{"id":8209,"date":"2016-01-27T09:23:35","date_gmt":"2016-01-27T02:23:35","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=8209"},"modified":"2022-09-13T15:36:18","modified_gmt":"2022-09-13T08:36:18","slug":"who-wants-to-be-a-smart-salesman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/who-wants-to-be-a-smart-salesman\/","title":{"rendered":"Who Wants To Be A Smart Salesman?"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/01\/Who-Wants-To-Be-A-Smart-Salesmantwitter.gif\"><img decoding=\"async\" src=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20viewBox%3D%270%200%20680%20240%27%3E%3Crect%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2016\/01\/Who-Wants-To-Be-A-Smart-Salesmantwitter.gif\" alt=\"smart salesman\" width=\"680\" height=\"240\" class=\"lazyload alignnone size-full wp-image-8248\" \/><\/a><\/p>\n<p><center><\/p>\n<h2>Who Wants To Be A Smart Salesman?<\/h2>\n<p><\/center><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu tujuan dari sebuah bisnis adalah meningkatkan kualitas kehidupan melalui produk yang dihasilkan. Setelah sebuah produk dibuat, maka perusahaan harus mendistribusikan barang atau jasa tersebut ke konsumen yang membutuhkan. Untuk menunjang aktivitas tersebut, sebuah perusahaan tidak bisa dilepaskan dari peran salesman yang merupakan ujung tombak perusahaan dalam hal pendistribusian barang atau jasa ke konsumen.<br \/>\nMenurut pakar pemasaran, Kotler,\u00a0seorang salesman memiliki tugas yang meliputi:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n&#8211; <strong>Prospecting<\/strong> : mencari prospek<br \/>\n&#8211; <strong>Targetting<\/strong>: menentukan alokasi waktu mereka diantara prospek dan pelanggan<br \/>\n&#8211; <strong>Communicating<\/strong> : menyampaikan informasi produk dan jasa yang dihasilkan perusahaan<br \/>\n&#8211; <strong>Selling<\/strong> : melakukan pendekatan, presentasi, menjawab pertanyaan\/keberatan , dan menutup penjualan<br \/>\n&#8211; <strong>Servicing<\/strong>: memberikan layanan pelanggan, mengatasi keluhan, memberikan bantuan teknis, mengatur keuangan, dan mempercepat pengiriman<br \/>\n&#8211; <strong>Information gathering<\/strong>: melakukan riset pasar dan menentukan tindakan yang tepat<br \/>\n&#8211; <strong>Allocating<\/strong>: memutuskan pelanggan mana yang akan mendapatkan produk yang langka selama kehabisan barang.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari sinilah sales memiliki peran yang penting bagi perusahaan agar perusahaan menghasilkan pendapatan yang kemudian dikelola lagi untuk menghasilkan produk atau jasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun dengan perkembangan bisnis yang kian pesat dan membludaknya produk baru di pasaran, maka persaingan yang sengitpun menjadi tidak terhindarkan. Seorang salesman dituntut untuk kreatif dan memiliki inovasi atau dengan kata lain dituntut menjadi smart salesman, untuk menghadapi persaingan tersebut. Kreativitas dan inovasi berhubungan erat untuk mengembangkan langkah dalam mencapai target penjualan. Dengan menciptakan strategi baru, maka peluang untuk menjadi pemenang akan semakin besar.<\/p>\n<h4>Tips Menjadi Smart Salesman<\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut adalah beberapa tips dalam membuat strategi penjualan yang patut Anda coba agar menjadi seorang smart salesman:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.Menggali ide-ide baru<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mendapatkan ide-ide segar untuk menjalankan strategi penjualan bisa didapatkan darimana saja, seperti berita, sharing dengan sesama salesman, atau pengamatan Anda saat berada di lapangan. Ide-ide baru ini akan memberikan kontribusi untuk mengembangak teknik dasar yang sudah Anda jalankan. Dengan ide-ide kreatif Anda bisa membuat strategi baru yang lebih inovatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2.Analisa untuk eksekusi ide<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah mendapatkan ide, buatlah analisa langkah yang harus dilakukan untuk menjalankan ide tersebut. Membuat analisa akan membantu Anda untuk mereview kelebihan dan kekurangan dari ide tersebut serta menentukan jalan keluarnya. Anda bisa mengajukan pertanyaan \u201c bagaimana anda melihat cara tersebut agar efekti?, bagaimana orang lain dapat melihat jika cara tersebut efektif? Bagaimana konsumen dapat dengan mudah mengetahui strategi yang dijalankan? Bagaimana kompetitor menghadapi cara tersebut?&#8221;, \u00a0yang dapat membantu Anda untuk mempermudah memetakan langkah yang harus diambil. \u00a0Jangan ragu untuk membuat perubahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>3.Mental yang kuat<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melakukan sebuah perubahan dan menjalankan hal yang baru memang bukan perkara mudah. Dibutuhkan mental dan komitmen yang kuat mengingat menjalankan hal \u00a0baru memberikan tantangan tersendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Menjadi pembelajar<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk menjadi seorang salesman yang kreatif Anda harus banyak belajar, baik dari lapangan atau dari berbagai sumber. Terus mengembangkan pengetahuan dan wawasan untuk meningkatkan kualitas Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan kreatifitas dan inovasi dalam membuat strategi baru akan membuat Anda tampil beda, dimana \u2018perbedaan\u2019 ini yang akan menarik konsumen sehingga memudahkan Anda untuk mencapai target penjualan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Who Wants To Be A Smart Salesman? Salah satu tujuan dari sebuah bisnis adalah meningkatkan kualitas kehidupan melalui produk yang dihasilkan. Setelah sebuah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[30],"tags":[36],"views":310,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8209"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8209"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8209\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8209"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8209"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8209"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}