Untuk menciptakan sebuah produk yang fit dengan market, maka pebisnis harus melakukan analisa kebutuhan konsumen.

Memetakan apa saja yang menjadi kebutuhan konsumen merupakan proses panjang yang melelahkan.

Tapi imbal baliknya, semakin Anda paham market Anda, bisnis yang Anda bangun pasti akan lebih sustainable.

Apa yang Dimaksud dengan Kebutuhan Konsumen?

Kebutuhan konsumen merupakan faktor yang mendorong mereka membuat keputusan untuk membeli suatu produk.

Secara definisi, kebutuhan konsumen adalah keinginan terhadap produk baik itu barang maupun jasa yang bisa datang dari berbagai lini konsumen, baik itu perorangan atau kelompok.

Dengan memahami kebutuhan konsumen, Anda bisa menyediakan produk atau layanan yang membantu mereka dan mudah mendatangkan penjualan.

Mengetahui kebutuhan konsumen juga bisa membantu Anda membuat rencana pemasaran.

Jenis-jenis dan Contoh Kebutuhan Pelanggan

Ada 5 jenis kebutuhan pelanggan yang bisa diidentifikasi, yaitu:

  1. Kebutuhan yang diutarakan, ketika seorang pelanggan secara blak-blakan menginginkan barang dan menjabarkannya secara spesifik misalnya dengan harga beli yang murah
  2. Kebutuhan yang nyata, ketika seorang pelanggan menginginkan biaya perawatan produk yang murah
  3. Kebutuhan yang tidak diutarakan, ketika seorang pelanggan menginginkan pelayanan yang sangat baik dari penjual
  4. Kebutuhan kegembiraan, ketika seorang pelanggan membeli produk dan mendapatkan hadiah atau bonus
  5. Kebutuhan rahasia, ketika seorang pelanggan dipandang wah karena membeli produk tersebut

Pentingnya Mengenal Analisis Kebutuhan Konsumen

Analisa kebutuhan konsumen merupakan salah satu cara yang perlu dilakukan para pelaku bisnis untuk mengetahui perilaku konsumen terutama kebutuhannya.

Di mana dengan melakukan analisa kebutuhan konsumen, maka dapat membantu pelaku bisnis dalam menyusun strategi bisnis khususnya strategi pemasaran.

Mengingat konsumen di sini menjadi hal yang perlu dijaga saat berbisnis yang berkaitan erat dengan usaha memperoleh keuntungan.

Terlebih di era saat ini dunia bisnis sering dihadapkan pada risiko persaingan yang ketat.

Apalagi jika bidang bisnis yang dijalankan memiliki banyak peminat seperti bisnis kuliner, properti dan lain sebagainya.

Sehingga tidak heran jika berbagai upaya dan strategi dibentuk untuk mengatasi persaingan tersebut.

Persaingan yang ketat pun juga dikaitkan dengan menjaga konsumen, meningkatkan keloyalitasan konsumen, dan bahkan menarik konsumen baru.

Semua itu dilakukan oleh para pelaku bisnis demi mempertahankan dan mengembangkan bisnisnya, tidak terkecuali melakukan analisis kebutuhan konsumen.

Dengan melakukan analisis kebutuhan konsumen diharapkan pelaku bisnis mengetahui dengan jelas bagaimana dan apa kebutuhan konsumen yang sebenarnya.

Sehingga nantinya diharapkan mampu menciptakan produk atau jasa yang sesuai ataupun mendekati dengan kebutuhan konsumen itu sendiri.

Baca Juga :  Peluang Besar di Ceruk Pasar yang Kecil

Selanjutnya bisnis yang dijalankan pun dapat mengambil minat atau perhatian konsumen dan bertahan di tengah persaingan bisnis yang ketat seperti saat ini.

Mengapa Perlu Melakukan Analisis Konsumen?

Berikut ini adalah alasan mengapa pelaku bisnis perlu melakukan analisa kebutuhan konsumen:

1. Menciptakan produk atau jasa yang sesuai

Dengan melakukan analisa kebutuhan konsumen otomatis pelaku bisnis mengetahui kebutuhan konsumen yang sebenarnya.

Untuk pelaku bisnis yang telah menjalankan bisnis, hal ini berguna untuk memperbaiki produk atau jasa yang telah ditawarkan pada konsumen untuk lebih memenuhi kebutuhan konsumennya.

Untuk pelaku bisnis yang akan menjalankan bisnis, hal ini tentu berguna untuk memikirkan produk atau jasa yang seperti apa dan yang lebih dapat memenuhi kebutuhan konsumennya.

