{"id":9792,"date":"2022-02-21T13:22:31","date_gmt":"2022-02-21T06:22:31","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=9792"},"modified":"2022-09-08T12:48:34","modified_gmt":"2022-09-08T05:48:34","slug":"cara-efektif-mendeteksi-kecurangan-fraud-dalam-profesi-akuntansi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/cara-efektif-mendeteksi-kecurangan-fraud-dalam-profesi-akuntansi\/","title":{"rendered":"Cara Efektif Mendeteksi Kecurangan (Fraud) di Akuntansi"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/blog-twit-Cara-Efektif-Mendeteksi-Kecurangan-Fraud-dalam-Profesi-Akuntansi.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter wp-image-10443 size-full\" src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/blog-twit-Cara-Efektif-Mendeteksi-Kecurangan-Fraud-dalam-Profesi-Akuntansi.png\" data-orig-src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/blog-twit-Cara-Efektif-Mendeteksi-Kecurangan-Fraud-dalam-Profesi-Akuntansi.png\" alt=\"fraud\" width=\"680\" height=\"240\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20viewBox%3D%270%200%20680%20240%27%3E%3Crect%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/blog-twit-Cara-Efektif-Mendeteksi-Kecurangan-Fraud-dalam-Profesi-Akuntansi-300x106.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/blog-twit-Cara-Efektif-Mendeteksi-Kecurangan-Fraud-dalam-Profesi-Akuntansi.png 680w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 680px) 100vw, 680px\" \/><\/a><\/p>\n<p><em><strong>Fraud<\/strong><\/em> dalam akuntansi merupakan penghambat dalam pemanfaatan sumber daya sehingga menjadi perhatian penting pihak manajemen atau pengambil keputusan dalam sebuah organisasi.<\/p>\n<p>Pertanyaan adalah kenapa bisa muncul <em>fraud<\/em>? Bukankah seharusnya aktivitas ini bisa terdeteksi dalam proses audit.<\/p>\n<p>Inilah tantangan akuntansi dalam bisnis. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui apa itu <em>fraud<\/em> dan bagaimana pencegahannya.<\/p>\n<h2>Jenis-jenis Kesalahan dalam Akuntansi<\/h2>\n<p>Ada dua jenis kesalahan yang terjadi dalam akuntansi, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Kekeliruan (<em>error<\/em>)<\/li>\n<li>Kecurangan (<em>fraud<\/em>)<\/li>\n<\/ol>\n<p>Perbedaan antara error dan fraud ini terletak pada ada atau tidaknya unsur kesengajaan.<\/p>\n<p>Untuk penjelasan detail mengenai dua jenis kesalahan dalam akuntansi ini, berikut pembahasannya:<\/p>\n<h3>Apa Itu Kekeliruan atau <em>Error<\/em> dalam Akuntansi?<\/h3>\n<p>Kekeliruan umumnya terjadi pada:<\/p>\n<ul>\n<li>Tahap pengelolaan transaksi<\/li>\n<li>Saat terjadinya transaksi<\/li>\n<li>Dokumentasi<\/li>\n<li>Pencatatan jurnal<\/li>\n<li>Pencatatan debit kredit<\/li>\n<li>Laporan keuangan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jika kesalahan dilakukan dengan sengaja, maka hal tersebut merupakan kecurangan.<\/p>\n\n<h3>Apa Itu Kecurangan atau <em>Fraud<\/em> dalam Akuntansi?<\/h3>\n<p>Kecurangan adalah tindakan di mana seseorang dengan sengaja mengambil manfaat atas orang lain untuk kepentingan pribadi.<\/p>\n<p>Sedangkan kejahatan adalah tindakan yang sengaja dilakukan di mana perbuatan tersebut melanggar Undang-Undang dan terdapat sanksi hukum atas kejahatan yang dilakukan.<\/p>\n<p>Perbedaan inilah yang harus diperhatikan, karena tidak semua kecurangan adalah kejahatan, dan sebagian besar kejahatan bukan kecurangan.<\/p>\n<p>Kecurangan atau fraud akan mengakibatkan kerugian perusahaan, namun pihak berwajib hanya bisa mengambil tindakan atas kejahatan.