{"id":5161,"date":"2021-11-11T09:28:37","date_gmt":"2021-11-11T02:28:37","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=5161"},"modified":"2022-09-11T12:09:18","modified_gmt":"2022-09-11T05:09:18","slug":"contoh-laporan-keuangan-jasa-laundry","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/contoh-laporan-keuangan-jasa-laundry\/","title":{"rendered":"Contoh Laporan Keuangan Jasa Laundry"},"content":{"rendered":"<p>Secara umum usaha jasa laundry adalah usaha yang bergerak di bidang jasa cuci dan setrika, dalam kegiatan usaha laundry diperlukan adanya pencatatan laporan keuangan.<\/p>\n<p>Pencatatan laporan ini digunakan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan oleh pemilik untuk kelangsungan usahanya.<\/p>\n<p>Unsur-unsur atau pos-pos dalam Laporan Keuangan secara umum perusahaan jasa laundry hampir sama.<\/p>\n<p>Namun laporan keuangan pada masing-masing jenis usaha akan nampak pos-pos yang terkait dengan nama jenis usaha tersebut.<\/p>\n<p>Laundry adalah bentuk usaha jasa, yakni jasa mencuci, mengeringkan hingga menyetrika pakaian.<\/p>\n<h2>Menilik Prospek Peluang Bisnis Laundry<\/h2>\n<p>Usaha laundry jadi bisnis yang dianggap menguntungkan lantaran permintaan terus meningkat setiap tahunnya.<\/p>\n<p>Peluang usaha bisnis laundry juga tidak terbatas di satu titik, tapi di banyak titik seperti wilayah dekat kampus, wilayah dekat kantor, bahkan wilayah hunian rumah tangga.<\/p>\n\n<p>Berikut lima prospek peluang usaha laundry yang bisa menjadi pertimbangan bagi Anda untuk membuka bisnis laundry:<\/p>\n<h3>1. Jumlah Mahasiswa Meningkat<\/h3>\n<p>Tidak bisa dipungkiri, saat ini minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi meningkat pesat.<\/p>\n<p>Hal ini berpengaruh pada jumlah konsumen laundry yang akan berdatangan setiap kali mahasiswa baru diterima.<\/p>\n<p>Beberapa mahasiswa di Indonesia lebih memilih menggunakan jasa laundry karena minimnya fasilitas mesin cuci yang ada di indekos.<\/p>\n<p>Tentu hal ini jadi peluang emas bagi pebisnis laundry.<\/p>\n<h3>2. Banyak Karyawan dari Luar Kota<\/h3>\n<p>Perusahaan besar biasanya terdapat di kota besar, seperti Jakarta. Maka, tak heran jika banyak pendatang pindah ke Jakarta untuk menyambung hidup.<\/p>\n<p>Karyawan yang bekerja di ibu kota memiliki jam kerja yang padat sehingga banyak dari mereka memilih jasa laundry daripada mencuci pakaian sendiri.<\/p>\n<h3>3. Sempitnya Lahan Hunian Rumah Tangga<\/h3>\n<p>Jangan salah, konsumen laundry juga bisa datang dari pelaku rumah tangga, walau elemen yang dicuci bukan pakaian. Melainkan barang-barang berukuran besar, seperti seprai, selimut, dan karpet.<\/p>\n<p>Hal ini lantaran lahan menjemur dan mencuci bagi penghuni rumah tangga minim, sehingga menggunakan jasa laundry jadi solusi.<\/p>\n<h3>4. Meningkatnya Pasutri Baru<\/h3>\n<p>Pasangan suami istri yang baru menikah, mungkin mayoritas masih berstatus sebagai ibu dan ayah dengan kondisi aktif bekerja.<\/p>\n<p>Keduanya fokus meniti karier untuk masa depan yang lebih terjamin, sehingga tidak ada waktu bagi sang istri atau pun suami untuk mencuci pakaian sendiri lantaran waktu dihabiskan untuk mencari pundi-pundi rupiah.<\/p>\n<h3>5. Memungkinkan sistem Kerja sama dengan Bisnis Lain<\/h3>\n<p>Kerja sama bisa dijalin oleh pemilik laundry dengan pihak swasta seperti hotel dan penyewaan dekorasi pernikahan.<\/p>\n<h3>6. Bisnis Laundry dapat Bertransformasi ke Bisnis Lain<\/h3>\n<p>Bukan hanya pakaian, Anda bisa berinovasi mengembangkan bisnis laundry ke cuci sepatu, cuci helm, dan cuci tas.