Jika sudah seperti itu, maka otomatis produk atau jasa yang ditawarkan dapat diterima dengan baik oleh konsumen.

Selain itu, dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen sehingga bisnis pun dapat berkembang dengan baik.

2. Memberikan motivasi berbisnis

Ketika pelaku bisnis mengetahui kebutuhan konsumennya, maka timbul rasa untuk memperbaiki atau menciptakan produk yang lebih unggul dan sesuai kebutuhannya.

Dengan kata lain, dapat memberikan motivasi pelaku bisnis dalam menjalankan bisnisnya.

Hal tersebut dikarenakan menjaga konsumen atau menghadapi persaingan bisnis tentu menjadikan tantangan tersendiri yang harus dilewati dengan baik bagi pelaku bisnis.

3. Membantu menciptakan brand

Brand atau merk menjadi salah satu hal untuk memudahkan konsumen dalam memilih produk atau jasa yang ada.

Untuk itu, ketika pelaku bisnis mengetahui kebutuhan konsumen dengan baik maka otomatis akan mendorong untuk menciptakan brand yang sesuai dan mudah untuk dikenal konsumen.

Terlebih dalam sebuah brand ini menjadi salah satu sarana yang dapat memberikan informasi secara produk atau jasa yang tidak langsung.

Selanjutnya jika brand tersebut mulai dikenal maka konsumen akan cenderung memilih produk yang sudah dikenal, apalagi jika produk atau jasa tersebut memiliki kualitas yang baik.

4. Mendorong untuk mengutamakan kualitas produk

Selain memberikan motivasi dalam berbisnis, melakukan analisa kebutuhan konsumen juga dapat mendorong untuk pelaku bisnis agar terus mengutamakan atau menjaga kualitas produk.

Menganalisis kebutuhan konsumen akan dirasa kurang lengkap jika setelah itu tidak menjaga kualitas produk atau jasa yang ditawarkan pada konsumen.

Mengingat konsumen akan membeli produk atau jasa yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhannya.

Selain itu, jika pelaku bisnis ingin mempertahankan bisnisnya, maka sudah seharusnya untuk menjaga kualitas.

Karena ketatnya persaingan saat ini akan terus mendorong pebisnis untuk terus mencoba menciptakan produk yang lebih berkualitas dari produk yang sudah ada.

5. Membantu dalam menyusun strategi pemasaran

Selain beberapa poin di atas, melakukan analisis kebutuhan konsumen dapat membantu menyusun strategi pemasaran bisnisnya.

Hal ini dikarenakan kebutuhan tiap konsumen berbeda-beda, yang menjadi tugas tersendiri untuk pelaku bisnis bagaimana produk atau jasanya dapat menarik konsumen sebanyak mungkin.

Oleh karena itu dibutuhkan strategi marketing yang tepat berdasarkan data analisis kebutuhan pelanggan.

Dengan adanya strategi yang tepat, perusahaan dapat menentukan langkah bisnisnya, mulai dari memperluas atau membangun lokasi bisnis yang sesuai, dan melakukan promosi ke lokasi tertentu yang lebih dirasa tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Contoh Analisis Kebutuhan Konsumen

Contoh analisis kebutuhan konsumen dalam kasus yang sederhana:

Ketika membuka toko buku, pastikan Anda telah memperhitungkan dengan matang apa saja kebutuhan konsumen.

Toko Buku

  • Target: Mahasiswa dan dosen
  • Lokasi: Sekitar kampus
  • Harga: Sesuai dengan kantong mahasiswa, bila memungkinkan buka jasa pinjam buku berbayar
  • Kualitas dan kelengkapan: Sesuai dengan jurusan yang ada di kampus tersebut

Tujuan Melakukan Analisis Kebutuhan Konsumen

Melakukan analisis kebutuhan konsumen akan memberikan banyak manfaat untuk perusahaan. Data analisis ini dapat dijadikan acuan untuk menyusun strategi marketing dan menciptakan produk yang tepat.

Baca Juga :  Kunci Sukses Ekspansi Bisnis Dari Seorang Profesor

Hal di atas hanya sebagian dari tujuan melakukan analisis kebutuhan konsumen. Di luar hal tersebut masih terdapat tujuan yang lainnya yang penting untuk perkembangan bisnis itu sendiri.

