{"id":4725,"date":"2021-12-09T11:05:44","date_gmt":"2021-12-09T04:05:44","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.zahiraccounting.com\/?p=4725"},"modified":"2023-10-05T10:21:29","modified_gmt":"2023-10-05T03:21:29","slug":"bagaimana-memperlakukan-peralatan-menurut-akuntansi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/bagaimana-memperlakukan-peralatan-menurut-akuntansi\/","title":{"rendered":"Peralatan Akuntansi: Pengertian, Jenis, Contoh dan Cara Menghitungnya"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"#download\"><img decoding=\"async\" class=\"lazyload aligncenter wp-image-24636 size-full\" src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Peralatan-Akuntansi_-Pengertian-Jenis-Contoh-dan-Cara-Menghitungnya.jpg\" data-orig-src=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Peralatan-Akuntansi_-Pengertian-Jenis-Contoh-dan-Cara-Menghitungnya.jpg\" alt=\"Bagaimana Memperlakukan Peralatan Menurut Akuntansi\" width=\"1200\" height=\"401\" srcset=\"data:image\/svg+xml,%3Csvg%20xmlns%3D%27http%3A%2F%2Fwww.w3.org%2F2000%2Fsvg%27%20width%3D%271200%27%20height%3D%27401%27%20viewBox%3D%270%200%201200%20401%27%3E%3Crect%20width%3D%271200%27%20height%3D%27401%27%20fill-opacity%3D%220%22%2F%3E%3C%2Fsvg%3E\" data-srcset=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Peralatan-Akuntansi_-Pengertian-Jenis-Contoh-dan-Cara-Menghitungnya-200x67.jpg 200w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Peralatan-Akuntansi_-Pengertian-Jenis-Contoh-dan-Cara-Menghitungnya-300x100.jpg 300w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Peralatan-Akuntansi_-Pengertian-Jenis-Contoh-dan-Cara-Menghitungnya-400x134.jpg 400w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Peralatan-Akuntansi_-Pengertian-Jenis-Contoh-dan-Cara-Menghitungnya-600x201.jpg 600w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Peralatan-Akuntansi_-Pengertian-Jenis-Contoh-dan-Cara-Menghitungnya-768x257.jpg 768w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Peralatan-Akuntansi_-Pengertian-Jenis-Contoh-dan-Cara-Menghitungnya-800x267.jpg 800w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Peralatan-Akuntansi_-Pengertian-Jenis-Contoh-dan-Cara-Menghitungnya-1024x342.jpg 1024w, https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Peralatan-Akuntansi_-Pengertian-Jenis-Contoh-dan-Cara-Menghitungnya.jpg 1200w\" data-sizes=\"auto\" data-orig-sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Bagi Anda yang sudah berkecimpung dalam dunia bisnis, pasti sudah tidak asing dengan peralatan dan perlengkapan dalam sistem akuntansi. <strong>Peralatan (equipment)<\/strong> dan <strong>perlengkapan (supplies)<\/strong> merupakan aset yang menjadi &#8220;harta&#8221; perusahaan.<\/p>\n<p>Namun, apa sebenarnya pengertian dan contoh peralatan dalam akuntansi? Adakah perbedaan peralatan dan perlengkapan?<\/p>\n<p>Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, mari pelajari lebih lanjut penjelasan berikut ini.<\/p>\n<h2>Apa Itu Peralatan dalam Akuntansi?<\/h2>\n<p>Di dalam dunia bisnis, pasti ada sistem akuntansi untuk menjalankan usahanya. Bahkan ada beberapa perusahaan yang mengukur besar atau kecilnya perusahaan melalui sistem akuntansi.<\/p>\n<p>Dalam sistem akuntansi akan ditemukan beberapa rekening akun, yang menunjukkan aktiva (harta) perusahaan.<\/p>\n<p>Akun \u201cHarta\u201d tidak hanya ada satu, tapi ada beberapa. Contohnya adalah akun Kas, akun Bank, akun Piutang, dan akun Asset yang terdiri dari, harta tetap berwujud dan tidak berwujud.