{"id":7514,"date":"2021-10-22T10:59:14","date_gmt":"2021-10-22T03:59:14","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=7514"},"modified":"2022-09-11T13:38:29","modified_gmt":"2022-09-11T06:38:29","slug":"7-faktor-kegagalan-bisnis-kuliner","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/7-faktor-kegagalan-bisnis-kuliner\/","title":{"rendered":"7 Faktor Kegagalan Bisnis Kuliner"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/7-Faktor-Kegagalan-Bisnis-Kulinertwitter.png\"><img class=\"lazyload\" decoding=\"async\" src=\"data:image\/gif;base64,R0lGODlhAQABAAAAACH5BAEKAAEALAAAAAABAAEAAAICTAEAOw==\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/7-Faktor-Kegagalan-Bisnis-Kulinertwitter.png\" alt=\"kegagalan bisnis kuliner\" \/><\/a><\/p>\n<p>Bisnis kuliner memang menjanjikan, tetapi tak sedikit pengusaha pemula yang mengalami kegagalan bisnis kuliner di tahun pertamanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memang bisnis kuliner adalah salah satu jenis bisnis yang ramai peminatnya. Bisa dikatakan bisnis kuliner tidak ada matinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkembangan teknologi, budaya, dan ekonomi turut merubah gaya hidup seseorang. Bagi sebagian orang, makan bukan hanya sebatas pemenuhan kebutuhan hidup semata, namun sudah menjadi gaya hidup atau lifestyle.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perubahan perilaku inilah yang ditangkap oleh pelaku bisnis kuliner untuk menciptakan produk kuliner yang unik dengan konsep yang berbeda, sehingga konsumen memiliki banyak pilihan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terjun di bisnis kuliner tidak hanya membutuhkan kreatifitas dan inovasi dalam menciptakan produk baru saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memiliki passion dan ketrampilan memasak pun belum mencukupi untuk digunakan sebagai modal usaha. Anda harus memikirkan lokasi yang strategis untuk bisnis anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lokasi yang strategis akan menentukan omset yang anda terima. Anda juga harus mampu menjaga konsistensi mutu produk dan layanan.<\/p>\n\n<h2>Faktor-faktor Kegagalan Bisnis Kuliner<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan kompetisi bisnis kuliner yang semakin padat, menuntut pengusaha kuliner untuk lebih kreatif lagi.\u00a0Banyak pengusaha yang sukses dalam menekuni usaha ini. Tapi, tidak sedikit pula yang harus gulung tikar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa sajakah faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan bisnis kuliner?<\/p>\n<p>Berikut beberapa poin penting yang umumnya menjadi faktor jatuhnya bisnis kuliner, antara lain:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">1. Mutu yang tidak terjaga<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mutu makanan erat kaitannya dengan rasa. Rasa yang tidak konsisten akan beresiko pada usaha anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda harus mulai waspada jika konsumen yang tadinya banyak, tiba-tiba menghilang satu per satu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika konsumen sudah merasa cocok dengan rasa makanan yang anda sajikan, maka anda harus konsisten. Jangan mengurangi atau mengganti resep yang sudah ditentukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Layanan yang minus<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat anda datang ke sebuah rumah makan dan bertemu dengan pelayan yang tidak ramah, bagaimana perasaan anda?<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Apakah anda merasa nyaman makan di tempat tersebut? atau,<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Apakah anda akan kembali ke restoran itu?