4,640 views

4 Tahapan Proses Audit Secara Singkat

audit

Pahami 4 Langkah Mudah Melakukan Audit Perusahaan

Audit keuangan bertujuan untuk mengevaluasi kondisi perusahaan. Laporan keuangan yang dihasilkan dari proses akuntansi saja tidak cukup karena meskipun kita merasa sudah teliti menghitung berbagai aset yang ada, pasti masih ada saja yang terselip. Belum lagi jika ada kasus penyelewengan uang perusahaan oleh pihak-pihak dalam yang tidak bertanggung jawab. Proses audit dilakukan melalui prosedur langkah yang pasti.

Proses Audit

Proses Auditing

Source Gambar: onlinetaxrefundsaustralia

Berikut ini adalah 4 proses auditing pada perusahaan, yaitu:

Tahap perencanaan

Dalam tahap perencanaan, ada tahap-tahap yang perlu anda lalui, seperti:

– Mempertimbangkan resiko bawaan

Sejak perencanaan audit sampai dengan penerbitan laporan audit, auditor harus mempertimbangkan berbagai macam risiko. Pada tahap perencanaan audit, auditor harus mempetimbangkan risiko bawaan (inherent risk) suatu risiko salah saji yang melekat dalam saldo akunatau asersi tentang saldo akun. Sebagai contoh, perhitungan yang lebih rumit lebih mungkin mengakibatkan salah jika dibandingkan dengan perhitungan yang sederhana.

– Mengembangkan strategi audit awal terhadap asersi signifikan.

Tujuan akhir perencanaan dan pelaksanaan audit yang dilakukan auditor adalah untuk mengurangi risiko audit ke tingkat yang rendah, untuk mendukung pendapat apakah, dalam semua hal yang material, laporan keuangan disajikan secara wajar. Tujuan ini diwujudkan melalui pengumpulan dan evaluasi bukti tentang asersi yang terkandung dalam laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen. Mengembangkan strategi audit awal terhadap asersi signifikan

– Mempertimbangkan berbagai faktor yang berpengaruh terhadap saldo awal, jika perikatan merupakan audit tahun pertama

Auditor harus menentukan bahwa saldo awal mencerminkan penerapan kebijakan akuntansi yang semestinya dan bahwa kebijakan tersebut diterapkan secara konsisten dalam laporan keuangan tahun berjalan. Bila terdapat perubahan dalam kebijakan akuntansi atau penerapannya, auditor harus memperoleh kepastian bahwa perubahan tersebut memang semestinya dilakukan, dan dipertanggunghjawabkan, serta diungkapka

– Me-review informasi yang berhubungan dengan kewajiban-kewajiban legal klien.
– Melaksanakan prosedur dan analitis

Evaluasi informasi keuangan yang dibuat dengan mempelajari hubungan yang masuk antara data keuangan yang satu dengan data keuangan lainnya, atau antara data keuangan dan data non keuangan. Prosedur analitis mencakup perbandingan yang paling sederhana hingga model yang rumit yang mematikan berbagai hubungan dan unsur data.  Mempertimbangan tingkat materialitas awal

– Mempertimbangkan tingkat materialitas awal

Materialitas awal pada tingkat laporan keuangan perlu diterapkan oleh auditor karena pendapat auditor atas kewajaran laporan keuangan diterapkan pada laporan keuangan sebagai keseluruhan. Materialitas awal pada tingkat saldo akun ditentukan oleh auditor pada tahap perencanaan audit karena untuk mencapai simpulan tentang kewajaran laporan keuangan sebagai keseluruhan, auditor perlu melakukan verifikasi saldo akun.

– Mendapatkan pemahaman tentang bisnis dan bidang usaha klien

Pengujian Informasi

Setelah melalui tahap perencanaan, auditor akan mulai menguji semua informasi dan data yang diperolehnya di lapangan, lalu menganalisisnya. Dalam melakukan proses ini, harus ada pihak perusahaan yang bertugas mengawasi kinerja seorang auditor. Sehingga kecurangan-kecurangan dapat dihindari dan hasil pengujian data dan informasi bersifat objektif dan tepat sasaran.

Dalam tahap ini, auditor juga melakukan tahap pemetaan tentang masalah yang mungkin muncul dari proses observasi tersebut, yang mana semua ini dikaitkan dengan informasi yang ia dapat sebelumnya dan juga pihak-pihak luar yang sekiranya terlibat dalam proses pendanaan perusahaan.

Mendapatkan Hasil

Di langkah ini, auditor bertugas untuk memeriksa resiko material dari perusahaan. Maka akan terlihat jika ada kesalahan dari laporan keuangan perusahaan dan juga kerugian yang dialami oleh perusahaan. Setelah itu, auditor mengklarifikasikan ulang. Jika perusahaan anda besar, maka anda harus memiliki lebih dari satu auditor. Bila perlu bentuk sebuah tim khusus auditor. Sebab, semakin besar suatu perusahaan, maka resiko penyimpangan keuangan juga akan semakin besar.

Sebelum mengambil kesimpulan, seorang auditor akan mencocokkan hasilnya dengan auditor yang lain. Jika auditor lainnya juga menemukan kesalahan keuangan yang sama, maka dipastikan ada yang tidak beres dengan kondisi keuangan perusahaan. Untuk itu, tim auditor akan melakukan pemeriksaan lanjutan secara lebih mendalam.

Menyusun Hasil Evaluasi

Langkah terakhir adalah menyusun hasil evaluasi berupa laporan. Nantinya, laporan ini akan diserahkan ke pihak perusahaan yang menunjuk auditor tersebut. Di dalam laporan tersebut, auditor juga harus menulis rekomendasi perkembangan yang mungkin bisa dicapai. Ini adalah langkah terakhir dari seluruh proses audit.

Itulah 4 langkah mudah untuk melakkan audit perusahaan. Anda akan tahu bagaimana kondisi keuangan perusahaan anda dengan adanya proses audit. Walaupun memang prosesnya sangat rumit seperti menyewa auditor atau membentuk tim khusus auditor, namun keuntungan yang anda dapatkan jauh lebih besar. Audit ini juga dapat menghindari oknum-oknum yang nakal dan jahil yang mencoba mengganggu keuangan perusahaan anda.

Facebook Comments
Bagikan :
Saya ingin mencoba software ZAHIR ACCOUNTING 6   ➨Request Demo
More in Akuntansi, Keuangan
Close