{"id":6603,"date":"2022-02-18T08:49:33","date_gmt":"2022-02-18T01:49:33","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=6603"},"modified":"2022-10-17T17:23:33","modified_gmt":"2022-10-17T10:23:33","slug":"ini-manfaat-penerapan-etika-bisnis-dalam-perusahaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/ini-manfaat-penerapan-etika-bisnis-dalam-perusahaan\/","title":{"rendered":"4 Manfaat Penerapan Etika Bisnis dalam Perusahaan"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Ini-Manfaat-Penerapan-Etika-Bisnis-Dalam-Perusahaantwitter.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload alignnone size-full wp-image-6741\" src=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20viewBox%3D%270%200%20680%20240%27%3E%3Crect%20width%3D%27680%27%20height%3D%27240%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Ini-Manfaat-Penerapan-Etika-Bisnis-Dalam-Perusahaantwitter.png\" alt=\"etika bisnis\" width=\"680\" height=\"240\" \/><\/a><\/p>\n<p>Etika dan nilai bisnis adalah dua hal penting yang tidak boleh diabaikan dalam lingkungan bisnis yang semakin kompetitif ini.<\/p>\n<p>Dengan memiliki etika dan nilai-nilai bisnis, maka bisnis yang dijalankan tidak hanya menghasilkan keuntungan secara materi, namun juga non material, seperti citra positif, kepercayaan, dan keberlangsungan bisnis itu sendiri.<\/p>\n<h2>Manfaat Penting Etika Bisnis Terhadap Perusahaan<\/h2>\n<p>Salah satu faktor yang mempengaruhi kemajuan perusahaan adalah penerapan etika dalam bisnis. Setiap perusahaan memiliki permasalahan etika bisnis yang berbeda.<\/p>\n<p>Hal ini disebabkan karena operasional perusahaan yang sangat spesifik dalam berbagai bidang kerja, sehingga setiap fungsi perusahaan memiliki masalah etika tersendiri.<\/p>\n<p>Adapun manfaat menerapkan etika bisnis dalam perusahaan adalah:<\/p>\n<h3>1. Menciptakan kepercayaan konsumen<\/h3>\n<p>Perusahaan yang memegang teguh etika bisnis dan nilai-nilai moral dalam menjalankan usahanya akan menciptakan konsumen yang loyal.<\/p>\n<p>Loyalitas ini timbul karena adanya trust dari konsumen bahwa perusahaan tidak melakukan kecurangan atau hal-hal negatif yang dapat merugikan konsumen.<\/p>\n<h3>2. Image perusahaan yang baik di mata konsumen<\/h3>\n<p>Citra perusahaan yang baik akan mendapatkan tanggapan yang positif dari konsumen.<\/p>\n\n<p>Dengan adanya respons positif dari konsumen maka perusahaan tersebut akan dikenal dan produknya akan mengalami peningkatan penjualan.<\/p>\n<h3>3. Sebagai motivasi karyawan<\/h3>\n<p>Karyawan yang bekerja di perusahaan yang menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai moral akan memiliki motivasi kerja yang tinggi.<\/p>\n<p>Mengingat perusahaan di mana mereka bekerja mendapatkan kepercayaan dan respons positif di mata masyarakat, tentunya akan membuat para karyawan ini merasa bangga menjadi bagian dari perusahaan tersebut.<\/p>\n<p>Kebanggaan inilah yang akan melecut semangat karyawan untuk termotivasi bekerja dengan semakin lebih baik.<\/p>\n<h3>4. Menghasilkan profit bagi perusahaan<\/h3>\n<p>Dengan tingginya kepercayaan konsumen pada bisnis anda, maka tidak sulit bagi perusahaan Anda untuk menghasilkan profit yang signifikan.<\/p>\n<p>Lebih lanjut lagi, kepercayaan ini akan menaikkan citra perusahaan ke depannya.<\/p>\n<p>Apalagi jika bisnis Anda di dukung dengan motivasi tinggi dari karyawan, tentu bisnis Anda akan berkembang lebih cepat dan excellent.<\/p>\n<h2>Prinsip-prinsip Utama dalam Etika Bisnis<\/h2>\n<p>Dalam menjalankan etika bisnis juga terdapat beberapa prinsip yang menjadi acuan dalam pelaksanaannya.