Saat ini, para pengusaha sedang menghadapi tantangan cukup berat soal pemasaran di tengah krisis yang membuat keadaan ekonomi bergejolak dan tidak pasti.

Dalam dunia bisnis, kita mengenal ada pemasaran dan penjualan. Sekilas mirip, namun ternyata berbeda. Merefresh kembali ingatan kita, bahwa pemasaran adalah proses yang berawal menawarkan apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh seorang konsumen dan berakhir pada kepuasan.

Selanjutnya ada penjualan yang merupakan aktivitas yang membuat konsumen rela mengeluarkan uangnya demi sebuah produk atau jasa.

Kembali ke pokok pembahasan, bahwa kunci untuk mempertahankan bisnis Anda di saat yang tidak pasti ini adalah tetap bertekad untuk menjadi kompetitif dan beralih ke pola pikir oportunistik. Jangan terlalu lama larut dalam kesulitan dan hanya berfokus pada turbulensi, lebih baik memanfaatkan dinamika pasar turun dan menjadi pesaing yang lebih kuat. 

Ekonomi yang lemah tidak melulu menjadi momok yang menakutkan dan sebenarnya dapat menjadi peluang untuk mengevaluasi inisiatif pemasaran dan hubungan masyarakat Anda sehingga Anda dapat membuatnya lebih efektif dan efisien.

Ketika ekonomi sedang stabil akan terasa lebih mudah untuk masuk ke dalam kebiasaan pemasaran yang umum, beberapa perusahaan menggunakan rencana pemasaran yang sama dari tahun ke tahun. Tetapi ketika keadaan tidak mendukung, Anda bisa menghasilkan semangat baru untuk perubahan yang mungkin tidak didapat ketika keadaan normal.

Ambil saja hikmah dibalik ekonomi yang sedang bergejolak tidak menentu ini untuk memberdayakan perusahaan Anda untuk menemukan cara-cara segar dan kreatif untuk tetap terlihat, menonjol sebagai merk yang berbeda dan menjadi pemimpin dalam bidang bisnis Anda, bahkan dengan anggaran pemasaran yang lebih kecil.

Kunci untuk tetap bisa bersaing dalam ekonomi yang lemah adalah tetap terlihat dan memproyeksikan citra kekuatan dan stabilitas bisnis Anda. Pelanggan memiliki kepekaan yang tinggi terhadap tanda-tanda kelemahan apa pun, jadi tahan keinginan untuk secara dramatis mengurangi aktivitas pemasaran Anda.

Untuk bisa berkembang di masa-masa sulit, Anda perlu memperhatikan upaya pemasaran dan hubungan masyarakat. Dua hal ini menjadi perpaduan yang kuat dan terkonsentrasi yang memberikan visibilitas tingkat tinggi dan berdampak pada anggaran terbatas.

Berikut ini merupakan 10 langkah yang bisa Anda gunakan jika bisnis Anda ingin tetap bisa bertahan dalam masa sulit.

  1. Pikirkan kembali strategi pemasaran Anda


    Cek kembali seberapa banyak pengeluaran yang layak berdasarkan situasi keuangan Anda saat ini. Apa saja yang masih membutuhkan biaya dan apa saja yang sekiranya bisa dikurangi bahkan dihentikan untuk sementara.

    Lalu, buat strategi pemasaran baru yang mengoptimalkan setiap uang dan mengintegrasikan aktivitas Anda untuk mendapatkan keuntungan tertinggi untuk setiap upaya.

    Sehingga, biaya pemasaran Anda tidak dikurangi terlalu banyak. Pendekatan ini akan memastikan Anda menyusun rencana strategis yang akan memungkinkan Anda untuk tetap terlihat dan bersaing kuat meskipun dengan anggaran yang dikurangi.

  2. Evaluasi merk Anda

    Saat-saat seperti ini menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi merk, pasar, dan pesaing Anda dengan lebih cermat. Anda perlu mendapatkan pandangan yang jauh berbeda tentang situasi Anda saat ini dan bagaimana aktivitas pemasaran Anda saat ini.

    Cari tahu, apakah strategi pemasaran Anda di masa krisis tetap berjalan dengan baik atau tidak. Jangan lupa untuk tetap memperhatikan pesaing Anda, untuk mengetahui apakah perusahaan menonjol atau jauh di bawah.

  3. Buat target pemasaran Anda

    Dengan anggaran yang terbatas, Anda harus bisa menargetkan pemasaran Anda pada pelanggan ideal secara tepat. Luangkan dan investasikan waktu Anda dalam membuat database pelanggan yang ditargetkan untuk digunakan dalam pemasaran langsung.