<\/p>\n<h2>Modal Usaha Laundry<\/h2>\n<p>Jika partai konsumen yang ditargetkan besar, maka akan besar pula modal yang dibutuhkan. Jadi <a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/cara-mudah-menghitung-modal-usaha\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perhitungan modal<\/a> bisa disesuaikan dengan skala bisnis yang akan Anda buat.<\/p>\n<p>Berikut gambaran alokasi dana modal untuk bisnis laundry:<\/p>\n<ul>\n<li>Mesin cuci<\/li>\n<li>Mesin pengerin<\/li>\n<li>Setrika uap atau listrik<\/li>\n<li>Timbangan<\/li>\n<li>Sewa tempat<\/li>\n<li>Perlengkapan lain terutama lemari untuk menyimpan laundry dan gantungan pakaian<\/li>\n<li>Iklan<\/li>\n<li>Karyawan<\/li>\n<li>Sepeda motor untuk antar jemput laundry<\/li>\n<li>Komputer atau ATK untuk pencatatan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Selain itu, biaya lain yang wajib dikeluarkan dalam kurun waktu singkat, di antaranya:<\/p>\n<ul>\n<li>Bayar listrik<\/li>\n<li>Detergen<\/li>\n<li>Pewangi pakaian<\/li>\n<li>Bayar air<\/li>\n<li>Gaji karyawan<\/li>\n<li>Bensin<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Cara Memulai Usaha Laundry<\/h2>\n<p>Sebelum memulai usaha apa pun, bukan hanya laundry, diperlukan pengamatan dan rencana agar bisnis berjalan lancar dan sesuai alur.<\/p>\n<p>Hal ini akan meminimalisasi terjadinya kerugian dalam bisnis lantaran Anda sudah memiliki ilmu dan mempersiapkan segala kemungkinan terburuk.<\/p>\n<p>Adapun untuk usaha laundry, berikut cara memulai bisnis laundry:<\/p>\n<h3>1. Analisis Bisnis Laundry<\/h3>\n<p>Anda tentu perlu melakukan analisa pada bisnis laundry yang telah dijalankan oleh orang lain. Semua hal yang bisa dilihat, diingat kemudian dicatat sebagai bahan pembelajaran bagi bisnis Anda.<\/p>\n<p>Bukan hanya melalui observasi, Anda juga bisa bertanya langsung pada pebisnis laundry soal biaya yang harus dikeluarkan, alat, dan persiapan apa yang diperlukan.<\/p>\n<h3>2. Mencari Modal<\/h3>\n<p>Setelah mengetahui apa yang harus dipersiapkan, waktunya mengumpulkan modal agar barang-barang yang diperlukan bisa didapatkan.<\/p>\n<p>Modal bisa disesuaikan dengan seberapa besar skala bisnis laundry yang akan Anda buka.<\/p>\n<h3>3. Pelajari Pola Bisnis Kompetitor<\/h3>\n<p>Bisnis laundry tentu tidak hanya dijalankan oleh Anda seorang diri, kompetitor yang telah membangun bisnis laundry terlebih dahulu dari Anda tentu telah memiliki pelanggan tetap.<\/p>\n<p>Tugas Anda mempelajari bagaimana pelayanan kompetitor, kualitas jasa mereka yang akhirnya bisa menarik pelanggan. Ambil yang baik dan perbaiki kekurangan kompetitor di bisnis Anda.<\/p>\n<h3>4. Tentukan Harga Jasa<\/h3>\n<p>Harga tidak bisa ditentukan sembarangan, lakukan penentuan harga menggunakan <a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/menghitung-hpp\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rumus HPP<\/a> (Harga Pokok Penjualan).<\/p>\n<h3>5. Strategi Marketing<\/h3>\n<p>Bagaimana Anda mempromosikan bisnis laundry, apakah melalui media sosial, dari mulut ke mulut, menggunakan iklan selebaran, atau memberikan promo dan diskon besar-besaran untuk menarik pelanggan.<\/p>\n<h3>6. Berikan Pelayanan Terbaik untuk Pelanggan<\/h3>\n<p>Ketika pelanggan datang, pastikan Anda memberikan pelayanan yang memuaskan sehingga pelanggan akan melakukan transaksi berulang.<\/p>\n<p>Bisnis laundry akan selalu dicari-cari oleh pelanggan, sehingga lebih mudah bagi Anda menjadikan konsumen sebagai pelanggan tetap.<\/p>\n<h3>7. Kelola Keuangan dengan Benar<\/h3>\n<p>Tak peduli bisnis kecil atau besar, melakukan pencatatan keuangan sangat penting. Hal ini untuk mengetahui seberapa jauh bisnis telah berkembang sejak pertama kali dibangun.