{"id":5454,"date":"2022-01-25T09:18:56","date_gmt":"2022-01-25T02:18:56","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=5454"},"modified":"2022-10-18T13:07:08","modified_gmt":"2022-10-18T06:07:08","slug":"5-langkah-tepat-untuk-mendapatkan-pelanggan-potensial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/5-langkah-tepat-untuk-mendapatkan-pelanggan-potensial\/","title":{"rendered":"5 Cara Tepat Mendapatkan Pelanggan Potensial"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Memulai sebuah bisnis menjadi tantangan bagi setiap pengusaha, apalagi untuk mendapatkan pelanggan.<\/p>\n<p>Produk dan layanan yang berkualitas tidak bisa ditawar-tawar.<\/p>\n<p>Bagaimana pelanggan bisa percaya kalau produk dan layanan bisnis kita kualitasnya abal-abal.<\/p>\n<p>Namun jika produk dan jasa yang anda tawarkan adalah produk yang memang benar berkualitas, maka sudah barang tentu akan banyak orang mencari dan membelinya.<\/p>\n<p>Tapi memasarkan dan menjual barang dan jasa hingga diterima masyarakat bukanlah perkara mudah.<\/p>\n<p>Hal ini dikarenakan besarnya lapisan demografi masyarakat dan tidak mungkin produk kita dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat tersebut.<\/p>\n<p>Perlu ada cara-cara khusus agar kita dapat melakukan targeting pemasaran terhadap lapisan masyarakat tertentu yang akan dan dapat membeli produk dan jasa anda.<\/p>\n<p>Masyarakat tersebutlah yang disebut dengan pelanggan potensial.<\/p>\n<p>Mencari pelanggan potensial untuk produk dan jasa anda adalah pekerjaan yang tidak mudah.<\/p>\n<h2>Jenis-jenis Pelanggan<\/h2>\n<p>Pelanggan atau orang yang membeli produk yang Anda jual dan tawarkan terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu:<\/p>\n<h3>1. Pelanggan Eksternal<\/h3>\n<p>Merupakan pelanggan random yang membeli produk barang atau jasa yang ditawarkan karena cocok di kantong, berkualitas, dan dibutuhkan oleh mereka.<\/p>\n<p>Pelanggan eksternal membeli produk karena merasa puas dengan penawaran produk Anda.<\/p>\n<h3>2. Pelanggan Internal<\/h3>\n<p>Merupakan pelanggan yang masih memiliki hubungan bisnis dengan penjual entah dia merupakan karyawan atau merupakan reseller yang membeli produk Anda untuk dijual lagi.<\/p>\n<p>Contoh jenis pelanggan ini adalah agen dan pemilik toko kelontong.<\/p>\n<p>Transaksi dilakukan karena adanya kesepakatan dan keuntungan dari kedua belah pihak.<\/p>\n<h3>3. Pelanggan Antara<\/h3>\n<p>Maksudnya adalah pelanggan yang berperan sebagai perantara antara perusahaan dengan pelanggan. Hampir sama dengan pelanggan internal karena pelanggan ini bukan pelanggan terakhir.<\/p>\n<h2>Apa Itu Pelanggan Potensial?<\/h2>\n<p>Setelah memahami jenis-jenis pelanggan, lantas di mana posisi pelanggan potensial? Untuk menjawabnya, Anda harus mengenal lebih dulu apa itu pelanggan potensial.<\/p>\n<p>Secara sederhana arti dari pelanggan potensial bisa dilihat dari kata potensial sendiri yang artinya berpotensi, kemungkinan besar.<\/p>\n<p>Jadi, pelanggan potensial merupakan konsumen dan atau pengguna layanan jasa yang kemungkinan besar bisa membeli produk Anda.<\/p>\n<p>Pelanggan potensial biasanya mereka yang memiliki keinginan besar untuk mendapatkan produk yang Anda jual, bahkan jika mereka harus menabung terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Dengan pengertian sederhana di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pelanggan potensial adalah calon konsumen yang memiliki ketertarikan pada produk atau layanan yang Anda tawarkan.<\/p>\n<p>Namun, pelanggan potensial ini bisa jadi belum memiliki kemampuan untuk membeli produk Anda.