<\/p>\n<p>Dalam sebuah profesi, misalnya akuntansi juga tidak luput dari kecurangan.<\/p>\n<p>Akuntan yang berbuat curang dalam prosedur akuntansi menyebabkan informasi akuntansi yang dihasilkan tidak dapat digunakan oleh pihak yang menggunakannya.<\/p>\n<p>Informasi akuntansi dari sebuah entitas itu sangatlah penting karena informasi tersebut digunakan sebagai dasar penentuan kebijakan organisasi.<\/p>\n<h2>Faktor Utama Penyebab Kecurangan (Fraud) dalam Akuntansi<\/h2>\n<p>Seperti penjelasan di atas yang menyebutkan jika munculnya <em>fraud<\/em> disebabkan adanya unsur kesengajaan dalam memanipulasi informasi akuntansi.<\/p>\n<p>Tentunya, kenapa muncul tindakan ini bisa didorong oleh banyak faktor.<\/p>\n<p>Karenanya, sebuah perusahaan harus mampu melihat bagaimana <em>fraud<\/em> ini bisa muncul dan apa saja titik yang bisa dimainkan dalam kecurangan ini.<\/p>\n<p>Dengan memahami hal ini, perusahaan akan mampu menyiapkan beberapa treatment dalam manajemen sehingga potensi <em>fraud<\/em> ini bisa ditiadakan.<\/p>\n<p>Adapun faktor-faktor yang menyebabkan kecurangan dalam akuntansi meliputi:<\/p>\n<h3>1. Tekanan<\/h3>\n<p>Dorongan seseorang untuk melakukan kecurangan yang dipicu oleh alasan ekonomi, emosional, atau nilai.<\/p>\n<h3>2. Adanya peluang<\/h3>\n<p>Kondisi yang memberikan peluang pada seseorang untuk melakukan kecurangan. Misalnya lemahnya internal control atau penyalahgunaan wewenang.<\/p>\n<h3>3. Rasionalisasi<\/h3>\n<p>Pelaku mencari pembenaran sebelum melakukan kecurangan.<\/p>\n<p>Seseorang melakukan rasionalisasi agar dirinya dapat mencerna tindakannya yang ilegal agar tetap dapat mempertahankan jati dirinya sebagai orang yang dipercaya.<\/p>\n<h2>Jenis-jenis Fraud dalam Akutansi<\/h2>\n<p><strong>The Association of Certified Fraud Examiners<\/strong>, sebuah organisasi profesional yang bergerak di bidang pemeriksaan kecurangan, membagi kecurangan (<em>fraud<\/em>) ke dalam tiga kelompok yang berdasarkan perbuatan.<\/p>\n<p>Berikut detail pembagian jenis dari kecurangan, yaitu:<\/p>\n<h3>1. Penyimpangan aset<\/h3>\n<p>Merupakan penyalahgunaan aset perusahaan. Penyalahgunaan ini dapat berupa pencurian atau penggunaan aset untuk kepentingan pribadi tanpa izin.<\/p>\n<p>Penyalahgunaan aset terdiri dari 2 jenis, yaitu<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Cash<\/strong>: Penyalahgunaan berupa kas, seperti penggelapan kas, cek, menahan pembayaran kepada vendor<\/li>\n<li><strong>Non-Cash<\/strong>: Penyalahgunaan selain cash, seperti fasilitas perusahaan untuk kepentingan pribadi tanpa izin<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jenis <em>fraud<\/em> ini tergolong mudah dideteksi karena dapat diukur atau dihitung.<\/p>\n<h3>2. Pernyataan palsu<\/h3>\n<p>Tindakan dari pihak manajemen untuk menutupi kondisi keuangan yang sesungguhnya dengan membuat rekayasa keuangan dalam laporan keuangannya.<\/p>\n<p>Berikut ini yang merupakan penyalahgunaan terhadap laporan keuangan, misalnya:<\/p>\n<ul>\n<li>Memalsukan bukti transaksi<\/li>\n<li>Memberikan laporan transaksi lebih besar dari yang seharusnya<\/li>\n<li>Menerapkan metode akuntansi yang tidak konsisten untuk mempermainkan laba<\/li>\n<li>Menerapkan metode pengakuan aset agar aset menjadi lebih besar dibandingkan yang seharusnya<\/li>\n<li>Menerapkan metode pengakuan liabilitas menjadi lebih kecil dibandingkan seharusnya<\/li>\n<\/ul>\n<h3>3. Korupsi<\/h3>\n<p>Banyak terjadi di negara yang sedang berkembang dan kurangnya tata kelola yang baik. Korupsi sulit dideteksi karena berbagai pihak bekerja sama dalam menikmati keuntungan.