{"id":7188,"date":"2015-12-10T09:20:39","date_gmt":"2015-12-10T02:20:39","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=7188"},"modified":"2022-09-13T14:45:37","modified_gmt":"2022-09-13T07:45:37","slug":"mengenal-business-model-canvas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/mengenal-business-model-canvas\/","title":{"rendered":"MENGENAL BUSINESS MODEL CANVAS"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Business-Model-Canvas.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-7249\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Business-Model-Canvas.jpg\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Business-Model-Canvas.jpg\" alt=\"Business Model Canvas\" width=\"680\" height=\"240\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20viewBox%3D%270%200%20680%20240%27%3E%3Crect%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Business-Model-Canvas-300x106.jpg 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Business-Model-Canvas.jpg 680w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 680px) 100vw, 680px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2>MENGENAL BUSINESS MODEL CANVAS<\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengusaha yang perkembangan bisnisnya baik biasanya memiliki model bisnis yang efisien dan efektif dalam menjangkau target pasarnya. Model bisnis adalah jabaran strategi yang menyangkut berbagai aspek dalam bisnis tersebut menjadi satu kesatuan strategi yang utuh untuk menghasilkan keuntungan. Dulu kita mengenal model tradisional \u201cBusiness Plan\u201d yang membutuhkan puluhan lembar untuk mendokumentasikan rencana bisnis Anda. Pendekatan dokumen \u201cBusiness Plan\u201d dianggap terlalu formal dan menghabiskan waktu yang lama dalam pembuatannya. Saat ini telah ada model bisnis baru yang diperkenalkan oleh Alexander Osterwalder yaitu \u201cBusiness Model Canvas\u201d berupa alat visual satu halaman yang memungkinkan <em>start-up <\/em>\u00a0tetap fokus pada penciptaan nilai, tidak lagi membuang-buang waktu dalam berpuluh-puluh lembar.<\/p>\n\n<p style=\"text-align: justify;\">Business Model Canvas berisi 9 area dari model bisnis, yaitu <em>Customer Segments, Value Propositions, Channels, Customer Relationship, Revenue Streams, Key Activities, Key Resources, Key Partners, Cost Structure<\/em>. Berikut kita akan coba mengenal kesembilan kotak ajaib dari \u201cBusiness Model Canvas\u201d ini :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/bmcanvas-basic-model3.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter wp-image-7250 size-medium\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/bmcanvas-basic-model3-300x209.jpg\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/bmcanvas-basic-model3-300x209.jpg\" alt=\"bmcanvas-basic-model3\" width=\"300\" height=\"209\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27300%27%20height%3D%27209%27%20viewBox%3D%270%200%20300%20209%27%3E%3Crect%20width%3D%27300%27%20height%3D%27209%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/bmcanvas-basic-model3-300x209.jpg 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/bmcanvas-basic-model3-1024x714.jpg 1024w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/bmcanvas-basic-model3.jpg 2250w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><strong>Customer segment. <\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Customer segment menjabarkan spesifik segmentasi pelanggan yang menjadi bisnis Anda. Misalkan dipilih dari segmen tingkat ekonomi, umur, komunitas tertentu, atau perilaku khusus konsumen. Dengan membagi segmen konsumen, Anda dapat mengerti dan menangkap kebutuhan khusus dari target konsumen tersebut<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"2\">\n<li><strong>Value Proposition<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Value Proposition menjabarkan manfaat apa yang akan didapatkan pada konsumen jika memilih bisnis kita. Nilai apa yang menjadi pembeda dibandingkan produk\/jasa sejenis atau lainnya baik yang menjadi kekuatan atau keunggulannya<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"3\">\n<li><strong>Channels<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Channels adalah cara yang tepat untuk digunakan dalam menyampaikan value proposition bisnis Anda kepada konsumen. Anda harus memilih channel yang tepat agar dapat membidik target konsumen yang telah Anda rencanakan. Macam-macam channel bisa dilakukan, makin kreatif Anda menciptakan channel penjualan makin besar peluang Anda untuk unggul dalam persaingan.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"4\">\n<li><strong>Customer Relationship<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Customer relationship adalah cara atau wadah untuk terus berhubungan dan semakin mempererat hubungan dengan konsumen. Hal ini harus dilakukan agar pelanggan Anda jumlahnya terus bertambah dan untuk mempertahankan konsumen Anda tetap setia.\u00a0 Kini perkembangan media sosial sangat memfasilitasi Anda untuk tetap berhubungan dengan pelanggan. Anda dapat dengan mudah menyampaikan informasi seperti produk baru, penawaran khusus, diskon, dan juga menjaring aspirasi dari konsumen Anda.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"5\">\n<li><strong>Revenue Streams <\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam bisnis, memiliki arus pendapatan (revenue stream) yang sangat jelas dan masuk akal sangatlah penting untuk tetap membuat bisnis Anda hidup. Dari sinilah akan tergambar darimana Anda menghasilkan uang atau keuntungan.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"6\">\n<li><strong>Key Activities<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Buatlah daftar kegiatan apa saja yang harus dilakukan dalam bisnis Anda, baik kegiatan utama maupun pendukung. Dari list ini akan terlihat berapa SDM yang Anda butuhkan dan managerial waktu dalam pengerjaannya.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"7\">\n<li><strong>Key Resource<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Key Resource adalah sumber daya yang harus Anda miliki agar key activities bisnis Anda bisa dijalankan dan value proposition dapat diberikan kepada konsumen.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"8\">\n<li><strong>Key Partnership<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Key partners adalah pihak-pihak yang bisa Anda ajak kerjasama dengan tujuan untuk menyokong dan mengoptimalkan alokasi sumber daya, mengurangi resiko dan ketidakpastian persaingan, serta meningkatkan kinerja. Key partnership yang baik akan membentuk siklus bisnis yang lebih stabil<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"9\">\n<li><strong>Cost Structure<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Poin terakhir dari Business Model Canvas ini adalah struktur pembiayaan bisnis. Anda perlu menjelaskan, biaya-biaya apa saja yang harus Anda keluarkan. Sebagai contoh, membayar biaya pegawai, biaya telepon, biaya operasional, pajak dan lain sebagainya. Model bisnis Anda layak untuk dilakukan bila Cost structures lebih kecil ketimbang Revenue streams.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesembilan elemen diatas harus selaras dan saling mendukung. Keterkaitan dari semua elemen tersebut adalah salah satu faktor kunci dalam keberhasilan bisnis Anda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; MENGENAL BUSINESS MODEL CANVAS &nbsp; Pengusaha yang perkembangan bisnisnya baik biasanya memiliki model bisnis yang efisien dan efektif dalam menjangkau target pasarnya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":7249,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[84,657],"views":8562,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7188"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7188"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7188\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7249"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7188"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7188"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7188"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}