{"id":7336,"date":"2021-10-15T09:12:04","date_gmt":"2021-10-15T02:12:04","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=7336"},"modified":"2022-10-17T15:06:40","modified_gmt":"2022-10-17T08:06:40","slug":"cara-mudah-menghitung-modal-usaha","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/cara-mudah-menghitung-modal-usaha\/","title":{"rendered":"Cara Mudah Menghitung Modal Usaha"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Menghitung-Modal-Usahatwitter2.gif\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload alignnone\" src=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20viewBox%3D%270%200%20680%20240%27%3E%3Crect%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Menghitung-Modal-Usahatwitter2.gif\" alt=\"cara menghitung modal usaha\" width=\"680\" height=\"240\" \/><\/a><\/p>\n<p>Menghitung modal usaha bisa saja menjadi pekerjaan yang tidak mudah karena diperlukan pengetahuan mengenai akuntansi dan keuangan.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, menguasai akuntansi dasar merupakan sebuah keharusan.<\/p>\n<p>Untuk mempermudah dan mempersingkat langkah Anda dalam memperlajari bagaimana cara menghitung modal usaha, artikel ini akan menjadi panduan singkat dan padat untuk Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Modal menjadi salah satu aspek yang tidak bisa dipisahkan dalam suatu jalannya usaha. Tanpa adanya modal, dalam bentuk apapun itu, suatu usaha tidak akan bisa beroperasi.<\/p>\n<p>Itulah peran penting modal.<\/p>\n<p>Lantas apa pengertian modal dan bagaimana detail perhitungannya, simak terus artikel ini hingga akhir.<\/p>\n<h2>Pengertian Modal Usaha<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Modal usaha adalah sesuatu yang digunakan untuk menjalankan usaha, di mana dapat berupa materi (uang) dan tenaga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, modal uang dapat digunakan untuk pembiayaan keperluan usaha, seperti pembelian barang, pengurusan ijin, atau pembelian aset.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedangkan modal tenaga adalah skill seseorang dalam mengelola usaha.<\/p>\n<h3>Pengertian Modal Usaha Menurut Para Ahli<\/h3>\n<p>Dalam mengartikan modal usaha, beberapa ahli memiliki pendekatan yang berbeda dalam menetukan definisi terkait masalah tersebut.<\/p>\n<p>Berikut beberapa pengertian modal usaha menurut para ahli, yaitu:<\/p>\n<h4>1. Menurut Andrew Mayo<\/h4>\n<p>Modal usaha adalah uang dan aset yang dimiliki oleh pebisnis yang bisa digunakan untukmenawarkan barang dan jas, dan memasarkannya ke konsumen.<\/p>\n<h4>2. Menurut Eugene F. Brigham<\/h4>\n<p>Modal usaha adalah uang yang dibutuhkan untuk menghasilkan barang dan jasa dalam bisang bisnis.<\/p>\n<h4>3. Menurut S. Munawir<\/h4>\n<p>Modal usaha adalah aser yang dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang yang ingin berbisnis. Aset keuangan itu bisa berbentuk uang tunai, cek, uang non tunia, atau pinjaman dari investor.<\/p>\n<h2>Jenis-jenis Modal Usaha<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terkait dengan jenis-jenisnya, modal usaha secara umum dibagi menjadi 2, yaitu:<\/p>\n<h3>1. Capital Expenses<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Modal yang digunakan untuk pengadaan fixed asset, seperti pembelian peralatan usaha, pengadaan kendaraan, dan perlengkapan kantor. Intinya adalah penggunaan barang dengan masa pakai yang lama.<\/p>\n<h3>2. Operasional Expenses<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Modal yang digunakan untuk operasional usaha, seperti biaya listrik, biaya telepon, gaji karyawan, sewa tempat dll.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Operational expenses ini bersifat berkala sehingga anda perlu membuat anggaran biaya dalam satu periode tertentu untuk kebutuhan yang sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain dua jenis atau kelompok modal di atas, yang tidak kalah pentingnya adalah modal usaha yang digunakan untuk stok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Besarnya modal yang dibutuhkan untuk stok dibuat berdasarkan target omset dalam satu bulan dan jumlah perputaran stok yang diperlukan untuk mencapai omzet dalam satu bulan.