<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tentu tidak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun restoran tersebut memiliki menu yang lezat dan dilengkapi dengan interior yang \u201cwah\u201d, namun jika layanan yang diberikan minus, tetap saja konsumen akan meninggalkan anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimana mungkin bisa menikmati makanan dengan nyaman jika pelayan yang mengantarkan makanan bermuka masam dan judes?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bersikap ramah dalam melayani konsumen akan membuat mereka merasa dihargai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komunikasi yang hangat akan membuat konsumen merasa dekat dengan anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal lain yang harus menjadi perhatian pelaku usaha kuliner ini adalah kecepatan dalam melayani konsumen. Jangan biarkan mereka menunggu terlalu lama sehingga merasa kesal.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">3. Minim inovasi<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Inovasi dan kreativitas adalah dua hal yang sangat mempengaruhi bisnis kuliner anda. Ciptakan menu atau situasi baru secara periodik untuk mencegah kebosanan konsumen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan malas untuk mencari inovasi dan mempelajari hal baru.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">4. Kebersihan tempat<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebersihan dan kenyamanan tempat menjadi poin terpenting dalam membangun bisnis ini. Anda mempunyai menu yang unik, rasa yang lezat, namun tidak didukung dengan tempat yang representatif, tentu saja percuma.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konsumen akan merasa ilfil jika melihat tempat makan yang jorok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya, usaha anda berdekatan dengan sungai yang kotor atau banyak tisu berserakan di lantai yang tidak segera dibersihkan.<\/p>\n<h3>5. Rencana bisnis yang tidak matang<\/h3>\n<p>Bisa dikatakan bisnis kuliner adalah bisnis yang rumit. Sejak awal anda sudah harus mempersiapkan rencana bisnis yang benar-benar matang.<\/p>\n<p>Kesalahan dalam perhitungan bisnis akan memperpendek usia bisnis anda.<\/p>\n<h3>6. Kesalahan pemilihan menu<\/h3>\n<p>Menu favorit anda belum tentu juga disukai oleh konsumen.\u00a0Anda harus terlebih dahulu melakukan survei untuk mengetahui jenis makanan yang sedang hits di masyarakat.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil survey tersebut, lakukan cross check dengan usaha kuliner yang anda persiapkan untuk mengetahui apakah menu yang nantinya anda tawarkan bisa diterima atau tidak.<\/p>\n<p>Jangan sampai salah memilih jenis makanan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">7. Enggan berbagi kesuksesan<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat usaha kuliner anda sudah mencapai kesuksesan, jangan takut untuk berbagi kesuksesan anda dengan yang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Justru anda memiliki peluang yang besar untuk melebarkan sayap bisnis anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan menggandeng mitra atau menggunakan sistem waralaba, artinya anda sudah berbagi kesuksesan dengan orang lain.<\/p>\n<h2>Cara Memulai Bisnis Kuliner<\/h2>\n<p>Perencanaan jelas menjadi hal yang paling awal ketika Anda memutuskan untuk memulai bisnis kuliner. Masalahnya adalah apa saja metrik-metrik yang harus Anda tentukan ketika menyusun perencanaan bisnis.