<\/p>\n<p>Masalah korupsi umumnya cukup kompleks karena di dalamnya termasuk konflik kepentingan, penyuapan, pemerasan ekonomi, penerimaan yang ilegal.<\/p>\n<p>Korupsi sendiri terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Konflik kepentingan<\/li>\n<li>Menyuap dan menerima suap<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Cara Efektif Mendeteksi Terjadinya Kecurangan dalam Akuntansi<\/h2>\n<p>Mendeteksi terjadinya kecurangan dalam laporan keuangan dapat dilakukan dengan beberapa teknik di bawah ini:<\/p>\n<h3>1. Memeriksa jajaran manajerial<\/h3>\n<p>Kasus penggelapan, kecurangan laporan keuangan sering kali melibatkan pihak di jajaran manajerial atau pengambil keputusan.<\/p>\n<p>Karena itu, jajaran manajemen harus diselidiki untuk mengetahui tujuan mereka melakukan kecurangan.<\/p>\n<h3>2. Adanya keterkaitan dengan pihak eksternal<\/h3>\n<p>Salah satu cara yang sering digunakan dalam melakukan kecurangan adalah dengan memberikan bantuan pada organisasi baik yang nyata atau fiktif.<\/p>\n<p>Untuk itu harus dideteksi adanya hubungan antara organisasi dengan lembaga keuangan, organisasi dengan individu, eksternal auditor, lembaga pemerintahan, atau investor.<\/p>\n<h3>3. Sifat organisasi<\/h3>\n<p>Sebuah kecurangan sering kali tidak terendus karena adanya struktur organisasi yang digunakan untuk menyembunyikan kecurangan tersebut.<\/p>\n<p>Misalnya struktur organisasi yang terlalu kompleks atau tidak adanya internal audit dalam sebuah departemen.<\/p>\n<p>Untuk itu peneliti harus mengetahui seluk beluk organisasi termasuk pemilik perusahaan.<\/p>\n<h3>4. Laporan keuangan dan karakteristik operasional<\/h3>\n<p>Melakukan pemeriksaan di antaranya rekening pendapatan, aset, kewajiban, pengeluaran atau ekuitas. Tanda kecurangan yang sering kali terdeteksi adalah adanya perubahan dalam laporan keuangan.<\/p>\n<h3>5. Auditor Internal<\/h3>\n<p>Merupakan aktivitas konsultasi yang independen dan obyektif untuk menambah nilai dan memperbaiki operasional organisasi.<\/p>\n<p>Definisi lainnya adalah penilaian yang dilakukan oleh personel dalam organisasi yang memiliki kompetensi dalam hal meneliti catatan akuntansi perusahaan dan pengendalian internal dalam perusahaan.<\/p>\n<p>Tujuan dari auditor internal adalah untuk membantu pihak manajemen dalam pertanggungan jawab dengan memberikan analisis, saran, penilaian tentang kegiatan yang diaudit.<\/p>\n<h3>6. Auditor eksternal<\/h3>\n<p>Auditor eksternal diperlukan untuk mendeteksi kecurangan dalam organisasi serta melakukan analisis jika auditor internal mengalami kesulitan.<\/p>\n<h2>3 Peran Penting Auditor Internal Untuk Mencegah Fraud<\/h2>\n<p>Salah satu pencegahan yang bisa Anda lakukan untuk terhindar dari fraud adalah meminta auditor internal untuk menganalisis laporan keuangan perusahaan.<\/p>\n<p>Dengan tindakan ini, auditor dapat mendeteksi berbagai kecurangan yang terjadi di perusahaan Anda.<\/p>\n<p>Dalam menjalankan analisis ini, auditor menjalankan peran penting dalam mencegah terjadinya kecurangan atau fraud, yaitu:<\/p>\n<h3>1. Membangun struktur pengendalian intern yang baik<\/h3>\n<p>Dengan adanya hal ini maka keamanan dari aset perusahaan dapat terjamin dan kegiatan operasional menjadi berjalan lancar, efektif, dan efisien.