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, sebelum menjalankan etika bisnis secara benar, Anda setidaknya memahami hal-hal yang menjadi prinsip dasarnya, antara lain:<\/p>\n<h3>1. Prinsip Kejujuran<\/h3>\n<p>Kejujuran merupakan hal yang paling mendasar mengenai etika bisnis. Selain itu, kejujuran merupakan salah satu kunci sukses dalam berusaha.<\/p>\n<p>Anda bisa menerapkannya pada kegiatan bisnis seperti jujur mengenai informasi produk, kerja sama dengan klien, dan lain sebagainya.<\/p>\n<h3>2. Prinsip Keadilan<\/h3>\n<p>Setiap orang pastinya mempunyai hak untuk diperlakukan secara adil. Oleh sebab itu, setiap orang yang terlibat dalam bisnis Anda berhak untuk memberikan kontribusi langsung maupun tidak langsung.<\/p>\n<h3>3. Prinsip Otonomi<\/h3>\n<p>Sebagai pelaku bisnis, Anda harus dapat mengambil keputusan dengan tepat, adil, serta tanggung jawab pada keputusan tersebut.<\/p>\n<p>Setiap perusahaan memiliki pendekatan tersendiri untuk menjalankan prinsip ini, karena setiap perusahaan memiliki kondisi yang berbeda-beda tergantung dengan visi-misi perusahaan.<\/p>\n<h3>4. Prinsip Integritas Moral<\/h3>\n<p>Ketika memiliki integritas moral yang tinggi, maka kepercayaan masyarakat akan tinggi. Prinsip ini harus dijalankan oleh setiap bagian dari perusahaan agar menjaga nama baik perusahaan.<\/p>\n<h3>5. Prinsip Loyalitas<\/h3>\n<p>Loyalitas perusahaan dapat dilihat dari kerja keras dan keseriusan dalam menjalankan usaha, tentunya sesuai dengan visi-misi yang sudah ditetapkan.<\/p>\n<p>Adanya prinsip ini menghindari Anda agar urusan bisnis dan pribadi tidak tercampur.<\/p>\n<h2>Tujuan Penerapan Etika Dalam Berbisnis<\/h2>\n<p>Ketika Anda sudah memahami pengertian dari etika bisnis, adapun beberapa tujuan dalam penerapannya, di antaranya:<\/p>\n<h3>1. Mendorong Kesadaran Moral<\/h3>\n<p>Dalam berjalannya sebuah bisnis yang sehat pastinya tidak hanya berorientasi dengan keuntungan, produksi, dan kegiatan operasional melainkan juga harus memperhatikan tingkat moral yang baik sebagai seorang pebisnis.<\/p>\n<p>Ketika memiliki sikap yang baik, tentunya bisa memberikan kesan yang baik pula dengan klien.<\/p>\n<h3>2. Menjaga Sikap dan Perilaku Berbisnis<\/h3>\n<p>Dalam dunia bisnis tentunya ada standar operasional kerja yang diberlakukan, salah satunya adalah etika bisnis.<\/p>\n<p>Hal ini terbukti dengan adanya tata sikap dan perilaku ketika menjalankan bisnis, seperti menjaga privasi klien dan transparansi data informasi.<\/p>\n<h3>3. Batasan Dalam Menjalankan Bisnis<\/h3>\n<p>Etika bisnis diberlakukan untuk menunjang profesionalitas antara kedua belah pihak.<\/p>\n<p>Jadi, apabila sebuah perusahaan memiliki moralitas yang baik maka perusahaan tersebut enggan untuk melakukan kecurangan.<\/p>\n<h3>4. Memberikan Citra Perusahaan yang Baik<\/h3>\n<p>Citra perusahaan akan membentuk komitmen dari sebuah perusahaan yang memiliki etos kerja sesuai dengan peraturan, seperti adanya kecurangan, KKN, atau hal merugikan lainnya.<\/p>\n<p>Terbentuknya citra perusahaan ini akan berpengaruh kepada seluruh bagian dari perusahaan, seperti klien, calon klien, hingga karyawan di dalam perusahaan.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, penting bagi perusahaan untuk menjaga etika dalam berbisnis.<\/p>\n<h3>5. Menghindari Citra Buruk yang Merugikan<\/h3>\n<p>Ketika ada citra baik pastinya akan ada citra buruk yang harus dihindari. Perusahaan harus tetap menjaga kinerja yang baik dan profesional agar terhindar dari citra buruk.<\/p>\n<h2>Dampak Negatif Ketika Perusahaan Tidak Menerapkan Etika Bisnis<\/h2>\n<p>Namun sayangnya tidak semua dan tidak selamanya sebuah bisnis menerapkan etika bisnis beserta nilai-nilai dalam usahanya.