<\/p>\n<p>Hanya bermodal rasa masakan yang enak, bukanlah satu-satunya faktor yang mendorong Anda untuk memulai bisnis.<\/p>\n<p>Di luar itu, Anda harus menyiapkan segala hal mulai dari market, produk, strategi bisnisnya itu sendiri.<\/p>\n<p>Untuk memulai bisnis kuliner, Anda bisa mulai menjalankan step by step proses berikut ini yang akan memudahkan Anda dalam menciptakan bisnis yang disukai customer, yaitu:<\/p>\n<h3>1. Tetapkan Bisnis yang Diinginkan<\/h3>\n<p>Hal pertama yang harus anda lakukan adalah menentukan bisnis yang diinginkan. Hindari untuk memulai bisnis kuliner hanya karena mengikuti trend saja. trend lama-kelamaan bisa hilang.<\/p>\n<p>Jika yang anda inginkan hanya mengikuti trend, kemungkinan usaha anda di masa depan bisa mengalami kegagalan.<\/p>\n<p>Anda bisa mulai dari ketertarikan dan juga kemampuan yang dimiliki.<\/p>\n<p>Selain itu, jika usaha yang dijalani sesuai dengan ketertarikan sendiri, nantinya Anda akan lebih niat dan juga berkomitmen dengan usaha yang Anda rintis tersebut.<\/p>\n<h3>2. Survei Pasar dan Potensi Bisnis<\/h3>\n<p>Tak kalah penting ketika membuka sebuah usaha, yaitu melakukan survei terlebih dahulu. Anda bisa tahu bagaimana harga serta persaingan yang ada di pasar.<\/p>\n<p>Dengan ini ada juga tahu potensi bisnis yang akan dijalankan.<\/p>\n<p>Pasalnya, dari survei inilah Anda bisa mengetahui daya beli masyarakat terhadap usaha kuliner Anda nantinya.<\/p>\n<h3>3. Modal Awal Usaha<\/h3>\n<p>Cara selanjutnya adalah <a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/mempersiapkan-modal-usaha-dengan-cara-ini\/\">modal<\/a> awal. Jika Anda hanya memiliki modal kecil, Anda bisa melakukan beberapa solusi untuk menutupi kekurangan modal ini.<\/p>\n<p>Misalnya dengan mengajak atau mencari rekan kerja untuk diajak kerja sama.<\/p>\n<p>Atau bisa melakukan pinjaman ke koperasi atau bank melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR bagi pelaku UKM.<\/p>\n<p>Besar kecilnya modal yang Anda punya tergantung dari bagaimana usaha yang akan Anda jalankan. Jika usaha yang dirintis telah berjalan, Anda bisa menyisihkan separuh keuntungan untuk menjadikannya modal tambahan.<\/p>\n<h3>4. Lokasi Usaha<\/h3>\n<p>Berikutnya anda harus jeli dalam menentukan lokasi. Pilihlah lokasi usaha kuliner yang banyak dikunjungi atau dilalui banyak orang.<\/p>\n<p>Saat menentukan lokasi usaha juga harus memperhitungkan modal yang akan dikeluarkan.<\/p>\n<p>Jangan sampai modal Anda terpakai habis hanya untuk menyewa atau membeli tempat usaha.<\/p>\n<h3>5. Tentukan Menu Andalan<\/h3>\n<p>Pertama tama survei mengenai menu yang dinikmati di pasaran, lalu pilihlah menu yang belum banyak dijual di sana dalam rangka mengurangi tingkat persaingan.<\/p>\n<p>Namun, pilihan menu harus sesuai dengan target pasar atau konsumen.<\/p>\n<p>Intinya, persiapkan segala sesuatunya dengan matang dan jangan takut mencoba hal baru.<\/p>\n<h2>Ide Bisnis Makanan yang Banyak Peminatnya<\/h2>\n<p>Menemukan ide bisnis makanan yang bisa mengundang banyak penggila kuliner bisa dikatakan gampang-gampang susah.<\/p>\n<p>Apalagi saat ini, bisnis kuliner tidak hanya mengedepankan rasa yang enak saja. Melainkan juga inovasi dengan ide penyajian menu yang berbeda sehingga tampak unik.<\/p>\n<p>Keunikan seakan menjadi hal yang bisa memicu penasaran pelanggan.<\/p>\n<p>Jika Anda bisa membungkus keunikan ini dengan rasa yang enak, bukan hal yang mustahil brand atau produk Anda bakal akan diterima dengan baik oleh para pecinta kuliner.