{"id":8479,"date":"2016-02-10T09:16:24","date_gmt":"2016-02-10T02:16:24","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=8479"},"modified":"2022-09-08T19:45:09","modified_gmt":"2022-09-08T12:45:09","slug":"vendor-dan-customer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/vendor-dan-customer\/","title":{"rendered":"Vendor dan Customer"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/Vendor-dan-Customertwitter.gif\"><img decoding=\"async\" src=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20viewBox%3D%270%200%20680%20240%27%3E%3Crect%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/Vendor-dan-Customertwitter.gif\" alt=\"Vendor dan Customer\" width=\"680\" height=\"240\" class=\"lazyload alignnone size-full wp-image-8547\" \/><\/a><\/p>\n<p><center><\/p>\n<h2>Vendor dan Customer<\/h2>\n<p><\/center><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam dunia usaha, hubungan vendor dan customer memiliki ikatan yang erat. Vendor selaku pihak yang memiliki produk sedangkan customer memiliki kebutuhan. Kedua pihak ini hendaknya mampu saling mengerti, dimana vendor harus memahami kebutuhan customer, dan customer juga harus tahu produk atau jasa apa yang ditawarkan vendor.<\/p>\n<h4><em>Misunderstanding<\/em> Antara Vendor dan Customer<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terkadang vendor merasa sangat memahami apa yang menjadi kebutuhan pelanggan. Namun di sisi lain customer menganggap vendor mengerti apa yang dibutuhkanya. Hal inilah yang seringkali memicu <em>misunderstanding<\/em> antara vendor dan customer sehingga pekerjaan menjadi tidak efisien.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya, sebuah \u00a0advertising agency \u00a0yang ditunjuk oleh seorang klien untuk membuatkan iklan perusahaannya. Karena tidak adanya kesamaan persepsi dalam pembuatan iklan yang dimaksud, maka yang terjadi adalah agency membuat iklan dengan tujuan untuk mendongkrak merek, sedangkan customer menginginkan iklan yang dapat mempengaruhi pasar\u00a0untuk membeli produknya. Vendor merasa sudah menggunakan waktu, tenaga dan pikirannya untuk mendongkrak brand, namun customer merasa apa yang dibutuhkan tidak terpenuhi. Masalah ini jika tidak disikapi dengan bijak dan kepala dingin akan menyebabkan konflik sehingga pengerjaan order menjadi lebih lama. Karena itu sangat penting menyamakan persepsi antara vendor dan customer.<\/p>\n<h4>Hubungan Simbiosis Mutualisme Vendor dan Customer<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibarat simbiois mutualisme, hubungan antara vendor dan customer memang saling membutuhkan. Customer membutuhkan produk atau jasa dan vendor membutuhkan pemasukan. Slogan \u2018<em>Customer Is The King\u2019<\/em> seolah memihak pada posisi customer agar bisa berbuat semaunya. Misalnya\u00a0customer berhak memilih vendor, tapi vendor tidak bisa memilih customer. Custumer bisa seenaknya membatalkan appointment, tapi jika vendor yang membatalkan akan dianggap tidak profesional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hubungan customer dan vendor hendaklah dapat berjalan secara proporsional dimana kedua pihak dapat saling menghargai\u00a0dan menghormati. Komunikasi yang baik akan mendukung kedua belah pihak untuk saling memahamni apa yang menjadi kebutuannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Vendor dan Customer Dalam dunia usaha, hubungan vendor dan customer memiliki ikatan yang erat. Vendor selaku pihak yang memiliki produk sedangkan customer memiliki [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[75,1],"tags":[42,84],"views":2266,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8479"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8479"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8479\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8479"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8479"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8479"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}