Investor Daily, Edisi: Kamis, 11 Desember 2008, Kolom Telecomunication – JAKARTA – Dalam 10 tahun terakhir perusahaan software lokal makin merajai industri software karena kedekatan emosi dan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kendati aksi pembajakan membayangi perkembangannya, hal itu belum sampai menyurutkan minat orang untuk melakoni bisnis tersebut.

“Begini melihatnya. Sudah dua kali kami mengadakan lomba cipta software lokal dan pesertanya yang dari badan bisnis naik dua kali lipat,” kata Dirjen Aplikasi Telematika Defkominfo Cahyana Ahmadjayadi usai meluncurkan software Zahir Merdeka, yaitu software akuntansi untuk bisnis, di Jakarta, Rabu ( 10/12 ).

Ketika lomba pertama kali diadakan pada 2007 diikuti 200 peserta dan menjadi 500 peserta pada tahun ini. Sebagia besar peserta adalah lembaga bisnis. Selain itu, 30% belanja informasi teknologi ( IT ) dihabiskan untuk membeli software lokal. Sepuluh tahun silam, porsi belanja IT untuk software amat kecil dan hampir seluruhnya ke perusahaan asing.

Mengenai aksi pembajakan, menurut Cahyana, itu harus diberantas karena merugikan pengusaha dan pengguna.

Sementara itu, Chairman PT. Zahir International Fadil Fuad Basymeleh mengatakan, prospek software akuntan untuk segmen UKM di Jakarta amat besar. Di ibu kota terdapat sekitar 700 ribu UKM. Bila 10% nya bisa digarap, berarti 70 ribu UKM memakai produk Zahir. “Bila dikalkulasikan diperkirakan potensi pasarnya mencapai 35 miliar,” papar dia.