<\/p>\n<p>Untuk memudahkan Anda dalam mencari ide bisnis kuliner, berikut ini 5 ide bisnis makanan kekinian yang bisa Anda coba, yaitu:<\/p>\n<h3>1. Makaroni pedas<\/h3>\n<p>Buat orang yang suka ngemil dan pecinta makanan pedas, makanan ini sudah tidak asing lagi. Biasanya makanan ringan ini dijual dengan dua pilihan, yakni makaroni kering atau makaroni basah.<\/p>\n<p>Anda dapat memberikan berbagai pilihan rasa pedas, mulai dari yang sedang hingga ekstra pedas.<\/p>\n<p>Karena sifatnya yang tahan lama, Anda bisa memproduksi makanan ini dalam jumlah yang banyak tanpa harus khawatir kadaluarsa.<\/p>\n<h3>2. Takoyaki<\/h3>\n<p>Siapa sih yang gak tau makanan yang satu ini?<\/p>\n<p>Makanan khas kekinian ini berasal dari Jepang dan sudah digandrungi sejak lama. Tekstur kulit luarnya yang renyah dengan isian yang beragam membuat rasanya terasa nikmat.<\/p>\n<p>Bahan dan alat yang digunakan juga simple. Serta gaya memasaknya juga sangat unik. Hal ini yang mampu menarik perhatian banyak orang.<\/p>\n<h3>3. Seblak<\/h3>\n<p>Makanan kekinian ini berasal dari Bandung yang sangat terkenal karena rasa pedasnya.<\/p>\n<p>Kuah berwarna merah menyala ini disajikan dengan berbagai topping pilihan, seperti daging ayam, ceker ayam, bakso, mie, kerupuk, dan makaroni.<\/p>\n<p>Tenang saja, anda bisa menyesuaikan berbagai topping dan rasa sesuai permintaan pembeli.<\/p>\n<h3>4. Bola ubi<\/h3>\n<p>Apakah anda pernah dengan ubi dijadikan cemilan?<\/p>\n<p>Makanan olahan ubi yang satu ini dibuat dengan berbagai varian rasa dan warna, seperti green tea, hazelnut, taro, dan oreo.<\/p>\n<p>Rasanya yang manis dipadukan dengan tekstur gurih membuat siapa saja yang memakan nya menjadi ketagihan.<\/p>\n<p>Makanan ini sangat mudah untuk dibuat dengan modal yang relatif kecil.<\/p>\n<h3>5. Jasuke<\/h3>\n<p>Memakan jagung bakar memanglah sudah biasa, tetapi yang satu ini lebih kekinian semakin dikenal karena olahan jagung yang diberi susu kental manis dan lelehan keju.<\/p>\n<p>Tekstur renyah dari jagung menyatu dengan lelehan keju yang gurih serta susu kental manis yang creamy.<\/p>\n<p>Makanan ini tak kalah menguntungkan dengan makanan olahan lainnya.<\/p>\n<h2>Cara Meningkatkan Profit Bisnis Kuliner<\/h2>\n<p>Setelah Anda memutuskan untuk memulai bisnis kuliner dan sudah mendapatkan pelanggan yang loyal, maka langkah selanjutnya adalah memikirkan bagaimana meningkatkan profit bisnis makanan.<\/p>\n<p>Dalam bisnis terdapat istilah yang namanya scaleup bisnis, yang tujuannya akhirnya adalah meningkatkan profit.<\/p>\n<p>Lantas apa yang harus dilakukan ketika Anda ingin meningkatkan profit bisnis kuliner Anda?<\/p>\n<p>Nah, berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda dalam menerapkan strategi bisnis baru dan meningkatkan profit bisnis Anda, yaitu:<\/p>\n<h3>1. Fokus pada kepuasan pelanggan<\/h3>\n<p>Di dalam dunia usaha, bisa dikatakan pelanggan adalah raja tidak terkecuali usaha kuliner.<\/p>\n<p>Ini dapat dilaksanakan dengan cara mengedepankan kebutuhan-kebutuhan pelanggan dari segi pelayanan maupun interaksi yang Anda lakukan dalam aktivitas transaksi sehari-harinya.<\/p>\n<p>Kesan yang baik secara tidak langsung akan meningkatkan penjualan usaha Anda.<\/p>\n<h3>2. Jadikan kualitas produk sebagai prioritas.<\/h3>\n<p>Memprioritaskan produk merupakan cara yang sangat ampuh dalam meningkatkan penjualan usaha kuliner Anda ini.<\/p>\n<p>Ini termasuk rasa makanan, kualitas bahan, hingga kemasan yang Anda pilih untuk dijual. Jangan membatasi diri jika ada keluhan atau masukan dari pelanggan terkait produk Anda.<\/p>\n<p>Ini merupakan tanda bahwa pelanggan peduli.<\/p>\n<h3>3. Tingkatkan jumlah pesanan<\/h3>\n<p>Cara ini bisa disebut upselling.