.

Berikut contoh konsumen yang ada dalam posisi tersebut:

  • Calon konsumen yang telah melakukan pre-order barang seperti album. Konsumen mantap membeli album bahkan telah transaksi, namun barang belum diterima karena masih dalam proses produksi.
  • Calon konsumen yang mengikuti lelang produk, hal yang menjadi halangan bisa karena ada penawaran lebih tinggi dari orang lain atau Anda tidak diberi kesempatan untuk menawar.
  • Calon konsumen yang telah mengisi formulir untuk memesan produk terbatas.
Baca Juga :  Jurus Jitu Menjadi Market Leader

Cara Mengidentifikasi Pelanggan Potensial

Untuk mengidentifikasi atau mengenali pelanggan potensial, ada empat cara sederhana yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Mengobservasi dari mana calon pelanggan berasal, hal ini bisa diketahui dari bahasa yang mereka gunakan
  • Mendengarkan cerita calon konsumen ketika mereka mengeluh kecewa pada produk dari merek lain
  • Melihat ekspresi yang ditunjukkan calon konsumen
  • Menganggap serius semua saran yang kritik yang diberikan oleh calon konsumen, karena besar kemungkinan mereka kembali ketika perusahaan telah melakukan perubahan

Pentingnya Memahami Perilaku Konsumen

Seorang penjual membutuhkan konsumen. Itu sudah pasti.

Oleh sebab itu, penting bagi penjual memahami bagaimana perilaku pada konsumen. Banyak manfaat yang akan dirasakan ketika perilaku konsumen dipahami betul.

Apa saja manfaatnya?

Berikut penjelasannya:

  1. Membantu menciptakan strategi pemasaran baru
  2. Menjadi bahan evaluasi strategi pemasaran lama
  3. Mengetahui apa yang disukai dan tidak disukai konsumen lewat survey yang mereka isi
  4. Mendorong konsumen menjadi pelanggan loyal
  5. Mengurangi risiko bisnis merugi karena tahu kebutuhan dan keinginan konsumen

Cara Paling Efektif Mendapatkan Pelanggan Potensial

Di antara beberapa cara yang ada, saya coba rangkum 5 langkah tepat untuk mendapatkan pelanggan potensial produk dan jasa yang patut Anda coba.

1. Identifikasi Produk

Sebelum mencari pelanggan potensial, Anda sendiri yang harus mengidentifikasi produk dan jasa yang anda hasilkan dengan mengajukan beberapa pertanyaan seperti berikut ini:

  • Apakah produk dan jasa tersebut memang dibutuhkan oleh masyarakat?
  • Apa kegunaan produk dan jasa anda hingga dibutuhkan masyarakat?

2. Identifikasi dan Targeting Pelanggan Potensial

Setelah anda mengidentifikasi produk anda, barulah anda dapat melakukan identifikasi dan targeting pelanggan potensial produk anda.

Tentukan siapa target pasar dari produk Anda.

Hal ini untuk memudahkan Anda mencari konsumen yang sekiranya tertarik untuk menggunakan produk tersebut.

3. Buat Kampanye Pemasaran

Setelah melakukan identifikasi pasar, selanjutnya adalah membuat kampanye pemasaran.

Buatlah kampanye pemasaran yang sesuai dengan produk dan target pelanggan potensial anda.

Misal, jika pelanggan potensial anda adalah kawula muda buatlah kampanye pemasaran dengan gaya yang kasual.

Jika pelanggan potensial anda adalah kalangan pebisnis buatlah kampanye pemasaran dengan yang menampilkan profesionalitas.

4. Mengikuti Pameran Produk

Mengikuti pameran produk sebenarnya juga merupakan kampanye pemasaran produk dan jasa anda.

Ikutilah pameran-pameran pemasaran produk yang sesuai dengan produk dan target pelanggan potensial anda.

Misal, jika produk dan jasa anda adalah berada pada bidang IT, maka ikutilah pameran produk IT seperti pameran komputer.

Dengan mengikuti pameran produk anda pun akan bertemu langsung dengan pelanggan potensial di tempat pameran tersebut.

Baca Juga :  Pentingnya Menjalin Hubungan dengan Pelanggan

Dengan demikian anda dapat mengenal mereka secara langsung dan mengevaluasi produk.

5. Evaluasi Produk

Setelah anda melakukan kampanye pemasaran dan mengikuti pameran produk langkah terakhir adalah mengevaluasi produk.

Evaluasi produk sebenarnya adalah melakukan perbaikan terhadap produk dan layanan jasa anda untuk kemudian dilepas lagi.

Gunakan data-data dari hasil kampanye pemasaran dan pameran produk untuk mengetahui permintaan dari pelanggan potensial anda.

Cara Melakukan Pendekatan kepada Pelanggan

Ada tips-tips yang bisa dilakukan untuk melakukan pendekatan pada pelanggan, berikut beberapa yang bisa dipraktikan:

  • Memberikan harga tanggung pada pelanggan agar terlihat lebih murah, misal harga Rp 200.000 ditulis Rp 199.900.
  • Memberikan garansi agar calon konsumen merasa aman
  • Menjadi sponsor dalam acara terutama acara-acara yang menghadirkan bintang idola mayoritas konsumen
  • Suguhkan promo menarik seperti beli 1 gratis 1 dan diskon 50 persen
  • Follow up calon konsumen hingga mereka akhirnya tergoda melakukan transaksi

Cara Menghubungi Pelanggan Potensial

Ada 5 cara yang bisa Anda coba untuk menghubungi pelanggan potensial, di antaranya dengan cara cold calling atau terus-menerus menghubungi calon konsumen dengan cara sebagai berikut:

  1. Melakukan riset soal pelanggan potensial
  2. Menyiapkan pesan pembuka yang tidak membuat risih pelanggan, caranya dengan tidak langsung menanyakan soal minat terhadap produk
  3. Bicara dengan percaya diri soal produk yang dijual
  4. Jangan ragu dan skeptis bahwa pelanggan potensial masih tidak bisa membeli produk
  5. Tetap semangat dan konsisten

Contoh Promosi untuk Menarik Pelanggan

Berikut contoh promosi yang bisa menarik pelanggan dengan cepat:

  • Gratis ongkir tanpa minimal pembelian
  • Diskon gede-gedean bisa 50-70 persen biasanya dibuka di akhir tahun
  • Beli 1 gratis 1
  • Memberikan kupon dan voucher untuk transaksi tertentu
  • Memberikan sampel produk agar calon konsumen bisa merasakan terlebih dahulu sensasi menggunakan produk yang dijual
  • Memberikan kesempatan program liburan
  • Memberikan poin reward seperti yang dilakukan yang dilakukan Starbucks dan Chatime di mana ketika poin terkumpul dalam jumlah tertentu bisa ditukar dengan produk secara gratis

Kesimpulan

Pelanggan potensial bisa ditemukan di mana saja oleh penjual entah itu secara langsung di toko offline atau secara online.

Namun apakah Anda tahu bahwa calon konsumen yang datang merupakan pelanggan potensial?

Tampaknya belum semua penjual menyadari hal tersebut.

Untuk itu penting memahami pelanggan potensial bukan hanya definisinya, tapi juga ciri-ciri hingga bagaimana cara menarik pelanggan potensial agar benar-benar jadi konsumen.

STOP! Jangan biarkan bisnis Anda terjebak dengan laporan keuangan yang nggak sehat 

Dapatkan Free E-Book tentang tips & trik dalam mengelola keuangan bisnis
DAPATKAN SEKARANG