Aset Tetap Dicuri, Bagaimana Perlakuan Akuntansinya?

aset tetap

Aset Tetap Dicuri, Bagaimana Perlakuan Akuntansinya?

Kejadian hilangnya aset tetap akibat pencurian memang mungkin saja terjadi. Jika hal tersebut terjadi, maka aset tetap yang hilang harus dihapus dari catatan perusahaan. Penghapusan terhadap aset yang hilang tersebut dilakukan berdasarkan adanya bukti Surat Kehilangan yang diterbitkan pihak kepolisian. Tanpa adanya surat kehilangan maka tidak bisa dilakukan penghapusan. Karena tanpa adanya bukti maka akan sulit membuat laporan keuangan yang ditujukan untuk stake holder, karena mereka tidak akan percaya tanpa adanya bukti yang kuat. Karena itu surat kehilangan dari kepolisian dibutuhkan sebagai dasar untuk penghapusan aset tetap.

Contoh kasus

Tanggal 7 Mei 2015, PT. Maju kehilangan mesin moulding yang dibeli pada tangal 1 Pebruari 2015 dengan harga perolehan Rp. 160.000.000. PT. Maju sudah melaporkan kehilangan tersebut kepada pihak kepolisian dengan nomor surat 0705/VII/SLK/POLRI/2015 pada tanggal 7 Meii 2015.

Dalam penghitungan penyusutan, PT. Maju menerapkan metode garis lurus. Umur ekonomis mesin moulding diperkirakan 4 tahun dan PT. Maju tidak memperkirakan nilai sisa atas mesin tersebut.

Bagaimana langkah penghapusan mesin moulding tersebut?

1. Update buku aset tetap mesin packaging

Dilakukan dengan menghitung penyusutan mesin moulding dari tanggal perolehan mesin hingga tanggal hilangnya mesin tersebut.

Penyusutan 1 Pebruari – 7 Mei 2015:

Mesin moulding sudah digunakan selama 3 bulan

Penyusutan = 3/12 x (160.000.000/4) = Rp. 10.000.000

Kemudian membuat penyusutan mesin moulding dengan jurnal:

Debit Depreciation Rp. 10.000.000

Kredit Accumulated depreciation Rp. 10.000.000

Penghitungan milai buku saat aset tersebut hilang :

Perolehan mesin moulding – akumulasi penyusutan

Rp. 160.000.000 – Rp. 10.000.000 = Rp. 150.000.000

Jadi nilai buku saat aset tersebut hilang adalah Rp. 150.000.000

2. Menghapus aset tetap yang hilang

Jurnal untuk aset tetap yang hilang adalah:

Debit Accumulated depreciation Rp.10.000.000

Debit Rugi kehilangan aktiva tetap Rp. 150.000.000

Kredit Aktiva tetap – mesin moulding Rp. 160.000.000

3. Pelaporan Penghapusan Aset Tetap yang Hilang

Pada akhir periode, aset tetap mesin moulding sudah tidak lagi tercantum pada neraca karena saldo sudah nol. Sementara kerugian dimasukkan dalam kelompok pos luar biasa. Laporan keuangan juga mencantumkan penjelasan terkait pos luar biasa tersebut.

Saya ingin mencoba software ZAHIR ACCOUNTING 6   ➨Request Demo