{"id":775,"date":"2012-06-29T10:14:17","date_gmt":"2012-06-29T03:14:17","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=775"},"modified":"2017-10-09T17:18:44","modified_gmt":"2017-10-09T10:18:44","slug":"merencanakan-arus-kas-bisnis-eceran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/merencanakan-arus-kas-bisnis-eceran\/","title":{"rendered":"Merencanakan Arus Kas Bisnis Eceran"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Ketahuilah Kapan <em>Ngegas <\/em>dan Kapan <em>Ngerem<\/em><\/span><\/span><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><em>&#8220;Merencanakan arus kas ibarat berkendara: Anda harus tahu kapan ngegas, kapan ngerem, dan kapan pula semestinya berbelok. Apabila Anda dapat mengontrol dan mengendalikan arus kas perusahaan Anda, semakin baik kondisi keuangan perusahaan Anda.&#8221;<\/em><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Hariawan Bayu Asmoro, SE*<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Anda sudah berusaha keras dan sungguh-sungguh, namun <a href=\"https:\/\/www.zahironline.com\/blog-contest\/ingin-sukses-berbisnis-ritel-ini-dia-contoh-laporan-keuangan-ritel-yang-harus-anda-tahu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bisnis eceran <em>(retail)<\/em> Anda<\/a> tak kunjung sukses. Salah satu akar perkaranya\u2014yang sering terjadi\u2014ada pada ketidakpedulian Anda pada arus kas <em>(cash flow)<\/em> usaha Anda.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Tanda-tandanya begini. Transaksi di toko memang berjalan lancar. Tapi nyatanya tidak ada uang yang segera mengisi kas Anda. Piutang pun banyak. Namun tidak kunjung dibayar. Yang Anda ketahui kemudian\u2014yang bisanya sudah terlambat\u2014kas bisnis Anda kas kosong melompong. Lalu, Anda merasakan dunia seakan-akan gelap gulita.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><!--more-->Karena itu, janganlah sepelekan arus kas. Akibatnya bisa sangat serius. Para <em>supplier<\/em> (pemasok)akan <em>ogah-ogahan<\/em> mengisi barang-barangnya di toko Anda karena Anda hanya bisanya janji melulu\u2014besok, besok dan besok. Para karyawan Anda pun akan anjlok semangat kerjanya karena Anda selalu telat membayar gaji mereka. Kas yang kering akan memacetkan kegiatan operasional bisnis <em>retail<\/em> Anda.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Usahakan hal itu tidak terjadi pada bisnis Anda. Sadarilah betapa pentingnya mengelola arus kas. Penting, karena Anda menjadi lebih leluasa mengambil keputusan\u2014misalnya, kapan Anda harus meminjam uang untuk menambah modal, dan kapan pula Anda menyisihkan sebagian keuntungan untuk investasi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Mari kita telaah persoalan ini lebih detil.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Kas merupakan komponen vital pada sebuah organisasi atau perusahaan. Melalui kas, dana mengalir masuk, menjadi sumberdaya perusahaan Anda, dan dana yang mengalir keluar sebagai biaya-biaya. Aliran dana masuk tidaklah selalu seirama dengan aliran dana keluar. Oleh karena itulah pengaturan arus kas menjadi pekerjaan yang sepatutnya Anda perhatian lebih serius.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Ada tiga kegiatan dalam pelaporan arus kas. Pertama, kegiatan operasional <em>(operating activities).<\/em> Yakni seluruh aktivitas yang berkaitan dengan operasional perusahaan Anda dan tercantum dalam laporan ikhtisar rugi-laba. Contohnya, uang kas masuk <em>(cash inflows)<\/em> dari penjualan, uang kas keluar <em>(cash outflows)<\/em> untuk membayar gaji karyawan dan tagihan listrik, dll.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Kedua, kegiatan investasi <em>(investing activities).<\/em> Yakni seluruh aktivitas yang berkaitan dengan investasi perusahaan Anda, baik internal maupun eksternal. Contoh: uang kas masuk dari penjualan aktiva (aset), uang kas keluar untuk membeli sepeda motor atau ruko.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Ketiga, kegiatan keuangan <em>(financing activities).<\/em> Yakni seluruh aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan aspek perusahaan (sumber dana) berupa utang jangka panjang dan modal. Contoh: uang kas masuk dari setoran modal atau pinjaman, uang kas keluar untuk pembayaran utang atau pembagian deviden.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Penentu utama dalam perencanaan arus kas adalah memetakan keadaan keuangan atau dana perusahaan Anda. Kemudian tentukan dana tersebut\u2014apakah akan dialokasikan atau diinvestasikan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Kebijakan manajeman sangat berpengaruh pada kesehatan arus kas perusahan Anda. Agar tak salah menentukan kebijakan, hendaknya laporan arus kas dijadikan rujukan dalam menentukan kebijakan yang akan Anda ambil. Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan antara lain:<\/span><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><em>Operating Cash Flow<\/em> (OSF)harus positif. Jika negatif, berarti ada yang salah dalam OSF bisnis usaha Anda, akibat beban lebih besar dibandingkan dengan pendapatan, sehingga profit berkurang.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Apa tindakan Anda bila arus kas perusahaan Anda negatif? Berikut beberapa tindakan yang dapat Anda lakukan:<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Cek biaya-biaya yang timbul\u2014apakah sudah efisien?<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Cek <em>inventory<\/em> (persediaan)\u2014pastikan jangan banyak yang menumpuk di gudang; lakukan retur bila memungkinkan untuk barang-barang yang tidak laku terjual.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Mintalah jatuh tempo pembayaran yang lebih panjang ke pemasok Anda; atau carilah pemasok baru yang dapat memberikan jatuh tempo lebih panjang.