<\/p>\n<p>Ada hal tertentu yang jadi hambatan pelanggan membeli produk yaitu bisa karena usia maupun uang.<\/p>\n<h2>Ciri-ciri Pelanggan Potensial<\/h2>\n<p>Ada 5 ciri pelanggan potensial yang bisa Anda amati, berikut ulasannya:<\/p>\n<h3>1. Banyak Bertanya<\/h3>\n<p>Ketika calon konsumen menanyakan banyak hal saat Anda menawarkan produk, Anda bisa melabeli mereka sebagai pelanggan potensial.<\/p>\n<p>Adanya inisiatif untuk bertanya menandakan bahwa calon konsumen memiliki ketertarikan pada produk yang Anda tawarkan.<\/p>\n<p>Namun banyak hal yang belum terjawab sehingga mereka menanyakan sesuatu seperti warna, harga, ukuran, dan lain-lain.<\/p>\n<h3>2. Minta Turun Harga<\/h3>\n<p>Permintaan menurunkan harga jual atau aksi tawar menawar juga jadi ciri bahwa calon konsumen adalah pelanggan potensial.<\/p>\n<p>Calon konsumen akan meminta penjual menurunkan harga sesuai budget yang mereka miliki demi mendapatkan produk yang diinginkan.<\/p>\n<p>Namun mereka juga rela merogoh kocek lebih jika memang penjual tak bisa lagi menurunkan harga.<\/p>\n<p>Hal demikian terjadi karena calon konsumen telah menjadi pelanggan potensial.<\/p>\n<h3>3. Mulai Membandingkan dengan Produk Lain<\/h3>\n<p>Calon konsumen tentu telah melakukan observasi sebelum membeli produk yang mereka butuhkan.<\/p>\n<p>Ketika calon konsumen menanyakan kelebihan dan kekurangan produk Anda, kemudian mencoba membandingkan dengan produk dari merek lain, maka mereka sedang terjebak dalam status pelanggan potensial.<\/p>\n<h3>4. Paham Soal Produk<\/h3>\n<p>Perkembangan teknologi membuat calon konsumen mudah mencari informasi dan melakukan observasi terkait produk yang mereka butuhkan.<\/p>\n<p>Misalnya, seorang wanita dengan kulit wajah berminyak akan mengincar produk yang menawarkan kebutuhannya yaitu menahan minyak.<\/p>\n<p>Ketika produk demikian telah diluncurkan di toko kosmetik, pelanggan potensial tidak memerlukan lagi informasi umum soal produk karena mereka telah melakukan observasi sebelumnya.<\/p>\n<h3>5. Banyak Berpikir<\/h3>\n<p>Mempertimbangkan banyak hal sebelum membeli suatu produk jadi ciri-ciri bahwa calon konsumen merupakan pelanggan potensial.<\/p>\n<p>Mempertimbangkan artinya memiliki ketertarikan untuk membeli produk tersebut.<\/p>\n<p>Sebab jika memang tidak tertarik, maka produk yang ditawarkan tidak akan dipikirkan begitu dalam bahkan sampai dipertimbangkan untuk dibeli.<\/p>\n<h2>Contoh Konsumen Potensial<\/h2>\n<p>Telah disinggung sebelumnya bahwa pelanggan potensial adalah calon konsumen yang mantap akan membeli produk namun terhalang satu dan lain situasi.<\/p>\n<p>Berikut contoh konsumen yang ada dalam posisi tersebut:<\/p>\n<ul>\n<li>Calon konsumen yang telah melakukan pre-order barang seperti album. Konsumen mantap membeli album bahkan telah transaksi, namun barang belum diterima karena masih dalam proses produksi.<\/li>\n<li>Calon konsumen yang mengikuti lelang produk, hal yang menjadi halangan bisa karena ada penawaran lebih tinggi dari orang lain atau Anda tidak diberi kesempatan untuk menawar.<\/li>\n<li>Calon konsumen yang telah mengisi formulir untuk memesan produk terbatas.