<\/p>\n<p>Jadi, dari uraian di atas sudah sangat jelas jika peralatan masuk dalam akun aset.<\/p>\n<p>Lantas apa itu peralatan yang dimaksud dalam akun aset tersebut?<\/p>\n\n<p>Yang dimaksud dengan peralatan (equipment) adalah akun aset (<em><strong>fixed asset<\/strong><\/em>) yang menjadi investasi modal jangka panjang dalam menjalankan perusahaan.<\/p>\n<p>Peralatan itu sendiri juga terdiri dari beberapa jenis yang masing-masing memiliki klasifikasinya tersendiri.<\/p>\n<h2>Jenis-jenis Peralatan dalam Akuntansi<\/h2>\n<p>Peralatan bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu \u201cperalatan besar\u201d dan \u201cperalatan kecil\u201d. Lalu apakah perbedaan dari kedua jenis peralatan ini? Terdapat perbedaan yang cukup besar dari segi akuntansinya.<\/p>\n<h3>1. Peralatan Besar<\/h3>\n<p>Peralatan besar adalah peralatan yang memang merupakan aktiva perusahaan yang bisa saja dijual kembali dan bisa saja menghasilkan pendapatan.<\/p>\n<p>Tentu saja peralatan besar ini harus disusutkan, saat pembelian akan masuk ke saldo aktiva tetap, seperti berikut ini:<\/p>\n<p>Pembelian peralatan:<\/p>\n<ul>\n<li>[D] Aktiva \u2013 Seperangkat Komputer<\/li>\n<li>[K] Kas \/ Bank<\/li>\n<\/ul>\n<p>Saat Penyusutan peralatan komputer tersebut:<\/p>\n<ul>\n<li>[D] Beban Penyusutan Seperangkat Komputer<\/li>\n<li>[K] Akumulasi Penyusutan Seperangkat Komputer<\/li>\n<\/ul>\n<p>Atau<\/p>\n<ul>\n<li>[D] Beban Penyusutan \u2013 Seperangkat Komputer<\/li>\n<li>[K] Aktiva \u2013 Seperangkat Komputer<\/li>\n<\/ul>\n<h3>2. Peralatan Kecil<\/h3>\n<p>Lalu yang kedua, ada peralatan kecil. Metodenya hampir sama, hanya caranya saja yang sedikit berbeda. Contoh peralatan kecil adalah seperti obeng, stapler, gunting, dan lain-lain.<\/p>\n<p>Saat terjadi pembelian, masukkan ia ke kelompok Aktiva Tetap \u2013 Peralatan Kecil.<\/p>\n<p>Misalnya:<\/p>\n<ul>\n<li>(D) Aktiva Tetap \u2013 Peralatan Kecil<\/li>\n<li>(K) Kas \/ Bank<\/li>\n<\/ul>\n<p>Begitu terus hingga akhir tahun buku. Tapi, karena masuk kelompok aktiva tetap, berarti harus disusutkan.<\/p>\n<p>Kemudian muncul pertanyaan:<\/p>\n<ul>\n<li>Bagaimana cara menyusutkannya?<\/li>\n<li>Bagaimana bisa tahu barang yang mana yang hilang?<\/li>\n<li>Barang mana yang rusak?<\/li>\n<\/ul>\n<p>Solusi penyelesaiannya adalah dengan melakukan perhitungan peralatan secara seksama.<\/p>\n<h2>Cara Menghitung Besarnya Peralatan dalam Akuntansi<\/h2>\n<p>Cara menghitung besarnya peralatan (equipment) terutama peralatan kecil adalah melakukan <strong>stock opname<\/strong> sebagai langkah awal. Dalam melakukan stock opname ini diperlukan \u2018penghitungan fisik\u2019.<\/p>\n<p>Dimulai dari yang paling kecil seperti isi stapler, pulpen, sampai yang cukup besar seperti kertas printer, obeng, dan lain-lain. Kemudian Anda bisa membandingkannya dengan buku besar <strong>akun Aktiva Tetap \u2013 Peralatan Kecil<\/strong>.<\/p>\n<p>Begitu Anda yakin angka-angkanya sudah akurat, berarti Anda sudah mendapat angka berapa jumlah persediaan per tanggal penghitungan fisik (akhir tahun). Dari angka ini anda bisa tahu berapa penggunaan peralatan periode tersebut.