Mengetahui cara mengelola risiko hazard termasuk salah satu hal yang penting, mengingat risiko hazard merupakan beberapa faktor yang dapat memberikan pengaruh berbagai dampak yang timbul karena suatu peristiwa.
Sebelum mengenal lebih jauh bagaimana manajemen risiko hazard itu seperti apa, rasanya tidak lengkap jika Anda tidak mengetahui lebih dulu apa itu manajemen risiko secara umum.
Lalu apa sih manajemen risiko itu?
Pengertian Manajemen Risiko
Daftar Isi
Manajemen risiko merupakan proses yang terstruktur dan sistematis dalam mengidentifikasi, memahami dan mengembangkan alternatif penanganan segala risiko yang dilakukan oleh pelaku bisnis.
Beberapa kegiatan yang termasuk dalam kategori manajemen risiko adalah melakukan:
- Identifikasi
- Perencanaan
- Strategi
- Tindakan
- Pengawasan
- Evaluasi
Keseluruhan kegiatan hal tersebut bertujuan untuk meminimalkan hal negatif yang memungkinkan akan muncul pada suatu usaha atau perusahaan.
Adapun pengertian manajemen risiko menurut beberapa para ahli adalah sebagai berikut:
Manajemen Risiko adalah satu disiplin ilmu yang mempelajari tentang tindakan-tindakan organisasi dalam mengatasi masalah berbasis manajemen yang sistematis dan menyeluruh.
Manajemen Risiko adalah penerapan fungsi manajemen secara umum untuk memetakan masalah dan solusinya yang terjadi di dalam sebuah organisasi perusahaan maupun keluarga dan masyarakat.
Manajemen Risiko adalah satu proses yang dilakukan untuk mengakomodasi segala kemungkinan buruk dari sebuah transaksi bisnis.
Manajemen Risiko adalah suatu usaha untuk mengetahui, menganalisis serta mengendalikan risiko dalam setiap kegiatan perusahaan dengan tujuan untuk memperoleh efektivitas dan efisiensi yang lebih tinggi”.
Manajemen Risiko adalah proses identifikasi, pengukuran dan kontrol keuangan dari sebuah risiko yang mengancam aset dan penghasilan dari sebuah perusahaan atau proyek yang dapat menimbulkan kerusakan atau kerugian pada perusahaan tersebut”.
Komponen Manajemen Risiko
Untuk membedakan dengan manajemen bisnis lain, manajemen risiko memiliki beberapa komponen penting di dalamnya.
Adapun beberapa komponen manajemen risiko adalah sebagai berikut:
1. Lingkungan Internal
Risiko yang paling mungkin terjadi adalah pada internal perusahaan.
Biasanya risiko pada lingkungan internal berkaitan dengan:
- Disiplinnya karyawan
- Etika dalam bekerja
- Kompetensi pegawai
- Tingkat kesejahteraan bawahan
Poin-poin di atas perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya masalah pada lingkungan internal.
2. Penentuan Sasaran
Perusahaan perlu menentukan sasaran terjadinya risiko yang jelas yang nantinya akan diselesaikan dengan sistem manajemen.
Biasanya sistem tersebut mencakup dua hal, yaitu muncul dari:
- Visi dan misi perusahaan karena tidak semua yang di inginkan akan tercapai dengan mulus
- Sasaran risiko yang mungkin akan datang saat kegiatan operasional usaha
3. Identifikasi Peristiwa
Melakukan identifikasi peristiwa sangat perlu bagi perusahaan yang ingin menjalankan suatu bisnis atau usaha.
Pada komponen ini tidak boleh mengakomodir semua risiko, minimal hanya risiko yang potensial memiliki masalah yang besar dengan berbagai pertimbangan.
Dan setiap masalah tidak selalu merugikan perusahaan. Maka dari itu, perlunya memilah peristiwa mana yang positif dan negatif.
4. Penilaian Risiko
Perlunya suatu organisasi atau perusahaan baik bisnis ataupun tidak untuk menilai kejadian yang ada kaitannya dengan pencapaian tujuan perusahaan.
Perlunya menganalisis dampak yang mungkin terjadi dengan dua perspektif, yaitu kecenderungan atau peluang dan besaran dari realisasi risiko tersebut.
5. Tanggapan Risiko
Setelah menilai risiko, perusahaan juga perlu memberikan tanggapan atau respons terhadap risiko. Hal tersebut bergantung juga dengan risiko yang ada.
Adapun pilihan atau opsi tanggapan yang bisa dilakukan adalah:
- Menghindari
- Mengurangi
- Memindahkan
- Menerima risiko
6. Aktivitas Pengendalian
Setelah melakukan tanggapan terhadap suatu risiko, perlunya melakukan aktivitas pengendalian terhadap risiko tersebut.