<\/p>\n<p>Berbagai permasalahan yang terjadi di fungsi perusahaan sering kali menimbulkan masalah etika bisnis, seperti pada bidang:<\/p>\n<h3>1. Akuntansi<\/h3>\n<p>Fungsi atau bidang akuntansi ini adalah komponen yang sangat krusial bagi perusahaan. Kejujuran, integritas, dan ketelitian adalah syarat yang harus dipenuhi oleh fungsi ini.<\/p>\n<p>Masalah yang biasa muncul dalam etika di bidang akuntansi ini adalah membuat laporan yang berbeda untuk kepentingan pihak yang berbeda, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari laporan keuangan tersebut.<\/p>\n<p>Laporan keuangan internal perusahaan dibuat berbeda dengan laporan keuangan untuk bank, dan untuk laporan pajak.<\/p>\n<p>Bagian akuntansi perusahaan sengaja mengubah data keuangan memiliki tujuan memperoleh keuntungan pribadi dari penyusunan laporan fiktif tersebut.<\/p>\n<h3>2. Keuangan<\/h3>\n<p>Pelanggaran etika bisnis di bidang keuangan yang dilakukan oleh pelaksana bagian keuangan akan menimbulkan kerugian yang besar bagi pihak investor.<\/p>\n<p>Misalnya, saat mengajukan pinjaman ke bank, pihak perusahaan membuat laporan keuangan yang telah direkayasa sehingga tampak seolah-olah perusahaan memiliki keuangan yang sehat dan layak mendapatkan kredit.<\/p>\n<p>Faktanya, kondisi keuangan perusahaan tidak sebagus yang dilaporkan.<\/p>\n<h3>3. Produksi dan Pemasaran<\/h3>\n<p>Hubungan antara perusahaan dan konsumen rentan dengan masalah etika bisnis di bidang produksi dan pemasaran.<\/p>\n<p>Sering kali konsumen merasa dirugikan oleh perusahaan terkait dengan produk yang diterima tidak sesuai dengan yang diharapkan.<\/p>\n<p>Contohnya, berat bersih, hitungan jumlah isi, takaran, atau manfaat yang tidak sesuai dengan yang diinformasikan oleh produsen.<\/p>\n<p>Untuk itu pemerintah Indonesia memberlakukan Undang-Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen yang menjaga konsumen dari praktik tidak etis yang dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n<h3>4. Teknologi Informasi<\/h3>\n<p>Kemajuan teknologi yang kian pesat, keberadaan sosmed, serta kemudahan bertransaksi di dunia maya juga menjadi pemicu permasalahan di bidang teknologi informasi.<\/p>\n<p>Misalnya, saat seorang konsumen menyampaikan keluhannya terhadap suatu produk di dunia maya, maka dengan cepat informasi ini akan tersebar luas.<\/p>\n<p>Jika pihak produsen tidak peka dan tidak menangani kasus tersebut dengan bijak, maka akan merusak citra perusahaan itu sendiri.<\/p>\n<p>Pelanggaran lainnya seperti transaksi e-commerce yang sering kali ditemukan situs-situs penipuan di mana saat buyer sudah melakukan transaksi namun barang tidak dikirim.<\/p>\n<p>Perusahaan yang menjunjung tinggi etika bisnis dan nilai-nilai moral akan mencegah pihak lain mengalami kerugian yang diakibatkan oleh perusahaannya.<\/p>\n<p>Contohnya, perusahaan akan segera menarik produknya dari pasaran saat diketahui bahwa produk tersebut cacat atau bahkan dapat membahayakan konsumennya.<\/p>\n<p>Pada prinsipnya, tujuan dari aktivitas bisnis ini tidak semata-mata mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya dengan menghalalkan segala cara, tapi perilaku etis tidak boleh diabaikan oleh perusahaan.<\/p>\n<p>Perusahaan yang menerapkan etika bisnis tidak berarti tidak mampu bersaing dengan kompetitor, tapi untuk dinilai masyarakat sebagai perusahaan yang berperilaku etis serta bermoral.<\/p>\n<h2>Dampak Positif Menerapkan Etika Bisnis<\/h2>\n<p>Dengan menerapkan etika bisnis secara benar, hal ini jelas akan memberikan banyak keuntungan untuk bisnis Anda.