rasio keuangan

Mari kita ketahui rumus analisis rasio keuangan. Kalau Anda pengguna #ZahirAccounting, pastikan Anda menggunakan grafik analisis bisnis yang di dalamnya terkandung analisis rasio. Kami akan membahas garis besar rasio likuiditas. Rasio ini menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih. Rasio itu meliputi:

Current Ratio (Rasio Lancar) adalah nisbah antara harta lancar dan kewajiban lancar untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Semakin tinggi nilai aktiva lancar, semakin tinggi juga perusahaan untuk menutupi kewajiban jangka pendeknya. Rendahnya rasio ini akan menunjukkan gejala likuidasi dalam perusahaan namun sebaliknya terlalu tingginya rasio ini menandakan bahwa banyak dana yang menganggur (tidak berputar).

Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
Rasio Lancar = Harta Lancar / Utang Lancar

Cash Ratio (Rasio Kas) adalah nisbah antara kas dan aktiva lain seperti efek dengan kewajiban lancar. Rasio ini untuk menganalisis sejauh mana perusahaan dapat menutupi utang lancarnya untuk tahun yang bersangkutan.

Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
Rasio Kas = (Kas + Efek)/ Utang Lancar

Quick Ratio (Rasio Cepat) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Menurut Sawir (2009:1) bahwa semakin tinggi rasio ini, semakin baik pula kondisi perusahaan.

Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
Rasio Cepat = (Harta Lancar – Persediaan)/ Utang Lancar

Ketiga nisbah atau rasio ini dihitung secara otomatis di program Zahir Accounting tepatnya di modul Laporan > Analisa Bisnis.

Nantikan artikel kami selanjutnya mengenai analisis rasio lainnya.

[sgmb id=”1″]

Bagikan artikel