<\/p>\n<p>Untuk mendapatkan penyusutannya, Anda bisa menggunakan <a href=\"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/menghitung-harga-pokok-produksi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">rumus perhitungan HPP<\/a> (Harga Pokok Produksi) pada persediaan:<\/p>\n<ul>\n<li>Saldo Awal Peralatan + Pembelian Peralatan \u2013 Saldo Akhir Perhitungan Peralatan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Hasilnya akan menunjukkan peralatan yang menyusut selama tahun berjalan. Setelah mendapatkan hasil perhitungan tersebut, maka bisa digunakan jurnal penyusutan sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>[D] Penyusutan \u2013 Peralatan Kecil<\/li>\n<li>[K] Akumulasi Penyusutan \u2013 Peralatan Kecil<\/li>\n<\/ul>\n<p>Catatan: Setelah disusutkan, maka nilai buku Peralatan kecil di Neraca akan seperti nampak hasil penghitungan fisik.<\/p>\n<p>Dengan perlakuan seperti ini, maka laba perusahaan tidak akan terlalu tergerus karena besarnya beban peralatan kecil yang timbul, padahal peralatan-peralatan kecil tersebut masih digunakan sampai periode berikutnya.<\/p>\n<h2>Contoh Peralatan dalam Akuntansi<\/h2>\n<p>Dalam suatu bisnis pasti didukung dengan adanya peralatan dan perlengkapan untuk mengoperasikan bisnis tersebut. Misalnya saja dalam sebuah bisnis atau usaha konveksi.<\/p>\n<p>Contoh peralatan yang digunakan dalam menjalankan bisnis konveksi adalah mesin jahit yang merupakan aset jangka panjang.<\/p>\n<p>Cara menghitung peralatan mesin jahit dalam sistem akuntansi adalah dengan melihat biaya penyusutan yang timbul selama mesin jahit tersebut digunakan dan dimanfaatkan.<\/p>\n<p>Beberapa contoh peralatan lain adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Komputer<\/li>\n<li>Kendaraan<\/li>\n<li>Peralatan lainnya yang memiliki masa penggunaan yang lama<\/li>\n<\/ul>\n<p>Berbeda halnya dengan perlengkapan yang memiliki masa penggunaan yang relatif singkat dan bersifat habis pakai seperti kertas, pulpen, pensil, dan lain sejenisnya.<\/p>\n<h2>Perbedaan Peralatan dan Perlengkapan dalam Akuntansi<\/h2>\n<p>Selain masa penggunaan yang berbeda, terdapat beberapa aspek lain yang membedakan peralatan dan perlengkapan.<\/p>\n<h3>1. Peralatan<\/h3>\n<ul>\n<li>Biaya penyusutan: Ada<\/li>\n<li>Masa penggunaan: Lebih dari 1 tahun<\/li>\n<li>Penjualan kembali: Bisa dijual kembali<\/li>\n<li>Sumber penggerak: Biasanya menggunakan sumber listrik<\/li>\n<li>Biaya: Relatif mahal<\/li>\n<li>Tujuan utama: Sebagai \u201cpemeran\u201d utama dalam produksi<\/li>\n<li>Pencatatan di laporan keuangan: Fixed Asset<\/li>\n<\/ul>\n<h3>2. Perlengkapan<\/h3>\n<ul>\n<li>Biaya penyusutan: Tidak ada<\/li>\n<li>Masa penggunaan: Kurang dari 1 tahun (barang habis pakai)<\/li>\n<li>Penjualan kembali: Umumnya tidak bisa dijual kembali<\/li>\n<li>Sumber penggerak: Umumnya tidak menggunakan listrik<\/li>\n<li>Biaya: Murah<\/li>\n<li>Tujuan utama: Sebagai \u201cpemeran\u201d pendukung dalam produksi<\/li>\n<li>Pencatatan di laporan keuangan: Current Asset<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Istilah peralatan dalam sistem akuntansi memiliki pengertian sebagai akun aset yang merupakan investasi jangka panjang dalam mengoperasikan sebuah perusahaan.<\/p>\n<p>Ada 2 (dua) jenis peralatan yaitu peralatan besar dan peralatan kecil. Kedua jenis peralatan ini dalam perhitungan akuntansi harus memperhatikan biaya penyusutan.<\/p>\n<p>Hal ini berbeda dengan perlengkapan yang tidak memiliki biaya penyusutan karena bersifat habis pakai.<\/p>\n<p>Contoh perlengkapan adalah alat tulis kantor seperti kertas dan pulpen. Sedangkan contoh peralatan adalah mesin produksi dan komputer.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu, ada beberapa aspek lainnya yang membedakan peralatan dan perlengkapan dalam sistem akuntansi, mulai dari biaya yang dikeluarkan untuk membeli peralatan cenderung lebih besar daripada perlengkapan.