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Cara Mengidentifikasi Pelanggan Potensial<\/h2>\n<p>Untuk mengidentifikasi atau mengenali pelanggan potensial, ada empat cara sederhana yang bisa dilakukan, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Mengobservasi dari mana calon pelanggan berasal, hal ini bisa diketahui dari bahasa yang mereka gunakan<\/li>\n<li>Mendengarkan cerita calon konsumen ketika mereka mengeluh kecewa pada produk dari merek lain<\/li>\n<li>Melihat ekspresi yang ditunjukkan calon konsumen<\/li>\n<li>Menganggap serius semua saran yang kritik yang diberikan oleh calon konsumen, karena besar kemungkinan mereka kembali ketika perusahaan telah melakukan perubahan<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Pentingnya Memahami Perilaku Konsumen<\/h2>\n<p>Seorang penjual membutuhkan konsumen. Itu sudah pasti.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, penting bagi penjual memahami bagaimana perilaku pada konsumen. Banyak manfaat yang akan dirasakan ketika perilaku konsumen dipahami betul.<\/p>\n<p>Apa saja manfaatnya?<\/p>\n<p>Berikut penjelasannya:<\/p>\n<ol>\n<li>Membantu menciptakan strategi pemasaran baru<\/li>\n<li>Menjadi bahan evaluasi strategi pemasaran lama<\/li>\n<li>Mengetahui apa yang disukai dan tidak disukai konsumen lewat survey yang mereka isi<\/li>\n<li>Mendorong konsumen menjadi pelanggan loyal<\/li>\n<li>Mengurangi risiko bisnis merugi karena tahu kebutuhan dan keinginan konsumen<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Cara Paling Efektif Mendapatkan Pelanggan Potensial<\/h2>\n<p>Di antara beberapa cara yang ada, saya coba rangkum 5 langkah tepat untuk mendapatkan pelanggan potensial produk dan jasa yang patut Anda coba.<\/p>\n<h3>1. Identifikasi Produk<\/h3>\n<p>Sebelum mencari pelanggan potensial, Anda sendiri yang harus mengidentifikasi produk dan jasa yang anda hasilkan dengan mengajukan beberapa pertanyaan seperti berikut ini:<\/p>\n<ul>\n<li>Apakah produk dan jasa tersebut memang dibutuhkan oleh masyarakat?<\/li>\n<li>Apa kegunaan produk dan jasa anda hingga dibutuhkan masyarakat?<\/li>\n<\/ul>\n<h3>2. Identifikasi dan Targeting Pelanggan Potensial<\/h3>\n<p>Setelah anda mengidentifikasi produk anda, barulah anda dapat melakukan identifikasi dan targeting pelanggan potensial produk anda.<\/p>\n<p>Tentukan siapa target pasar dari produk Anda.<\/p>\n<p>Hal ini untuk memudahkan Anda mencari konsumen yang sekiranya tertarik untuk menggunakan produk tersebut.<\/p>\n<h3>3. Buat Kampanye Pemasaran<\/h3>\n<p>Setelah melakukan identifikasi pasar, selanjutnya adalah membuat kampanye pemasaran.<\/p>\n<p>Buatlah kampanye pemasaran yang sesuai dengan produk dan target pelanggan potensial anda.<\/p>\n<p>Misal, jika pelanggan potensial anda adalah kawula muda buatlah kampanye pemasaran dengan gaya yang kasual.<\/p>\n<p>Jika pelanggan potensial anda adalah kalangan pebisnis buatlah kampanye pemasaran dengan yang menampilkan profesionalitas.<\/p>\n<h3>4. Mengikuti Pameran Produk<\/h3>\n<p>Mengikuti pameran produk sebenarnya juga merupakan kampanye pemasaran produk dan jasa anda.<\/p>\n<p>Ikutilah pameran-pameran pemasaran produk yang sesuai dengan produk dan target pelanggan potensial anda.<\/p>\n<p>Misal, jika produk dan jasa anda adalah berada pada bidang IT, maka ikutilah pameran produk IT seperti pameran komputer.<\/p>\n<p>Dengan mengikuti pameran produk anda pun akan bertemu langsung dengan pelanggan potensial di tempat pameran tersebut.<\/p>\n<p>Dengan demikian anda dapat mengenal mereka secara langsung dan mengevaluasi produk.<\/p>\n<h3>5. Evaluasi Produk<\/h3>\n<p>Setelah anda melakukan kampanye pemasaran dan mengikuti pameran produk langkah terakhir adalah mengevaluasi produk.<\/p>\n<p>Evaluasi produk sebenarnya adalah melakukan perbaikan terhadap produk dan layanan jasa anda untuk kemudian dilepas lagi.<\/p>\n<p>Gunakan data-data dari hasil kampanye pemasaran dan pameran produk untuk mengetahui permintaan dari pelanggan potensial anda.