<\/p>\n<p>Cara di mana Anda bisa meningkatkan penjualan dengan menjual lebih banyak produk bagi para pelanggan yang sudah ada niatan untuk membeli produk makanan Anda.<\/p>\n<p>Ini dapat dilakukan dengan menawarkan produk lainnya yang serupa dengan yang hendak dipesan oleh sang pelanggan, nantinya kemungkinan menambah pesanan semakin meningkat.<\/p>\n<p>Teknik ini harus dilatih dengan benar dan dieksekusi dengan halus dan persuasif.<\/p>\n<h3>4. Promosi dengan batasan waktu<\/h3>\n<p>Cara meningkatkan penjualan lainnya yang juga sangat ampuh adalah memberikan promosi dengan batasan waktu.<\/p>\n<p>Ini cara menciptakan untuk menciptakan rasa di mana pelanggan tidak ingin ketinggalan untuk mengambil promosi tersebut.<\/p>\n<p>Tinggal bagaimana cara promosi ini bisa Anda eksekusi menyesuaikan dengan cara yang relevan dan cocok dengan usaha kuliner yang Anda miliki.<\/p>\n<h2>Cara Promosi Bisnis Kuliner<\/h2>\n<p>Berkaitan dengan strategi meningkatkan profit pada bisnis kuliner, promosi merupakan salah satu hal penting yang dapat membantu Anda meraih profit atau omset sesuai targer Anda.<\/p>\n<p>Promosi tentunya memiliki banyak tujuan, seperti membangun brand awareness bisnis Anda, menarik pelanggan baru, dan meningkatkan sales.<\/p>\n<p>Namun, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana promosi yang mudah, kreatif, dan tepat untuk bisnis kuliner Anda?<\/p>\n<p>Dan berikut beberapa cara melakukan promosi yang ramah untuk Anda terapkan di bisnis makanan Anda, antara lain:<\/p>\n<h3>1. Buatlah Suatu Slogan Menarik Agar Selalu Diingat.<\/h3>\n<p>Cara mempromosikan makanan pertama, yakni membuat slogan. Ini sangat penting Karena kita bisa melihat pada brand-brand makanan terkini yang sangat laris di pasaran seperti \u201cIndomie Seleraku\u201d dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Nah, dengan begitu ketika kita akan mempromosikannya akan lebih mudah mulai dari di sosial media maupun manual secara langsung terasa mudah pula. Hal seperti ini yang akan mudah diingat masyarakat.<\/p>\n<h3>2. Beri Sampel Gratis pada Orang yang Belum Kenal Makanan Anda<\/h3>\n<p>Banyak orang yang tidak percaya usaha makanan buatan Anda lezat?<\/p>\n<p>Jangan khawatir, karna Anda pun bisa mengenalkan secara ramah bagaimana rasa dari makanan Anda ini.<\/p>\n<p>Lalu berilah orang-orang sekitar Anda sampel sedikit demi sedikit, dengan catatan Anda pun harus mempertimbangkan keuntungan supaya cash flow tetap terjaga.<\/p>\n<h3>3. Bagi Reward untuk Para Konsumen Loyal<\/h3>\n<p>Jika Anda mendapat konsumen yang loyal dan suka dengan makanan Anda, maka jangan ragu untuk berikan reward yang sesuai, ya. Karena mendapat pelanggan setia itu tidaklah gampang.<\/p>\n<p>Dengan tips ini, konsumen akan senang dan terpancing untuk kembali lagi.<\/p>\n<p>Strategi ini diakui cukup efektif, karena tak hanya pelanggan yang untung namun Anda sebagai pengusaha juga untung. Tapi sebelum itu pertimbangkan pula profit Anda saat memberi Reward.<\/p>\n<h2>Risiko Usaha Makanan<\/h2>\n<p>Di balik potensi profitnya yang cukup menggiurkan, bisnis kuliner juga menyimpan risiko yang tidaklah kecil.<\/p>\n<p>Tentunya Anda sering mendengar bahwa tak sedikit orang yang gulung tikar dalam bisnis makanan. Bahkan bisnis kuliner yang awalnya ramai pelanggan pun bisa tumbang dengan waktu yang terbilang singkat.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, ketika Anda memutuskan untuk memulai bisnis makanan, sebaiknya Anda kenali pula risiko usaha makanan.<\/p>\n<p>Dan berikut catatan penting yang umumnya menjadi risiko dalam bisnis kuliner, yaitu:<\/p>\n<h3>1. Pelanggan cepat bosan<\/h3>\n<p>Hal yang wajib Anda pahami sebagai pebisnis kuliner adalah psikologi. Terlebih jika market yang Anda bidik adalah anak muda di masa sekarang.