<\/p>\n<p>Kemudian, masa penggunaan peralatan yang bersifat panjang dan lama dari pada perlengkapan yang memiliki waktu penggunaan yang singkat. Hingga, pencatatan di laporan keuangan untuk peralatan di fixed asset sedangkan perlengkapan pada current asset.<\/p>\n<h5 id=\"download\"><strong>Download Versi PDF<\/strong><\/h5>\n<p>&nbsp;<\/p>\n\n<div class=\"wpcf7 no-js\" id=\"wpcf7-f24665-o1\" lang=\"en-US\" dir=\"ltr\">\n<div class=\"screen-reader-response\"><p role=\"status\" aria-live=\"polite\" aria-atomic=\"true\"><\/p> <ul><\/ul><\/div>\n<form action=\"\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4725#wpcf7-f24665-o1\" method=\"post\" class=\"wpcf7-form init\" aria-label=\"Contact form\" novalidate=\"novalidate\" data-status=\"init\">\n<div style=\"display: none;\">\n<input type=\"hidden\" name=\"_wpcf7\" value=\"24665\" \/>\n<input type=\"hidden\" name=\"_wpcf7_version\" value=\"5.8\" \/>\n<input type=\"hidden\" name=\"_wpcf7_locale\" value=\"en_US\" \/>\n<input type=\"hidden\" name=\"_wpcf7_unit_tag\" value=\"wpcf7-f24665-o1\" \/>\n<input type=\"hidden\" name=\"_wpcf7_container_post\" value=\"0\" \/>\n<input type=\"hidden\" name=\"_wpcf7_posted_data_hash\" value=\"\" \/>\n<\/div>\n<p><label> Nama Anda<br \/>\n<span class=\"wpcf7-form-control-wrap\" data-name=\"NAMA\"><input size=\"40\" class=\"wpcf7-form-control wpcf7-text wpcf7-validates-as-required\" aria-required=\"true\" aria-invalid=\"false\" placeholder=\"Nama Anda\" value=\"\" type=\"text\" name=\"NAMA\" \/><\/span> <\/label>\n<\/p>\n<p><label> Alamat Email<br \/>\n<span class=\"wpcf7-form-control-wrap\" data-name=\"EMAIL\"><input size=\"40\" class=\"wpcf7-form-control wpcf7-email wpcf7-validates-as-required wpcf7-text wpcf7-validates-as-email\" aria-required=\"true\" aria-invalid=\"false\" placeholder=\"Alamat Email\" value=\"\" type=\"email\" name=\"EMAIL\" \/><\/span> <\/label>\n<\/p>\n<p><input class=\"wpcf7-form-control wpcf7-submit has-spinner\" type=\"submit\" value=\"Download Artikel\" \/>\n<\/p><div class=\"fusion-alert alert custom alert-custom fusion-alert-center wpcf7-response-output awb-alert-native-link-color alert-dismissable awb-alert-close-boxed\" style=\"--awb-border-size:1px;--awb-border-top-left-radius:0px;--awb-border-top-right-radius:0px;--awb-border-bottom-left-radius:0px;\" role=\"alert\"><div class=\"fusion-alert-content-wrapper\"><span class=\"fusion-alert-content\"><\/span><\/div><button type=\"button\" class=\"close toggle-alert\" data-dismiss=\"alert\" aria-label=\"Close\">&times;<\/button><\/div>\n<\/form>\n<\/div>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi Anda yang sudah berkecimpung dalam dunia bisnis, pasti sudah tidak asing dengan peralatan dan perlengkapan dalam sistem akuntansi. Peralatan (equipment) dan perlengkapan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":52,"featured_media":4726,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[75],"tags":[100,42,401],"views":29288,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4725"}],"collection":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/52"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4725"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4725\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4726"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4725"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4725"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/zahiraccounting.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4725"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}