    Di era digital ini, Anda bisa memanfaatkan iklan online. Seperti dengan memanfaatkan email yang memungkinkan Anda menjangkau pelanggan secara langsung dengan cara yang lebih efisien dan hemat biaya.

  4. Memberikan pesan dan edukasi


    Saat masa krisis, tidak hanya Anda sebagai pengusaha yang mengalami keresahan dan mental down. Konsumen Anda pun merasakannya. Maka dari itu, Anda bisa tetap menonjol dan keep in touch dengan memberikan pesan dan edukasi yang membangun untuk konsumen Anda.

    Merasa bahwa bisnis Anda care dengan para konsumennya, sehingga mereka akan mengingatkannya bahwa bisnis Anda tidak melulu tentang berjualan tapi juga tetap memperhatikan konsumen dalam kondisi apapun.

  5. Update materi pemasaran inti Anda

    Apabila di masa krisis ini materi brosur, web, iklan atau yang lainnya tidak relevan dengan konsumen Anda, maka lakukan pembaruan terhadap materi Anda. jangan membiarkannya terlalu lama, sehingga membuat konsumen Anda pindah ke lain hati. Pastikan untuk membuat kesan pertama yang baik untuk mengoptimalkan setiap peluang.

  6. Bertransformasi ke digital dan online

    Seperti memanfaatkan media sosial yang siapapun bisa mengaksesnya dan memudahkan seseorang dalam mendapatkan info, Anda Pun juga bisa memanfaatkannya. Dalam banyak kasus, meningkatkan keterpaparan melalui jejaring sosial online hanya menambah sedikit biaya.

  7. Manfaatkan media pers

    Anda bisa mencoba mengirimkan permintaan sebagai undangan pembicara. Tingkatkan ekspos media Anda dengan meluncurkan kampanye hubungan masyarakat. Distribusikan siaran pers reguler ke industri atau media lokal Anda.

  8. Tingkatkan jaringan Anda

    Seperti yang sedang hype yaitu webinar, yang hampir setiap orang melakukan ini. Anda bisa menjadi pembicara dalam sebuah webinar, membuat jaringan Anda dengan pelanggan meningkatkan kesadaran akan perusahaan Anda dan membangkitkan minat.

    Atau seperti yang sering kita alami, yaitu info dari mulut ke mulut. Ini masih menjadi salah satu alat pemasaran yang kuat, ampuh dan hemat biaya. Karena biasanya seseorang akan lebih mudah percaya jika sudah mendengar orang lain telah menggunakan produk atau jasa Anda.

  9. Menjalin kemitraan

    Banyak perusahaan tidak mampu mempekerjakan banyak staf atau ahli di saat-saat sulit. Bahkan harus merumahkan hingga memecat staf karena keadaan yang sedang tidak mendukung. Ingat, orang tidak harus bekerja untuk perusahaan Anda untuk bekerja dengan Anda, dan rekan-rekan Anda berada di perahu yang sama dengan Anda.

    Secara strategis, bermitra dengan perusahaan dapat memberi Anda prospek baru dan memperluas jaringan Anda tanpa menambah biaya. Carilah kemitraan yang memberikan win-win solution yang dapat membantu bisnis Anda maju dan membantu Anda mencapai tujuan Anda.

  10. Optimalkan pelanggan yang sudah ada

    Masih ada saja pengusaha yang membiarkan pelanggan yang sudah dimiliki, dengan menghabiskan waktu dan energinya untuk mencari pelanggan baru. Padahal pelanggan yang sudah ada adalah cara tercepat untuk meningkatkan bisnis.

    Bukan menjadi sesuatu yang salah jika Anda ingin mendapatkan pelanggan baru, tapi sangat penting untuk menjaga hubungan pelanggan yang kuat untuk mempertahankan pelanggan.

    Jika Anda mencari pelanggan baru di masa krisis ekonomi, Anda harus membangun hubungan dari awal yang mana Anda bisa memanfaatkan peluang untuk meningkatkan dan menjual silang ke pelanggan yang ada karena Anda sudah memiliki hubungan dengan mereka.

Jadilah pengusaha yang tangguh dan mampu bersaing untuk memenangkan lebih banyak bisnis yang ada di luar sana. Ada kemungkinan Anda bisa melangkah lebih jauh dari pesaing yang lebih besar dalam bidang bisnis Anda dengan strategi yang cerdik.

Perhatikan dengan cermat jika pesaing Anda sudah mulai mengurangi pemasaran mereka atau bahkan tidak aktif lagi. Ini bisa jadi peluang bagi Anda yang mungkin belum pernah terjadi sebelumnya. Jadikan setiap langkah pemasaran Anda lebih strategis dan penuh perhitungan.