<\/p>\n\n<h2>Cara Mendapatkan Modal Usaha<\/h2>\n<p>Ketika Anda bingung bagaimana caranya bisa mendapatkan modal usaha, tidak usah khawatir karena ada banyak cara yang bisa dilakukan agar mendapatkan uang untuk diputar kembali di bidang bisnis.<\/p>\n<p>Setidaknya ada 9 cara mendapatkan modal usaha, di antaranya:<\/p>\n<h3>1. Tabungan pribadi<\/h3>\n<p>Modal usaha bisa didapatkan dari modal pribadi. Cara ini biasanya dilakukan oleh mereka yang tidak memiliki priviles kekayaan orang tua.<\/p>\n<p>Biasanya mereka yang masih bekerja di bawah perusahaan orang lain, mengumpulkan gaji untuk modal usaha di kemudian hari.<\/p>\n<h3>2. Pinjaman ke keluarga atau teman<\/h3>\n<p>Keluarga dan teman mungkin memiliki kepercayaan tinggi pada Anda, sehingga mereka bisa dipertimbangkan sebagai pihak peminjam modal usaha.<\/p>\n<h3>3. Jual aset<\/h3>\n<p>Jika Anda ingin memulai bisnis namun tidak memiliki modal, maka menjual aset bisa dipertimbangkan. Pastikan aset yang dijual memang tidak begitu menunjang kegiatan Anda ketika berbisnis nanti.<\/p>\n<p>Contoh aset yang bisa dijual seperti perhiasan, pakaian dan sepatu mewah, gim, jam tangan, dan lain sebagainya.<\/p>\n<h3>4. Gadai aset<\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/ingin-menjual-aset-perusahaan-ini-cara-menghitungnya\/\">Aset<\/a> yang Anda miliki bisa digadaikan ke Pegadaian agar mendapatkan dana pinjaman.<\/p>\n<h3>5. Mencari rekan bisnis<\/h3>\n<p>Rekan bisnis bisa memberikan tambahan modal usaha, selain mendapatkan modal tambahan untuk bisnis, Anda juga mendapatkan tenaga ekstra, karena rekan bisnis akan memulai dari nol bersama Anda untuk membangun perusahaan.<\/p>\n<h3>6. Modal usaha dari konsumen<\/h3>\n<p>Ada saja orang yang berhasil berbisnis tanpa modal, mereka ada dropshipper atau reseller. Tugasnya mempromosikan barang dan menjual barang tanpa harus menyimpan stok barang.<\/p>\n<p>Setelah mendapatkan keuntungan, para dropshipper dan reseller bisa membeli stok dan mulai membesarkan bisnis.<\/p>\n<p>Selain itu, modal dari konsumen juga berlaku untuk sistem pembelian pre-order, biasanya konsumen membayar terlebih dahulu, kemudian Anda membuatkan produk yang ditawarkan.<\/p>\n<p>Biasanya sistem PO berlaku untuk barang custom seperti pakaian, sepatu, tas, dan lain-lain.<\/p>\n<h3>7. Ikut program UMKM<\/h3>\n<p>Banyak program UMKM yang dibuat baik oleh negara maupun swasta, Anda bisa mengikutii program mereka untuk mendapatkan modal usaha tambahan.<\/p>\n<h3>8. Pinjaman online<\/h3>\n<p>Tidak dianjurkan karena berisiko tinggi, tetapi jika Anda yakin bisa mengatasi risikonya, maka pinjol bisa dijadikan opsi untuk mendapatkan modal dalam waktu cepat tanpa ribet.<\/p>\n<h3>9. Kredit Tanpa Agunan (KTA)<\/h3>\n<p>Salah satu program modal usaha yang biasanya dimiliki oleh bank. Namun, buat Anda yang ingin mencari modal usaha usahakan menjadikan opsi ini sebagai opsi terakhir.<\/p>\n<p>Kenapa demikian?<\/p>\n<p>Peminjaman modal melalui skema KTA memang tergolong mudah dan cepat dibanding kredit biasa. Namun, KTA umumnya memberikan bunga yang lebih tinggi dibanding jenis kredit lainnya.<\/p>\n<p>Sehingga, jika perencanaan dan perhitungan Anda kurang cermat, skema KTA ini bisa saja malah merugikan bisnis Anda.<\/p>\n<h2>Cara Menghitung Modal Usaha<\/h2>\n<p>Menghitung modal usaha terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu modal investasi, modal kerja, dam modal operasional bulanan.<\/p>\n<p>Dan berikut penjelasan mengenai ketiga jenis perhitungan modal usaha tersebut.<\/p>\n<h3>1. Modal Pengadaan Barang Asset (Modal Investasi)<\/h3>\n<p>Modal ini dikeluarkan untuk jangka panjang misalnya sewa gedung dan membeli alat produksi.