<\/p>\n<p>Adapun 3 komponen pengendalian internal yang saling berkaitan adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Lingkungan pengendalian (<em>control environment<\/em>)<\/li>\n<li>Penaksiran risiko (<em>risk assessment<\/em>)<\/li>\n<li>Informasi dan komunikasi (<em>information and communication<\/em>)<\/li>\n<\/ul>\n<h3>2. Mengefektifkan aktivitas pengendalian<\/h3>\n<p>Untuk menjalankan peran ini, terdapat beberapa hal bisa diterapkan, yakni:<\/p>\n<ul>\n<li>Review kinerja yang terdiri dari review kinerja sesungguhnya dibandingkan dengan anggaran dan prakiraan<\/li>\n<li>Pengolahan informasi seperti mengadakan pengecekan ketepatan, kelengkapan, dan otorisasi transaksi<\/li>\n<li>Pengendalian aktivitas fisik yang mencakup keamanan fisik aktiva<\/li>\n<\/ul>\n<h3>3. Meningkatkan kultur organisasi<\/h3>\n<p>Salah satu yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kultur organisasi adalah dengan mengimplementasikan prinsip <strong>Good Corporate Governance<\/strong> (<strong>GCG<\/strong>).<\/p>\n<p>Dengan adanya prinsip ini maka diharapkan agar dapat mendorong kinerja perusahaan secara efektif dan efisien.<\/p>\n<h2>Tips Mudah dan Sederhana untuk Menghindari Fraud<\/h2>\n<p>Setelah Anda mengetahui apa saja yang menjadi penyebab terjadinya fraud dan cara efektif untuk mendeteksinya, Anda pada dasarnya sudah memiliki informasi untuk diolah menjadi solusi dalam mengatasi fraud.<\/p>\n<p>Informasi-informasi ini akan menentukan apa saja langkah konkret yang bisa Anda terapkan dalam menghindari fraud.<\/p>\n<p>Prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati juga berlaku pada aktivitas akuntansi di perusahaan Anda.<\/p>\n<p>Tujuannya agar dampak buruknya tidak memberikan kerugian parah untuk kinerja bisnis.<\/p>\n<p>Nah, oleh karena itu, untuk menghindari fraud, Anda dapat menerapkan tips-tips mudah berikut ini:<\/p>\n<h3>1. Menggunakan Software Akuntansi<\/h3>\n<p>Dengan era teknologi saat ini, sudah sangat banyak startup bisnis yang menjual software akuntansi.<\/p>\n<p>Software ini berfungsi untuk membantu perusahaan dalam mengatasi masalah akuntansi perusahaan termasuk meminimalisir fraud yang terjadi pada laporan keuangan.<\/p>\n<p>Seperti contohnya adalah ada pihak akuntan yang ingin melakukan kecurangan terhadap neraca laba rugi.<\/p>\n<p>Hal ini cukup sulit dilakukan karena laporan keuangan yang dikeluarkan oleh software bersifat otomatis, sehingga tidak mudah untuk dipermainkan.<\/p>\n<h3>2. Memperketat SOP (Standard Operating Procedure)<\/h3>\n<p>Fraud akan lebih sering terjadi apabila SOP hanya dijalankan berdasarkan teoretis. Begitu juga halnya dengan pembuatan laporan keuangan.<\/p>\n<p>Fraud laporan keuangan akan lebih mudah dicegah ketika memperketat SOP.<\/p>\n<p>Ketika seorang akuntan membuat laporan keuangan, perusahaan bisa memberikan tenggat waktu yang lebih luang, sehingga pekerjaannya akan sesuai dengan prosedur.<\/p>\n<p>Pengerjaan yang terlalu singkat akan menyebabkan ketidaksesuaian prosedur yang mengakibatkan adanya celah untuk melakukan kecurangan.<\/p>\n<h3>3. Merekrut SDM Secara Cermat<\/h3>\n<p>Seperti yang kita ketahui bahwa karyawan merupakan aset penting bagi perusahaan.<\/p>\n<p>Pilihlah calon karyawan yang mendekati kualifikasi yang diperlukan agar mendapatkan calon karyawan terbaik.<\/p>\n<p>Seperti halnya merekrut karyawan pada divisi keuangan, tim rekrutmen harus lebih cermat karena merekalah yang nantinya membuat laporan keuangan perusahaan.<\/p>\n<p>Pastikan calon karyawan memiliki sifat yang jujur dan tanggung jawab terhadap pekerjaan.<\/p>\n<h3>4. Mengadakan Audit<\/h3>\n<p>Tidak hanya perusahaan berskala kecil yang rawan terhadap kecurangan.