Anda seorang pegawai? Pernahkah Anda mempunyai keinginan untuk menjadi Bos di tempat Anda bekerja atau bahkan di perusahaan milik Anda sendiri? Saya dapat memastikan jawaban Anda adalah “ya, saya mau jadi Bos!” Satu pertanyaan yang kadang muncul dalam pikiran seorang pegawai “mengapa ia bisa menjadi Bos saya?” Sebenarnya jawabannya sederhana, “Bos Anda lebih hebat dari Anda”. Saya jadi ingat penggalan dialog pada film Spiderman ketika sang superhero Peter Parker dibisiki oleh pamannya yang sedang sakaratul maut, Ben “with great power comes great responsibility”. Tentunya kalimat ini tidak hanya berlaku bagi sang superhero, namun berlaku bagi semua orang di semua bidang. Jabatan Bos yang disandang seseorang tentunya tidak datang dengan sendirinya. Umumnya mereka juga pegawai seperti Anda pada awalnya, melewati jenjang karir sampai pada posisi sekarang karena memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab sebagai seorang Bos.
Salah satu faktor yang sangat berpengaruh untuk jenjang karir adalah produktifitas kerja, dengan produktifitas kerja yang baik dan semankin meningkat bukan tidak mungkin Anda bisa menyamai prestasi atau bahkan melebihi bos Anda. Menurut Nawawi (1990:108), produktivitas kerja lebih ditekankan pada ukuran daya guna dalam melaksanakan pekerjaan, yang menyentuh aspek ketepatan, kecermatandan sikap terhadap pekerjaan. Ketepatan dan kecermatan dihubungkan dengan keterampilan dan keahlian dalam mempergunakan metode atau cara bekerja dan peralatan yang tersedia.
Tidak peduli apa profesi Anda, menjadi lebih produktif harus menjadi tujuan utama Anda dalam bekerja yang dengan sendirinya akan membawa Anda pada posisi yang anda inginkan, apalagi untuk menjadi seorang Bos. Para profesional yang sukses di bidangnya adalah orang yang selalu menggunakan jam kerjanya seefektif dan seproduktif mungkin. Berikut beberapa tips untuk meningkatkan produktifitas kerja Anda.
- Jangan akses jejaring sosial selama bekerja
Kecanduan terhadap sesuatu bisa mengganggu produktivitas Anda. Begitu pula saat Anda kecanduan mengakses media sosial yang tengah marak sekarang. Maka akseslah jejaring sosial setelah bekerja.
- Tentukan target dan deadline
Menentukan target merupakan pelecut semangat Anda bekerja, karena tercapai atau tidaknya target akan menunjukkan performa Anda. Anda juga harus menentukan waktu yang spesifik untuk berhenti bekerja. Hal ini disebut dengan Deadline yang akan memaksa Anda untuk lebih disiplin saat bekerja.
- Buat skala prioritas
Anda mendapat notifikasi BBM atau Whatsapp dan pelanggan Anda sedang menunggu hasil pekerjaan Anda. Mana yang lebih penting? Ribuan orang mengalami situasi yang sama setiap hari. Kita harus belajar memprioritaskan hal-hal yang lebih penting daripada membuang-buang energi pada hal yang kurang penting.
- Memecah-mecah pekerjaan menjadi lebih kecil
Anda pernah makan bakso berukuran jumbo hampir lebih besar dari bola tenis? Anda akan sulit menghabiskan sebutir bakso, jika tidak menggigit sedikit demi sedikit lalu mengunyah dan menelan.
Aturan yang sama juga berlaku dalam pekerjaan.
- Belajarlah berkata ‘Tidak’ dan jangan pernah katakan ‘Mungkin’
Menolong orang lain seringkali bisa menjadi motivasi besar bagi diri sendiri. Namun sebaiknya Anda belajar mengatakan tidak, jika permintaan tolong tersebut tak ada hubungannya dengan tujuan dan prioritas kerja Anda. Mengatakan ‘mungkin’ juga sebaiknya dihindari karena bisa mengubahnya menjadi kepentingan pribadi.
Dengan menjalankan kiat-kiat ini, tentunya akan meningkatkan produktivitas kerja Anda dan bukan tidak mungkin Anda yang tadinya hanya seorang pegawai biasa akan menanjak menjadi seorang Bos.
Semoga bermaanfaat. Salam sukses.
Kepustakaan
[1] Hadari Nawawi, (1990), Administrasi Personel: Untuk Peningkatan Produktivitas Kerja. Jakarta: Haji Mas Agung.
[2] https://bisnis.liputan6.com/read/645181/7-cara-gampang-biar-bekerja-lebih-produktif (diakses pada 17 Februari 2015, pukul 12.30 WIB).