Adapun mengendalikan risiko bisa dengan cara sebagai berikut:
- Membuat kebijakan dan prosedur
- Mendelegasikan wewenang
- Melakukan pengamanan kekayaan perusahaan
- Melakukan pemisahan fungsi
- Supervisi
7. Informasi dan Komunikasi
Melakukan identifikasi informasi dari masalah di atas lalu menyampaikannya kepada pihak media komunikasi.
Adapun informasi yang disampaikan harus relevan sesuai dengan identifikasi. Selanjutnya informasi yang diperoleh tersebut, kemudian dikomunikasikan dalam bentuk dan waktu yang tepat.
Tujuannya agar personel perusahaan dapat melakukannya dengan tanggung jawab yang baik.
8. Monitoring atau Pemantauan
Setelah melakukan penyebaran melalui media komunikasi perusahaan, maka lakukan terus pemantauan untuk memastikan setiap komponen yang sudah dilaksanakan berfungsi dengan baik.
Perlu diperhatikan dalam proses pemantauan adalah memantau pelaporan yang berlebihan dan juga tidak lengkap.
Tujuan Manajemen Risiko dalam Bisnis
Setelah mempelajari banyak hal tentang manajemen risiko di atas, maka perlu diketahui juga apa tujuan dari manajemen risiko dalam suatu bisnis.
Adapun tujuan dari manajemen risiko dalam bisnis adalah sebagai berikut:
- Melindungi perusahaan dari risiko bisnis yang berbahaya
- Membantu dalam pembuatan kerangka kerja
- Sebagai peringatan dan kewaspadaan
- Untuk meningkatkan kinerja perusahaan
- Menyosialisasikan manajemen risiko
- Mendorong manajemen agar lebih proaktif
Jenis-jenis Manajemen Risiko
Dalam teorinya, manajemen risiko dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
1. Manajemen Risiko Operasional
Merupakan manajemen risiko yang ditujukan untuk permasalahan-permasalahan yang terjadi akibat faktor internal.
Contoh dari faktor internal itu adalah:
- Kinerja pegawai yang rendah atau menurun
- Sumber daya yang kurang berkualitas
- Terjadinya bencana
- Modal tidak sehat
2. Manajemen Risiko Hazard
Merupakan manajemen risiko yang ditujukan pada masalah yang potensial yang mengakibatkan perusahaan menjadi bangkrut atau gulung tikar.
Biasanya masalah yang dideteksi merupakan masalah besar dan berbahaya.
3. Manajemen Risiko Strategis
Merupakan manajemen risiko yang ditujuan dalam masalah pengambilan keputusan.
Biasanya seperti pada keadaan tak terduga yang dapat mengurangi kemampuan pelaku bisnis untuk menjalankan strategi bisnis yang sudah direncanakan.
Beberapa faktor penyebabnya adalah, seperti resiko operasi, asset impairment, kompetitif atau franchise.
Adapun beberapa hal yang bisa anda lakukan dalam manajemen risiko strategis adalah dengan membuat daftar berikut ini:
- Daftar risiko
- Penilaian risiko dan juga dampaknya
- Penilaian risiko yang sedang terjadi
- Rencana tindakan jika risiko terjadi
4. Manajemen Risiko Finansial
Merupakan manajemen risiko yang ditujukan pada masalah keuangan perusahaan.
Manajemen risiko ini harus didasarkan agar perusahaan tidak kolaps karena dana, modal, laba dan lain sebagainya yang berkaitan dengan finansial.
Mengenal Apa Itu Manajemen Risiko Hazard
Hazard sendiri merupakan salah satu dari beberapa sumber risiko yang sangat perlu ditangani supaya tidak terjadi hal-hal yang merugikan bagi suatu bisnis.
Risiko hazard merupakan risiko yang paling berbahaya di antara risiko lainnya karena masalahnya dapat membuat suatu perusahaan atau bisnis menjadi bangkrut.
Selain itu, ada sebuah fakta yang menyebutkan jika di mana muncul istilah hazard, maka akan juga muncul istilah perils.
Kedua istilah ini, hazard dan perils, tentunya memiliki definisi yang berbeda.
Jika hazard lebih pada faktor yang mempengaruhi terjadinya kerugian, sedangkan perils lebih pada suatu peristiwa yang menimbulkan kerugian.
Sifat-sifat Risiko Hazard
Hazard memiliki sifat yang berwujud secara fisik atau physical hazard dan secara tingkah laku, karakter dan sifat yang biasa disebut moral hazard.
1. Physical Hazard
Physical hazard adalah risiko yang berkaitan dengan keadaan fisik suatu bisnis.
Seperti misalnya saat berbisnis properti rumah bangunannya dibuat dengan konstruksi kayu yang tentunya akan lebih mudah rapuh dan terbakar dibandingkan dengan konstruksi tembok.