<\/p>\n<p>Ciri-ciri aset adalah pemakaiannya lama, namun perlu dihitung penyusutan dalam kurun waktu tertentu.<\/p>\n<p>Contoh, jika Anda berbisnis di bidang makanan ringan, maka beberapa aset adalah oven, mixer, kulkas, dan alat-alat lain.<\/p>\n<p>Semua aset tersebut bernilai total Rp20 juta, maka subtotal asset adalah Rp20 juta.<\/p>\n<h3>2. Modal Barang Dagangan (Modal Kerja)<\/h3>\n<p>Modal ini adalah barang-barang yang diolah setiap hari untuk membuat produk. Contohnya tepung terigu, susu, minyak, cokelat, mentega, dan lain-lain, jika Anda berbisnis makanan ringan.<\/p>\n<p>Contoh: Bahan terigu 10 kilogram Rp50 ribu, susu 10 liter Rp100 ribu, total modal Rp150 ribu. Subtotal aset Rp150 ribu.<\/p>\n<h3>3. Modal Operasional Bulanan (Biaya SDM + Akomodasi)<\/h3>\n<p>Modal operasional berkaitan dengan proses jalannya perusahaan mencakup pembayaran gaji karyawan hingga pembayaran listrik.<\/p>\n<p>Contoh: Gaji karyawan per hari Rp30 ribu, listrik per hari Rp30 ribu, subtotal asset Rp60 ribu.<\/p>\n<h2>Rumus Menghitung Modal Usaha<\/h2>\n<p>Terdapat empat rumus yang bisa Anda gunakan untuk menentukan modal awal usaha, yaitu:<\/p>\n<h3>1. Modal Awal = Modal Akhir &#8211; (Laba + Prive)<\/h3>\n<p>Modal akhir adalah jumlah keseluruhan dana dalam bisnis. Dana ini diperoleh dari modal awal ditambah laba rugi, kemudian dikurangi prive.<\/p>\n<p>Laba adalah keuntungan bersih yang didapat, sementara prive adalah penarikan dana untuk kepentingan pribadi.<\/p>\n<h3>2. Modal Awal = Modal Capital Expenses + Modal Operational Expenses<\/h3>\n<p>Capital expenses adalah modal yang dipakai untuk mendukung operasional bisnis, contohnya mesin yang digunakan dalam waktu lama.<\/p>\n<p>Sementara, operational expense adalah modal untuk kepentingan operasional perusahaan seperti gaji karyawan, sewa kantor, listrik, telepon, pantry, dan sebagainya.<\/p>\n<p>Dengan mengurangi dua kebutuhan itu, Anda bisa menghitung berapa modal awal yang dikeluarkan.<\/p>\n<h3>3. Modal Awal = Modal Investasi + Modal Kerja + Modal Operasional<\/h3>\n<p>Modal investasi adalah uang yang dikeluarkan untuk membeli peralaran pendukun perusahaan dengan harga tinggi namun berusia panjang, misalnya mesin fotocopy, komputer, telepon, dan lain-lain.<\/p>\n<p>Modal kerja adalah uang yang digunakan untuk membeli bahan baku produksi. Modal operasional adalah uang yang dikeluarkan untuk menunjang kegiatan bisnis.<\/p>\n<h3>4. Modal Awal = Modal Akhir &#8211; Seluruh Pendapatan + Seluruh Beban + Pajak + Prive<\/h3>\n<p>Terakhir, untuk menghitung modal, Anda bisa mengombinasikan lima unsur secara keseluruhan, seperti di atas.<\/p>\n<p>Cara ini tentunya melibatkan lebih banyak variabel dan butuh perhitungan yang lebih kompleks dibandingkan dengan perhitungan modal lainnya.<\/p>\n<h2>Contoh Perhitungan dan Rincian Modal Usaha<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam menghitung modal usaha, Anda bisa membuat perkiraan modal stok berdasarkan asumsi penjualan per bulan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya: Anda mempunyai usaha toko sembako dengan target omset Rp20 juta per bulan. Dalam satu bulan jumlah perputaran modal stok sebanyak 3 kali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, dalam 1 bulan, setiap 10 hari sekali anda harus membeli barang untuk stok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maka kalkulasi modal stok yang anda gunakan adalah :<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Modal stok Rp. 20.000.000 x (1 -30%) \/ 2 = Rp7.000.000<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika anda dalam tahap baru membuka usaha, anda harus menyediakan anggaran cadangan untuk alokasi operational expenses minimal untuk 3 bulan pertama, jika memungkinkan untuk 6 sampai 12 bulan ke depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengapa harus ada dana cadangan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Biasanya di awal sebuah usaha baru berdiri, profit yang diraih belum sesuai dengan terget yang ditetapkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, dana cadangan inilah yang akan mendukung berjalannya usaha anda pada 3 bulan kedepan atau di tahun pertama dibukanya usaha anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut ini adalah contoh kalkulasi capital expenses dan operational expenses yang nantinya menjadi total modal bisnis yang harus disiapkan:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya anda seorang pengusaha clothing yang menjual kaos dagangan melalui online.