Berikut tujuan melalukan analisis kebutuhan konsumen, antara lain:

  1. Menciptakan produk yang tepat sasaran
  2. Membuat produk yang Anda jual memiliki ciri khas atau unik
  3. Produk yang dijual memiliki nilai tambah
  4. Memudahkan menyusun strategi dalam bisnis karena tahu apa kebutuhan konsumen
  5. Membantu dalam evaluasi kinerja perusahaan

Keuntungan Melakukan Analisis Konsumen

Analisis konsumen tidak dilakukan tanpa alasan. Tentu ada keuntungan yang didapatkan sampai perusahaan rela mempelajari dan menganalisis kebutuhan konsumen.

Beberapa di antara keuntungan yang didapatkan perusahaan ketika melakukan analisis konsumen adalah:

  • Perusahaan lebih unggul dari kompetitor karena siap siaga menawarkan produk yang dibutuhkan konsumen dengan kualitas yang lebih mumpuni.
  • Perusahaan menjadi termotivasi untuk mengembangkan bisnis dan mencapai target setelah tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan konsumen. Jika produk sesuai kebutuhan, maka dipastikan stok habis karena konsumen akan menyerbu produk bahkan ketika pertama kali diluncurkan.
  • Meningkatkan branding perusahaan. Konsumen akan membicarakan produk perusahaan tersebut dari mulut ke mulut sehingga orang tak asing dengan merek produk Anda.

Metode yang Digunakan untuk Mengetahui Kebutuhan Konsumen

Ada beberapa cara sederhana yang bisa dipraktikkan untuk mengetahui kebutuhan konsumen, berikut ulasannya:

1. Bertanya pada Konsumen

Beberapa konsumen terkadang mau meluangkan waktunya untuk mengisi survei terkait kebutuhan yang mereka inginkan.

Tidak mudah memang menarik konsumen agar terbuka soal kebutuhan mereka, tapi ketika Anda melakukan hal ini maka perusahaan dianggap telah selangkah lebih maju hadir demi konsumen.

Agar konsumen mau menceritakan kebutuhannya, misalnya dengan mengikuti survei, Anda bisa memberikan reward, baik berupa voucher, poin, dan lainnya.

2. Menganalisis Buyer atau Customer Persona

Maksudnya adalah Anda melakukan observasi atau pengamatan terkait informasi siapa saja pembeli yang membutuhkan produk Anda.

Ada tiga hal yang harus dipahami, yaitu:

Siapa calon pembeli yang membutuhkan produk dan mudah Anda capai, misalnya orang di domisili tertentu atau orang dengan jabatan tertentu.

Apa masalah yang kira-kira dihadapi calon pembeli sehingga mereka harus mengatasi itu dengan produk Anda.

Bagaimana produk Anda membantu mengatasi masalah calon pembeli.

3. Banyak Diskusi dengan Tim Lapangan atau Tim Penjual

Tim ini adalah wajah dari produk yang Anda jual yaitu mereka yang bekerja di toko dan berhadapan langsung dengan konsumen maupun calon konsumen.

Tim tersebut mudah mengamati perilaku calon konsumen, mereka juga tahu produk apa yang banyak dicari dan ditanyakan oleh calon pembeli.

Untuk itu adakan pertemuan rutin dengan para tim penjualan.

4. Observasi Media Sosial

Biasanya calon konsumen menyampaikan keluhan soal produk yang mereka butuhkan melalui media sosial. Keluhan mereka bisa dipakai sebagai acuan.

5. Ikut Gathering

Gathering atau konferensi bisa dilakukan oleh industri B2B. Konferensi bisa dijadikan peluang untuk mempelajari kebutuhan bisnis dan insight baru dalam dunia bisnis.

Cara Mengetahui Tingkat Kebutuhan Konsumen Akan Suatu Produk

Pertama-tama, pahami terlebih dahulu bahwa kebutuhan dan keinginan konsumen dibagi ke dalam tiga tingkatan, yaitu:

  1. Basic: Memenuhi kebutuhan dasar
  2. Meeting expectation: Memenuhi harapan
  3. Excending expectation: Malampaui harapan

Bagaimana cara mengetahui bahwa konsumen memiliki kebutuhan dari tiga tingkatan itu?