2. Moral Hazard
Sedangkan moral hazard adalah risiko yang menyangkut sifat atau karakter manusia pada saat menjalankan bisnis.
Seperti misalnya tidak ada rasa profesionalisme dan tanggung jawab dari pelaksananya.
Manfaat Manajemen Risiko Hazard
Setelah Anda mengenal risiko hazard, maka hal ini perlu menjadi pertimbangan dan perhatian bagi pelaku bisnis.
Tentunya pelaku bisnis tidak ingin adanya aspek yang dapat menyebabkan terjadinya kerugian pada bisnis yang dijalankan.
Sehingga dengan memahami akan risiko hazard, maka hal ini pun akan mendorong pelaku bisnis untuk mempelajari manajemen risiko dengan baik.
Tujuannya adalah agar jika nantinya terjadi sinyal yang mampu menimbulkan risiko hazard, maka Anda dapat mencegahnya atau mengatasinya.
Sebelum mengetahui cara mengelola risiko hazard alangkah baiknya jika pelaku bisnis mengetahui manfaat manajemen risiko agar lebih optimis dalam mempelajarinya.
Berikut manfaatnya, antara lain:
1. Membuat kebijakan dan strategi manajemen risiko
Manfaat manajemen risiko ini digunakan agar tersusunnya cara untuk mencegah risiko bisnis yang dapat terjadi sekaligus mengatasinya.
2. Mempermudah identifikasi risiko
Dalam mengatasi risiko perlunya melakukan identifikasi risiko dan hal itu dapat dilakukan dengan melakukan manajemen risiko dengan baik.
3. Mempercepat tanggapan terhadap risiko
Ketika telah melakukan manajemen risiko dengan baik, maka secara langsung akan memberikan dampak berupa cepatnya tanggapan atau solusi yang diberikan untuk menghadapi risiko.
Cara Manajemen Risiko Hazard
Pada dasarnya ketika ada risiko yang mengancam suatu bisnis, maka hal tersebut sebenarnya tidak akan menjadi persoalan yang rumit untuk diselesaikan.
Dengan catatan jika bisnis yang dibangun mengenal manajemen risiko dengan baik.
Selain itu, terdapat beberapa cara yang dapat diterapkan untuk mengelola risiko-risiko yang mungkin terjadi, khususnya risiko hazard.
Untuk lebih jelasnya, berikut cara manajemen risiko hazard, yaitu:
1. Mengidentifikasi risiko
Cara mengidentifikasi risiko ini dimaksudkan agar pelaku bisnis dapat mengetahui hal-hal yang dapat menimbulkan risiko dan jenis atau tipe risiko seperti apa yang akan dihadapi.
Cara ini membantu untuk pelaku bisnis menyusun strategi bisnis agar lebih hari-hati dalam menjalankannya.
2. Menghindari dan menanggulangi
Cara mencegah risiko hazard juga dapat dengan cara menghindari dan menanggulanginya.
Mengingat sebagai pelaku bisnis tentunya sudah mengetahui risiko-risiko yang dapat terjadi dan menghambat proses bisnisnya.
Untuk itu, pelaku bisnis dapat memilih untuk menghindari dan menanggulangi risiko tersebut atau tetap menghadapinya.
3. Mengetahui hubungan dan konsekuensi
Ketika telah memutuskan untuk bertindak pelaku bisnis secara tidak langsung harus mengetahui hubungan dan konsekuensi atas apa yang telah dijalankan.
Di mana ketika risiko hazard terjadi maka pelaku bisnis mampu mengelola atau menghadapinya karena itu sudah termasuk konsekuensi yang telah dijalankan.
4. Mengelola risiko
Mengelola risiko ini berarti pelaku bisnis harus mencari dan mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan risiko-risiko yang telah diidentifikasi sebelumnya.
Tentunya hal ini dapat dilakukan dengan baik jika pelaku bisnis telah mempersiapkan sebelumnya.
5. Menghilangkan risiko
Menghilangkan risiko ini dapat dikatakan sebagai cara untuk meminimalkan terjadinya risiko dengan menghapus atau menghilangkan kemungkinan terjadi risiko hazard ini.
Akan tetapi, dalam melakukan cara ini tidak begitu mudah, harus dipersiapkan cara khusus untuk menghilangkan risikonya.
Kesimpulan
Pembahasan terkait penjelasan dan cara mengelola risiko hazard di atas dapat menjadi sebuah solusi bagi pelaku bisnis agar lebih mawas atau hati-hati dalam menjalankan bisnis.
Akan tetapi, yang harus perlu diingat bahwa sikap untuk selalu optimis terhadap apa yang dijalankan dalam berbisnis ini perlu untuk membangun adanya sikap positif.
Sehingga ketika sikap positif telah tertanam pada diri maka segala risiko yang akan dihadapi dan menghadang dapat diselesaikan.
Semoga bermanfaat.