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Capital Expenses<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Membuat website toko online: Rp2.000.000<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">1 unit komputer: Rp3.000.000<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">1 unit modem: Rp350.000<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">1 unit ponsel: Rp1.000.000<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Modal stock kaos: Rp7.000.000<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Total Capital expenses:<\/strong> Rp11.350.000<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Operational Expenses<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Sewa kantor dan gudang per bulan: Rp1.500.000<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Gaji 3 orang karyawan @ Rp. 1.000.000: Rp3.000.000<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Biaya listrik: Rp300.000<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Biaya internet: Rp400.000<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Biaya pulsa: Rp250.000<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Total Operational Expenses:<\/strong> Rp. 5.450.000<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika anda harus memiliki dana cadangan untuk 3 bulan pertama, maka total operational expenses dikalikan 3 bulan, Rp5.450.000 x 3 = Rp16.350.000. Jadi total modal usaha yang harus anda keluarkan untuk usaha clothing online adalah:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">Modal usaha = Capital Expenses + Operational Expenses<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Modal usaha = Rp11.350.000 + Rp16.350.000<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Modal usaha = Rp27.700.000<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mudah bukan menghitung modal bisnis?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi yang berencana memulai usaha, yuk coba terapkan ilmu ini.<\/p>\n<h2>Perbedaan Modal Kerja dan Modal Usaha<\/h2>\n<p>Dalam pembahasan modal dalam bisnis, umumnya disinggung pula mengenai modal kerja.<\/p>\n<p>Lantas, apa perbedaan antara modal kerja dan modal usaha?<\/p>\n<p>Modal kerja memiliki beberapa definisi. Dan berikut pengertian modal kerja menurut para ahli:<\/p>\n<p>Menurut Kasmir,\u00a0modal kerja atau working capital adalah dana yang digunakan untuk menjalankan kegiatan operasional perusahaan.<\/p>\n<p>Sementara menurut Gitman, working capital atau modal kerja adalah harta yang bersirkulasi dari satu bentuk ke bentuk lain dalam sebuah kegiatan bisnis.<\/p>\n<p>Perubahan bentuk ini berupa perubahan nilai jual seiring dilakukannya kegiatan berbisnis.<\/p>\n<p>Sedangkan, modal usaha adalah uang yang diguanakan untuk bergadang. Dalam artian lain, modal adalah uang yang digunakan untuk menambah kekayaan.<\/p>\n<p>Melihat pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa modal kerja dan modal usaha memiliki perbedaan dalam fungsi yang lebih dalam.<\/p>\n<p>Modal kerja benar-benar digunakan untuk operasional perusahaan, sementara modal usaha diputar demi menambah kekayaan.<\/p>\n<h2>Akibat Kekurangan Modal Usaha<\/h2>\n<p>Terdapat sejumlah dampak buruk yang akan diterima oleh perusahaan ketika mengalami kekurangan modal usaha, di antaranya:<\/p>\n<h3>1. Berpotensi gagal<\/h3>\n<p>Salah satu hal yang membuat bisnis gagal adalah kurangnya modal usaha, apalagi jika skala bisnis masih kecil atau setara UMKM.