<\/p>\n<h2>Cara Melakukan Pendekatan kepada Pelanggan<\/h2>\n<p>Ada tips-tips yang bisa dilakukan untuk melakukan pendekatan pada pelanggan, berikut beberapa yang bisa dipraktikan:<\/p>\n<ul>\n<li>Memberikan harga tanggung pada pelanggan agar terlihat lebih murah, misal harga Rp 200.000 ditulis Rp 199.900.<\/li>\n<li>Memberikan garansi agar calon konsumen merasa aman<\/li>\n<li>Menjadi sponsor dalam acara terutama acara-acara yang menghadirkan bintang idola mayoritas konsumen<\/li>\n<li>Suguhkan promo menarik seperti beli 1 gratis 1 dan diskon 50 persen<\/li>\n<li>Follow up calon konsumen hingga mereka akhirnya tergoda melakukan transaksi<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Cara Menghubungi Pelanggan Potensial<\/h2>\n<p>Ada 5 cara yang bisa Anda coba untuk menghubungi pelanggan potensial, di antaranya dengan cara <strong><em>cold calling<\/em><\/strong> atau terus-menerus menghubungi calon konsumen dengan cara sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Melakukan riset soal pelanggan potensial<\/li>\n<li>Menyiapkan pesan pembuka yang tidak membuat risih pelanggan, caranya dengan tidak langsung menanyakan soal minat terhadap produk<\/li>\n<li>Bicara dengan percaya diri soal produk yang dijual<\/li>\n<li>Jangan ragu dan skeptis bahwa pelanggan potensial masih tidak bisa membeli produk<\/li>\n<li>Tetap semangat dan konsisten<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Contoh Promosi untuk Menarik Pelanggan<\/h2>\n<p>Berikut contoh promosi yang bisa menarik pelanggan dengan cepat:<\/p>\n<ul>\n<li>Gratis ongkir tanpa minimal pembelian<\/li>\n<li>Diskon gede-gedean bisa 50-70 persen biasanya dibuka di akhir tahun<\/li>\n<li>Beli 1 gratis 1<\/li>\n<li>Memberikan kupon dan voucher untuk transaksi tertentu<\/li>\n<li>Memberikan sampel produk agar calon konsumen bisa merasakan terlebih dahulu sensasi menggunakan produk yang dijual<\/li>\n<li>Memberikan kesempatan program liburan<\/li>\n<li>Memberikan poin reward seperti yang dilakukan yang dilakukan Starbucks dan Chatime di mana ketika poin terkumpul dalam jumlah tertentu bisa ditukar dengan produk secara gratis<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Pelanggan potensial bisa ditemukan di mana saja oleh penjual entah itu secara langsung di toko offline atau secara online.<\/p>\n<p>Namun apakah Anda tahu bahwa calon konsumen yang datang merupakan pelanggan potensial?<\/p>\n<p>Tampaknya belum semua penjual menyadari hal tersebut.<\/p>\n<p>Untuk itu penting memahami pelanggan potensial bukan hanya definisinya, tapi juga ciri-ciri hingga bagaimana cara menarik pelanggan potensial agar benar-benar jadi konsumen.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Memulai sebuah bisnis menjadi tantangan bagi setiap pengusaha, apalagi untuk mendapatkan pelanggan. Produk dan layanan yang berkualitas tidak bisa ditawar-tawar. Bagaimana pelanggan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":21675,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[36,105,174],"views":16535,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5454"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5454"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5454\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21675"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5454"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5454"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5454"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}