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Sesuaikan harga jual barang atau tingkatkan penjualan.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol>\n<li><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">OCF harus sama atau lebih besar daripada laba. Jika tidak, artinya uang Anda banyak yang <em>nyangkut<\/em> di piutang. Bila arus kas Anda lebih kecil daripada laba, apakah tindakan Anda?<\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Perpendeklah jatuh tempo pembayaran piutang agar menjadi kas, atau<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Terapkan kebijakan tidak menerima penjualan secara kredit, alias pembayaran harus tunai<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol>\n<li><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">OCF harus lebih besar daripada <em>Investing Cash Flow<\/em>. Jika keadaannya tidak seperti itu, artinya Anda lagi banyak utang alias pinjaman yang Anda peroleh digunakan untuk membeli aset tetap.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Apa tindakan yang sebaiknya Anda lakukan?<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Jual aset yang tidak produktif. <\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol>\n<li><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Tren OCF harus naik dari tahun ke tahun. Berkembang atau tidaknya usaha Anda dapat dilihat dari aspek ini. Bila hal itu tidak terjadi, Anda disarankan mulai merintis usaha yang lain.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Dengan melihat tren OCF pula Anda dapat menentukan langkah\u2014apakah perusahaan Anda layak dilanjutkan, atau sebaiknya Anda putar haluan saja alias membuka usaha baru. Lainnya, apakah Anda harus mengambil utang jangka panjang untuk mengembangkan usaha (membeli ruko baru, misalnya) dengan catatan, OCF harus lebih besar daripada <em>Financing Cash Flow<\/em>. Kecuali perusahaan Anda baru berdiri.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\"><strong>Boks:<\/strong> Beberapa tips berikut dapat Anda coba terapkan:<\/span><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Hendaknya Anda tidak membeli secara kontan dari pemasok, karena tambahan barang dagangan dapat Anda penuhi dari barang titipan melalui sistem konsinyasi.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Carilah pemasok yang bersedia menetapkan waktu jatuh tempo pembayaran lebih lama, sehingga Anda punya waktu lebih longgar untuk menagih piutang dagang dan tidak mengharuskan Anda mencari pinjaman dana jangka pendek.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Mintalah kepada pemasok memberi pengurangan jumlah utang dagang Anda bila Anda membayar utang itu sebelum jatuh tempo.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Jangan menimbun barang sediaan terlalu banyak dan lama di gudang, karena hal ini akan menambah ongkos simpan barang yang pada gilirannya akan menguras dana pada kas Anda akibat lebih banyak dana yang keluar untuk pengadaan <em>inventory.<\/em> <\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Bila dana kas cukup, pikirkanlah untuk memperluas usaha dengan mengalihkan dana ke investasi.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Cek kembali biaya-biaya operasional\u2014apakah sudah efisien ataukah malah Anda boros.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Kesimpulannya, <a href=\"https:\/\/www.zahironline.com\/blog-contest\/ingin-sukses-berbisnis-ritel-ini-dia-contoh-laporan-keuangan-ritel-yang-harus-anda-tahu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">merencanakan arus kas\u00a0perusahaan ritel<\/a> ibarat mengendarai mobil: Anda harus tahu kapan <em>ngegas,<\/em> kapan <em>ngerem,<\/em> dan kapan pula semestinya berbelok, sementara instrumen pada <em>dashboard <\/em>mobil mirip rambu pengambilan keputusan. Apabila Anda dapat mengontrol dan mengendalikan kendaraan Anda dengan baik dan benar, risiko celaka akan berkurang. Demikian pula pada arus kas perusahaan Anda\u2014semakin baik Anda mengontrol dan mengendalikannya, semakin baik kondisi keuangan perusahaan Anda.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">Artikel ini merupakan kerja sama antara majalah <em>Pengusaha Muslim<\/em> dan Zahir Accounting.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: Arial,sans-serif;\"><span style=\"font-size: small;\">*) Penulis adalah praktisi <em>accounting<\/em>, dan Trainer Manager PT. Zahir International<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/zahiraccounting.com\/id\/membuat-laporan-keuangan-secara-instan?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner&amp;utm_campaign=Laporan-Blog\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-4802\" src=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27620%27%20height%3D%2790%27%20viewBox%3D%270%200%20620%2090%27%3E%3Crect%20width%3D%27620%27%20height%3D%2790%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-orig-src=\"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Cashflow.gif\" alt=\"Cashflow\" width=\"620\" height=\"90\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Ketahuilah Kapan Ngegas dan Kapan Ngerem &#8220;Merencanakan arus kas ibarat berkendara: Anda harus tahu kapan ngegas, kapan ngerem, dan kapan pula semestinya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[75],"tags":[],"views":885,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/775"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=775"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/775\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=775"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=775"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=775"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}