  • Jika itu kebutuhan dasar, maka konsumen biasanya hanya memerlukan produk dengan pelayanan standar, misalnya pengiriman tepat waktu dan mudah dijangkau.
  • Jika itu kebutuhan meeting expectation, maka konsumen membutuhkan hubungan yang harmonis dengan penjual. Saling berkomunikasi dan mendengarkan keluhan satu sama lain agar paham bahwa mereka menentukan standar dan harapan tertentu terhadap produk dan pelayanan Anda.
  • Jika itu kebutuhan exceeding expectation, maka Anda akan mendapatkan sedikit tantangan. Pasalnya, konsumen tidak tahu betul apa yang mereka inginkan, tapi harus mendapatkan sesuatu yang mereka butuhkan.
Baca Juga :  Tips Menaikkan Harga Tanpa Takut Ditinggal Konsumen

Cara Mudah Memenuhi Kebutuhan dan Keinginan Pelanggan

Memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan menjadi prioritas utama bagi seorang pebisnis, bukan fokus ke produk.

Produk yang Anda tawarkan memang fungsinya dapat membantu kehidupan mereka, tapi masalahnya adalah kenapa mereka harus memilih produk Anda dibanding produk lainnya.

Oleh karena itu, dengan mengenal lebih dalam siapa market Anda, dapat dipastikan Anda akan lebih mudah dalam memberikan nilai tambah pada produk Anda.

Sehingga hal ini akan membuat calon konsumen memiliki keinginan untuk membeli produk Anda.

Kebutuhan dan keinginan pelanggan bisa muncul karena dipengaruhi oleh beragam faktor mulai dari pendidikan hingga wilayah geografis.

Orang-orang yang tinggal di tempat dingin, seperti pegunungan membutuhkan jaket dan baju hangat sebagai pakaian mereka.

Sementara orang-orang yang tinggal di pesisir pantai membutuhkan pakaian yang bisa menyerap keringat dan cenderung tipis serta terbuka.

Itulah sebabnya memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan tidak bisa dilakukan jika tidak ada analisis terkait pelanggan dan latar belakang mereka.

Penting melihat latar belakang konsumen mulai dari pendidikan di tingkat mana, tempat tinggal di wilayah seperti apa, agamanya apa, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan budaya.

Strategi Pemasaran yang Tepat Berdasarkan Kebutuhan Pelanggan

Ada empat strategi pemasaran yang bisa dilakukan berdasarkan kebutuhan pelanggan, berikut ulasannya:

1. Menyesuaikan dengan Kebutuhan dan Keinginan Konsumen

Pasarkan produk sesuai tempatnya. Lihat latar belakang pelanggan dan di mana lokasi Anda berjualan.

Jika Anda membuka toko di dekat lingkungan kampus yang notabene dipenuhi oleh mahasiswa maka salah satu produk yang sangat mereka butuhkan adalah buku atau literatur.

2. Penetapan Harga yang Masuk Akal

Harga yang ditawarkan harus bisa sebanding dengan manfaat yang diterima oleh konsumen.

3. Memberikan Pelayanan Menyenangkan ke Pelanggan

Kenyamanan tidak hanya datang dari interior atau bentuk bangunan, warung, toko di mana tempat Anda menjajakan produk.

Kenyamanan ini juga datang dari keramahan Anda sebagai penjual, etika, dan menjamin produk berkualitas agar dipercaya oleh konsumen.

4. Membangun Komunikasi yang Efektif

Sebagaimana disinggung sebelumnya, komunikasi menjadi salah satu strategi pemasaran berdasarkan kebutuhan konsumen.

Komunikasi sangat diperlukan agar konsumen merasa diarahkan dan dilayani dengan baik, apalagi jika produk yang Anda jual sulit ditemukan oleh konsumen misalnya buku terbitan lama.

Kesimpulan

Analisa kebutuhan konsumen menjadi kunci bagaimana bisnis Anda bergerak ke depan.

Dengan data analisis ini, Anda dapat menentukan beberapa strategi bisnis yang tepat sasaran sehingga bisnis Anda lebih terukur dan efektif.

Agar analisis kebutuhan konsumen Anda tepat, Anda harus melakukan banyak interaksi dengan mereka.

Diawali dengan mengenal perilaku pelanggan, membangun komunikasi yang baik, dan mendengar keluhan.

Untuk itu, bangunlah beberapa channel atau media yang bisa mendekatkan diri Anda dengan customer Anda.

Anda bisa memulainya dengan membuat akun media sosial ataupun YouTube.

Dengan media ini akan memudahkan Anda menangkap semua kebutuhan dan keinginan pelanggan Anda.

STOP! Jangan biarkan bisnis Anda terjebak dengan laporan keuangan yang nggak sehat 

Dapatkan Free E-Book tentang tips & trik dalam mengelola keuangan bisnis
DAPATKAN SEKARANG