<\/p>\n<p>Ada yang bilang, milenial sekarang susah menjadi pelanggan yang loyal.<\/p>\n<p>Mereka berburu kuliner hanya mengikuti tren yang sedang hits saat ini atau sedang viral. Dan banyak di antara mereka yang setelah mencoba sekali tidak akan kembali.<\/p>\n<p>Itulah dilemanya menghadapi segmen market seperti ini.<\/p>\n<p>Agar pelanggan tidak bosan, Anda wajib terus melakukan inovasi kreatif untuk menciptakan produk yang selalu fit dengan market milenial ini.<\/p>\n<h3>2. Persaingan ketat<\/h3>\n<p>Bisnis kuliner termasuk bisnis yang mudah diduplikasi. Maka tak heran ketika ada satu bisnis kuliner yang sedang viral, pasti akan ditemukan beberapa bisnis yang serupa setelahnya.<\/p>\n<p>Dan jika market Anda merupakan pengguna media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan TikTok, sudah pasti pelanggan Anda akan dibanjiri oleh konten-konten bertema kuliner yang beraneka ragam dan yang paling baru.<\/p>\n<p>Bisnis kuliner memang bisnis yang paling menjamur.<\/p>\n<p>Sehingga kondisi ini membuat persaingan menjadi sengit karena Anda harus berebut market yang sama.<\/p>\n<p>Siapa yang menang adalah mereka yang paham memanfaatkan psikologis pelanggannya.<\/p>\n<h3>3. Perubahan kondisi ekonomi<\/h3>\n<p>Beberapa waktu ketika terjadi pandemi Covid-19, Pemerintah memberlakukan aturan yang membatasi pergerakan pengusaha kuliner.<\/p>\n<p>Kebijakan di tengah pandemi ini, membawa dampak yang kurang berpihak pada pelaku bisnis kuliner.<\/p>\n<p>Pendapatan mereka menurun karena banyak pelanggan yang mendadak menahan uang mereka untuk menghadapi kondisi ekonomi yang tidak tentu.<\/p>\n<p>Jika Anda suatu saat berada dalam situasi ini, Anda perlu menggali kreativitas untuk menarik pelanggan Anda.<\/p>\n<p>Anda bisa membuka order secara online, atau menciptakan produk yang lebih terjangkau.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa hal yang memiliki dampak buruk untuk bisnis kuliner adalah jam operasional yang tidak menentu atau harga yang tidak dapat bersaing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi ini dapat menggiring bisnis kuliner anda ditinggalkan konsumen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Intinya untuk menghindarkan bisnis kuliner Anda dari kerugian atau kebangkrutan, persiapkan segala sesuatunya dengan matang dan jangan takut mencoba hal baru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegagalan bisnis kuliner dapat kita hindari jika kita memperhatikan faktor-faktor yang telah disebutkan di atas serta kedisiplinan dari pengusaha untuk menjalankan usaha kuliner-nya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selamat berbisnis kuliner.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bisnis kuliner memang menjanjikan, tetapi tak sedikit pengusaha pemula yang mengalami kegagalan bisnis kuliner di tahun pertamanya. Memang bisnis kuliner adalah salah satu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":7601,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[2491,2492,2493,2490,2494],"views":20035,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7514"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7514"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7514\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7601"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7514"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7514"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7514"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}