<\/p>\n<p>Berikut beberapa alasan yang mendorong perusahaan untuk menjalankan bisnisnya secara etis sehingga memberikan dampak positif pada bisnis itu sendiri, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Memenuhi ekspektasi publik agar perusahaan beroperasi secara etis. Di mana perusahaan yang mengabaikan masalah etika akan menjadi sorotan, sasaran kritik, bahkan hukuman<\/li>\n<li>Mencegah agar perusahaan tidak melakukan tindakan yang merugikan stakeholder lainnya<\/li>\n<li>Meningkatkan kinerja perusahaan<\/li>\n<li>Meningkatkan kualitas hubungan bisnis dengan menerapkan etika bisnis seperti menepati janji, kejujuran, dan menolak suap<\/li>\n<li>Mencegah perusahaan agar terhindar dari penyalahgunaan yang dilakukan oleh karyawan atau pesaing.<\/li>\n<li>Menghindarkan pelanggaran hak-hak pekerja yang dilakukan oleh pemberi kerja. Misalnya; adanya diskriminasi besaran gaji yang diakibatkan oleh diskriminasi rasial<\/li>\n<li>Menghindarkan perusahaan dari sanksi hukum akibat tidak dipenuhinya etika bisnis<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Contoh Penerapan Etika Berbisnis<\/h2>\n<p>Berikut ini merupakan beberapa contoh penerapan etika bisnis yang umum digunakan oleh perusahaan.<\/p>\n<h3>1. Menyebut Nama Klien Dengan Baik<\/h3>\n<p>Sederhana namun sering terlupakan, yaitu menyebutkan nama klien dengan baik dan benar.<\/p>\n<p>Secara tidak langsung hal ini termasuk menghormati klien Anda ketika sedang mengadakan rapat atau pertemuan.<\/p>\n<p>Selain untuk menghormati, penyebutan nama klien yang tepat memberikan suasana bisnis yang sehat, nyaman, dan penuh kepercayaan.<\/p>\n<h3>2. Hadir Tepat Waktu<\/h3>\n<p>Ketika Anda memiliki time management yang kurang baik dapat berpengaruh terhadap etika berbisnis.<\/p>\n<p>Usahakanlah datang sesuai dengan waktu yang sudah dijadwalkan. Walaupun Anda sebagai tuan rumah, jangan biarkan klien Anda menunggu.<\/p>\n<h3>3. Berdiri Saat Berkenalan<\/h3>\n<p>Contoh penerapan etika berbisnis berikutnya adalah usahakan Anda berdiri ketika berkenalan dengan klien. Walaupun Anda sebagai tuan rumah, hindari sikap bossy.<\/p>\n<h3>4. Mengucapkan Terima Kasih<\/h3>\n<p>Janganlah Anda segan untuk mengucapkan terima kasih ketika meeting atau berinteraksi dengan klien.<\/p>\n<p>Selain terima kasih merupakan ucapan yang harus dilakukan dalam kehidupan sosial, ucapan terima kasih juga menjadi salah satu cara untuk membangun citra baik.<\/p>\n<h3>5. Membayar Tagihan Rapat<\/h3>\n<p>Saat ini meeting atau bertemu dengan klien banyak dilakukan di luar kantor, seperti cafe, restaurant, mall, atau tempat umum lainnya.<\/p>\n<p>Biasakan untuk menjadi tuan rumah yang selalu tepat dalam membayar tagihan. Hindari untuk klien mengeluarkan uang ketika mengadakan pertemuan.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Mendapatkan keuntungan dari hasil bisnis yang tidak menerapkan etika bisnis dalam perusahaan serta ketidakjujuran karyawan dapat menyebabkan kebangkrutan usaha.<\/p>\n<p>Sementara perusahaan yang memperhatikan kepentingan semua pihak yang terlibat dalam bisnisnya akan berhasil dan mempertahankan kegiatan bisnisnya.<\/p>\n<p>Terlebih lagi menjalankan bisnis dengan etika, nilai-nilai kejujuran, dan amanah akan membuat bisnis tersebut lebih berkah, tidak hanya bagi konsumen atau penggunanya saja, tapi juga bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Etika dan nilai bisnis adalah dua hal penting yang tidak boleh diabaikan dalam lingkungan bisnis yang semakin kompetitif ini. Dengan memiliki etika dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":28,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[506,613],"views":40455,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6603"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6603"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6603\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6603"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6603"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6603"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}