<\/p>\n<p>Semua perusahaan akan berpotensi untuk mengalami kecurangan terutama terkait dengan laporan keuangan.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, melakukan audit secara proaktif sangat dibutuhkan setidaknya minimal 1 sampai 2 bulan sekali.<\/p>\n<h3>5. Melakukan Pengawasan Terhadap Kinerja Karyawan<\/h3>\n<p>Tidak ada salahnya sebagai pimpinan untuk melakukan tindak pengawasan kepada karyawan, terutama pada karyawan yang melakukan aktivitas pembuatan laporan keuangan.<\/p>\n<p>Pengawasan ini akan meminimalisir tindak kecurangan dan memastikan tingkat integritas karyawan dalam melakukan penyusunan laporan keuangan.<\/p>\n<h3>6. Melakukan Komunikasi Akuntansi<\/h3>\n<p>Memiliki komunikasi yang baik akan meminimalisir terjadinya tindak kecurangan atau fraud.<\/p>\n<p>Kecurangan yang terjadi pada laporan keuangan biasanya terjadi dikarenakan tidak adanya transparansi keuangan yang dilakukan oleh pihak yang bertanggung jawab.<\/p>\n<p>Ketika komunikasi terjalin dengan baik, maka pencatatan laporan keuangan lebih sulit untuk dilakukan.<\/p>\n<h3>7. Memberikan Saluran Komunikasi Khusus Pelaporan Tindak Kecurangan<\/h3>\n<p>Banyak terjadi kecurangan yang terjadi namun merasa takut untuk melaporkan.<\/p>\n<p>Hal tersebut bisa diakibatkan dengan adanya ancaman atau tidak tahu harus ke mana laporan tersebut disampaikan.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, perusahaan harus membuat komunikasi khusus untuk pelaporan tindak kecurangan.<\/p>\n<h3>8. Memberikan Pelatihan Anti-Fraud<\/h3>\n<p>Memberikan pelatihan Anti-Fraud dengan karyawan secara berkala juga tidak kalah penting.<\/p>\n<p>Pelatihan ini tidak hanya untuk karyawan baru saja, melainkan karyawan lama juga harus mengikuti pelatihan ini.<\/p>\n<p>Dengan begitu karyawan akan lebih paham tentang kecurangan yang ada di perusahaan dan dapat bekerja secara jujur.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Timbulnya kecurangan (fraud) dalam laporan keuangan harus dicegah.<\/p>\n<p>Faktor yang paling menentukan dalam melakukan tindakan pencegahan tersebut adalah dari internal perusahaan, karena mereka yang secara langsung terjun dalam operasional organisasi.<\/p>\n<p>Karena itu, sosok pimpinan yang amanah dan anti kecurangan sangat dibutuhkan untuk itu.<\/p>\n<p>Selain dari internal organisasi, adanya keterlibatan pihak luar seperti auditor eksternal dapat memberikan penilaian yang objektif.<\/p>\n<p>Pihak auditor eksternal ini ditugaskan untuk memastikan laporan keuangan yang dihasilkan adalah wajar yaitu bebas dari keraguan dan ketidakjujuran.<\/p>\n<p>Karena penilaiannya tersebut, maka seorang auditor eksternal hendaklah memiliki sikap profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fraud dalam akuntansi merupakan penghambat dalam pemanfaatan sumber daya sehingga menjadi perhatian penting pihak manajemen atau pengambil keputusan dalam sebuah organisasi. Pertanyaan adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":10443,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[75],"tags":[42,743],"views":43820,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9792"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9792"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9792\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10443"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9792"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9792"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9792"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}