<\/p>\n<h2>Keuntungan dan Kelemahan Usaha Laundry<\/h2>\n<p>Setiap bisnis pasti memiliki kekurangan dan kelemahan, termasuk pada bisnis laundry. Bagi Anda yang ingin terjun ke bisnis ini, penting untuk mengetahui hal tersebut.<\/p>\n<p>Karena, dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan sebuah bisnis, Anda dapat merencanakan strategi bisnis yang lebih baik, apakah strategi untuk mengembangkan bisnis maupun strategi meminimalisir kegagalan usaha.<\/p>\n<p>Berikut beberapa poin terkait kelebihan dan kekurangan bisnis laundry:<\/p>\n<h3>Keuntungan Bisnis Laundry<\/h3>\n<p>Usaha laundry memang menawarkan prospek yang baik dan modal untuk memulai bisnisnya terbilang cukup terjangkau.<\/p>\n<p>Ada pun keuntungan dari bisnis laundry adalah sebagai berikut:<\/p>\n<h4>1. Modal Awal Kecil<\/h4>\n<p>Modal untuk bisnis laundry terbilang kecil lantaran selain modal inventaris awal berupa mesin dan alat penunjang lain, pengeluaran rutin bisnis laundry hanya sebatas detergen, pewangi, listrik, dan biaya perawatan mesin.<\/p>\n<p>Hal ini menjadi keuntungan bagi bisnis jasa lantaran yang benar-benar dijual adalah tenaga dan keahlian.<\/p>\n<h4>2. Usaha Bertahan Lama<\/h4>\n<p>Tidak seperti bisnis viral seperti makanan yang biasanya berumur pendek, usaha laundry terjamin bertahan lama karena kebutuhan masyarakat akan laundry tidak berubah tergantung selera atau musim.<\/p>\n<h4>3. Risiko Kecil<\/h4>\n<p>Risiko kerugian bisnis laundry terbilang kecil lantaran pelanggan akan dituntut untuk membayar biaya jasa di muka.<\/p>\n<p>Selain itu, bisnis laundry bisa dikelola dan dipantau sendiri karena belum marak dilakukan sistem franchise.<\/p>\n<h4>4. Dibutuhkan Masyarakat<\/h4>\n<p>Keberadaan laundry seakan jadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat, apalagi di tengah wilayah pendidikan dan perkantoran.<\/p>\n<h4>5. Mudah Dijalankan<\/h4>\n<p>Bisnis laundry membutuhkan keahlian, namun jika dijalani dengan telaten maka Anda yang pada mulanya tidak terbiasa akan jadi ahli dalam hal mencuci pakaian.<\/p>\n<h3>Kelemahan Usaha Laundry<\/h3>\n<p>Bisnis laundry juga memiliki beberapa kelemahan yang ketika tidak diantisipasi dengan baik dapat merugikan bisnis.<\/p>\n<p>Berikut urain beberapa poin kelemahan usaha laundry, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Banyak pesaing lantaran bisnis mudah ditiru<\/li>\n<li>Ketika musim hujan tiba, pebisnis laundry harus memutar otak untuk menjemur pakaian hingga kering<\/li>\n<li>Bisnis tergantung pada listrik dan air, sehingga ketika dua sumber tersebut mati, bisnis tidak bisa berjalan<\/li>\n<li>Sulit berkembang<\/li>\n<li>Perputaran uang lambat<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Perhitungan Laba Rugi Usaha Laundry<\/h2>\n<p>Dalam Laporan Keuangan Jasa Laundry, pada Neraca akan nampak:<\/p>\n<ul>\n<li>Pos Persediaan bahan-bahan laundry (sabun atau deterjen, bahan pewangi, plastik pengemas dan sebagainya)<\/li>\n<li>Pos Aset Tetap berupa perlatan laundry (mesin cuci, mesin pengering dan sebagainya)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sedangkan pada laporan laba rugi, akan nampak:<\/p>\n<ul>\n<li>Pos pendapatan jasa laundry<\/li>\n<li>Harga pokok pendapatannya berupa pemakain deterjen, bahan pewangi, plastik pengemas, pemakaian listrik, penyusutan peralatan laundry dsb).<\/li>\n<\/ul>\n<p>Beban listrik dibagi menjadi 2 bagian dengan cara estimasi, beban listrik harga pokok laundry dan beban listrik biaya operasional kantor.<\/p>\n<p>Pemakaian listrik dimasukkan ke dalam harga pokok pendapatan karena proses laundry banyak menggunakan beban listrik.