<\/p>\n<p>Setengah dari semua pengusaha menyebut bahwa kekurangan modal adalah penyebab dari gagalnya bisnis.<\/p>\n<p>Tak heran, sebab modal berperan penting dalam menjaga berjalannya operasional perusahaan. Mulai dari membayar gaji karyawan, membayar biaya sewa, dan biaya lain yang dibutuhkan.<\/p>\n<h3>2. Tingginya Arus Keluar Masuk Karyawan<\/h3>\n<p>Kekurangan modal usaha menjadi alasan mengapa karyawan mudah keluar masuk.<\/p>\n<p>Mengapa?<\/p>\n<p>Karena kurangnya modal ikut berpengaruh pada minimnya gaji karyawan.<\/p>\n<p>Tingginya arus keluar masuk karyawan juga lambat laun akan berpengaruh pada kemajuan perusahaan, pasalnya, adaptasi akan terus-menerus dilakukan sementara pekerjaan menumpuk.<\/p>\n<h2>Kelebihan dan Kelemahan Melakukan Pinjaman Modal Usaha ke Bank<\/h2>\n<p>Terdapat banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan pinjaman modal usaha.\u00a0Salah satu yang dianggap cukup efektif adalah pinjaman modal dari bank.<\/p>\n<p>Mengapa demikian?<\/p>\n<p>Pinjaman bank mudah diajukan, namun mendapatkan pencairan dana dari bank tidak semudah bagaimana Anda menemukan marketing bank.<\/p>\n<p>Tentu ada kelebihan dan kekurangan di balik melakukan pinjaman modal usaha ke bank, berikut ulasannya.<\/p>\n<h3>Kelebihan Pinjam Modal Usaha di Bank:<\/h3>\n<ul>\n<li>Pencairan dana cepat, apalagi jika berkas-berkas yang dibutuhkan lengkap dan mendapatkan persetujuan pihak bank.<\/li>\n<li>Persayaratan pinjaman modal dari bank jelas, biasanya berupa identitas diri lengkap dengan jaminan pembayaran utang, bisa berupa surat-surat berharga seperti akta tanah dan BPKB sepeda motor.<\/li>\n<li>Tahu kapan waktunya membayar cicilan atau melunasi tagihan pinjaman dana.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Kelemahan Pinjam Modal Usaha di Bank:<\/h3>\n<ul>\n<li>Jika Anda tidak bisa melunasi utang, utang akan semakin banyak karena berbunga. Sementara bank akan semakin untuk karena uang yang masuk ke mereka terus bertambah seiring berjalannya waktu.<\/li>\n<li>Bank bisa menyita aset yang telah Anda jadikan jaminan pinjaman bank, misalnya tanah, rumah, atau kendaraan, tanpa ampun.<\/li>\n<li>Bank akan ikut menyita aset milik perusahaan, bisnis, atau mitra yang ikut mendandatangi kontrak kredit dengan si peminjam saat melakukan pengajuan pinjaman.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Modal usaha adalah dana yang didapatkan dengan banyak cara untuk menunjang jalannya operasional perusahaan.<\/p>\n<p>Modal sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, ada modal aset, modal produksi, dan modal operasional. Ketiga modal ini bisa dihitung terpisah untuk mengetahui adanya penyusutan.<\/p>\n<p>Modal usaha bisa didapatkan dengan berbagai cara mulai dari menabung hingga mengajukan pinjaman ke bank.<\/p>\n<p>Namun, perlu diingat ketika mengajukan pinjaman ke bank Anda harus menerima adanya risiko menyitaan aset ketika gagal bayar.<\/p>\n<p>Artikel ini juga menyuguhkan bagaimana caranya menghitung modal, mulai dari rumusnya, caranya, hingga contoh lengkap dengan kasus usahanya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menghitung modal usaha bisa saja menjadi pekerjaan yang tidak mudah karena diperlukan pengetahuan mengenai akuntansi dan keuangan. Oleh karena itu, menguasai akuntansi dasar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":7599,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[75],"tags":[2469,2396,2472,2470,2468,2473,2471],"views":62769,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7336"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7336"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7336\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7599"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7336"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7336"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7336"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}