<\/p>\n<h3>Contoh Format Neraca Usaha Laundry<\/h3>\n<p>Berikut contoh laporan neraca yang dapat digunakan oleh bisnis laundry:<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/neraca-laundry.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-5162\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/neraca-laundry.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/neraca-laundry.png\" alt=\"neraca laundry\" width=\"576\" height=\"574\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27576%27%20height%3D%27574%27%20viewBox%3D%270%200%20576%20574%27%3E%3Crect%20width%3D%27576%27%20height%3D%27574%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/neraca-laundry-65x65.png 65w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/neraca-laundry-150x150.png 150w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/neraca-laundry-300x300.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/neraca-laundry.png 576w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 576px) 100vw, 576px\" \/><\/a><\/p>\n<h3 style=\"text-align: left;\">Contoh Format Laporan Laba Rugi Bisnis Laundry<\/h3>\n<p>Untuk detail laporan laba rugi pada bisnis laundry, dapat mengacu pada contoh di bawah ini:<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><a href=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/laba-rugi-laundry.png\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter size-full wp-image-5163\" src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/laba-rugi-laundry.png\" data-orig-src=\"https:\/\/blog.zahiraccounting.com\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/laba-rugi-laundry.png\" alt=\"laba rugi laundry\" width=\"566\" height=\"409\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%27566%27%20height%3D%27409%27%20viewBox%3D%270%200%20566%20409%27%3E%3Crect%20width%3D%27566%27%20height%3D%27409%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/laba-rugi-laundry-300x217.png 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/laba-rugi-laundry.png 566w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 566px) 100vw, 566px\" \/><\/a><\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Bisnis laundry adalah bisnis yang saat ini banyak diminati lantaran dianggap minim risiko namun berpeluang mendatangkan banyak pelanggan.<\/p>\n<p>Banyak hal yang harus diperhatikan sebelum mendirikan bisnis laundry, disarankan Anda harus mempelajari terlebih dahulu bagaimana cara mendirikan bisnis laundry sebagaimana dibahas di atas.<\/p>\n<p>Tentu, bisnis laundry juga tak lepas dari perhitungan keuangan termasuk laporan laba rugi.<\/p>\n<p>Jika Anda awam terhadap perhitungan akuntansi, maka contoh laporan yang telah disuguhkan di atas bisa jadi acuan dasar untuk membantu bisnis Anda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Secara umum usaha jasa laundry adalah usaha yang bergerak di bidang jasa cuci dan setrika, dalam kegiatan usaha laundry diperlukan adanya pencatatan laporan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":46,"featured_media":21687,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[75],"tags":[452,80,453],"views":57698,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5161"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5161"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5161\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21687"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5161"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5161"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5161"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}